Nah, Injil Barnabas pun untuk sebagian terdiri dari bahan-bahan yang terdapat dalam keempat Injil Perjanjian Baru. Kaitannya dengan beberapa Diatessaron bahasa-bahasa Italia sangat jelas kalau kita periksa isi Injil Barnabas pasal 1-9. Dalam Injil Barnabas 1-9 berturut-turut kita baca tentang:
– pemberitahuan tentang kelahiran Yesus
– mimpi Yusuf
– sensus penduduk
– kelahiran Yesus
– para gembala
– Yesus disunat
– para majus
– mimpi para majus
– Yesus diserahkan kepada Tuhan di Bait Allah
– pembunuhan kanak-kanak di Betlehem
– pengungsian ke Mesir
– tindakan Yesus di Bait Allah

Para pembaca yang mengenal isi Perjanjian Baru melihat bahwa bahan-bahan tersebut merupakan gabungan dari Injil Matius dan Injil Lukas Yang menarik perhatian ialah bahwa dalam sebuah Diatessaron dialek Tuska (pasal 3; 5-9; 12) peristiwa-peristiwa tersebut di atas diceriterakan dalam urutan yang sama; sedangkan peristiwa-peristiwa dalam Injil Barnabas pasal 3-9 sejajar dengan pasal 6-11 dalam Diatessaron dialek Venezia. Demikian juga masih dapat ditunjuk persamaan lain antara Injil Barnabas dengan kedua Diatessaron tersebut.

Dalam pasal 9 kita baca tentang segala macam kejadian lain dari hidup Yesus dan ajaran Yesus dengan tekanan pada ajaran Yesus. Isinya kurang lebih dua pertiga diambil dari keempat Injil. Misalnya, Yesus menyembuhkan seorang kusta (pasal 11); Yesus memilih 12 rasul (pasal 14); Perlukah membayar pajak (pasal 31); dan seterusnya.

Ada juga bagian-bagian yang sama sekali tidak mempunyai ikatan dengan Injil-Injil Perjanjian Baru” misalnya judul pasal 22 yang berbunyi, “Keadaan yang menyedihkan dari orang yang tidak disunat: seekor anjing lebih baik daripada mereka”, atau percakapan antara Abraham dengan ayahnya (pasal 26). Dalam pasal 35 kita baca tentang terjadinya pusat: setan meludahi manusia, dan Gabriel membuang ludah itu dan terjadilah pusat.

Peranan Ismael amat menonjol pula: di antara 10 orang kusta yang disembuhkan terdapat seorang Ismaeli (pasal 19); Abraham harus mengorbankan anaknya Ismael (pasal 44); kitab Taurat dikarang oleh seorang Ismaeli (pasal 192), dan Allah adalah Allah Abraham, Ishak dan Ismael (pasal 212).

Isi pasal-pasal terakhir banyak bedanya dengan keempat Injil. Sesudah perjamuan Paskah dan pengkhianatan Yudas, Yesus mau ditangkap. Ketika serdadu-serdadu mendekati Yesus “tibalah para malaikat kudus dan diambilnya Yesus dari jendela yang menghadap ke sebelah selatan. Diangkatnya Yesus dan diletakkannya di surga yang ketiga di tengah-tengah para malaikat yang memuji-muji Allah untuk selama-lamanya” (pasal 215).

“Dan berubahlah wajah Yudas menjadi wajah Yesus, sehingga Yudas ditangkap dan disalibkan, padahal disangka Yesus yang dibunuh! Ketika Yudas meninggal dan dikubur, para murid Yesus datang dan mencari mayat Yudas, karena disangkanya tubuh Yesus” (pasal 218).

Dalam pasal 219 Yesus menampakkan diri kepada ibunya dan beberapa orang lain. Dalam pasal yang berikutnya (pasal 220) Yesus berbicara kepada Barnabas, katanya, “Meskipun aku tiada bersalah di dunia, aku disebut ‘Allah’ dan ‘Anak Allah’, maka supaya aku tidak akan diejek oleh setan-setan pada hari kiamat, Allah berkehendak agar aku diejek oleh manusia dengan matinya Yudas yang dikira akulah yang telah mati di kayu salib. Dan ejekan itu akan terus berlangsung sampai datangnya Muhammad Rasul Allah, yang apabila ia datang akan mengungkapkan penipuan kepada mereka yang percaya akan syariat Allah”. (Ayat ini aneh sekali. Andaikata Injil Barnabas dikarang pada abad pertama, pengarangnya sudah tahu bahwa kitabnya akan tersembunyi sampai datangnya Muhammad. Lalu mengapa kitabnya itu ditulisnya?)

Yesus diangkat ke surga oleh empat malaikat (pasal 221). Pasal 222 merupakan pasal terakhir yang berisi serangan atas mereka yang menyebut Yesus Anak Allah seperti dilakukan oleh Paulus.

Yang menyolok dalam isinya ialah bahwa Yohanes Pembaptis sebagai perintis jalan Yesus (periksalah dalam keempat Injil: Matius 3, Markus 2, Lukas 3 dan Yohanes 1) sama sekali tidak disebut-sebut dalam Injil Barnabas. Mungkin hal itu disebabkan karena Yesus, yang dalam Injil Barnabas disebut Mesias, bertindak sebagai perintis jalan, semacam Yohanes Pembaptis bagi Muhammad. Padahal Yohanes Pembaptis disebut dalam Al-Quran (Surah 19:12-15). Tentu saja timbul berbagai-bagai pertanyaan apa sebabnya Injil Barnabas membungkam tentang Yohanes Pembaptis.

Menyolok juga bahwa, berbeda dengan isi Injil-Injil, Barnabas merupakan salah seorang dari 12 murid (pasal 14:100), bahkan seorang murid yang dengannya Yesus mengadakan percakapan-percakapan khusus (pasal 112:221). Dalam Perjanjian Baru Barnabas tidak termasuk orang-orang di sekitar Yesus. Baru dalam kitab Kisah Para Rasul (4:36, dan seterusnya) sesudah kebangkitan Yesus, kita dengar tentang seorang bernama Barnabas, namun orang itu tidak disebut dalam keempat Injil. Jadi di sini pun kita lihat adanya kekeliruan sejarah dalam Injil Barnabas.

Keseluruhan artikel dikutip dari Bab III Buku Seluk Beluk Buku Yang Disebut Injil Barnabas oleh Drs. B.F. Drewes dan Drs. J. Slomp yang diterbitkan oleh Yayasan Kanisius tahun 1983