Be an Example! Be a witness in everywhere

Buku Tamu

Ditulis dalam Uncategorized oleh Be example pada Februari 15, 2008

Kenapa harus mengisi buku tamu ? biar kita semua bisa saling kenal. So, isi buku tamu di bawah ini. Thx

Film Review – 10 Top Film ‘Paling Membebaskan’ Sepanjang 2007

Ditulis dalam Film Review oleh Be example pada Februari 15, 2008

Pertama-tama, apa yang dimaksudkan dengan film-film yang ‘membebaskan’ ? Mereka semua adalah kisah yang berisikan pembebasan – baik terang-terangan, ataupun sekilas. Beberapa dari film tersebut memiliki karakter-karakter yang mengalami pembebasan – beberapa memang terlihat dengan jelas, beberapa sebaliknya. Beberapa adalah film “feel-good movies” yang meninggalkan senyuman di wajah anda; beberapa justru agak tidak nyaman untuk ditonton. Tetapi elemen pembebasan ada pada semua film tersebut.

Ini termasuk menarik karena enam dari sepuluh film adalah kisah-kisah berdasarkan kisah-kisah nyata. Mungkin itu menunjukkan bahwa beberapa dari film-film pembebasan – setidaknya salah satu yang paling menggerakkan hati kita – adalah berdasarkan kisah nyata. Dan maka, ini dia daftarnya :

Into Great Silence1. Into Great Silence (directed by Philip Groning)
Diamlah, dan ketahuilah bahwa Akulah Allah. Jika kata-kata dari ayat Mazmur 46 : 10 bisa diaplikasikan pada sebuah film, mungkin ini adalah salah satunya. Filmmaker kelahiran Jerman Philip Groning menghabiskan waktu enam bulan dengan biarawan-biarawan Chartusian di Biara Perancis Grande Chartreuse, mendokumentasikan keheningan, keterlibatan beribadah dalam kehidupan sehari-hari dari pria-pria luar bisa yang tinggal disana. Berisikan lebih dari tiga jam perenungan yang hampir sangat tenang yang beralur lambat dan perlu perhatian lebih – sebuah film yang untuk dialami tidak hanya untuk ditonton. Film ini menimbulkan pertanyaan yang untuk ditanyakan kepada kita sendiri, “Apakah pria-pria ini bisa menghabiskan seluruh hari-harinya – seluruh hidupnya – dalam kesetiaan dan pelayanan kepada Tuhan, kenapa sulit bagi diri saya untuk menghabiskan waktu 10 menit sehari melakukan hal yang sama ?” Sebuah film yang hebat dalam pembuatan film yang menambahkan kekayaan pada makna baru akan term, “saat teduh.”

Lars and The Girl2. Lars and the Real Girl (directed by Craig Gillespie)
Mungkin sinopsis dari film ini bisa membuat kita ketar-ketir : Seorang pria muda penyendiri dan pengkhayal membeli boneka seks dari internet dan jatuh cinta kepadanya, mengatakan kepada orang-orang bahwa itu adalah kekasihnya. Berdasarkan alasan itu saja, mungkin film ini tidak akan termasuk dalam kategori ini. Tapi untungnya tidak, karena film ini adalah salah satu film paling manis, sensitif tahun ini, dan mengejutkannya, sebuah gambaran yang sangat powerful akan aksi tubuh Kristus – penuh kasih dan kesabaran yang alamiah dari kasih Tuhan. Ketika Lars membawa pulang “teman plastik”-nya yang baru – dan ya, “hubungan” mereka itu murni dan bersih – sangat menenangkan hati bagaimana keluarganya, teman-temannya, dan rekan gerejanya (termasuk yang paling skeptikal sekalipun) mencintai dia dalam kondisi apapun dengan bergaul bersama dan memeluk dia tanpa melihat kebiasaannya yang aneh. Anda akan tertawa, anda akan menangis, dan anda akan pulang dengan senyum dan kehangatan.

Juno3. Juno (directed by Jason Reitman)
Film bertemakan Pro-Life yang menarik, penuh trik, dan jenaka tentang kehidupan dari gadis 16 tahun yang cerdas yang hamil setelah ber-one-night-stand dengan pacarnya. Pertamanya, ia merencanakan untuk aborsi, tetapi setelah datang kepada aktifis pro-life bagi remaja di luar klinik, ia menyadari bahwa fetus yang sedang ia bawa adalah bayi yang hidup dan sedang bertumbuh. Ia merubah pikirannya, memutuskan untuk membawa bayi tersebut dalam batas waktu tertentu, dan memulai pencarian akan “orang tua yang sempurna” untuk mengadopsi anak tersebut. Ada kata-kata kasar dan percakapan remaja akan seks, tetapi kisahnya terlebih banyak tentang pembebasan – dengan tambahan untuk pilihan Juno untuk memiliki sang bayi (apalagi ibu tirinya menyebutnya “mujizat dari Yesus”), orangtuanya digambarkan sebagai orang tua penuh kasih dan suportif (tidak seperti orang bodoh yang sering kita lihat di komedi remaja), dan ada eksplorasi yang indah untuk topik dari cinta yang tak bersyarat.

Amazing Grace4. Amazing Grace (directed by Michael Apted)
Bisakah satu orang mengubah dunia ? Coba saja, dan anda akan menemukan bahwa tidak ada film yang berintikan itu seperti film ini, sebuah biopic (film biografi, red) tentang kehidupan dari seorang William Wilberforce, seorang politikus Kristen taat yang hampir turun tangan sendirian akan tanggung jawab untuk penghapusan dari perdagangan budak di Kerajaan Inggris. Ioan Gruffudd membawa rasa kemanusiaan ke dalam perannya, menggambarkan Parlemen pada abad 19 sebagai pria bermisi, didorong oleh cintanya kepada Tuhan dan semua orang. Dalam perjalanan, ia bertemu mantan pedagang budak John Newton, sang penulis himne lagu terkenal “Amazing Grace” yang memotivasi Wilberforce untuk berlanjut dalam pencariannya. Ini adalah “film sejarah” tanpa menjadi tumpul, dan sebuah “film rohani” tanpa menjadi pengkhotbah. Tapi mungkin sebenarnya, itu adalah sebuah film yang meyakinkan semua penonton bahwa ia bisa membuat perbedaan dalam dunia yang sakit dan berdosa yang membutuhkan keadilan, pengampunan, dan kasih. (Simak Review ‘Amazing Grace’ )

Bella5. Bella (disutradarai oleh Alejandro Monteverde)
Contoh lain dari film yang bertemakan kehidupan seperti film Juno, film Indie yang tenang ini mengisahkan kisah menarik tentang bagaimana hidup kita bisa berubah – secara dramatis, bahkan tragis – dalam secara instant, tapi itu adalah pilihan-pilihan yang terus kita buat yang bisa merubah dunia. Ketika Jose, seorang koki di sebuah restoran Meksiko di Manhattan, mengetahui bahwa salah satu dari para pelayan, Nina, hamil di luar nikah, ia menunjukkan perhatian – dan tidak, ia bukanlah sang ayah. Ketika Nina berpikir untuk aborsi, perhatian dan kasih sayang Eduardo membuatnya ke dalam seri perkembangan dari pilihan-pilihan mereka berdua yang mengubahkan hidup. Menjadi sutradara dan penulis cerita untuk pertama kalinya Alejandro Monteverde menyebutnya sebagai “kisah cinta tanpa romansa,” dan itu adalah deskripsi tepat dari sebuah film yang merayakan kehidupan, cinta, keluarga, dan pertemanan.

Into The Wild6. Into The Wild (directed by Sean Penn)
Kisah nyata dari Chris McCandless, pria muda yang memberikan tabungan hidupnya untuk amal dan mengembara menyelusuri Amerika untuk lari dari masyarakat dan kembali ke alam – dan selama itu juga orangtuanya tidak memiliki petunjuk sama sekali kemana putranya pergi dan sangat khawatir. Chris pergi ke Alaska dan pergi dengan bus yang terlantar, dimana hidupnya yang pendek tapi sangat luar biasa bertemu dengan akhir yang tragis. Pria muda yang idealis ini telah lari dari masalah yang sebenarnya, tapi ia sebenarnya lari melewati arti hidup sebenarnya – dan kesalahan itu membuatnya harus membayarnya dengan kehidupannya. Tapi keindahan dan hikmat yang ia hadapi sepanjang perjalanannya telah memberikan kepada kita sesuatu yang lebih.

The Kite Runner7. The Kite Runner (directed by Marc Forster)
Berdasarkan novel best-seller dengan judul yang sama, film ini mengisahkan tentang seorang Amir, bocah pria dari Afghanistan, yang sebagai orang dewasa tinggal di AS, yang dihantui dari kesalahan mengkhianati teman masa kecil. Suatu saat, Amir kembali ke Negara asalnya untuk menolong teman lamanya dalam kisah indah tentang pertemanan dan keluarga ini, dari rasa salah dan pembebasan. Termasuk dalam kisah ini tentang pemikiran-pemikiran akan dosa asal, dan kebutuhan untuk berdiri tegak tentang apa yang benar. Film ini juga memberi kita akan pemandangan-pemandangan yang mengungkapkan sisi dari Timur Tengah dan masyarakat Islam yang jarang dilihat di Barat.

The Diving Bell8. The Diving Bell and The Butterfly (directed by Julian Schnabel)
Bertanya-tanya bagaimana jika mengalami dunia ini sebagai seseorang yang lumpuh total, kecuali hanya bisa menggunakan satu mata ? Film Perancis yang brillian ini – adalah kisah nyata dari editor majalah Jean-Dominique Bauby, yang berakhir dengan cara itu setelah mengalami pukulan yang dahsyat – akan menimbulkan perasaan dalam kondisinya, sebagaimana film ini diambil dari perspektifnya… melihat apa yang mengelilinginya hanya melalui satu mata yang berfungsi itu. Tapi mungkin yang awalnya terlihat tanpa harapan dan bagaikan neraka lalu menjadi bagian yang membebaskan, sebagaimana yang mengelilingi dia – para dokter, para perawat, para terapis, keluarga, dan teman-teman – dengan sabar dan penuh kasih mencintai dia hingga ia bisa menikmati hidup lagi. Menunjukkan bahwa kapasitas kita akan sukacita tidaklah tergantung akan keadaan ataupun keterbatasan fisik, tapi itu lekat pada sesuatu yang lebih dalam.

Ratatouille9. Ratatouille (directed by Brad Bird)
Tikus-tikus, memasak, penyesalan, dan… pembebasan ? Anda akan lihat. Film animasi terbaik sepanjang tahun, dan pikiran brillian dan tangan kreatif Brad Bird dan tim animasi Pixar, menunjukkan sebuah klise lama – anda bisa bangkit dari keadaan anda dan memenuhi mimpi anda – dan membawakannya ke dalam hidup kreatif dan imajinatif, anda akan ingin berlari ke restoran Perancis terdekat dan masuk dalam kenikmatan kuliner. Pesta untuk mata dan jiwa ini juga sebuah uraian tentang mengejar kesempurnaan, daripada memburu kompetensi, dan tentang bagaimana hal-hal terbaik bisa datang dari tempat-tempat yang tidak disukai. (Simak Review ‘Ratatouille’ / Simak Trailer ‘Ratatouille’ )

Freedom Writers10. Freedom Writers (directed by Richard LaGraveness)
Sebuah kisah lama: kelas anak nakal yang tidak bisa dikontrol. Seorang guru yang ambisius dan naïf yang berpikir ia bisa mengubah dunia – memulainya dengan murid-murid yang sukar dikendalikan. Tapi kisah nyata ini lebih dari secuplik kisah bagus tentang seorang instruktur yang inspirasional. Tapi ini tentang remaja-remaja, dan kebanyakan dari mereka menjalani hidup yang menghancurkan diri mereka sendiri, yang mungkin, untuk pertama kalinya mendengar sesuatu simple tetapi bagaikan mantra : Saya percaya padamu, dan kamu bisa melakukannya. Hillary Swank membawakan peran dengan kuat tetapi sentuhan yang lembut untuk peran sebagai Erin Gruwell ini, guru yang sebenarnya yang mengubahkan kehidupan dari murid-murid SMA di Long Beach, California. (Simak Review ‘Freedom Writers’ / Simak Trailer ‘Freedom Writers’)

 

Ditandai sebagai:

“Daftar Kekurangan”

Ditulis dalam Motivasi, Relationship, renungan oleh Be example pada Februari 15, 2008
 
 
 
 
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…..”

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…..

“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…. ”

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…..

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

By  : renungan.org

Dukung dan doakan! klik on www.duniakristen.com

Ditandai sebagai:,

Upcoming Event – Seminar All About Married

Ditulis dalam Upcoming Event oleh Be example pada Februari 15, 2008

Hari ini, 15 Februari 2008 akan diadakan seminar di GBI Diaspora Sejahtera Malang, Jl. Gajah Mada 18 (depan Stasiun Baru kota malang) jam 18.30. Tempatnya di Graha Sejahtera.

Bertema “All About Married” dengan pembicara Pdp. Fabianus Purnama (penulis buku “Strategi mencari jodoh”). Diadakan selama 6x pertemuan.

Seminar ini GRATIS!

Ditujukan bagi orang tua dan muda-mudi yang akan menikah atau belum menikah.

Hidup Bagai Permainan Keseimbangan

Ditulis dalam Teaching oleh Be example pada Februari 15, 2008
 
 
Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar kelima bola-bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi empat bola lainnya terbuat dari kaca. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar-benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.

Bagaimana caranya?

  • Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita spesial. Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya kita yang mengerti dan dapat merasa “apa yang terbaik untuk kita”.
  • Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di ‘masa lampau‘ atau dalam mimpi masa depan. ‘Satu hari hidup pada suatu waktu‘ berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
  • Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
  • Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
  • Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai dan dicintai.
  • Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu Pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.
  • Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.

5 tahun stroke, kini berdiri & berjalan

Ditulis dalam true story oleh Be example pada Februari 15, 2008

Sudah lama tayangan “Solusi” memberkati Albert & keluarga. Dalam setiap masalah yang mereka hadapi, mereka merasa dikuatkan & memperoleh harapan lewat “Solusi”. Pada tanggal 13 dan 14 Maret 2007 Albert menelepon Pelayanan “Solusi” & menceritakan keadaan ayahnya, Yesaya Wirya, yang sudah 5 tahun menderita stroke & 1 tahun menderita Hepatitis B sehingga ayahnya tidak bisa berdiri, berjalan dan berbicara. Pada perjumpaan pertama dengan Wirya, Tim “Solusi” mendoakan Wirya dan ia menerima keselamatan. Namun sekali lagi Albert menghubungi Pelayanan “Solusi” karena kali ini mamanya sakit.

Proses Konseling
Saat dikunjungi oleh Tim “Solusi”, kondisi Hwa sangat lemah dan ia berada di kamar. Sementara Wirya terbaring di sofa. Dokter memvonis bahwa Hwa menderita anemia hemolitila (kekurangan salah satu sel pembentuk darah). Keempat anak Hwa dan Wirya juga ada di situ dan mereka mengungkapkan dosa-dosa mereka. Dimulai dengan Hwa yang mengakui setiap dosanya. Waktu masih muda Ibu Hwa hidup dalam pergaulan bebas dan hidup dalam penyembahan berhala jg di dalam bisnisnya.

Kemudian satu persatu menceritakan dan mengungkapkan dosa-dosa mereka dan juga harapan mereka bahwa papa dan mama mereka berharap seluruh keluarga hidup melayani Tuhan. Karena tidak dapat berbicara, Wirya hanya dapat menangis setiap kali isteri dan anak-anaknya berbicara.

Hasil Pelayanan
Keluarga besar Wirya merasakan jamahan dan hadirat Tuhan ketika bersama-sama Tim “Solusi menaikkan penyembahan kepada Tuhan. Tim “Solusi” dengan suara yang lantang memperkatakan dengan iman supaya Hwa dan Wirya dapat kembali berjalan dan berbicara. Dengan suara yang lantang pula kami menghardik kutuk, dosa dan setan-setan yang membuat Wirya dan Hwa menderita. Sambil menangis dan dengan penuh iman Wirya bangun dari tempat tidur dan berdiri. Sedangkan Hwa perlu dipegang dan dibantu untuk berdiri bahkan berjalan dan mengantar Tim “Solusi” untuk turun dari tangga. Mereka bersyukur untuk kunjungan Tim “Solusi”.

Ditandai sebagai:

Kontroversi Valentine, Haruskah Di Rayakan?

Ditulis dalam Hot News oleh Be example pada Februari 15, 2008


Perayaan Hari Valentine masih memunculkan kontroversi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Satu pihak dengan teguh menganggap Valentine bagus dirayakan dengan pemaknaan Hari Kasing Sayang.

Pihak yang menentang menyebutnya sebagai bagian kebudayaan Barat, yang sama sekali tak sesuai dengan adat ketimuran.

Dari kalangan agama, khususnya Islam, muncul pula reaksi serupa. Sebagian menyebut Valentine tak pas dirayakan umat Islam, karena latar belakang historisnya yang lebih dekat ke kebudayaan Kristiani. Bahkan, orang Islam yang tidak sepakat menyebut perayaan Hari Valentine sebagai bid’ah, karena tidak ada dasar hukumnya dalam syariat Islam.

Bahkan, sebagian kalangan Kristiani pun ada yang tak sepakat dengan perayaan Valentine. Mereka menilai perayaan itu bukanlah ritus keagamaan, tapi aktivitas tradisi yang merujuk penyembahan berhala sebelum zaman Kristen. Yang jadi rujukan mereka adalah tradisi Pra-Kristen di Romawi yang memuja dua berhala: Nimrod dan Lupercalia.

Kontroversi itu masih terus terjadi, bahkan sampai sekarang. Tapi, haruskah kita terjebak pada perdebatan sesuatu yang kontoversial? “Peringatan apa pun, yang terbaik adalah menangkap esensi atau pesan dari peringatan itu sendiri. Kita agaknya lebih suka melihat sesuatu dari aspek seremonialnya tanpa menangkap esensi yang ada. Kalau itu dilakukan, sudah pasti ada perbenturan budaya yang melahirkan kontroversi yang sama sekali tak bermanfaat. Itu juga berlaku untuk Valentine,” ujar Drs H Mohammad Adnan MA.

Ada dan tidaknya kontroversi, kenyataannya banyak yang sangat yakin untuk merayakannya. Bahkan, ada pula yang menganggapnya “wajib” dirayakan. “Apa salahnya merayakan kalau itu dapat lebih mengikatkan perasaan dengan pasangan kita,” cetus Venny, gadis berusia 22 tahun.

Dia sendiri tak secara khusus membikin acara dengan pacarnya untuk perayaan Valentine tahun ini. “Paling pergi berdua. Tapi yang pasti, kami akan saling memberi kado. Sudah jadi tradisi kami, sih,” ujarnya kenes.

Dengan alasan itu pula, gadis manis itu tak memedulikan anggapan yang menyebut dirinya hanya “ikutan-ikutan” cara anak muda Barat. “Biar saja dianggap begitu”.

 

Konsumerisme Valentine

Yang pasti pula, di luar kontroversi, perayaan Valentine tak pelak bergerak sebagai pangsa industri yang menjanjikan. Aktivitas pemberian hadiah pada hari spesial itu sudah pasti merangsang pihak industri untuk menyediakan beragam pernik.

Apabila pergi ke supermarket atau ke toko khusus gift (pernik hadiah) menjelang 14 Februari, Anda akan menyaksikan beragam barang ditawarkan. Simbol “hati” menjadi sesuatu yang dominan pada segala benda yang terpajang.

Sebut saja gerai-gerai khusus gift di Mal Ciputra. Beragam pernik tengara Hari Valentine terpajang meriah di gerai Pipiland, Kid’s Parcel, dan Hallmark. Bantal, gelas, frame, dan berbagai benda lain dikuasai gambar atau bentuk hati. Bahkan, tiap gerai secara khusus membuat parcel dalam ukuran besar atau kecil, tetap dengan simbol hati.

“Secara khusus kami memang bikin parcel khas Valentine. Bantal dan frame foto paling banyak diminati,” ujar Nadia, salah seorang pramuniaga di Pipiland.

Boleh jadi, itu memberi bukti bahwa perayaan Valentine mengajak industri merangsang konsumerisme, terutama bagi kawula muda. Apa pendapat pengamat ekonomi mengenai hal itu? “Valentine kini memang bergerak menjadi gaya hidup global, gaya konsumerisme internasional. Kasih sayang yang semula menjadi maknanya, bergerak menjadi bagian dari proses industrial,” ujar pengamat ekonomi dari Undip, FX Sugiyanto SE.

Valentine, dibalik semua kontroversi yang ada, segalanya kembali lagi kepada pribadi yang memaknainya. Kasih sayang yang sejati tidak hanya diukur dengan tindakan satu kali dalam suatu hari saja. Kasih yang sejati dinyatakan dengan tekun hari demi hari, penuh kesabaran dan komitmen. Dan memang cinta bukan cinta jika hanya di ucapkan, bentuk nyata cinta adalah pengorbanan dan kesetiaan. Jadi mungkin ini bisa menjadi hadiah terbaik yang bisa Anda berikan kepada pasangan Anda selain semua hadiah yang mengeruk seluruh isi kocek Anda, komitmen untuk mengasihinya dan setia hanya pada satu pasangan saja.

Sumber: Suara Merdeka/VM

Ditandai sebagai:,

Ternyata Hidup Itu Sederhana

Ditulis dalam Teaching oleh Be example pada Februari 15, 2008
 
- Jawaban.com - Ada seseorang yang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh sang pewawancara, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak yang menjadi pekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda sampai bersih mengkilap. Anak-anak lain mentertawakan perbuatannya. Keesokan harinya saat pemilik sepeda mengambil sepedanya, anak ini diminta untuk bekerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya, “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab, “Mengapa?” Sang anak menjawab, “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata, “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab, “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab, “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab, “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab, “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan, “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab, “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak ‘sawah’ menjenguk katak ‘pinggir jalan’ dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir. Semua berjalan dengan langkah berat dan sangat menderita. Hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya, “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa, “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Ditandai sebagai:

Mengampuni Menjadikanku Bebas.

Ditulis dalam Pemulihan oleh Be example pada Februari 15, 2008

Tanggal 01 November 2007, Tim Solusi mengunjungi Ita. Ita bercerita  bahwa dia dan kekasihnya telah membangun sebuah usaha bersama, tapi ternyata kekasihnya menipu menjual usahanya tersebut tanpa seijin Ita. Tidak hanya itu, tetapi Itapun sudah sering melakukan hubungan sex dengan pria tersebut. Lalu pria tersebut pergi darinya. Itapun hidup dengan luka dan kepahitan dihatinya.

Lalu kami menceritakan tentang kasih Tuhan yang menyelamatkan dan membebaskan hidupnya, dan ia pun merima Yesus. Ketika proses pengakuan terima Yesus terjadi, Ita bermanisfestasi marah-marah sambil tertawa. Dan kamipun melayani pelepasan untuk Ita. Setelah keadaan Ita tenang, kami mulai berkata-kata positif sesuai dengan Firman Tuhan untuk dirinya. Tetapi, tiba-tiba dia kembali bernaifestasi dan kamipun melayaninya kembali. Kejadian ini terus berulang-ulang sampai 7 kali. Pada akhirnya, kami mengetahui bahwa kepahitan yang dia miliki bukan hanya sebatas dengan pria. Tetapi iapun menyimpan kepahitan kepada orangtua, dan juga keluarganya. Dimana mamanya pernah mengatakan kepada dia, bahwa jika ia besar, ia akan menjadi pelacur. Iapun ketika kecil pernah diikuti oleh seorang nenek (gaib) untuk menjaga dia.  

Pada hari itu juga, Ita mengalami pemulihan dan ia  mengetahui bahwa Tuhan sangat mengasihi dia. Dia berharga dimata Tuhan. Itapun akhirnya bisa mengampuni orang-orang yang mengecewakan hatinya. Puji Tuhan, Tuhan baik!

Ditandai sebagai:,

Valentine, Antara Hawa nafsu dan Kasih Sejati

Ditulis dalam Hot News oleh Be example pada Februari 15, 2008


Semua orang jika menerima tanda cinta pada hari Valentine pasti sangat berbahagia. Siapa sih orang yang tidak ingin dicintai? Semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan untuk di cintai. Seorang bayi yang baru lahir, jika tidak disentuh dan dipeluk dengan kasih sayang, sekalipun di beri makan dan minum dengan cukup, dia akan mati. Orang-orang yang kurang menerima kasih dari keluarga atau bahkan mengalami penolakan saat kecil, sekalipun sewaktu masih dalam kandungan, maka anak itu terluka dan ketika bertumbuh dewasa akan mempengaruhi kehidupannya.

Jadi kesimpulannya, setiap orang membutuhkan cinta. Wah.. berarti Valentine itu bisa jadi ajang yang tepat dong untuk mengungkapkan cinta. Bisa ya..bisa tidak.. Mari kita lihat dulu apa yang Ken Sweiger tulis dalam artikel Should Biblical Christians Observe It, tentang “Be my Valentine”. Dia mengatakan bahwa kata Valentine berasal dari kata Latin yang berarti : Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Dewa orang Romawi kuno. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi, to be my Valentine, hal itu berarti menduakan Tuhan (karena memintanya menjadi Sang Maha Kuasa dalam hidupnya) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun lambang Cupid yang marak muncul sebagai icon Valentine itu, kata Cupid sendiri berarti: the desire, hasrat atau hawa nafsu. Si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod the hunter, dewa Matahari. Nimrod sering disebut dewa cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Jadi sebenarnya bila dicermati, jika kita menelan mentah-mentah Valentine dan segala budaya yang dihadirkannya, hal itu salah kaprah. Kita harus dapat memilah-milah dan membuat garis lurus pemisah antara kebenaran firman Tuhan dan budaya yang ada saat ini. Esensi Tuhan sendiri adalah kasih (1 Yoh 4:8), tentu Dia ingin kita untuk saling berbagi cinta yang kita miliki. Bahkan Dia pun menyatakan cinta-Nya kepada manusia. Dia memberikan Diri-Nya sebagai hadiah bagi seluruh umat manusia, agar seluruh umat manusia di selamatkan.

Segala yang Anda miliki tidak akan berguna jika Anda tidak memiliki kasih, bahkan pemberian tanpa kasih yang tulus tidak bermanfaat sama sekali. Hal ini dinyatakan dengan jelas dalam 1 Korintus 13: 1-4. Dan inilah kasih itu, kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak melakukan hal yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih itu tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, dia suka keadilan dan kebenaran. Dan yang pasti, kasih itu menarik mujizat ke dalam kehidupan Anda, karena kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu (1 Kor 13:4-7).

Cinta dengan kriteria diatas, adalah cinta sejati yang dibutuhkan oleh setiap orang. Dan semakin sering Anda membagikannya, Anda akan semakin berkelimpahan dengan cinta Tuhan. Cinta adalah sesuatu yang Anda miliki, dan sekalipun Anda membagikannya kepada setiap orang, hal itu tidak akan pernah habis. Namun yang pertama, Anda harus menerima cinta Tuhan terlebih dahulu. Jika Anda tidak memperoleh cinta dari sumbernya, yaitu Tuhan sendiri, maka yang akan Anda temukan adalah sesuatu yang palsu.

Sumber: Berbagai sumber/VM