Be an Example! Be a witness in everywhere

The Promise Land

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008

Bali chuch

‘100%’ Christian Village Has Zero Crime Rate

by Lucille Talusan, CBN News

BALI, INDONESIA – Indonesia’s tropical paradise, Bali, is recovering from the stigma brought on by the 2002 and 2005 terrorist bombings.

Over the past year, the number of tourists visiting the region has nearly tripled.

But it’s not just the sandy beaches attracting tourists. A unique village called Blimbing Sari is drawing visitors.

Instead of painting blood on their doors as in the Passover in the Old Testament days, to signify their Christian faith, all 250 homes in the Blimbing Sari village in Bali have a balinese cross hanging on their doors.

The villagers there boast that the area has been 100% Christian since 1939, when their persecuted ancestors were given the land as a safe haven by the Dutch government.

“The idea was by taking all of these people, there would be no more Christian movement in the villages,” explained Rev. Ketut Suyaga Ayub, head pastor of the Protestant Christian Church in Bali. “But the Christians who came here– there were 39 families in the beginning– they found themselves in a new exodus to the new promised land.”

Villagers are taught the value of hard work and rest. Every family gets two hectares of land from the government where they farm and raise cows. Even children in the orphanage are taught the value of work.

“These new Christians have a very strong spirit for their life. They understand this is a promising land, because of their prayer. many times, this village was elected as the best village economically, spiritually, the latest one we were elected as a place free from drugs and gambling,” Pastor Ayub said.

Ayub believes that another reason the villagers’ faith remains strong is because they still worship in the style of their forefathers.

And because the love of God is felt in the community, new settlers who are non-believers are attracted to the Christian faith.

One of them is Giman, a former Muslim.

“I was ill and a villager helped me get a surgery,” he explained. “I lived among Christian people. They are nice to me and help me a lot. I learned Christianity. I believe in Jesus Christ as my own saviour.

Ni Ketut Sudarmiasih was a former Hindu who studied at the Christian orphanage.

“When I was a Hindu, I (was) not sure about salvation, if I (would be) saved when I die. But when I believe in Jesus Christ I know I will be with Jesus in heaven,” he said.

And perhaps most amazing of all, the Christian village boasts a zero percent crime rate.

Today, government and private organizations flock to Blimbing Sari to learn from its example.

But they are yet to tap the key of her success: a saving knowledge of the Lord Jesus Christ.

Link

Source: CBNnews.com

© 2008 The Christian Broadcasting Network


Tagged with: , ,

KISAH ROSIANNA SILALAHI

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008

Dalam usianya yang masih muda (34 tahun), Rosianna Silalahi telah menjadi salah satu jurnalis TV Indonesia yang berdampak. Ia pernah terpilih sebagai salah satu dari 6 jurnalis TV dari Asia yang mewawancara Presiden AS George Bush, dan telah meliput di berbagai area krisis termasuk di zona perang di Kalimantan, Ambon dan Aceh. Saat Pemilu, Rosianna memproduksi program ‘Kotak Suara’ yang membahas mengenai money politics sehingga ia memenangkan penghargaan ‘Indonesia Journalist Board’ di tahun 2004. Kini Rosianna menjabat sebagai Editor-in-Chief Liputan 6 SCTV. Ternyata, mereka yang telah meninggalkan legacy mendalam dalam diri Rosianna adalah ayah dan ibunya, serta Nelson Mandela.

“Ayah mendidik dan mewarisi saya bukan dengan kekayaan materi tetapi dengan kekayaan akan keteladanan. Beliau mencontohkan ketaatan pada Tuhan, kesederhanaan dan hidup dengan nilai. Sementara itu Ibu memberikan dasar pendidikan dengan mengajarkan saya untuk teguh mengejar impian namun sekaligus kesabaran untuk menuai hasil.

Sementara itu Nelson Mandela adalah pemimpin yang saya kagumi. Ia memberikan keteladanan pada rakyatnya untuk melepaskan dendam dan ia memulai dari dirinya sendiri. Ia menderita dan mendapat siksaan saat di penjara, tapi ia juga yang pertama mengulurkan tangan untuk perdamaian

Karena itulah, saya selalu percaya bahwa kepemimpinan tidak dilihat dari posisi atau jabatan struktural, atau dengan otot. Buat saya kewibawaan seorang pemimpin terletak pada otaknya ditambah dengan bagaimana pemimpin itu melakukan pekerjaannya. Sebagai pemimpin kita harus tahu dan mengerti apa yang sedang kita atau anak buah kerjakan.

Dan saya beruntung menjadi seorang perempuan. Buat saya keunggulan perempuan sebagai pemimpin adalah kami memiliki kelembutan untuk merangkul sekaligus ketegasan untuk memutuskan. Yang lebih jadi kesulitan bagi saya dalam melakukan fungsi kepemimpinan di tempat kerja adalah berinteraksi dengan orang orang yang lebih mementingkan nominal uang daripada membangun brand. Pola pikir jangka pendek-lah yang sering membuat saya jengkel.

Warisan yang Diteruskan

Sebagai pemimpin, hal utama yang berusaha saya wariskan kepada orang-orang yang saya pimpin adalah NILAI. Saya selalu mengatakan pada tim saya bahwa kita harus bekerja dengan nilai (work with value). Tidak ada artinya kita sukses tapi tidak memegang teguh nilai. Kami yang bekerja di dunia televisi berada dalam sebuah industri yangs sarat dengan kapital dan persaingan ketat. Kita memang tak bisa menutup mata pada apa yang disebut dengan keinginan pasar, tapi bukan berarti kita hanyut dan mengorbankan nilai yang kita pegang teguh. Salah satu yang selalu saya katakan dan tertulis dalam buku “Dasawarsa Liputan 6″ adalah: “eksklusifitas adalah satu hal tapi kemanusiaan adalah yang utama”. (sumber: GetLife, edisi 31)

Tagged with:

Rahasia Cepat Kaya Dari Prophet T.B Joshua

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008
 

Setiap orang ingin hidupnya diberkati dan berhasil, tapi banyak dari mereka tidak mengetahui cara mendapatkannya. Mereka mencoba mendapatkannya dengan bekerja keras dan seluruh kemampuan yang dimilikinya dan dengan cara yang mereka tahu. Pada Selasa malam (2/10), pada acara Leader Summit Prophet T.B Joshua membuka rahasia bagaimana menjadi kaya dan dalam perkenanan Tuhan.Pintu Kekayaan

Pintu bagi hidup yang diberkati adalah menabur. 2 Korintus 9:6 menulis, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Jika seseorang memberi, itu memperkaya si pemberi. Dan masing-masing harus memberi menurut kerelaannya.Hendaknya kita memberi dengan sukacita. Memberi adalah suatu kehormatan, lakukanlah dengan sikap hati yang benar. Sangat sederhana, memberi adalah sebuah hak istimewa.

Memberi dengan sikap benar.

Anda harus memberi dengan kerendahan hati. Jangan bersikap seperti seorang Kreditur ketika Anda memberi. Ingatlah, bahwa dulu Andalah orang yang berhutang namun telah ditebus oleh Kristus dengan nyawaNya sendiri. Jadi bersikaplah rendah hati, bersukacita dan tidak mengharapkan balasan ketika Anda memberi.

Berilah pada orang yang tidak bisa membalas

Lebih baik memberi dan berbuat baik kepada orang yang tidak bisa membalas kita, karena Tuhan sendiri yang akan membalas segala perbuatan baik kita. Saat Anda melakukan hal ini Anda menjadi semakin seperti Tuhan, yang memberikan dengan murah hati tapi tidak pernah menerima apapun dari siapapun. Karena lebih indah menjadi orang yang memberi, dari pada menjadi orang yang menerima.

Keberhasilan tidak selalu didapat dengan kerja keras.

Seringkali orang bekerja keras, berlelah-lelah dan sudah berjuang tapi tidak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. Banyak orang yang berlelah-lelah dan bekerja keras lebih dari kita semua tapi menjadi gelandangan kenapa? Pengkhotbah 9:11 “Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.” Apa artinya hal ini? Kerja keras bukanlah kunci keberhasilan. Kunci keberhasilan adalah saat Anda melibatkan Tuhan dalam usaha dan kerja keras Anda, dan mengijinkan anugrah Tuhan yang menjadikan segala sesuatunya berhasil.

Untuk Tuhan memberkati Anda, dapatkan perkenanan Tuhan atas usaha dan kerja keras Anda. Jika Anda sudah melakukan apa yang harus Anda lakukan, serahkan sisanya kepada Tuhan untuk menilai. Apakah hal tersebut cukup berharga atau tidak. Pada akhirnya Tuhanlah yang membuat segala sesuatunya berhasil, menurut waktunya. Tundukkan diri Anda pada kebenaran Firman Tuhan. Sadari bahwa segala sesuatunya karena anugrah Tuhan.

Bukan Anda pemilik usaha yang saat ini sedang Anda kerjakan, Tuhanlah pemiliknya.

Banyak pengusaha yang mengalami serangan jantung, sakit darah tinggi dan banyak hal lainnya. Hal itu karena saat sesuatu yang mereka kerjakan tidak berjalan seperti yang mereka inginkan, mereka menjadi kecewa. Kekecewaan ini menjadi celah sehingga sakit penyakit bisa memasuki hidup Anda. Serahkanlah usaha Anda pada Tuhan. Tuhanlah pemiliknya, bukan Anda. Jadi saat sesuatu berjalan tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, ijinkan Dia bekerja. Biarkan Tuhan mengerjakan bagianNya.

Pada akhirnya teruslah memberi. Berilah hidup Anda, kasih Anda, kekuatan Anda untuk Allah pakai menyatakan kebaikan, kebesaran dan keajaiban namaNya. Mintalah Tuhan mengajar Anda untuk memberi dengan murah hati, apa yang Anda miliki kepada orang yang membutuhkan. Biarlah hidup Anda bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. Ijinkan Tuhan berkarya melalui hidup Anda.

Tagged with:

Kemanakah orang hidup setelah mati ?

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008

(Tempat penitipan sementara)

Lukas
16:19. “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini (Alam bersak = alam penderitaan, tempat org yg tdk percaya dan tdk menerima Tuhan Yesus sbg Juru selamat).
16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Setiap org akan masuk ke tahta penghakiman. Seorang demi seorang. Masuk dalam tahta putih ataukah tahta pengadilan Kristus.

Tahta putih (why 20 : 11) –> untuk org2 yg tdk percaya kpd Tuhan Yesus.
Tahta pengadilan Kristus –> untuk org2 yg percaya kpd Tuhan Yesus. Mengikuti jejak2 abraham — bapa org beriman — kita akan masuk ke dalam FIRDAUS.

Hidup kita ini ada pilihan –> Tempat penitipan.

Abraham adalah SIMBOL BAPA BERIMAN. Shg setiap org beriman kpd YESUS tempatnya di situ.
Kalo org yg tdk percaya tempatnya di Alam Bersak — TEMPAT TRANSIT SEBELUM KE NERAKA. Nama orang itu TDK TERCATAT DI SORGA. Beda dg org miskin, LAZARUS — namanya ditulis.

Hartawan yg binasa. Menabur selama di dunia, menuai di kekekalan.

ALKITAB MENCATAT SECARA DETAIL — LENGKAP. SHG ALKITAB TDK MENGALAMI REVISI, SEKALIPUN GUNUNG MELETUS DSB.

TDK ADA SATUPUN YG TDK TERNUBUATKAN OLEH ALKITAB. Alkitab sudah mengungkap semuanya — termasuk kehidupan setelah mati.

SHG SUATU SAAT ALKITAB AKAN MENJADI BEST SELLER KRN BYK ORG AKAN INGIN TAHU, exp : Setelah mati saya kemana ? “saya dikelilingi artis dan pengawal2. Org takut sama saya” –> org yg berada di puncak “Ultimader”. Setelah di puncak akan turun. Krn ga sadar bahwa ada kehidupan setelah mati.

Selidiki sesuatu dg benar !!!.

Allah menghendaki setiap orang diselamatkan. Dan setiap org diberi kesempatan untuk memilih. KESELAMATAN ITU BAGI SEMUA BANGSA !!!
BAGI SEMUA ORANG YANG MAU MENERIMA !!!

Di dunia ini ada YHWH.
Hanya ada dua golongan manusia dan dua tahta.

Alkitab hrs menjelaskan Alkitab. Ayat menjelaskan Ayat. Jadi Ayat tdk boleh dijabarkan menurut pemikiran kita sendiri.

Jika ada org yg MENJABARKAN 1 Ayat dalam Alkitab menurut pemikirannya sendiri —> ????.

“Jangan takut kpd pembunuh tubuh. Tapi takutlah kpd Dia yg sanggup membunuh jiwa dan roh”. Kita hrs takut Tuhan. Dia sumber kekuatan kita.

Keselamatan bagi semua orang !!! Tdk pandang bulu. Apakah dia penjahat, pejinah, pembohong, perampok, koruptor dlsb. Setiap org punya kesempatan untuk memiliki keselamatan yg disediakan Tuhan dari sejak jaman purbakala. Dialah Alfa & Omega.

tii, gehena –> neraka
hadis, tiincen –> Sorga

2 kor 5 : 10 –> takhta pengadilan Kristus

Roma 14 : 10 –> takhta pengadilan Allah

Bukan berarti org kaya masuk neraka, org miskin masuk Sorga! no. Abraham adalah org kaya tp jg masuk Sorga.
Waktu ini terus berjalan terus. Tidak ada waktu mundur. Mari kita memanfaatkan waktu dg sebaik2nya.

( Listen on Solagracia FM 97,4 Mhz Malang – Jatim. Tiap hari jumat jam 19.00 with Yuni)

Planetshakers Concert : Raising Up The New Breed

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008

Tanggal 13 Desember kemarin, antusiasme generasi muda Kristen yang rindu atmosfir konser rohani rasanya terpuaskan. Bagaimana tidak, Planetshakers, band rohani Kristen asal Australia menggebrak Jakarta dengan musik mereka yang powerful dan sangat passionate untuk Tuhan.

 

Sebelum konser Planetshakers, di tempat yang sama di Tennis Indoor Senayan diadakan Free Seminar yang diadakan oleh komunitas gereja Jakarta City Shakers. Dengan pembicara Timothy Parengkuan, Pdt. Chris Manusama, dan Brigita Punia yang membakar setiap yang datang untuk bangkit sebagai generasi baru Indonesia yang menjadi penggerak dan pengubah bangsa ini.

Planetshakers Band

Suatu penjangkauan yang sangat cocok untuk anak muda Indonesia agar setiap anak muda yang hadir menyadari peranan mereka sebagai generasi muda di tengah bangsa ini dan menjadi terang dan garam serta tidak menyia-nyiakan waktu yang ada.

Selepas Seminar “Raising Up The New Breed” arena Tennis Indoor langsung disiapkan oleh panitia untuk acara konser Planetshakers. Persiapan untuk konser memakan waktu lebih dari sejam waktu yang ditetapkan untuk konser dimulai sehingga konser pun dimulai pukul 19.30 WIB.

Meskipun molor tetapi antusiasme yang hadir rasanya tetap tidak terbendung terutama ketika Planetshakers membuka konser dengan powerful song yang sangat nge-rock, Jump Around. Penantian anak-anak muda yang hadir selama menunggu konser dimulai rasanya seperti terlupakan begitu saja.

Planetshakers yang datang pada konser di Jakarta ini diwakilkan oleh Lead Worship Henry Seeley tanpa Sam Evans yang berhalangan hadir ke Jakarta. Kehadiran mereka sangat menggebrak kota Jakarta yang selama ini disuguhkan band-band mancanegara sekuler yang hanya memberikan hiburan semata. Berbeda dengan band luar lainnya, Planetshakers datang ke Jakarta tidak hanya memberikan hiburan musik selama konser, kedatangan tim Planetshakers tidak hanya tim musik saja tetapi juga dengan Pastor Neil Smith yang di tengah konser sharing Firman Tuhan mengenai kebangkitan orang muda dengan mengambil ilustrasi kehidupan Zakeus.

Pastor Neil SmithPesannya, “Saatnya generasi muda di tengah bangsa ini (Indonesia) bergegas untuk menjadi pengaruh, jangan menunda-nunda. Jangan sampai kami (Planetshakers) yang bekerja dan terbeban untuk mengubah bangsa kalian.” Hehehe… Memang sepanjang konser Planetshakers dan Pastor Neil Smith menguatkan setiap yang hadir untuk bangkit dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan… Rise up the New Breed !

Selepas sharing Firman Tuhan, altar call pun dilakukan… ! Benar-benar penjangkauan generasi muda sepanjang hari kemarin. Selepas altar call, konser pun kembali kepada Planetshakers dan mereka kembali membakar semangat anak muda yang datang dengan musik Praise and Worship mereka. Uniknya konser Planetshakers ini, konser pun diakhiri dengan lagu Jump Around (lagi !)

Mungkin Planetshakers belum begitu dikenal di Indonesia seperti Hillsong yang selama ini lagu-lagunya sering diputar di komunitas-komunitas gereja di Indonesia. Tetapi kehadiran mereka membawa warna baru bagi anak muda Kristen, mengenal bahwa untuk memuji dan menyembah Tuhan tidak perlu tanggung-tanggung. Karena memang sepanjang konser, Planetshakers sangat lepas dalam membawakan musiknya. Very cool moment !

Selepas konser, setiap yang hadir berkesempatan untuk meminta tanda-tangan dan berfoto bersama Planetshakers dengan membeli merchandise yang tersedia. Melihat antrian yang ada, bisa dibilang banyak yang terpesona dengan Planetshakers dan mungkin dengan konser ini menambahkan penggemar musik Planetshakers di Indonesia.

Sepanjang hari Jumat kemarin bisa dibilang acara yang mungkin melelahkan bagi panitia dari Jakarta City Shakers tetapi bisa dilihat dari buah-buah generasi muda yang telah ditaburkan Firman Tuhan dengan cara yang relevan dan kontekstual bagi mereka. Visi dan misi panitia Jakarta City Shakers yaitu Raising Up The New Breed biarlah tergenapi melalui event Seminar dan Konser kemarin. Kabarnya, Jakarta City Shakers pun di bulan Juni 2008 mendatang akan mengundang pemusik Gospel Amerika yang terkenal yaitu Israel Houghton and The New Breed ke Jakarta. Wow, salut kepada Jakarta City Shakers akan visi misi-nya atas generasi muda bangsa ini ! Tuhan memberkati pelayanan kalian !

 

by: yefta : 2007-12-31 11:29:02
Comment: saya sungguh dibrkati banget dengan program ini yang mengkedepankan pertobatan generasi muda.
by: brando : 2007-12-27 21:19:28
Comment: gw ga bisa kasi comment banyak ni tuk planetshekers,biz gw ga bisa kemaren nonton siaran konser na , btw gw pengen bangat nih mo nonton konser na.kapan lagii ya akan datang ke jakarta?gw suka bangat lagu2 yang dibawakan planetshkers,biz memancing adrenalin bangat sih heheheh
by: beny : 2007-12-18 13:40:36

Comment: Gue puas!!walau hujan gk berhenti2 sepanjang sore ampe malem mana gd bgt lg sampe basah2 tp terbayarkan dengan acara…kalo bisa kt emang perlu acara kaya gini yg full ada seminarnya

Tagged with:

‘ALLAH’ NAMA SIAPA?

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008

Bulan Desember 2007 dunia dikejutkan keputusan Pemerintah Malaysia yang tidak memperpanjang izin terbit ‘The Herald,’ berita mingguan gereja Katolik, alasannya ‘The Herald’ menggunakan nama ‘Allah’ untuk menyebut Tuhan dan nama itu dianggap nama tuhannya agama Islam. Pada akhir Desember izin itu kemudian diberikan, namun penggunaan nama Allah tetap dilarang. Fanatisme kepemilikan nama ‘Allah’ juga pernah dilontarkan sekelompok kecil masyarakat di Indonesia namun karena tokoh-tokoh muslim menyadari bahwa klaim itu tidak berdasar maka kemudian dilupakan.

Sungguh menarik untuk dicermati, karena akhir-akhir ini, lagu ‘Rasa Sayange, Angklung, bahkan Reog Ponorogo’ dianggap milik Malaysia, dan kini nama ‘Allah’ bahasa Arab di klaim pula sebagai milik kelompok tertentu orang Malaysia yang beragama Islam, padahal orang Arab sendiri yang memiliki bahasa itu dan beragama Islam tidak mempersoalkannya dan nama ‘Allah’ bersama digunakan baik oleh orang berbahasa Arab yang beragama Yahudi, Kristen, maupun Islam. Injil pertama dalam bahasa Melayu (Corneliz Ruyl, 1629) sudah menulis nama ‘Allah’ didalamnya empat abad yang lalu.

Nama ‘Allah’ adalah nama untuk menyebut Tuhan semitik dalam bahasa Arab, dan nama ini sudah disebut jauh sebelum agama Islam hadir di abad-VII, sedini kehadiran bahasa Arab. Agama Semitik (Yahudi, Kristen, Islam) berasal dari rumpun keturunan Sem. Arphaksad adalah putra Sem yang menurunkan bangsa Ibrani (dikaitkan nama Eber cucu Arphaksad), dan Aram putra Sem menurunkan bangsa Aram dan Arab. Dalam hal bahasa, Aram lebih dahulu mengembangkan bahasanya dan nenek moyang bangsa Ibrani mengembangkan bahasa Ibrani dengan berakulturisasi dengan bahasa Kanani dan Amorit dan menggunakan abjad Kanani kuno (Funisia) yang kemudian berkembang dalam bentuk bulat karena pengaruh bahasa Aram.

Abraham berasal dari Mesopotamia dan berbahasa Aram, setelah hijrah ke Palestina, Ishak anaknya mengawini iparnya Ribka, saudara Laban yang tinggal di Mesopotamia, Laban dicatat Alkitab sebagai orang Aram berbahasa Aram (Kejadian 31:20,47). Yakub, putra Ishak dan Ribka, mengawini Lea dan Rachel anak-anak Laban yang berbahasa Aram juga. Jadi orang Israel (keturunan Yakub) mengikuti bahasa Aram bahasa nenek dan ibu mereka. Alkitab menyebut orang Israel adalah keturunan Aram (Kejadian 25:5).

Ensiklopedia Islam (Cyrill Glasse, hlm.49-50) menyebut bangsa Arab adalah masyarakat Semit keturunan Quathan (Joktan, anak Eber) dan juga Adnan (hlm.12-13) yang menurunkan keturunan Ismael (putra Abraham), jadi bangsa Arab merupakan keturunan Semitik, Ibranik dan Abrahamik juga. Bahasa Arab berasal bahasa kuno Aram dan aksaranya merupakan perkembangan dari aksara Nabatea Aram.

Nama Tuhan ‘El’ (Il) sudah lama dikenal di Mesopotamia, dan dalam dialek Aram nama itu disebut ‘Elah/Elaha (atau Alah/Alaha),’ di Israel disebut ‘El/Elohim/Eloah,’ dan dalam bahasa Arab disebut ‘Ilah/Allah.’ Kata sandang difinitif dalam bahasa Aram adalah ‘Ha’ yang diletakkan di belakang kata, dalam bahasa Ibrani diletakkan di depan (Ha Elohim), sedangkan dalam bahasa Arab kata sandang ditulis ‘Al’ diletakkan di depan (Al-Ilah). Jadi baik El/Elohim/Eloah, Elah/Elaha, dan Ilah/Allah menunjuk kepada Tuhan Monotheisme Abraham yang sama, baik sebagai nama pribadi maupun sebutan untuk ketuhanan.

Di Israel, nama ‘El/Elohim’ adalah nama Tuhan sebelum nama ‘Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa (Keluaran 6:1-2), itulah sebabnya sebelum Keluaran tidak ada nama orang yang diberi identitas nama ‘Yahweh’ (seperti Eli’yah’) tetapi nama ‘El’ (a.l. Metusael, Ismael, Israel), dan sekalipun nama Yahweh sudah diperkenalkan, nama El tetap digunakan sebagai nama diri Tuhan. ‘El, elohe Yisrael’ (Kejadian 33:20;46:3) disetarakan dengan ‘Yahweh, elohe Yisrael’ (Keluaran 32:27; Yoshua 8:30). Dalam Perjanjian Lama, nama Elah/Elaha sudah ada dan ditulis pada abad-VI sM dalam kitab Esra yang ditulis dalam bahasa Aram dengan aksara Ibrani ‘Elah Yisrael’ (Allah Israel, 5:1; 6:14). Dalam Alkitab Aram Siria (Peshita) digunakan nama Elah/Elaha juga.

Setelah berkembangnya bahasa Arab, nama itu menjadi Ilah/Allah, dan orang-orang Yahudi yang berbahasa Arab dan orang Arab yang mengikuti kepercayaan Yahudi juga menggunakan nama Allah itu. Pada jemaat Kristen pertama sudah ada orang Arab yang percaya dan menyebut nama Tuhan dalam bahasa mereka sendiri (Kisah 2:8-11, yang tentunya ‘Allah’), dan rasul Paulus menyebut “Hagar adalah gunung Sinai di tanah Arab’ yang melahirkan anak darah daging Abraham (Galatia 4:21-31).

Pada masa jahiliah pra-Islam, sebutan ‘Allah’ pernah merosot dan juga ditujukan kepada Dewa Bulan/Air (di kalangan Ibrani, nama ‘Yahweh’ dan ‘Elohim’ juga pernah merosot digunakan untuk menyebut berhala Anak Lembu Emas; Keluaran 32:1-5;1Raja 12:28), namun Arab Hanif termasuk suku Ibrahimiyah dan Ismaeliyah tetap mempertahankan nama Allah sebagai nama diri Tuhan Abraham. Bahkan sebelum kelahiran agama Islam, nama Allah digunakan dalam pengertian nama diri Tuhan. Ensiklopedia Islam menyebutkan:

“Gagasan tentang Tuhan Yang Mahaesa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno, Ajaran Kristen dan Yudaisme dipraktekkan di seluruh jazirah.” (hlm.50).

“Nama “Allah” telah dikenal dan dipakai sebelum Alquran diwahyukan; misalnya nama Abd. Al-Allah (hamba Allah), nama ayah Nabi Muhammad. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan.” (hlm.23)

Dalam Al-Quran beberapa kali disebutkan bahwa nama Allah digunakan bersama oleh Umat Yahudi, Kristen dan Islam. Nabi Muhammad mengakui pada masa hidupnya sudah ada orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan nama Allah. Dalam Al-Quran tertulis:

“(Yaitu) orang2 yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah, Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja2 pendeta dan gereja2 Nasrani dan gereja2 Yahudi dan mesjid2, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, QS.22:40).

Menarik untuk diketahui bahwa pada abad yang sama kelahiran agama Islam, terjemahan ‘Injil Muqqadas’ dalam bahasa Arab (643) sudah memuat nama ‘Allah.’ Pada abad sebelum Islam, inskripsi kalangan Kristen ‘Umm al-Jimmal’ menulis ‘Allahu Ghafran’ (Allah yang mengampuni) dan ‘Inskripsi Zabad’ (512) diawali ucapan ‘Bism al-ilah’ (Dengan Nama Allah, dalam kitab Esra 5:1 tertulis ‘Beshum Elah’ Yisrael dalam bahasa Aram). Satu abad sebelum ayah Nabi Muhammad lahir, dalam Konsili Efesus (431) hadir uskup Arab Haritz bernama ‘Abd Al-Allah.’

Dalam penemuan arkaeologis tua lebih dari satu milenium sebelum kelahiran Islam ternyata ‘nama Allah’ sudah disebutkan sebagai nama diri dalam beberapa inskripsi yang ditemukan. Artikel ‘Allah Before Islam’ dalam ‘The Muslim World’ (Vol.38, 1938, hlm. 239-248) mencatat bahwa suku-suku Arab kuno ‘Lihyan’ dan ‘Thamudic’ yang bermukim di Jazirah Arab bagian Utara, meninggalkan inskripsi bertuliskan banyak nama ‘Allah’ sebagai nama diri. Pendahulu suku ‘Lihyan’ adalah suku ‘Dedan’ yang dalam Alkitab disebutkan sebagai keturunan Ketura, isteri Abraham (Kejadian 25:1-3). Kita mengetahui bahwa bahasa Arab diturunkan dari bahasa Nabatea Aram dimana nama Tuhan disebut ‘Allaha.’ Maka konsekwensinya, nama ‘Allah’ tertuju pada ‘Allah’ Abraham yang cikal-bakalnya adalah EL (el – ela – elah) atau IL (il – ila – ilah)  semitik.

Dapat dimengerti mengapa agama-agama semitik sebelum Islam di kalangan berbahasa Arab sudah lama menggunakan nama ‘Allah.’ Jadi, nama Allah bukan nama Islam tetapi nama Arab untuk menyebut Tuhan Abraham dan El/Il semitik. Kini di negara-negara Arab, baik orang Yahudi, Kristen maupun Islam yang berbahasa Arab, semuanya menggunakan nama Allah tanpa masalah. Bambang Noorsena yang fasih berbahasa Arab dan pernah belajar selama dua tahun di Kairo menyebutkan bahwa di Kairo kota lama, dipintu gereja Al Mu’alaqqah ditulis ‘Allah Mahabah’ (Allah itu kasih) dan di pintu lainnya ‘Ra’isu al-Hikmata Makhaafatu Ilah’ (Permulaan Hikmat adalah Takut kepada Allah). Sinagoga ‘Ben Ezra’ menyebut bahwa dahulu disitu Rabbi ‘Moshe ben Ma’imun’ menulis buku ‘Al Misnah’ dan ‘Dalilat el-Hairin’ dalam bahasa Ibrani dan Arab dimana ‘El/Elohim’ diterjemahkan ‘Allah.’

Kini ada 29 juta orang berbahasa Arab yang beragama Kristen dan semuanya menyebut nama ‘Allah,’ dan di kalangan ini beredar empat versi Alkitab berbahasa Arab yang menggunakan nama ‘Allah.’ Maka dari sini jelas bahwa bagi orang-orang Arab penganut Yahudi, Kristen, dan Islam, nama Allah digunakan bersama tanpa rasa curiga sebab mereka menyadari bahwa semua mempercayai Allah Abraham yang sama, sekalipun tidak disangkal adanya perbedaan aqidah yang dipercayai oleh masing-masing mengingat ketiganya memiliki kitab suci yang berbeda. Olaf Schuman teolog Kristen yang tiga tahun mengajar dan belajar di Universitas Al Ashar, Mesir, mengemukakan bahwa:

“Memang tidak dapat disangkal adanya suatu masalah. Namun yang menjadi masalah ialah soal dogmatika atau ‘aqidah,’ sebab tiga agama surgawi itu mempunyai faham dogmatis yang berbeda mengenai Allah yang sama, baik hakekatnya maupun pula mengenai cara pernyataannya dan tindakan-tindakannya.” (Keluar Dari Benteng Pertahanan, hlm. 175).

Dalam terjemahan Alkitab ke bahasa Melayu, sejak awal nama Allah sudah digunakan. Daud Susilo, konsultan United Bible Societies, menulis:

“Dalam terjemahan bahasa Melayu dan Indonesia, kata ‘Allah’ sudah digunakan terus menerus sejak terbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu yang pertama (terjemahan Albert Corneliz Ruyl, 1629). Begitu juga dalam terjemahan Alkitab Melayu yang pertama (terjemahan Melchior Leijdekker, 1733) dan Alkitab Melayu yang kedua (terjemahan Hillebrandus Corneliz Klinkert, 1879) sampai saat ini.” (Forum Biblika, Lembaga Alkitab Indonesia, No.8/1998, hlm. 102)

Alkitab berbahasa Melayu di Malaysia terbitan The Bible Society of Malaysia juga menggunakan nama ‘Allah.’ (Hal seperti itu dilakukan dalam penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Inggeris dimana nama Arab ‘Allah’ diterjemahkan ‘God’ dalam bahasa Inggeris). Dalam Alkitab dalam bahasa Indonesia, nama ‘Allah’ tetap digunakan melanjutkan Alkitab Melayu itu, karena di Indonesia, kata ‘Allah’ sudah lama menjadi bagian kosa kata bahasa Indonesia, karena itu di Indonesia penggunaannya sebagai nama ‘Tuhan Yang Mahaesa’ agama-agama Abraham/Ibrahim adalah umum.

Bila bangsa Arab pemilik bahasa Arab tidak mempermasalahkan penggunaan nama ‘Allah’ oleh agama-agama semitik, maka seyogyanya bangsa-bangsa non-Arab juga tidak  mempermasalahkannya karena bukan bahasa mereka. Kesamaan nama ‘Allah’ yang disembah ketiga agama Semitik bisa menjadi perekat bahwa ketiganya sebenarnya bersaudara. Yang perlu disadari adalah bagaimana dalam keeksklusifan iman sesuai ajaran kitab suci masing-masing, agama bisa diamalkan dengan damai dan toleransi.

source : www.yabina.org

Tagged with:

Kaya Sudah Di Tangan Anda

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008





Percayakah Anda bahwa kekayaan apapun yang Anda inginkan sudah ada di tangan Anda? Jika Anda tidak percaya, Anda bisa membuka Amsal 3:16, “Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kiri kekayaan dan kehormatan.”

Dalam seminar Way to Wealth Road to Riches, Sabtu (24/11) lalu, bapak Juhono S. Sudirgo (Direktur Corporate Finance sebuah perusahaan sekuritas) membagikan kebenaran tentang prinsip menuju kekayaan sejati ini. Setiap orang sudah Tuhan perlengkapi dengan segala yang dia butuhkan untuk sukses. Namun sukses bukanlah seperti sulap, yang didapat secara instan. Sukses adalah sebuah perjalanan dan harus melalui proses.

Proses itu dimulai dengan mengetahui secara jelas di mana Anda berada saat ini, dan ke mana Anda akan pergi. Mengetahui ‘Anda berada di mana’ dapat dilakukan dengan evaluasi dan kejujuran untuk melihat keberadaan diri kita. Sedangkan ‘kemana Anda akan pergi’ berbicara tentang goal setting Anda. Buatlah gol Anda dengan prinsip SMART:

Specific : Spesifik

Measurable : Dapat diukur

Achievable : Dapat dicapai

Realistic : Realistis

Time-Scale : Memiliki batas waktu/ target waktu

Dalam mencapai goal setting Anda, ada hal penting yang perlu disadari bahwa  perjalanan menuju kesuksesan dan kekayaan sejati ini ibarat perlombaan. Namun peserta perlombaan ini adalah diri Anda sendiri. Siapa penyelenggaranya? Diri Anda. Anda yang punya keinginan dan kemauan. Siapa yang membuat peraturan? Diri Anda sendiri. Anda dapat menentukan sendiri batasan-batasannya. Anda dapat menentukan sendiri garis Finish atau ukuran keberhasilan Anda. Apa hadiahnya jika Anda mencapainya? Anda tentukan sendiri. Jadi dalam perlombaan ini, saingan Anda bukanlah rekan Anda atau tetangga Anda yang lebih berhasil, tetapi diri Anda sendiri. Anda tidak perlu iri hati jika rekan Anda memiliki mobil baru, Anda bisa turut berbahagia atas keberhasilannya.

Selain itu ada sebuah tips praktis untuk melakukan pengeluaran terencana sehingga bisa lebih berhemat. Tips itu di singkat menjadi RUMAH KRISTUS, yang dijabarkan sebagai berikut:

R u m a h

U t i l i t a s  (PLN,Telp,Air)

M a k a n a n

A n a k  (Sekolah, kursus)

H i b u r a n

K e s e h a t a n

R u p a – r u p a

I n v e s t a s i

S a n d a n g

T r a n s p o r t a s i

U t a n g (Angsuran)

S o s i a l

Setelah kita bisa mendeskripsikan dimanakah kebocoran keuangan kita melalui Rumah Kristus tersebut, ambil tindakan untuk mulai mengurangi hal-hal yang tidak terlalu penting. Nah, akhirnya Anda bisa melakukan penghematan. Sebuah langkah yang luar biasa bukan? Jika Anda sudah mulai berhemat, berarti Anda dapat menyisakan untuk mulai menabung. Dan pelan-pelan namun pasti, Anda dapat mulai merancangkan untuk investasi di saat tabungan Anda sudah mencukupi.

Saat Anda berlomba untuk mencapai kekayaan sejati, pastikan bahwa diri Anda tidak dibebani oleh apapun sehingga Anda bisa berlari dengan cepat. Hal apa saja yang bisa menghalangi dan menjadi beban dalam hidup kita? Bapak Sujono menyebutnya “13 Gejala Keterikatan Finansial“, yaitu :

  1. Tagihan lewat waktu/hutang.
  2. Kekhawatiran investasi.
  3. Sikap ingin cepat kaya.
  4. Keserakahan/tidak pernah cukup.
  5. Tidak jujur dalam bekerja.
  6. Tidak ingin kerja keras/malas
  7. Ingin milik orang lain/iri hati.
  8. Kebutuhan keluarga diabaikan.
  9. Komitmen berlebihan terhadap pekerjaan/workaholic.
  10. Kebutuhan tubuh Kristus tidak dipenuhi.
  11. Keunggulan keuangan, ingin dihormati.
  12. Kekecewaan keuangan, putus asa, merasa Allah tidak memenuhi keinginannya.
  13. Jadi penanggung hutang.

Keterikatan finansial ini bisa terjadi karena sikap boros (Ams 21:17;28:19), kemalasan/kekurangan (Amsal 6:9,11), atau terlalu mengandalkan kekayaannya (Ayub 31:24-28). Untuk itu ada dua hal yang perlu diingat dalam pencapaian kekayaan sejati. Pertama, kekayaan bukanlah hanya tentang menghasilkan uang, tetapi bagaimana diri Anda bisa membangun orang lain saat menghasilkan uang tersebut. Dan kedua, tujuan kekayaan bukanlah untuk ditimbun, tetapi disalurkan. Jika Anda memiliki kelebihan, berarti ada orang lain yang perlu dicukupkan dengan kelebihan yang Anda miliki. Ingat, bahwa Tuhanlah pemilik segala sesuatunya, kita ini hanyalah pengelolanya. Praktekkanlah, maka kaya sudah ada di tangan Anda.

Juhono S. Sudirgo – Seorang Sarjana Teknik Sipil lulusan ITS Surabaya tahun 1989, selama 14 tahun berkecimpung dalam dunia perbankan. Empat tahun terakhir menjabat Direktur Corporate Finance sebuah Perusahaan Sekuritas di Jakarta.

Bidang pelayanan saat ini menjadi Pengawas Area Abbalove Serpong, Koordinator SPK dan Koordinator Komsel. Melengkapi pelayanan di bidang edukasi, menjadi salah satu penulis buku “Faith In Action” terbitan Andi Offset tahun 2006 dan pembicara / trainer seminar keuangan.

Close
nickname:
email:
comment:
palatica, 2007-11-27 11:18:34
Seminar ini benar-benar membawa berkat bagi kami. Puji Tuhan! Berkat seminar ini kami jadi tahu bagaimana memperoleh kesejahteraan financial dalam Tuhan Yesus. Amin.
Tagged with:

Way to Wealth, Road to Riches Seminar

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008
   

Sabtu pagi (24/11), pukul 08.30 di ruangan Tuscany Room, The Bellezza- Arteri Permata Hijau terasa atmosfer antusias memenuhi ruangan. Hal ini dapat dilihat dari banyak peserta seminar ‘Way to Wealth Road to Riches’ yang hadir sebelum seminar dimulai. Topik mengenai mencapai kekayaan, merupakan hal menarik bagi setiap orang. Jika di tanya, ‘Siapa yang ingin kaya?’, pasti semua orang mau. Jadi, jika seminar ini dihadiri kurang lebih oleh 250 orang adalah hal yang wajar.

 

Acara ini dipandu oleh Julian Foe,M.Ed yang berperan sebagai moderator dengan sangat apik. Pembicaraan mengenai uang, menjadi pembicaraan yang segar, menarik dan penuh inspirasi. Apa lagi bapak Julian, meramunya dengan sedikit guyon disana-sini.

Julian Foe
Juhono S. Sudirgo

Sesion pertama dibawakan oleh Juhono S.Sudirgo, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Corporate Finance di sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta. Pada sesi ini, peserta dibukakan mengenai kebenaran mengenai kekayaan sejati. Kekayaan bukan hanya terpatok hanya materi atau uang saja. Setiap pribadi ditentukan untuk kaya dan memiliki segala sumber daya (potensi) untuk menjadi kaya. Dalam kehidupan ini, setiap pribadi memiliki 6 aset kekayaan, yaitu kaya akan Harta Rohani (Spiritual Asset), Harta Jiwani (Soul Asset), Harta Tubuh (Body Asset), Harta Hubungan (Social/Network Asset), Harta Keluarga (Family Asset) dan Harta Benda (Financial/Fixed Asset). Jika kita miskin salah satu harta diatas, maka daya tampung maksimal kita akan kekayaan sejati akan mengikuti tingkat terendah dari enam kekayaan tersebut.

Di sesi ini, setiap peserta melakukan Goal Check Up. Goal check up, yaitu mengevaluasi apakah goal setting. Apakah tujuan yang sudah ditentukan hanya fokus pada beberapa hal saja, atau sudah mencakup ke enam harta yang disebut diatas. Selain itu peserta pun bersemangat mengajukan pertanyaan mengenai pengelolaan uang. Dan bapak Juhono dengan cerdasnya membagikan tips hematnya, dan tidak lupa mengajarkan cara berinvestasi. Untuk melipatgandakan kekayaan financial Anda, ternyata cukup dimulai dengan cara sederhana, yaitu menabung.

Darmadi SutantoTidak kalah menarik dengan sesi pertama, Ir. Darmadi Sutanto, MBA membagikan bagaimana dan dimana investasi yang benar. Ir. Darmadi yang merupakan Director of Consumer Banking, ABN AMRO Bank Indonesia dengan jelas dan lugas memaparkan kebenaran tentang ‘Blessing Principle’. Sebelum Anda melakukan investasi, pastikan bahwa Anda memiliki dan menghidupi ‘Blessing Prinsiple’ ini, sehingga investasi Anda memberikan hasil yang melimpah. ‘Blessing Prinsiple’ ini adalah hidup dalam kebenaran, memiliki kemurahan hati, dan memiliki hati yang penuh syukur. Dan tidak lupa peserta pun dibukakan kebenaran tentang produk-produk investasi, mengenai keuntungannya dan tingkat resiko masing-masing produk. Pesan penting dari Ir.Darmadi, apapun investasi Anda adalah jangan memiliki hati yang tamak, jika tidak maka Anda bisa hancur karena ketamakan itu.

Akhirnya sesi sore itu ditutup oleh bapak Julian Foe,M.Ed yang membagikan tentang Winning Business Spirit. Untuk mencapai keberhasilan dan kemakmuran baik dalam usaha maupun pekerjaan, milikilah tujuan kekekalan sebagai motivasi segala sesuatu yang Anda lakukan. Tujuan kekekalan disini mempunyai arti bahwa apa yang kita lakukan bukan semata-mata untuk mencapai keuntungan semata, tetapi melalui usaha dan pekerjaan kita orang lain di berkati, kehidupan mereka dapat bertumbuh dan yang terpenting yaitu Tuhan diperkenalkan didalam hidup mereka. Jika hal ini dilakukan oleh setiap orang, dapat dipastikan perekonomian dibangsa ini akan berubah.

 

All Speaker with Mr. Mark

 

Mr. MarkPada akhir acara, Mr. Mark McClendon memberikan tantangan untuk setiap peserta mengambil komitmen hal apa saja yang akan dirubah dalam hidupnya. Dengan sungguh-sungguh masing-masing menuliskan keputusannya, dan menempelkannya serta berdoa supaya Tuhan memampukan untuk mencapainya. Setiap peserta pulang dengan sebuah harapan baru, bahwa kehidupan financial mereka akan berubah dengan keputusan-keputusan mereka. Untuk Anda yang belum ikut pada momen ini, pastikan Anda ikut pada event selanjutnya. Jadi nantikan saja info selanjutnya.

 

by: ping-ping : 2007-11-28 16:01:17

   Comment: acara ini sangat bagus karna sangat membantu kita dalam pengembangan diri bagaimana cara mengatur keuangan kita dan menjadi kaya tapi tetap di dalam Tuhan serta aku ucapkan sukses buat seminar ini.Gbu

Tagged with:

Upcoming Event

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008

Sekolah Doa Bersama Morris Cerullo : Passing On The Mantle

Morris Cerullo Flyer
Orang Percaya :
Temukanlah rahasia Elia yang telah ditemukan.
“Sebagaimana Elisa belajar dari Elia…
Elisa memulai dari seorang pembajak sawah menjadi
seorang nabi Tuhan bagi bangsa-bangsa.
Pelajari rahasia mukjizat Elisa yang sangat luar biasa,
termasuk mukjizat keuangan, (II Raja 4 : 1-7)
dan membangkitkan orang mati (II Raja 4 : 32-35).
Istora Senayan, Jakarta
12-14 Maret 2008
Rp. 200.000/orang (Tempat terbatas)
Info : Jaringan Doa Nasional

Tagged with:

THE GOLDEN COMPASS

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 31, 2008

Beberapa bulan sebelum ditayangkan perdana di layar lebar, film The Golden Compass telah mendatangkan kontroversi pro-kontra, dari yang bilang sangat bagus dan setuju banget sampai yang melarang anak-anak menonton bahkan memboikot film itu. Ada organisasi Katolik yang semula mengacungkan jempolnya menghargai film itu namun kemudian manarik kembali dukungannya. Pasalnya, film The Golden Compass yang ditayangkan secara perdana di USA pada tanggal 7 Desember 2007 itu sebenarnya bukunya sudah terbit pada tahun 1995 oleh penulis Philip Pullman dan isinya memang sarat promosi atheisme dan anti gereja yang secara jujur diakui oleh penulisnya. Di Indonesia film ini ditayangkan perdana dalam midnight show pada hari Sabtu, 29 Desember 2007 setelah sebelumnya DVD tidak resmi film itu sudah beredar luas di kios-kios DVD di tanah air.

Philip Pullman terkenal dengan triloginya yang disebut His Dark Materials yang sarat misteri dan sihir. Yang pertama dari trilogi itu berjudul Northern Light (1995) yang bercerita tentang dunia paralel seperti dunia ini tetapi berbeda, kedua The Subtle Knife yang bercerita tentang dunia ini, dan yang ketiga The Amber Spyglasses yang bercerita tentang antar dunia. Northern Light kemudian dikemas baru oleh penulisnya dengan tambahan 16 halaman buku dan diberi nama The Golden Compass (2006) dan kemudian diangkat ke layar lebar (2007). Cuma, untuk lebih memasyarakat, beberapa isu kontroversial yang ekplisit dalam novelnya, dalam filmnya isu-isu itu dikaburkan atau diberi nama berbeda. Namun serial ke dua dan ketiga lebih kasar dalam menyatakan sikap anti agama Pullman, bahkan Chris Weitz, sutradara film itu, menyatakan akan lebih jujur dalam mengekspos naskah asli novelnya yang kedua dan ketiga yang rencananya mulai dirilis pada tahun 2009.

Ceritanya dimulai dengan kehadiran seorang gadis yatim-piatu yang tinggal di Oxford, Inggeris, bernama Lyra Belacqua. Oxford di sini tidak seperti Oxford yang dikenal karena Lyra menyadari dunianya berbeda dimana setiap orang memiliki daemon pribadi (dalam bentuk binatang yang menggambarkan bentuk luar jiwa yang berubah-ubah bentuk sampai mencapai kedewasaan). Ia berteman dengan pelayan dapur Roger, dimana bersamanya ia bermain-main di kota itu. Cerita berubah ketika Lyra dan daemonnya bernama Pantalaimon menghalangi pembunuhan terhadap pamannya Lord Asriel dan ikut mendengar rahasia tentang sesuatu yang misterius bernama Dust. Sejak itulah banyak anak menghilang ditangan Gobblers tanpa diketahui hilang kemana.

Sebelum Lyra mencari Roger, ia dikenalkan dengan Nyonya Coulthier seorang penyihir cantik. Ia diajak berekspedisi ke kutub utara. Sebelum berangkat, kepala sekolahnya memberikan kepada Lyra sebuah aletheometer (kompas emas) sebuah alat yang mempu mengungkap kebenaran semua hal. Dibawah bimbingan Nyonya Coulthier, ia belajar mengenai peran Ny. Coulthier dalam gereja, yang disebut ‘Gobler’ yang bertanggung jawah akan hilangnya anak-anak. Anak-anak yang diculik ternyata dibawa ke Bolvanger suatu tempat di kutub utara untuk dijadikan percobaan oleh Dust dimana mereka dipisahkan dari daemon mereka melalui proses intercision. Lyra juga mengetahui bahwa gereja juga menculik dan menawan Lord Asriel ke wilayah Arctic di Bolvanger yang menjalankan ujicoba sendiri untuk kepentingan Dust.

Ngeri melihat hal-hal itu, Lyra dan Pantalaimonnya melarikan diri dari rumah Ny. Coulthier dibantu dua orang gipsi yang baik. Orang-orang gipsi hidup sebagai manusia perahu yang hidup dalam kesukaran namun mereka mengajarkan arti kekeluargaan, kesetiaan dan cinta. Orang-orang gipsi ini berkepentingan karena anak-anak mereka banyak yang diculik Gobbler, dan Lyra dengan pengetahuannya membantu para gipsi membebaskan tawanan di utara itu dan kemudian ia menjumpai ayahnya yang terpenjara. Melalui penuturan tetua gipsi ia kaget mengetahui bahwa ternyata ayahnya adalah Lord Asriel dan Ny. Coulthier sebenarnya adalah ibunya sendiri. Dibalik rasa kagetnya, Lyra membaca alethiometer dan menyadari apa pesannya. Sekalipun althiometer mengungkapkan kebenaran disekelilingnya, Lyra tidak sadar mengenai perannya dalam nasib alam semesta. Lyra dinubuatkan akan berperan besar untuk memerankan penghianatan tak terhindarkan yang akan menentukan masa depan dunia-dunia.

Agar berhasil menyelamatkan anak-anak, orang-orang gipsi mengajak tiga orang untuk membantu, yaitu Serafina Pekhala, ratu sihir yang mengungkapkan bahwa masa depan semesta berada di tangan Lyra, Lee Scoresby, aeronaut dan komandan balon udara panas, dan Ioreck Byrnisson, beruang kutub berbaju baja yang sebagai raja kelompoknya dibuang oleh saudaranya. Dalam perjalan ke kutub utara itu Lyra dan Pantalaimonnya diculik oleh para pemburu yang membawa mereka ke Bolvangar tempat dimana anak-anak yang diculik ditawan. Akhirnya Lyra bertemu dengan Roger, namun ia menyaksikan kengerian melihat uji-coba pemisahan anak-anak dari daemon mereka. Bersama-sama anak-anak itu kemudian melarikan diri dari kengerian Bolvangar, melarikan diri dalam lindungan para gipsi dan ketiga kawan mereka. Sekalipun mereka telah selamat, perjalanan Lyra dan Roger belum selesai (disinilah The Golden Compass berakhir).

Pada bagian kedua triloginya, Lyra menemukan ayahnya yang melakukan uji-coba bersama Dust yang menemukan cara menembus batas penghalang ke dunia lain. Mereka telah membangun jembatan ke dunia lain, tetapi untuk melalui jembatan itu dibutuhkan energi yang dihasilkan pemisahan anak dari daemonnya melalui proses intercission. Tidak mampu mengorbankan anaknya sendiri, Lord Asriel mengorbankan Roger dan menghilang ke dunia lain. Dunia dihancurkan dan Roger mati, tetapi Lyra bersumpah untuk membalas dendam dan membongkar kejahatan Dust.

Kandungan atheisme dan anti gereja dalam novel ini bisa dilihat dari penggambaran tentang gereja yang dianggap si jahat dan tentang kematian Tuhan dimana surga akan diperintah oleh Republik Surgawi yang tidak memerlukan raja. Pullman mengatakan kepada surat kabar Australia bahwa memang “Bukunya itu tentang membunuh Tuhan” dan ia juga mengaku bahwa “Saya mencoba menggoyahkan dasar agama Kristen.”  Secara ekplisit trilogi Pullman menceritakan a.l. Dr. Mary Malone yang mantan biarawati yang mengaku bahwa “Tidak ada Tuhan” dan ia meninggalkan iman Kristen karena “Agama Kristen adalah kesalahan yang meyakinkan dan berkuasa”.

Dalam trilogi ini juga Lyra menjumpai bahwa Ayahnya Lord Asriel membuka front perang melawan Tuhan, dan ia bertemu anak laki-laki bernama Billy yang memiliki pisau yang bisa memotong segala sesuatu termasuk batas penghalang antar semesta. Pisau itu memiliki nama nubuatan Aeshaeter yang berarti ‘pemusnah Tuhan.’  Pada akhir trilogi digambarkan bahwa Tuhan mati, dan Will dan Lyra memerankan kembali kejatuhan manusia kedalam dosa di taman Eden, tetapi dengan berbuat demikian, mereka menyelamatkan dunia daripada menghancurkan dunia dengan dosa. Bila Alkitab menceritakan bahwa manusia telah jatuh dalam dosa dan membutuhkan penebusan Yesus agar selamat, maka trilogi Pullman menyebutkan bahwa Lyra dan Will akan mengubah kutuk dosa menjadi berkat dan membenarkan sikap Adam dan Hawa yang makan dari pohon pengetahuan.

Dalam trilogi Pullman, Tuhan Alkitab bukanlah pribadi pencipta langit dan bumi, namun sekedar malaekat pertama yang timbul dari yang disebutnya Dust, dan ketika malaekat-malaekat lain timbul, ia berbohong dengan mengatakan ialah yang menciptakan mereka. Ia kemudian mendirikan gereja-gereja di setiap semesta sebagai alatnya untuk berkuasa. Namun, malaekat ini yang disebut ‘Sang Otoritas’ makin menua dan lemah dan menghadapi pemberontakan para malaekat dan manusia. Sekalipun Wertz sudah mengganti istilah gereja dalam novel dengan Magisterium, justru kata pengganti ini lebih khusus tertuju kepada gereja Katolik Roma yang memang disebut demikian.

Dust dalam trilogi ini menggambarkan Dust sebagai debu/partikel kesadaran yang sumbernya berasal dari dunia lain dan membentuk malaekat dan roh/jiwa manusia. Dalam serial terakhir, roh orang mati akan dibebaskan dari kehidupan sesudah mati, partikel-partikelnya akan terurai dan melebur kembali ke sumbernya di alam semesta. Jelas tema film ini berbau mistik dan New Age, karena dalam konsep mistik/new age dan juga gnostik, keselamatan adalah meleburnya roh manusia kembali kepada sumbernya alam semesta sama halnya dengan daging manusia yang kembali kepada debu ketika mati.

Film The Golden Compass memang menarik karena menggunakan tehnik sinematografi mutakhir dan menghadirkan bintang-bintang tenar seperti Nicole Kidman yang mantan isteri Tom Cruise, dan Daniel Craig pemeran James Bond terakhir, tetapi yang lebih dikuatirkan orang tua adalah bahwa berbeda dengan semangat anti katolik novel ‘The Da Vinci Code’ yang merupakan bacaan orang dewasa, novel ‘The Golden Compass’ yang juga anti katolik memang ditujukan untuk konsumsi anak-anak , anak-anak yang pada umumnya masih terbuka dan belum dibekali pengertian masalah baik dan buruk dan mana yang bermanfaat dan tidak, dan sekalipun filmnya sudah di’halus’kan tayangan atheismenya, anak-anak setelah nonton film demikian biasanya tertarik untuk membaca novelnya.

Melarang anak-anak menonton film dan membaca buku-buku Pullman tidaklah bijaksana karena larangan justru mendorong orang ingin tahu dan melihatnya, namun sebaliknya membiarkan anak-anak menonton dan membacanya juga tidak bijaksana karena kita menyerahkan anak-anak kepada sesuatu ajaran yang kita tahu bisa memperngaruhi iman mereka. Cara terbaik adalah memberikan bimbingan dan pengertian kepada anak-anak mengenai iman Kristen dan mengungkapkan bagaimana novel dan film ini bercerita sebaliknya, dengan sikap demikian kita dapat berusaha dan mendoakan agar anak-anak dan kita juga ‘dijauhkan dari yang jahat.’ Amin !

source : www.yabina.org

Tagged with:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.