Sex In The “Kost”

Pertemuan singkat setahun silam itu terasa janggal. Tetapi rembang petang akhir Agustus lalu saya bertemu Tom (nama disamarkan) lagi di ujung koridor Malioboro Mall di pusat kota Yogyakarta. Sore itu dia bersandar di tembok menyilangkan kakinya sambil merokok. Nama Tom terekam dalam memori saya ketika tanpa sengaja kami bertemu di salah satu susteran di selatan Yogyakarta. Wajahnya teramat garing ketika itu.
Melakukan investigasi tempat penampungan mahasiswi yang hamil akibat “tabrakan” membawa saya ke sana. Tapi mana mau para biarawati itu diwawancarai? Bahkan saya diwanti-wanti supaya jangan diekspose. “Bukan mau menutup diri, tetapi takut banyak yang datang. Kami belum terlalu siap,” jelas seorang suster. Lalu Tom keluar. Saya mengejarnya sampai ia duduk di bawah rindang pohon-pohon cemara. Feeling saja akan dapat cerita dari dia! Barangkali kelewat kalutnya, sebentar saja ia telah bercerita tentang beragam hal. Sedikit-sedikit nyerempet juga perihal praktik ‘bapak-ibu’ yang sudah mereka lakukan. Terasa janggal karena kami baru ketemu. “Saya pikir Anda dulu romo,” ujarnya ketawa.
TidaK Ketat
Tom ini anak Jakarta. Rambutnya dibikin gimbal. Meski begitu badannya wangi. Ia mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, penggerak Persatuan Mahasiswa Kristen di kampusnya, dan anggota komunitas band di salah satu gereja. Sementara Maya (juga disamarkan) mahasiswi sebuah akademi perhotelan. Mereka bertemu dalam suatu pentas musik. Telepon, sms, janjian ketemu, makan bareng, dempel-dempelan di atas motor, demikianlah Tom dan Maya mengikuti tren anak muda di Yogyakarta. Apa yang mereka lakukan tidak istimewa. Pemandangan itu saban hari gampang kita temukan di jalan-jalan di kota budaya ini. Apalagi malam Minggu. “Dua bulan pacaran kami sudah begituan,” ujar Tom. “Begituan apa?” tanya saya ingin kejelasan. “Ya, ngeseks lah. Mau apa lagi,” Tom tersenyum masam.
Tetapi itu bukan yang pertama. Tom mengaku sudah berganti pasangan dua kali. Dan, semua berakhir dengan begituan. “Abis mo gimana ya Pak. Teman-teman satu kost pada masukin ceweknya semua ke kamar. Yang ngawasi ndak ada. Pokoknya sama-sama dewasalah,” ujarnya. Waktu itu Tom indekost di seputaran ring road utara Yogyakarta. Setelah dua tahun melakukan praktik ‘bapak-ibu’, suatu hari Maya mengaku telah berbadan dua. Takut malu ketahuan teman-teman dan orang tua, mereka datang ke susteran itu. Toh akhirnya mereka dinikahkan juga. “Gue jadi ayah sekarang, he-he-he,” cengengesan Tom pada saya sore itu.
Pelayanan Tapi Begituan
Rudi (25) lain lagi. Cowok keren yang sedang menyusun tesis S2-nya di salah satu PTN di Yogyakarta itu kini seperti berada di persimpangan jalan. Setia kepada kekasih atau terus mengumbar nafsu dengan Rina-sebut saja begitu-sang mantan pacar? Segala bentuk pelayanan Rudi pada sebuah gereja karismatik di Yogyakarta seperti tak berarti. Nafsu telah menguasainya. “Saya tahu itu dosa, tapi setiap kali dia datang kami terus melakukan perbuatan itu,” ujarnya kepada Bahana.
Rudi mestinya menunjukkan teladan bagi orang-orang muda yang dia bina dalam sebuah kelompok sel. Dia juga harus menunjukkan tanggung jawab kepada kekasihnya, teman satu gereja, yang telah serius ia pacari sejak tahun 2004. Bahkan hubungan mereka telah disetujui oleh orangtua masing-masing. Tinggal tesis diselesaikan dan mereka akan menikah. Tidak hanya sekali Rudi dan Rina berhubungan intim. Di kost, hotel, tempat wisata, pokoknya di mana saja mereka bisa melakukannya dengan aman. “Saya sekarang bingung milih yang mana. Saya sayang sama pacar saya. Saya gak mau putus. Saya tahu dia yang terbaik untuk saya. Tapi saya harus mempertang-gungjawabkan perbuatan saya ke Rina walaupun dia tidak hamil. Saya khilaf, Kak. Saya tidak suka Rina. Tapi saya tidak tahu, kalau dekat dia, saya pengennya begituan,” ujar Rudi terus-terang.
Kisah lain adalah Agustina (24), aktivis gereja dan mahasiswi Fakultas Psikologi sebuah PTS di Solo. Ia kini tengah hamil 3 bulan tetapi diting-galkan pacarnya. Mereka melakukan pertama kali di Kopeng saat Agustina ulang tahun. Setelah kejadian di Kopeng itu minimal seminggu sekali mereka begituan. Tidak peduli di kost, di WC umum, atau hotel. “Tetapi seringnya di kost,” kata Agustina. Mereka gampang melakukannya karena Agustina tanpa pengawasan orang tua. Aturan kostnya juga agak longgar walaupun ada tulisan “cowok dilarang masuk kamar”. Tapi siapa yang mengawasi? Menginapkan pacar di kost hanya ditiru Agustina dari teman-temannya. “Teman-temanku yang lain juga sering memasukkan pacar mereka, nginap di situ. Jadi kami seperti tahu sama tahu. Tidak apa-apalah pikirku. Toh bikin dosanya ramai-ramai,” ujarnya.
Bermula dari Kost Campur
Awal kuliah, sebut saja Ica (23), pacaran dengan Kirno, teman sekampus. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang bagi Ica. Ia malah pindah ke tempat pacarnya yang memang kost campur. “Di situ ada saudaranya cowok dan cewek. Aku merasa lebih dekat sama keluarganya,” kata Ica mengawali kisahnya. Tinggal seatap dan pacar yang ‘baik’ menjadi iklim kondusif bagi terjadinya hubungan yang melanggar kebenaran. “Awalnya aku melakukan hal itu karena tempat tinggal seatap yang lebih membuatku dekat dan gampang ‘berbuat itu’. Kenapa aku mau aja saat diajak ‘begituan’, itu karena cowokku sangat baik. Sampai-sampai aku nggak bisa nolak,” lanjut alumni Manajemen Perhotelan di PTS Kristen terkemuka di Surabaya ini. Meski aktif dalam pelayanan, toh Ica menganggap hal itu sudah biasa. “Saat pacaran memang kami merasa sangat bebas melakukan ini dan itu. Ya…tahulah rata-rata anak zaman sekarang, kalau pacaran pasti seperti itu. Anak yang aktif di gereja sekalipun aku jamin pasti ada yang mempunyai gaya pacaran yang tidak benar. Aku punya beberapa teman gereja yang aktif melayani, tapi sering melakukan ‘pergaulan bebas’ seperti itu. Contohnya, aku aja salah satu aktivis gereja. Aku pelayanan sebagai singer dan main keyboard di gereja. Tapi toh aku melakukan hal-hal yang nggak pantas,” ungkapnya blak-blakan.
Bagaimana perasaan Ica saat habis melakukan itu? “Sebagai cewek, ya rasanya ada beban. Saat aku melakukan, ada suatu perasaan yang mengatakan itu salah, tidak boleh… Roh Kudus sering menegur. Tapi, nyatanya aku ulangi lagi. Aku melakukan free sex dengan pacarku sudah berkali-kali. Yang terakhir kami melakukan, baru aku hamil. Awalnya aku nggak tahu kalo hamil. Tahu-tahunya sudah 7 minggu,” ujarnya sambil menerawang. Akibat kebobolan ini, Ica harus menikah dini dan cuti kuliah. Apakah Ica bahagia? “Jujur aja dalam kehidupan pernikahanku sekarang ini banyak banget mengalami masalah. Kami sering bertengkar. Dulu semasa pacaran kami sering menekan ego masing-masing,” ujarnya getir.
Kepercayaan yang Disalahgunakan
Kota Salatiga nan tenang tak kalah geloranya bila bicara seks. Rini (22), mahasiswi sebuah perguruan tinggi Kristen yang terkenal dan aktivis gereja yang sudah lama pelayanan. Layaknya anak muda, ia cukup lama pacaran dengan Bagas (23). Kehidupan pacaran bukanlah penghalang bagi mereka untuk tetap aktif dalam pelayanan. Bahkan satu sama lain saling mendukung agar aktif di gereja masing-masing. Keluarga mereka pun memberikan kepercayaan penuh. Mereka dianggap sudah dewasa dan bisa menjaga diri. Merasa bebas dan sudah dewasa, Rini dan Bagas pun mulai ‘kompromi’ dalam hidupnya.
“Awalnya cuma pegang tangan, ciuman di pipi”, tutur Rini. Ia merasa sudah jodoh dan nantinya juga akan menjadi pasangan. Jadi, tidak ada salahnya coba-coba. “Semua berawal dari coba-coba hal-hal kecil yang tidak terlalu berisiko,” ungkap Rini. Namun, jerat dosa kecil tersebut seakan-akan seperti candu dengan zat adiktif yang membuat mereka ketagihan, ingin lagi dan lagi, dengan dosis yang selalu meningkat. Rini dan Bagas menyadari hal itu, tapi tetap kompromi. Tambahan lagi, tidak ada orang-orang di sekitar me-reka yang menasihati atau mengarahkan mereka pada pola pacaran yang sehat dan sesuai firman Tuhan. Cerita berlanjut. Dari kissing, hugging, lalu mengumbar gairah sampai berujung pada seks yang seharusnya belum boleh mereka lakukan. Terbuai dengan kenikmatan yang mereka rasakan. Sekarang Rini harus menimang bayi mungil yang baru berusia 4 bulan. Pelayanannya kini terhenti. Meskipun sudah mengakui kesalahan dan minta ampun di hadapan Tuhan, namun sering kali bayangan masa lalu dan rasa tertuduh masih muncul dan menghantui hidup mereka.
Sumber: BAHANA MAG























Syalom…….!
Benar..benar..tidak dapat saya bayangkan..Bagaimana mungkin kita aktifis di gereja tapi suka bangat dengan dosa..Tuhan Yesus ampuni semua anak-anakMu yang jatuh dalam dosa seperti ini.
Terus terang saya benar-benar benci bangat dengan anak-anak Tuhan yang seperti ini,benar-benar munafik,bagi saya lebih baik kita tidak usah sok aktifis di gereja kalau kita masih suka bangat melakukan dosa seperti itu.
Camkan bagi saudari2ku yang cewek,tolonglah jangan jadi cewek yang bodoh or goblok dengan kalian menyerahkan kehormatan kalian pada cowok kalian,yakinlah 100% bahwa kalian setelah menyerahkan hal itu pada cowok,otak cowok kalian akan menganggap kalian wanita gampangan,meskipun cow kalian sayang ama kalian.
Dan kalau kalian nantinya menikah,akan banyak masalah yang akan kalian hadapi.Malapetaka sudah menanti kalian.
Dan untuk cowok jangan jadi cowok brengsek ato cowok bejat,dengan seenaknya mengambil sesuatu yang berharga pada cewek terus tidak mau bertanggung jawab.
saya benar-benar membenci cowok-cowok seperti ini.
Mengapa statement saya agak kasar,karena saya pernah mempunyai cewek yang benar2 saya sayang tapi tiba2 suatu waktu dia mengaku dia sudah tidak virgin lagi karena dia sering melakukan hal itu semasa dia masih kuliah.saya benar-benar menjadi benci sama cowoknya dia yang tidak bertanggung jawab dengan ninggalin dia,dan terus terang saya tidak bisa menerima cewek saya lagi.jadi sekali lagi bagi saudariku dalam Tuhan jagalah diri kalian,yakinlah jika kalian bisa menjaga kekudusan kalian,Tuhan akan menyiapkan laki2 yang terbaik bagi kalian
Tuhan Jesus beserta Kita.
Benci itu ga boleh kalo jadi orang kristen musti menyayangi sesama
meskipun saya bernasib sama seperti roland
pacar saya tidak perawan lagi.
karena saya dan dia melakukan nya pada waktu itu..
dan sehabs berhubungan disitu dia saya tanya, dia nangis lama sekali. dia bilang kalau kamu mau tinggalin aku ga papa… sedih sekali raut wajah nya
jadi cewek2 denger nih bukan lah selamanya tubuhmu yg dicari cowo, hatimu juga harus berani jujur.
itu lebih berharga dari keperawanan menurutku
tapi gak tau cowo lain gimana, kalo menurut teman ku sih tinggalin aja, cari yg lain
tapi tidak lah,,… aku sayang sama dia
samat ku hargai kejujuran dia jadi saya tau siapa yg merusak nya lebih dulu. waktu kuliah juga.. sama kaya roland nyesal saya nanya nya..
memang sampai sekarang masih kepikiran membenci mantan cowoknya seperti roland
dan kadang mengganggu pikiran saya, dia itu bekas orang. jujur saja sebagai laki2 normal pasti ada pikiran jantan dan logis seperti itu.
bukanya saya ini ga bisa dapat cewe lain, sebagai informasi saya ini kalo mau selngkuh udah bisa 4 cewek bisa ku jadwalkan. (hancurkan !!! )
tetapi di dalam hatiku berbisik terus sebagai lelaki kristen tidak boleh begitu. harus terima apa adanya
saya juga telah bersalah, trus kenapa saya gak bisa menerima kesalahan pacar saya itu
TUhan Yesus selalu mengampuni ku, jadi kenapa aku nggak bisa.. biarin aja sok nerima, yg pasti keadaan akan pasti lebih baik didalam TUhan kedepannya
TUhan pasti beracara dalam hidup kami
saya menyadari seks sangat berbahaya,
saya juga sudah tidak mau lagi berbuat itu lagi,semoga kesaksian ini menguatkan ku..
dengan mengisi kegiatan dan sering berdoa
sebagai informasi saya juga dulu pelayanan musik di suatu perkumpulan pemuda dan gereja, bahkan tidak bohong saya pernah mengalami mujizat TUhan dengan menyembuhkan orang tuli dengan kuasa Tuhan
saya ini the altar boys, i know how to worship the The Lord
tapi sudah tidak lagi sekarang.. sudah kena panah iblis aku ini. dalam proses untuk berjalan. lukanya dalam sekali
doakan kami ya, kami secepatnya akan menikah
jika waktu dan keadaan mendukung kami..
jadi memang ini lah saat dimana kondisi atau keadaan yg sangat parah, jaman sudah sangat tua dan usang
anak smp aja kudengar sudah banyak yg berhubungan seks.
yes inilah kejujuran dari diriku
terima kasih
Tuhan Yesus memberkati kita semua..
Haleluya Amin.
syalom semua,..yang selalu mencari kebenaran. Situsnya ok. Komentar terhadap artikel diatas baru kuketahui,.. padahal kejadiannya sudah lama. Bahkan yang pernah kualami sendiri,…aktif di gereja dan begituan juga, hampir dua puluh tahun yang lalu. Karean kehausan akan pengetahuan “kenapa ya hal itu bisa terjadi?” saya memasuki gereja mana aja, bahkan sempat nyasar ke kelompok ‘gereja sesat’. Tapi Puji Tuhan, karena Tuhan begitu baik bahkan amat baik-terbaik, saya dibukakan pengetahuan ‘kenapa hal begituan bisa terjadi?’
jawabannya : Iblis benar-benar hanya mau menghancurkan & membinasakan. tq
syalomm..
aku ga nyangka de.. waktu baca artikel ini
mmg aku juga prnh nglakuin ksalahan
aku slalu mnasehati adik2 rohani ku agar pcrn seiman
but me..mlh tdk mberikan contoh yg baik
aku pcrn sm org bda agama tp untunglah
God is good!!
aku bs putus dgn dy saat dy mcoba bbuat yg ssuai nafsunya
tapi aq jd bny bljr..
cnta itu ga hrs dgn nafsu..
emang sii..
lingkungan mlh mdkung u/ bpcrn ssuai nafsu
tpii..
God is Good!!All the time
yahh mudah2an aja hamba2 Tuhan tw bnr jln Tuhan
bkn hny mndngr tp mlkukannya
ky YAK 1:22
smg ja plyn Tuhan jd bnr2 plynan yg sejati bukan hny dari luar tp dalam juga..
smg mreka sadar n qta smua bahkan saya sndri sadar
rajin n aktif dgreja akan sia2 klo qta ga bbuah.
Gbua..
Sedih sekali membaca tulisan teman-teman saudara seiman yang melakukan kesalahan yang sudah sampai pada titik “point of no return” ini. Dalam pelayanan saya pribadi, juga di asksophia (http://asksophia.wordpress.com), kami banyak mendapatkan kisah yang serupa. Saya mengerti sekali perasaan teman-teman dan menyadari betapa sulitnya menjaga kekudusan dengan pacar yang sangat kita sayangi. Cinta yang normal memang pasti membawa eros, artinya kerinduan untuk melakukan hubungan intim itu normalnya ada dalam hubungan cinta yang sehat. Namun perintah Tuhan jelas, hubungan sex itu hanya untuk di dalam pernikahan.
Bagi teman-teman yang belum mengalami pergumulan seperti itu, jangan underestimate godaan sexual. Banyak orang yang melakukannya justru bukanlah orang yang tidak punya hubungan yang baik dengan Tuhan. Mereka sungguh-sungguh mencintai Tuhan, namun mereka tidak berdaya mengalahkan dosa sexual ini. Mengapa? karena mereka:
1. membuka kesempatan untuk melakukannya
2. berjuang sendirian
Orang-orang benar yang jatuh dalam dosa ini adalah orang-orang terluka yang sangat membutuhkan pertolongan, bukan penghakiman. Mereka membutuhkan dukungan dan bukan hukuman.
Sebaliknya bagi saudara seiman yang sudah ‘terlanjur’ dosa, jangan menyerah…. Tuhan pasti menolong saudara yang mau hidup benar di hadapan-Nya. Jangan berjuang sendirian/berdua, Anda sangat memerlukan dukungan hamba Tuhan dan saudara seiman yang lain.
Sebagai tips yang semoga cukup berguna buat teman-teman, seringkali kunci yang bisa menjauhkan kita dari dosa sexual adalah: jangan berada dalam ruangan tertutup hanya berduaan. Jadi buatlah aturan yang jelas bahwa pacar kita tidak akan masuk ke kamar kost kita dan demikian juga sebaliknya.