Be an Example! Be a witness in everywhere

Book Review : Lady in Waiting

Ditulis dalam resensi buku oleh Be example pada Februari 25, 2008

Buku ini unik karena penekanannya bukanlah pada status seorang wanita (lajang, menikah, bercerai, atau janda), tetapi pada keadaan hatinya. Lady in Waiting ingin mengarahkan perhatian seorang wanita terhadap Dia yang benar-benar mengerti kerinduan hatinya.

Lady in Waiting, buku yang ditulis oleh Jackie Kendall dan Debbie Jones, bukanlah tentang Lady in Waitingbagaimana menemukan pria yang tepat, tetapi tentang bagaimana menjadi wanita yang tepat dengan sepuluh kualitas wanita saleh yang ditemukan di dalam kitab Rut. Kualitas-kualitas ini tidak hanya akan memperkuat hubungan cintamu dengan Mempelai Pria Surgawimu tetapi juga membimbingmu sebagai seorang wanita lajang, menjagaimu saat berpacaran, menyokongmu dalam pernikahan, dan menghiburkanmu jika Anda pernah menjadi janda atau bercerai. Saat membaca Anda akan melihat sifat-sifat yang dengan indahnya diperlihatkan dalam kehidupan Rut. Tanpa ragu-ragu Rut menyerahkan dirinya pada Allah, dengan giat menggunakan hari-hari lajangnya, percaya kepada Tuhan dengan iman yang tak tergoyahkan, mendemonstrasikan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari, mengasihi Allah dengan pengabdian yang tak teralihkan, berpihak pada kemurnian fisik dan emosi, hidup dalam keamanan, menanggapi kehidupan dengan rasa puas, membuat keputusan berdasarkan keyakinannya, dan dengan sabar menanti Allah memenuhi kebutuhannya. Mari jelajahi kehidupan Rut serta belajarlah apa arti sesungguhnya menjadi seorang wanita saleh, “seorang wanita dalam penantian”.

Ditandai sebagai:

Penginjilan Di Mata Dr.Morris Cerullo

Ditulis dalam Hot News oleh Be example pada Februari 25, 2008


Morris Cerullo dikenal sebagai penginjil yang telah menjamah berbagai bangsa. Selama lebih dari enam dekade pelayanannya dia tidak pernah takut masuk ke negara-negara yang sangat tertutup kekristenan seperti negara-negara timur tengah, diantaranya adalah Qatar, Bahrain dan Libanan. Memberitakan Injil mungkin sudah mendarah daging dalam kehidupan Morris Cerullo.
Sebagai nabi dan rasul bagi bangsa-bangsa, Dr. Morris Cerullo telah membuat sejarah dengan kuasa Tuhan yang dinyatakan melalui pelayanannya, hal ini benar-benar membungkam para pengkritiknya. Kuasa mujizat yang hadir bersama pelayanannya banyak kali menimbulkan penganiayaan bagi dirinya. Pada KKR tahun 1965 di Mar Del Planta, Argentina, disana terjadi banyak mujizat kesembuhan terjadi. Hal ini menimbulkan reaksi dari  Kampus kedokteran setempat yang  menuntut Morris Cerullo karena telah “Membuka praktek pengobatan tanpa ijin.” Dia tetap menjalankan KKRnya hingga polisi datang ke hotel, menangkapnya dan menjebloskannya ke penjara. Dengan negosiasi yang cukup alot, akhirnya Morris Cerullo dibebaskan hanya untuk melayani penutupan KKR tersebut.

Dr.Morris Cerullo, pemimpin dari Morris Cerullo World Evangelism, adalah seorang pria yang dalam setiap detak jantungnya didedikasikan untuk menjangkau dan memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Hal ini dibuktikan dengan pelayanannya sangat berdampak bagi masa depan bangsa-bangsa yang pernah dikunjunginya. Dia memperlengkapi orang-orang percaya untuk pergi dan melayani dunia ini.

Ini adalah kutipan wawancara dari The Voice yang mengulas tentang pendapat Morris Cerullo tentang penginjilan itu sendiri:

T:  Apa pengaruh dari gerakan apostolik yang terjadi saat ini terhadap penginjilan global?

Morris Cerullo : Pembaharuan melalui gerakan apostolik saat ini membangun api kebangunan rohani kembali dan juga membangkitkan sebuah angkatan tentara Tuhan yang bergerak dalam kuasa dan dimensi yang baru. Akhirnya, gereja sebagai mempelai Tuhan menyadari apa artinya melepaskan tradisi manusia dan mentaati Tuhan dengan segenap hati (Markus 7:8). Itu artinya mendengar dan mengerti isi hati Tuhan yaitu untuk menginjili mereka yang terhilang dan membawa mereka kepada sebuah kehidupan yang baru didalam Tuhan. Hal inilah yang Tuhan sedang lakukan, mencurahkan urapan apostoliknya kepada gereja untuk memperlengkapi mereka memenangkan jiwa-jiwa. Bukankah sudah seharusnya tujuan akhir dari semua yang kita lakukan jiwa-jiwa?

T: Jadi semuanya ini adalah tentang memenangkan jiwa-jiwa. Tetapi jika kita melihat gereja saat ini, apakah Anda tidak melihat mereka terlalu tertutup dan kehilangan fokus untuk menjangkau bangsa-bangsa dan jiwa yang terhilang?

Morris Cerullo : Ya, gereja saat ini memang menjadi sangat tertutup. Kita harus mengembalikan gereja kembali kepada jalur yang Tuhan mau, kita harus memacu kembali orang-orang percaya untuk bergerak dalam gerekan Roh Kudus yang dinamis. Pertanyaan utamanya adalah, bisakah kita membawa gereja-gereja kembali fokus untuk menjangkau yang terhilang, hal utama yang merupakan prioritas Tuhan!

T: Apakah yang menjadi penghalang utama penginjilan global saat ini?

Morris Cerullo : Ada dua hal yang  menjadi penghalang utama penginjilan glabal saat ini: Gereja itu sendiri – artinya sebagai organisasi keagamaan – dan yang kedua adalah tidak adanya kesatuan Tubuh Kristus.

T:  Bagaimana cara mengatasi penghalang tadi, sehingga Tubuh Kristus bisa bekerjasama dengan efektif?

Morris Cerullo : Kita harus bersatu dan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memenangkan jiwa-jiwa,  serta berhenti kompromi dengan dunia ini. Jika hal itu dilakukan, kemungkinan besar kita secara alami dapat mengatasi tantangan yang ada bahkan berbagai tantangan yang lain seperti bencana alam, terorismem dan kehancuran finansial. Lukas 10:19 menyatakan bahwa kita memiliki kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakan kita.

T:  Paulus mengerti akan pentingnya menjangkau  bangsa-bangsa bagi Kristus. Dia juga mengerti pentingnya peperangan rohani dalam peranannya menyelesaikan misi. Model peperangan rohani seperti apa yang paling berhasil dalam mendukung penginjilan?

Morris Cerullo : Peperangan rohani adalah kunci untuk membuka kota-kota dan bangsa-bangsa yang tertutup. Peperangan rohani akan membuka pintu yang tak dapat ditutup oleh siapapun. Peperangan rohani mengalirkan urapan baru, dan mempersiapkan tuaian. Seperti sewaktu Tuhan berfirman kepada Yeheskiel, “Aku mencari ditengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu dihadapan-Ku, supaya jangan kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.” Saya tidak bisa memberitahukan sudah berapa kali saya memasuki negara yang tertutup untuk Injil selama kurang lebih 60 tahun pelayanan saya ini dan bagaimana saya berdoa dengan sungguh-sungguh untuk hal tersebut berjam-jam, hari demi hari – menghadapi peperangan yang sengit dengan penguasa-penguasa teroterial yang menguasai bangsa itu, tetapi dengan kuasa dan pengurapan dari Tuhan, setiap peperangan bisa dimenangkan dan wilayah-wilayah itu berhasil direbut bagi Kerajaan Allah. Stadion yang biasa kami gunakan itu berisi ratusan ribu orang yang datang mencari kesembuhan, banyak jiwa dimenangkan, yang buta melihat, yang tuli mendengar, penyakit dan ikatan di hancurkan, pernikahan yang hancur dipulihkan, yang dikuasai oleh roh jahat dilepaskan. Tuhanlah yang membuka pintu penginjilan untuk memasuki negara itu. Jadi, bagaimanapun untuk memberitakan Injil kepada suatu negara, kuasa kegelapan yang ada di bangsa itu harus di hancurkan terlebih dahulu. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.

T:  Anda sebelumnya menyebut Nabi Yehezkiel. Apa peranan pelayanan kenabian dalam penginjilan?

Morris Cerullo : Saya menekankan disini bahwa pelayanan kenabian mempersiapkan kita untuk hal-hal yang akan Tuhan kerjakan. Amos 3:7 menulis bahwa, “Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada para hamba-hamba-Nya, para nabi.”

T:  Anda telah menyaksikan masa transisi dari berbagai kebangunan rohani yang terjadi di Tubuh Kristus. Apakah Anda mengalami perubahan cara pandang terhadap kegerakan yang ada saat ini bersama berjalannya waktu?

Morris Cerullo : Ya, pelayanan banyak mengalami perubahan. Namun yang terpenting adalah pelayanan bukanlah sekedar berbagi pengetahuan. Anda harus jatuh cinta dengan pelayanan Anda untuk dapat melayani dengan kasih. Sekolah Alkitab hanyalah tempat dimana Anda belajar pelayanan yang didasari oleh kasih, saat Anda menghidupinya itu yang terpenting. Seringkali banyak pelayanan hanya berjalan berdasarkan sistem yang sudah ada, dan seringkali kehilangan kasih dalam melakukanya. Jadikan kasih dasar segala sesuatu yang Anda lakukan untuk memberitakan Injil. Kasihlah yang menjadi motivasi  saya untuk memberi dan memberi dan terus memberi tanpa memperhitungkan harga yang harus saya bayar. Setiap orang percaya harus diingatkan terus akan kasih di 1 Korintus 13:1-13.

Benar apa yang Dr.Moriss Cerullo katakan, sebab bisa saja kita melayani tanpa beban dan kasih, tapi bisa dipastikan orang yang mengasihi Tuhan tidak mungkin hanya berdiam diri saja, pasti dia digerakkan untuk melayani. Kasihlah yang dinyatakan dalam kehidupan keseharian, adalah kitab yang terbuka dan bisa dibaca oleh setiap orang. Jika Anda berbicara tentang injil, tanpa Anda mengasihi mereka yang mendengar, maka Anda hanya seorang pembual. Karena berita Injil itu sendiri adalah kasih Allah yang begitu besar sehingga Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal bagi manusia. Dan hanya dengan cara menerima kasih Tuhan itu, manusia bisa diselamatkan.

Sumber: The Voice/VM

Ditandai sebagai:

Berkenalan Dengan New Generation Factory

Ditulis dalam Hot News oleh Be example pada Februari 25, 2008

Blantika musik rohani tanah air kembali lagi mendapat angin segar dengan hadirnya band baru yang ingin memberkati bangsa. Perkenalkan, New Generation Factory. Atau sering disebut NGF.

Band yang terbentuk sekitar dua tahun lalu ini memiliki 3 personil, yaitu Abednego Pramudito (Abed) sebagai vokalis dan pemain akustik gitar, Victor Timothy (Vic) sebagai bassist, dan Yosia Christianto (Ochi) sebagai drummer.

NGF yang telah merilis debut album mereka yang berjudul Tribute To The One ini menawarkan warna musik Pop Alternatif pada musik mereka. Bisa disimak dari single lagu seperti Tribute to The One, Amazing Love, ada juga yang ringan seperti di lagu Perhiasan Indah, Rasa Ini, CintaMu, Takkan Pernah Sama. Atau lagu mellow seperti Saat Terindah.

Dari setiap musik yang terdapat di album Tribute to The One tersebut, mereka menceritakan kekaguman mereka akan Tuhan dan bagaimana mereka menyadari semua yang mereka lakukan tidak akan pernah sebanding dengan apa yang Tuhan sudah lakukan untuk mereka. Seperti kisah di balik pembuatan lirik lagu Terpujilah Tuhan yang terinspirasi dengan seorang kakak rohani yang sewaktu masih hidup dan ia harus menjalani proses cuci darah dikarenakan penyakit kanker, tapi kakak rohani tersebut masih bisa berkata “Terpujilah Tuhan” dan berkata “Tuhan itu teramat baik.” Pengucapan syukur oleh kakak rohani tersebut menurut NGF adalah pujian yang terindah, karena ia tidak terpengaruh oleh keadaannya. Dan saat ini, kakak rohani tersebut telah bersama dengan Tuhan. Wah, sebuah lagu yang terbentuk oleh peristiwa mengharukan… Pasti berkesan banget bagi NGF yang menyanyikan lagu ini…

Harapan NGF sendiri dari album debut mereka serta hadirnya NGF di blantika musik rohani memiliki visi serta misi untuk mengagungkan Sang Tuan Agung dengan membawa dampak untuk orang-orang yang mendengar musik mereka, melihat apa yang NGF lakukan (so, tidak sekedar bermusik saja… tetapi pribadi setiap personil NGF itu sendiri), dan biar orang-orang tersebut mengalami pengalaman pribadi dengan Sang Tuan Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

So, guyz… Penasaran dengan musik NGF atau mau tahu lebih banyak tentang NGF ???

Kalian bisa mendengar musik NGF pada Music Preview dan pilih album yang berjudul Tribute to The One untuk streaming musik NGF.

Atau bisa juga dengan visit official website mereka di http://www.ngfband.com

Seperti harapan NGF untuk para pendengar musik NGF, listen to our deeper music… We hope it’ll be bless you…!

 www.jawaban.com

Ditandai sebagai:

Avodah

Ditulis dalam Daily devotional oleh Be example pada Februari 25, 2008

Kolose 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 56; Kisah Para Rasul 28; Imamat 22-23

Tahukah Anda bahwa bekerja dan beribadah berasal dari kata dasar yang sama? Dalam bahasa Ibrani, istilah ‘avodah‘ bisa berarti ‘bekerja‘, tapi juga bisa bermakna ‘ibadah‘. Dengan demikian pada dasarnya tidak ada dikotomi rohani dan sekuler yang dipahami orang selama ini.

Bekerja di kantor umum selalu dipandang sebagai pekerjaan sekuler yang tidak bersangkut paut dengan kerohanian sama sekali. Bekerja di kantor gereja misalnya kemudian dianggap lebih rohani. Apalagi kalau mengambil keputusan untuk melayani penuh waktu (full timer), rasanya pekerjaan inilah yang paling mulia.

Apakah tidak ada kesempatan sedikitpun bagi pekerja sekuler untuk melayani? Jika menilik akar kata ‘avodah‘ tadi, tentu saja kesempatan terbuka lebar. Pelayanan penuh waktu justru terbatas oleh tempat dan ruang gerak.

Masing-masing kita memiliki panggilan yang berbeda-beda. Karena itu, daripada terus membandingkan antara rohani dan sekuler, lebih baik kalau kita menggunakan waktu untuk mengerjakan yang terbaik bagi-Nya. Prinsipnya adalah dimanapun kita menghasilkan pekerjaan terbaik, nama Tuhanlah yang dipermuliakan, dan itu adalah sebuah ibadah juga.

Hasil yang terbaik dalam pekerjaan adalah sebuah ibadah.

Ditandai sebagai: