Be an Example! Be a witness in everywhere

Percaya Diri Di Dalam Tuhan

Ditulis dalam Motivasi, Teaching oleh Be example pada Februari 1, 2008
 

Kepercayaan diri adalah hal yang sangat indah, yang menguatkan kita untuk menghadapi hidup dengan keberanian, keterbukaan dan kejujuran. Orang Kristen dengan kepercayaan diri yakin bahwa mereka dicintai, berharga, dan aman dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka. Saat kita merasa aman, kita akan lebih mudah melangkah keluar dan mencoba hal-hal baru, walaupun mungkin kita membuat beberapa kesalahan di sepanjang perjalanan. Kepercayaan diri memampukan kita untuk bergerak maju sambil mengharapkan kesuksesan dibanding sambil mengkhawatirkan kegagalan. Hal ini sangat esensial dalam memenuhi rencana Tuhan bagi hidup kita.

Saya yakin bahwa salah satu dari hal-hal utama yang menghalangi kita sehingga kita tidak bisa berjalan dengan kepercayaan diri seperti yang Tuhan inginkan bagi kita adalah karena keraguan terhadap diri sendiri. Ketidakmampuan kita untuk percaya pada diri sendiri mengikat kita dan menutup kemungkinan kita untuk menjadi sukses. Meragukan diri sendiri dan percaya diri tidak berjalan bersamaan, mereka saling melawan satu sama lain. Karena itu, kita harus mengidentifikasi akar dari keraguan terhadap diri sendiri ini dan mengerti bagaimana mengembangkan kepercayaan diri kita di dalam Kristus.

Keraguan Terhadap Diri Sendiri Berakar Dari Ketakutan

Keraguan terhadap diri sendiri adalah jenis ketakutan yang menyiksa, yang menyebabkan kita takut untuk membuat kesalahan atau membuat keputusan yang salah. Bagi kebanyakan orang, hal ini berakar dari fakta bahwa mereka mempunyai perasaan yang salah tentang siapa diri mereka sebenarnya. Perasaan yang berakar dalam ini seringkali menahan kita untuk menerima diri kita sendiri dan mempunyai kepercayaan diri yang kita butuhkan untuk membuat berbagai keputusan. Hasilnya? Kita hanya hidup dalam kebingungan dan kebimbangan karena kita begitu takut untuk berbuat salah.

Orang yang ragu terhadap dirinya sendiri sama dengan orang yang bimbang dan mendua hati. Alkitab menyatakan dalam Yakobus 1:5-8, bahwa Tuhan tidak dapat menjawab doa dari seseorang yang mendua hati karena dia tidak stabil dalam segala jalannya. Keraguan terhadap diri sendiri dapat menyebabkan kita kembali ke belakang dan bersembunyi, daripada bergerak maju ke arah yang Tuhan tunjukkan bagi kita. Kembali ke belakang merupakan tindakan dan respon terhadap rasa takut. Tuhan akan memberikan respon ketika kita bertindak dalam iman, bukan dalam ketakutan.

Sementara musuh menggunakan rasa takut untuk mencobai dan menghalangi kemajuan kita serta mencuri tujuan dan fokus kita, Tuhan bekerja melalui iman untuk memenuhi panggilanNya atas hidup kita.

2 Timotius 1:7 
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Langkah pertama untuk berjalan dalam kepercayaan diri adalah memperbaharui pikiran kita dengan tidak mengijinkan ketakutan memimpin hidup kita. Ketika kita menetapkan langkah untuk berjalan dalam Roh-Nya (kekuatan, kasih, dan ketertiban), maka kita akan mulai hidup dalam kepercayaan diri yang tak tergoncangkan, yang hanya bisa kita temukan di dalam Dia.

Kepercayaan Diri Berakar Dari Iman

Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kepercayaan diri kita harus berada di dalam Kristus sendiri, bukan dalam diri kita, bukan dalam diri orang lain, dan bukan di dalam dunia atau sistemnya. Kepercayaan diri kita harus berakar dalam keyakinan akan cinta-Nya yang tanpa syarat kepada kita. Tanpa kepercayaan diri yang datang dari pengetahuan kita akan seberapa besar cinta-Nya pada kita, kita tidak akan pernah dapat menikmati hidup kita ataupun hubungan kita dengan-Nya.

Keraguan adalah rasa takut untuk membuat kesalahan dan mempunyai pikiran-pikiran negatif tentang hal-hal yang terjadi pada kita. Sementara kepercayaan diri adalah mempunyai iman di dalam cinta-Nya untuk kita. Iman mengharapkan terjadinya hal-hal baik serta memampukan kita untuk menghadapi kesalahan-kesalahan yang kita perbuat dan untuk merasa aman, hidup tanpa kekuatiran atau ketakutan. Keyakinan bahwa kita dapat mencapai sukses dengan perkenanan-Nya, membantu kita menghadapi dan menangani setiap tantangan yang kita jumpai dalam hidup kita.

Seiring dengan meningkatnya pengertian kita akan kasih dan perkenanan Tuhan, level kepercayaan diri kita juga akan meningkat. Sebagai hasilnya, kita akan menjadi lebih nyaman dengan siapa diri kita yang sebenarnya dan mampu menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa kita dapat menangani apapun yang ada di depan kita.

1 Yohanes 4:18 
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Saat Anda dan saya memilih untuk tetap memandang-Nya, cinta-Nya pada kita akan menghilangkan rasa takut dan ragu terhadap diri sendiri, memampukan kita untuk menunggu dengan harapan, dengan keyakinan bahwa Dia mempunyai rencana akan hal-hal yang baik untuk kehidupan kita.

Menjadi Percaya Diri Di Dalam Kristus

Kita hanya bisa percaya diri selama kita percaya dan mengandalkan kekuatan Kristus yang hidup dalam kita.

Filipi 4:13 
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa kita dapat melakukan segala sesuatu yang Tuhan minta untuk kita lakukan karena kasih karunia-Nya. Melalui kekuatan-Nya kita dapat mengalahkan keraguan terhadap diri sendiri dan pikiran yang negatif.

Bertahun-tahun yang lalu saya mempunyai masalah yang serius dengan kekurangan rasa percaya diri karena saya tumbuh dalam keluarga yang hancur. Ayah saya adalah seorang pecandu alkohol dengan temperamen yang tinggi. Dia telah menyakiti saya secara mental, fisik, emosional dan seksual. Saat saya berusia 18 tahun, saya telah mengalami banyak kesakitan dan kekecewaan. Tidak ada satupun yang saya harapkan terjadi di dalam kehidupan saya. Sehingga saya bertumbuh dengan mengharapkan terjadinya hal-hal buruk. Saya berpikir bahwa jika saya mengharapkan hal-hal yang buruk, maka saya tidak akan merasa kecewa jika hal-hal itu terjadi. Saya mengira dengan meninggalkan rumah masalah saya akan selesai, jadi saya pergi dari rumah ketika saya berumur 18 tahun. Apa yang tidak saya sadari adalah sebenarnya saya membawa masalah itu dalam diri saya. Pikiran, keinginan dan emosi saya telah rusak dan terluka.

Saya adalah seorang yang patah hati dan penuh keraguan terhadap diri sendiri dengan karakter yang sangat negatif. Meski saya percaya kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya, saya tidak tahu apa-apa tentang iman. Saya tidak mengerti bagaimana berdoa dengan iman seperti yang tertulis dalam Alkitab. Saya harus belajar banyak untuk mempercayai Tuhan dan mendapatkan kepercayaan diri di dalam Kristus. Saya sangat bersyukur Tuhan telah mengubah saya dalam tahun-tahun selanjutnya, memulihkan saya, dan memberikan kehidupan yang layak kepada saya. Dia telah membebaskan saya dari ketakutan, sikap negatif dan keraguan terhadap diri sendiri. Dia telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menolong orang lain yang juga bergumul dengan masalah yang sama. Saya telah belajar bahwa saya bisa berkata TIDAK kepada ketakutan dan keraguan terhadap diri sendiri, begitu juga dengan Anda. Pilihan ada di tangan Anda. Ketika ketakutan mengetuk pintu Anda, Anda bisa menjawabnya dengan iman, dan ketika keraguan terhadap diri sendiri mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan kepercayaan diri!

Kekuatan Dari Keputusan

Tuhan menciptakan setiap kita dengan kehendak bebas. Sebagai orang percaya, kita dapat mengalahkan semua hal negatif yang iblis rencanakan bagi kita dengan melatih kekuatan kita untuk sepakat dengan Tuhan dan janji-janji-Nya. Seberapa besarpun keraguan yang kita rasakan, kita dapat memutuskan untuk tetap maju dalam iman, percaya diri dalam Tuhan dan firman-Nya. Dalam Yosua 24:15 kita melihat Yosua memilih untuk melayani Tuhan. Dia tidak mendasarkan keputusannya atas apa yang dilakukan orang lain atau bagaimana perasaannya, dia mendasarkan kepercayaan dirinya kepada janji-janji Tuhan.

Jika kita percaya bahwa Tuhan di dalam kita, memimpin dan membimbing kita karena kita meminta-Nya, maka kita seharusnya mempunyai kepercayaan diri bahwa Dialah yang mengarahkan hidup kita. Anda dan saya harus memilih untuk percaya dalam janji-Nya, bukan pendapat orang lain atau bahkan pikiran dan perasaan kita sendiri. Dengan kata lain, kita tidak perlu merasa percaya diri karena kita bisa menjadi percaya diri. Kita hanya perlu mempelajari firman-Nya sehingga kita bisa sepakat dengan apa yang dikatakan-Nya dan melihat diri kita sendiri sebagaimana Dia melihat kita.

Mungkin Anda mempunyai hal-hal negatif yang tersimpan dalam pikiran Anda seperti saya dulu, tapi Tuhan bisa mengubah semuanya itu. Dalam Yohanes 16:24 kita diperintahkan untuk meminta kepada Tuhan hal-hal yang Dia telah janjikan pada kita. Jika Anda dan saya merasa tidak layak, kita tidak mungkin memintanya dengan iman atau dengan percaya diri bahwa kita akan menerima apa yang kita minta. Mengapa? Karena keraguan terhadap diri sendiri akan selalu menghalangi kita untuk menerima yang terbaik dari Tuhan. Namun dengan memilih untuk sepakat dengan firman-Nya dan mempunyai kepercayaan diri di dalam Kristus, kita dapat menerima anugrah Tuhan yang terbaik dalam hidup kita. Jika Anda mau menikmati yang terbaik itu, mulailah membuat keputusan untuk melawan ketakutan dan mempercayai Dia. 

Mazmur 56:4
Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Ketika Anda secara konsisten memilih untuk mengandalkan Tuhan, mempercayai apa yang firman-Nya katakan tentang Anda lebih daripada kata-kata orang lain atau perasaan Anda, Anda akan menghabiskan semakin sedikit waktu untuk meragukan diri sendiri.

Melihat Apa Yang Tuhan Lihat

Tuhan berkata bahwa Anda dan saya berharga, diciptakan dalam rahim ibu kita dengan tangan-Nya sendiri. Kita memiliki tujuan di dunia ini. Tuhan berkata bahwa Dia memanggil kita dengan nama kita dan kita adalah kepunyaan-Nya. Ambil waktu sejenak dan lihatlah ke dalam hati Anda, apa yang Anda lihat di sana? Apakah Anda dipenuhi dengan keraguan ataukah kepercayaan diri yang datang dari pengenalan yang dalam akan Tuhan dan kasih-Nya yang tak bersyarat bagi Anda? Jika jawaban Anda tidak sejalan dengan firman-Nya, saya mau mendorong Anda untuk mulai memperbarui pikiran Anda tentang bagaimana Tuhan memandang Anda. Jangan biarkan perasaan memimpin kehidupan Anda lagi. Ambil langkah iman dan mulailah mempercayai Tuhan hari ini. Pilihlah untuk sepakat dengan-Nya dan percaya bahwa Anda sangat berharga. Dia mempunyai rancangan masa depan yang hebat untuk Anda, dan itu dimulai sekarang!

Ditandai sebagai:, ,

Kapan Tuhan, Kapan?

Ditulis dalam Teaching oleh Be example pada Februari 1, 2008
 
 

Waktu memainkan peranan penting dalam melatih kita untuk mempercayai Tuhan. Jika Dia memenuhi semua yang kita minta pada-Nya dengan segera, kita tidak akan pernah bertumbuh dan mengembangkan kemampuan kita untuk mempercayai Dia.

Saya seringkali ditantang sepanjang perjalanan hidup saya untuk mempercayai waktunya Tuhan. Satu area yang sering saya gumuli adalah menunggu pertumbuhan pelayanan saya. Ada saat-saat dimana saya merasa yakin bahwa saya telah siap untuk pertumbuhan atau suatu perubahan, namun tidak terjadi apa-apa, dan saya menjadi bertanya-tanya. Saya yakin setiap kita pernah mengalami hal ini dalam kehidupan. Bahkan saya pikir setiap dari kita sangat perlu untuk terus bertumbuh dalam mempercayai waktunya Tuhan. Karena sebagaimana biasanya kita lakukan, kita dapat saja menyimpan pertanyaan besar ini sendiri, “Kapan Tuhan, kapan?

Saat Anda dan saya mengalami masa-masa percobaan atau transisi, sering kita merasa tidak sabar dan bertanya-tanya apalagi yang Dia tunggu. Sesungguhnya yang terjadi adalah, kita memang tidak tahu apa yang Dia tunggu. Merupakan sebuah kesempurnaan jika kita bisa tahu, tapi kadang kita harus merasa nyaman walau kita tidak tahu. Satu hal yang saya pelajari sebagai orang Kristen adalah, kepercayaan dan iman memang menuntut kita untuk menerima keadaan bahwa beberapa pertanyaan akan tetap tidak terjawab. Saya harus berlatih untuk menempatkan waktu saya di tangan-Nya, percaya bahwa Dia tidak hanya mengetahui jawaban-jawabannya, namun juga satu kebenaran bahwa waktu-Nya selalu sempurna.

Saya menemukan bahwa mempercayai waktu Tuhan seringkali berarti tidak mengetahui kapan atau bagaimana Tuhan akan melakukan sesuatu. Ketika kita bertambah lelah menunggu, dan menjadi kecewa atau patah semangat, kita harus memilih untuk tetap mempercayai-Nya. Seiring dengan itu, kita juga harus berfokus pada kesetiaan-Nya dalam hidup kita, maka pelan-pelan kita akan melepaskan beban yang memang tidak seharusnya kita tanggung. Kemudian barulah kita dapat memasuki perhentian-Nya.

Sadarilah bahwa kepercayaan dan iman tidak diwariskan, namun dipelajari dan dilatih. Mempercayai waktunya Tuhan adalah proses yang membutuhkan waktu. Lamanya waktu yang dibutuhkan tergantung pada rencana Tuhan dan seberapa baik kita bekerja sama dengan rencana-Nya tersebut. Dia mempunyai waktu yang sempurna untuk segala hal dalam hidup kita, dan waktu-Nya yang sempurna itu selalu aman. Dia tahu kapan kita siap untuk hal-hal yang telah Dia rencanakan dan persiapkan untuk hidup kita. Jika kita terus belajar untuk menghargai dan mempercayai Dia selama kita menunggu, Dia akan membuktikan bahwa Dia selalu setia dalam setiap situasi.

Semoga artikel ini akan memberi semangat pada Anda untuk mempercayai Tuhan seperti Daud mempercayai-Nya, yakin bahwa segala waktu dan masa dalam kehidupan Anda berada dalam genggaman tangan-Nya. Tuhan akan memberikan damai sejahtera-Nya kepada Anda selagi Anda terus belajar untuk berserah kepada-Nya. Tuhan mendengar Anda dan sedang bekerja untuk menjawab doa-doa Anda. Selagi Anda berharap dan menunggu waktu-Nya yang sempurna, mimpi dan visi yang telah Dia berikan kepada Anda akan dipenuhi sebagai bukti dari kasih-Nya yang besar kepada Anda.

Ditandai sebagai:

My Valentine

Ditulis dalam My share oleh Be example pada Februari 1, 2008

Bulan Februari adalah bulan istimewa buat keluargaku krn 3 anggota keluarga berulang tahun. Aku, ayahku, dan ibuku. Mulai dari aku tepat pd hari valentine (14 februari), ibuku 24 februari dan terakhir ayahku 28 februari.

Ultah tahun ini usiaku 23 tahun.

Bersyukur buat pemeliharaan Tuhan.

Ku tau Bapa pliharaku
Dia baik 2x
Ku yakin Dia slalu sertaku
Dia baik bagiku

Lewat badai cobaan
semuanya mendatangkan
kebaikan

Ku tau Bapa pliharaku
Dia baik bagiku

 

cake2.gif

Ditandai sebagai:,

Why me, Lord ?

Ditulis dalam Motivasi, Pemulihan, Teaching oleh Be example pada Februari 1, 2008
   
The Power Of Hope 1

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Buku Kehidupan

“Ah, yang benar? Jangan main-main? Trus, dioperasi atau bagaimana?” Pertanyaan beruntun bak kereta api itu meluncur dari seorang sahabat ketika saya mengatakan bahwa sedang sakit karena ada kista di hidung kanan saya. Tampak ia kaget dan mungkin sedikit panik. Maklum, hubungan kami sudah sangat dekat seperti saudara.

Ya, saat ini atau persisnya saat saya sedang menulis artikel ini saya memang sedang tidak fit seratus persen. Sejak beberapa bulan lalu, dokter mendiagnosa ada kista di hidung kanan saya. Penyakit ini membuat saya beberapa bulan ini sering sekali sesak napas dan susah tidur. Jika udara dingin, entah di pagi hari atau di malam hari (karena rumah kami berada di atas bukit), saya berjuang ekstra keras untuk menghirup maupun menghembuskan napas. Hal inilah yang membuat saya sudah beberapa bulan ini tidak pernah piket ronda malam padahal kegiatan itu merupakan sebuah bentuk silahturahmi dengan tetangga. Biasanya di pos ronda yang tidak jauh dari rumah, kami bisa berbincang-bincang, curhat satu sama lain bahkan terkadang nge-liwet nasi ala kadarnya untuk dimakan bersama. Sungguh nikmat!

Syukur puji Tuhan, berkat pengobatan intensif, penyakit itu sudah mulai berkurang secara perlahan-lahan namun belum sembuh total. Saya sempat dan masih akan menjalani berbagai terapi. Operasi? “Itu jalan terakhir saja sebab jika dioperasi dan diangkat, biasanya akan timbul lagi,” kata Bogi Suseno, dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) yang merawat saya.

Tanpa bermaksud untuk sombong dalam penderitaan, sejak beberapa tahun terakhir ini saya cenderung lebih bisa menerima apa pun yang terjadi. Saya lebih bisa pasrah kepada Tuhan, terlebih-lebih ketika keluarga kami, berkat kemurahan hati Tuhan, bisa lulus dalam ujian soal anak pertama kami (Priscilla) yang lahir prematur dan harus menjalani operasi jantung pada saat usianya baru 41 hari. Alhasil, setelah peristiwa tersebut, kami semakin bisa menyadari kalau semua adalah titipan dan milik Tuhan, termasuk hidup kami ini. Berkat peristiwa yang tampaknya tragis itu, kami belajar banyak hal, terutama agar tidak terikat pada materi atau harta dunia yang tidak akan pernah kami bawa ketika kami meninggal nanti.

Saya tertawa sekaligus trenyuh ketika pelawak Pepeng yang sekarang sedang sakit dalam sebuah wawancara di televisi mengatakan, “Ketika Anda menderita, jangan suka berkata kepada Tuhan, why me? Why me? Why me? Ntar kalau Tuhan bilang, Why not, bagaimana?” Sungguh ini sebuah pernyataan iman. Jarang saya menemukan orang yang setabah dia.

Selain kista di hidung kanan, keluarga kami juga sedang menghadapi ujian-ujian berat lainnya. Salah satunya adalah ayah kandung saya yang baru saja terkena stroke ringan untuk kedua kalinya. Lagi-lagi kami tahu, kalau Tuhan sungguh mengasihi kami, juga ayah saya yang sudah memasuki usia 59 tahun. Berkat pengobatan intensif, ia kini sudah bisa berjalan kembali. Ketika diuji, kami tidak marah. Memang agak sedikit sedih namun tetap bersukacita sebab kami selalu percaya – berdasarkan pengalaman-pengalaman kami di masa lalu – kalau Tuhan memang selalu ikut bekerja dalam segala sesuatu (dalam hal yang baik maupun hal yang buruk) untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Kami selalu yakin bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia.

Baru-baru ini seorang sahabat mengirimkan saya sebuah puisi indah yang sungguh membuat saya meneteskan air mata ketika membacanya. Perkenankanlah saya meneruskan puisinya kepada Anda.

Jika engkau merasa lelah, tak berdaya dan sepertinya semua usahamu sia-sia…
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Jika hatimu terasa pedih dan sudah sekian lama engkau terus-menerus menangis…
Tuhan telah menghitung air matamu.

Jika engkau berpikir bahwa dalam hidupmu engkau sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersamamu.

Jika engkau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk hanya untuk sekedar menelponmu…
Tuhan selalu berada di sampingmu.

Jika engkau berpikir bahwa engkau telah mencoba segalanya dan tidak tahu harus bebuat apa lagi…
Tuhan punya jawabannya.

Jika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan engkau merasa sangat tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba engkau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Jika segala sesuatu berjalan lancar dan engkau ingin mengucap syukur…
Tuhan telah memberkatimu.

Jika sesuatu yang indah terjadi dan engkau begitu takjub…
Tuhan sedang tersenyum kepadamu.

Jika engkau memiliki tujuan untuk masa depanmu dan impian untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat selalu bahwa di manapun engkau berada dan ke manapun kau pergi…
TUHAN TAHU! Bahkan TUHAN tahu kalau engkau terkadang tidak mau tahu.


(View: 48 times)

Ditandai sebagai:, , ,

Tubuhku Tak Dapat Membeli Kasih Dan Damai

Ditulis dalam true story oleh Be example pada Februari 1, 2008
 
- Jawaban.com -

Hanny, parasnya yang cantik dan nakal, membuat banyak lelaki hidung belang tertarik mendekat padanya. Hasilnya, hanya pria yang berbobot yang berhasil kencan dengannya. Karena Hanny hanya bersedia melayani para lelaki hidung belang yang memiliki banyak uang. Hanny selalu memanfaatkan para pria ini, menggantungkan hidupnya sepenuhnya kepada mereka. Bagi Hanny, uang adalah segala-galanya. Uang bisa membuatnya bahagia. Hanny pun terbiasa untuk berhubungan seks demi uang.

Semenjak SMP, Hanny harus melihat bagaimana ayahnya bekerja dengan susah payah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Ayahnya hanyalah seorang supir yang penghasilannya sangat kecil dan tidak menentu. Untuk makan pun tidak cukup sehingga seringkali mereka harus berhutang ke orang lain hanya untuk makan. Hanny sedih melihat perjuangan ayahnya yang sepertinya tidak berdampak banyak bagi perekonomian keluarga mereka.

Hanny pun terlibat pergaulan bebas dengan teman-teman yang salah. Hanny mulai belajar menemani om-om, mulai mengerti caranya mencari uang dengan mendekati pria-pria berduit. Sampai akhirnya Hanny memiliki hubungan dengan orang yang sudah memiliki istri dan menyerahkan keperawanannya kepada orang tersebut. Semenjak saat itu, kehidupan malam Hanny pun dimulai dan ia senantiasa berganti-ganti pasangan.

Ketika cintanya telah bersemi dan bertumbuh di hati seorang pria yang saat itu menjadi kekasihnya, malah luka yang diterimanya. Pria itu hanya memanfaatkan Hanny untuk menghasilkan uang. Tanpa perasaan, pria itu menjual Hanny kepada rekan-rekannya yang lain. Hanny yang merasa kepalang basah tak pernah menolak permintaan itu karena yang ada di pikirannya saat itu hanyalah uang. Hidup Hanny pun bergulir dari satu pria ke pria yang lain. Hanny rela mengorbankan hidupnya sendiri agar keluarganya bisa keluar dari kemiskinan.

Saat Hanny pulang ke rumah, justru kesedihanlah yang dirasakannya. Bukannya menyambut kepulangannya, yang ada hanyalah ibunya yang menuntut uang yang lebih banyak lagi dari Hanny. Bila Hanny tidak memiliki uang yang diminta, ibunya akan marah dan tidak menghargai dirinya sama sekali. Adik-adiknya juga melawan terhadapnya, tidak menghargai Hanny sama sekali sebagai sumber pencari nafkah bagi keluarga. Hanny benar-benar merasa pengorbanannya selama ini bagi orang tua dan adik-adiknya tidak berarti sama sekali. Ibunya pun selalu membela adik-adiknya. Hanny benar-benar merasa diperlakukan dengan tidak adil. Hatinya hancur. Hanny semakin merasa hidupnya tidak berarti sama sekali.

Di masa kecilnya, Hanny sering mendapat perlakuan kasar dari ibunya. Kesalahan kecil bisa membuat ibunya marah besar sampai membuat Hanny terluka akibat pukulan ibunya. Tangisan dan permintaan maaf Hanny tidak mampu menghentikan pukulan-pukulan ibunya. Hanny merasa ibunya kurang sayang padanya. Apalagi neneknya sendiri sering mengatakan kalau Hanny hanyalah anak tiri.

“Sebulan sekali saya harus ke dokter karena sering sakit sedangkan uang tidak punya. Mama saya sering bilang, ‘Dasar anak sialan. Sudah kita semua susah masih sakit-sakit terus.’ Dari situ saya sedih, kok mama saya bisa bicara seperti itu. Selama ini saya selalu harus bekerja keras di rumah, sedangkan adik-adik saya bisa bebas bermain. Saya tidak punya kebebasan sama sekali untuk menikmati masa kecil saya. Saya sering mengutuki mama supaya cepat mati karena mama juga selalu kutukin saya, bilang tidak tahu diri, penyakitan terus…. Saya berharap kalau saya punya uang, orang tua saya bisa sayang sama saya. Tapi ternyata saya sedang susah, sikap orang tua saya sangat tidak menyenangkan. Hal itu membuat saya memandang uang segalanya bagi saya.” kisah Hanny sambil berurai air mata.

Deritanya tiada pernah berakhir. Baginya, rumah telah menjadi siksaan batin dan fisik. Hanny tidak pernah lagi pulang ke rumah. Ia hanya menumpang hidup dari satu pria ke pria yang lain. Uang yang dipikirnya mampu memberikan kebahagiaan dalam hidupnya, malah membuat Hanny terpenjara dalam dosa seks yang semakin hari semakin mengikis habis kebahagiaan yang masih tersisa. Dimanakah kebahagiaan yang sejati itu? Hanny hanya berpikir betapa hina dirinya. Hanya demi uang, Hanny harus memberikan tubuhnya terlebih dahulu. Bukan kesedihan lagi yang Hanny rasakan tapi ia mulai memikirkan dosa akibat perbuatannya. Meskipun hatinya sakit, Hanny benar-benar tidak tahu bagaimana harus keluar dari hidupnya yang penuh ketidakbahagiaan ini. Kebahagiaan dan kedamaian terasa jauh bagi Hanny.

Bagi Hanny, kematian adalah jalan tercepat menuju kebahagiaan. Mencoba untuk bunuh diri pun telah beberapa kali ia coba lakukan. Hanny benar-benar merasa capek hidup dengan dosa sehingga ia tidak dapat mengampuni dirinya sendiri. Hanny tidak memiliki keyakinan lagi untuk melanjutkan hidupnya. Tapi pikirannya akan hidup setelah kematian mengurungkan niatnya itu. Takut akan Tuhan terlintas di hatinya tapi usaha untuk bisa sepenuhnya berubah tak pernah mampu ia lakukan.

Hanny letih dengan hidupnya yang hina dan penuh dengan dosa. Hatinya mulai menjerit dan menangis. Kerinduan akan kehadiran Tuhan memenuhi hati Hanny. Kerinduannya untuk bertemu dengan Tuhan dan mengakhiri hidupnya yang hitam kelam.

Hingga pada suatu malam Hanny bermimpi. Dalam mimpinya, Hanny berjalan di dalam kegelapan. Setiap kali ia mau keluar dari kegelapan itu, ada orang yang selalu mencegat jalannya dan tidak mengijinkannya keluar. Bahkan kalau sampai ia menyebut nama Tuhan Yesus, mereka akan menghukum dirinya. Hanny pun melawan dan saat mereka mau menghajarnya, Hanny berteriak meminta pertolongan kepada Tuhan. Dan di dalam mimpinya, Hanny dipindahkan ke tempat yang terang. Hanny bingung, karena semua orang yang tadi sedang bersamanya tidak ada lagi. Seketika itu juga, Hanny mendengar suara yang lembut sekali, “Anak-Ku, Aku di sini!!”.

Hanny bertemu langsung dengan Tuhan di dalam mimpinya. Hatinya senang tidak terkira. Hanny melihat sosok yang sangat besar, dari bumi sampai ke langit IA ada, tapi Hanny tidak dapat melihat wajah-Nya karena wajah itu bersinar dengan amat terang.

“Saya hanya bilang, Tuhan, ampuni saya. Selama ini saya salah, banyak dosa,” lalu Hanny pun terbangun. Saat itu Hanny hanya berpikir kalau dirinya sudah meninggal. Ternyata Tuhan masih menginginkan Hanny untuk menjalankan dua hal di dalam hidupnya, yaitu bertobat dan melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya.

Ternyata tidak semudah itu bagi seorang wanita simpanan untuk berbalik dari hidupnya yang kelam. Hanny tidak keluar dari kehidupan kelamnya. Hingga pada suatu kali ketika Hanny selesai berhubungan seks dengan kekasihnya, dan telah menggunakan obat-obatan terlarang, Hanny mengalami peristiwa yang hampir merenggut nyawanya. Tiba-tiba saja jalan napasnya berhenti. Yang ada di pikirannya saat itu hanyalah besok ia pasti sudah mati. Dalam kesakitan yang tak terkira itu, Hanny mendapati dirinya seperti berada di dalam dunia orang mati, yang ada hanyalah kegelapan. Banyak suara yang mengatakan, “Ini adalah duniamu….ini adalah duniamu…”. Banyak terdengar suara orang yang menderita, yang meminta pertolongan tapi Hanny tidak dapat melihatnya. Hanny benar-benar ketakutan karena Hanny tahu kalau memang Tuhan memanggilnya saat itu, ia pasti tidak akan memiliki tempat bersama-sama dengan Tuhan. Hanny kemudian tersadar dan menemukan dirinya masih hidup. Hanny benar-benar minta ampun sama Tuhan dan bertekad untuk berubah.

Hanny pun mencoba untuk keluar dan meninggalkan semua kekasihnya. Ketika Hanny tinggal di kost, ternyata masih ada orang yang memperhatikannya. Seorang teman kostnya sering memperhatikan wajah Hanny yang penuh dengan beban. Kepada teman kostnya ini, Hanny pun menceritakan mengenai pergumulan hidupnya. Dengan lembut, teman Hanny mengatakan kalau Hanny berharga di mata Tuhan dan Tuhan Yesus sayang padanya. Damai sejahtera itu datangnya dari Tuhan, jadi kalau kita hidup di luar Tuhan, pasti tidak akan ada kedamaian. Teman kostnya ini kemudian mendoakan Hanny, memberikan semangat yang baru kepadanya untuk kembali kepada Tuhan dan mengajaknya ke gereja.

Setiap kali ke gereja, khotbah yang didengarnya selalu mengenai topik yang sama, tentang seorang pelacur yang diampuni dosanya dan bagaimana Tuhan memakai hidup pelacur itu. Hanny yang mendengar hal itu langsung menangis, kalau Tuhan bisa mengampuni pelacur itu, kenapa tidak demikian dengan dirinya? Timbul keyakinan di hati Hanny kalau Tuhan pasti akan memulihkan hidupnya juga. Hanny sadar dirinya penuh dengan dosa dan ia menyesalinya di hadapan Tuhan. Hanny berjanji di hadapan Tuhan untuk melepaskan dirinya dari semua dosa-dosanya dan mulai melangkah untuk masuk dalam pengenalan akan Tuhan. Semenjak saat itu Hanny benar-benar mencari Tuhan dan tidak main-main lagi dengan hidupnya.

“Saya yakin Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa saya, sudah memulihkan hidup saya dan saya memiliki damai sejahtera. Tuhan masih perduli kepada saya dengan menjauhi semua hubungan perzinahan, narkoba dan saya juga mulai bergaul dengan teman-teman saya yang bisa membangkitkan saya dan membuat saya menjadi baik,” kisah Hanny dalam kesaksiannya.

Hanny telah bebas dari dosa seks yang telah mengikatnya selama 20 tahun. Bahkan ia telah menerima kado yang terindah dari Tuhan, buah dari pertobatannya. Hanny bertemu dengan pasangan hidupnya.

“Saya tidak melihat bagaimana masa lalu dia. Walaupun masa lalu Hanny kelam, Hanny juga berharga di mata Tuhan. Saya pun juga harus mengasihi Hanny seperti dia mengasihi saya. Hanny adalah orang terbaik yang diberikan Tuhan kepada saya. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Tuhan mampu mengangkat seseorang dari dosa dan kemudian membebaskannya dari belenggu dosa. Tuhan begitu mengasihi setiap manusia yang berdosa,” kisah Slamet, suami Hanny saat ini.

“Setelah ikut Tuhan, saya berbahagia dan memiliki damai sejahtera. Tidak seperti dulu, hidup terasa berat. Setiap masalah kecil menjadi besar. Sekarang Tuhan Yesus sudah membuka jalan hidup saya dan Dia memberikan damai sejahtera-Nya. Tanpa Dia, hidup saya pasti tidak akan seperti ini. Yesus segala-galanya bagi saya. Cuma Dia yang membuat hidup saya menjadi baik,” kisah Hanny dengan penuh kebahagiaan.

Tidak cukup sampai di situ Tuhan berkarya atas hidup Hanny. Tim Solusi mengajak kedua orang tua Hanny untuk menyaksikan cuplikan video kesaksian Hanny. Orang tuanya tidak pernah tahu sekelam apa hidupnya Hanny dahulu. Suasana ceria pun seketika berubah menjadi duka. Satu hal yang sangat sulit untuk dilakukan di dalam hidup ini adalah mengampuni orang yang telah melukai kita dan menghancurkan masa depan kita. Namun satu hal yang luar biasa, Hanny rela untuk melakukannya. Dan keluarga Hanny pun dipulihkan.

Sungguh luar biasa kalau kita bisa mengampuni orang lain. Karena waktu kita melepaskan pengampunan, kita dibebaskan dari belenggu amarah dan dibebaskan dari belenggu kebencian. (Kisah ini sudah ditayangkan 28 Januari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian :
Hanny

(View: 918 times)

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Ditandai sebagai:, ,