7 Tips Memikat Pendengar Profesional
Kita semua melakukan presentasi sepanjang waktu. Entah untuk wawancara pekerjaan baru, demonstrasi dengan PowerPoint kepada supervisor Anda dan lain-lain. Presentasi inilah yang dapat melambungkan karir Anda atau sebaliknya. Jangan biarkan kesempatan lewat begitu saja sebelum Anda memaksimalkan peluang Anda untuk sukses. Berikut ini 7 tips untuk keberhasilan Anda berbicara di depan pendengar profesional:
1. Libatkan pendengar Anda lebih awal dan lebih sering
Pendengar selalu ingin terlibat, tidak hanya mendengarkan dan menjadi bosan. Berikan alasan kepada mereka untuk duduk dan mendengarkan presentasi Anda. Anda mempunyai waktu 30 sampai 90 detik untuk menarik perhatian mereka. Buang saja kebiasaan lama memulai dengan sebuah lelucon. Jangan salah arti, menyertakan unsur humor sangat dapat diterima, namun akan sangat berbeda jika Anda memulainya dengan pertanyaan. Ini akan membawa pendengar Anda ke dalam diskusi yang mungkin informal, namun tetap dalam suasana yang mendukung. Teknik lain yang dapat digunakan yaitu dengan bertanya pada satu atau dua pendengar Anda.
2. Berbaurlah
Presentasi terbaik dilakukan oleh orang-orang yang berekspresi lewat bahasa tubuh dan juga penyampaian vokal. Hindari berbicara sambil “bersembunyi” di balik podium atau berdiri terlalu lama di satu tempat. Saat Anda berbicara dalam sebuah kelompok yang beranggotakan sekitar 20 orang atau lebih, berjalanlah di antara mereka sambil berbicara. Berhentilah sejenak beberapa saat sebelum berjalan kembali. Berjalan di tengah pendengar akan menolong mempertahankan perhatian mereka kepada Anda dan menciptakan ikatan istimewa dengan mereka.
3. Kualitas vokal yang prima
Latihlah penyampaian suara Anda. Tidak seorangpun mengharapkan Anda untuk berbicara seperti pembawa berita di televisi, namun latihan akan menolong Anda mempunyai kualitas vokal yang menyenangkan. Tidak perlu pelajaran akting atau olah vokal, latihlah kemampuan dalam 4 area berikut ini untuk presentasi Anda: Variasi nada suara Anda, variasi volume suara Anda, variasi kecepatan berbicara Anda dan belajarlah untuk berhenti berbicara sejenak.
4. Hindari kebiasaan kecil yang mengganggu
Tidak ada yang merusak suasana presentasi lebih cepat daripada kebiasaan kecil yang mengganggu. Kebiasaan ini mungkin saja seperti gerakan memainkan koin-koin di kantong, memainkan pulpen atau kertas, mengetuk-ngetukkan jari di meja dan lain-lain. Sesekali rekam saat Anda melakukan presentasi, ini memudahkan Anda untuk mengetahui dan tidak mengulangi lagi kebiasaan Anda tersebut.
5. Penampilan sangat menunjang
Sebaiknya Anda berpenampilan sebagaimana layaknya seorang pemimpin, karena penampilan adalah hal yang pertama kali dilihat oleh semua orang. Gunakan pakaian yang sesuai dengan budaya industri Anda, namun sedikit lebih baik dari rekan-rekan sekerja Anda yang menjadi pendengar. Perhatikan pakaian yang Anda kenakan, apa yang pakaian Anda katakan tentang Anda? Tampillah sedikit lebih baik dibanding yang lain.
6. Hal-hal yang baru dan segar
Hindari mengulang cerita atau anekdot-anekdot yang sama berkali-kali. Presentasi terbaik adalah presentasi yang mengikutsertakan hal-hal yang terbaru dan topik yang sedang hangat, mungkin sesuatu yang terjadi pada hari atau minggu itu yang dapat memperkuat alasan diadakannya diskusi. Setiap presentasi sebaiknya dimodifikasi sehingga menarik bagi kelompok pendengar yang dituju. Presentasi yang Anda gunakan untuk konsumen minggu lalu mungkin sudah tidak sesuai untuk minggu ini.
Menggunakan hal-hal yang baru juga berarti mengikuti trend atau budaya yang sedang populer. Seorang CEO yang terkenal sebagai pembicara, dikenal luas karena dia dapat menghubungkan semuanya termasuk lagu hip-hop terbaru sampai teori manajemen yang sedang hangat dalam presentasinya. Tentu Anda tidak perlu menyukai Kanye West, namun akan sangat membantu bila Anda mengenal siapa dia.
7. Latihan menghasilkan kesempurnaan
Melatih presentasi Anda sudah pasti akan membuat Anda tampil lebih baik, karena sedikit dari kompetitor Anda yang melakukan hal serupa. Kebanyakan orang hanya memandang sekilas pada catatan kecil atau langsung berjalan menuju podium, namun pembicara yang handal mengambil waktu untuk latihan. Mereka tahu bagaimana mereka akan memulai dan bagaimana mereka mengakhirinya. Mereka tahu kapan harus berjalan ke arah pendengar dan kapan mereka harus berhenti sejenak. Mereka tahu kapan harus mempercepat dan memperlambat, mereka tahu kemana mereka harus mengarahkan pandangan dan kapan saat yang tepat. Latihan akan menolong agar Anda dapat tampil lebih maksimal.
Presentasi? Siapkah Anda?
Dia Membuatku Berjalan Kembali
Norman dilahirkan sebagai anak perempuan cacat secara jasmani. Ketika Norman berumur 20 tahun, tahun 2004, ia didiagnosa dokter menderita sakit rematik akut yang mengakibatkan lumpuh selama dua minggu.
Pada tahun 2005 Norman kembali diserang kelumpuhan selama sebulan. Karena tidak ada perkembangan berobat ke dokter, kali ini ia mencoba berobat ke shinse. “Susunan syaraf Anda kusut dan aliran darahnya tidak lancar akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat medis” demikian penjelasan shinse.
Kelumpuhan pun kembali menyerang Norman di tahun berikutnya selama tujuh bulan lamanya. Sampai akhirnya Norman menonton tayangan Solusi Life. Sejak itu Norman merasakan kasih Tuhan yang menguatkan iman dan menyembuhkan dia. Tim doa dan konseling kami tidak terus berdoa dan melayani Norman. Hingga kini Norman telah sembuh dan bisa kembali berdiri dan berjalan.
“Bagi saya kesaksian yang disajikan Solusi sanagt menginspirasi dan memotivasi dirinya untuk tetap tabah, semangat dan tidak kalah pada keadaan diri saya yang sedang mengalami banyak penderitaan. Selain tayangannya, pelayanan doanyapun banyak jadi berkat bagi saya. Saya jadi punya sahabat doa. Nasihat dan firman Tuhan yang dibagikan serta doa-doanya membuat saya mampu untuk berpikir positif.” ungkap Norman.
Keputusan Singkat Justru Baik Bagi Perokok
Jika Anda benar-benar ingin berhenti merokok, lakukan dengan segera.
Riset yang dilakukan peneliti Inggris menunjukkan bahwa perokok yang memutuskan untuk berhenti merokok dengan segera, tanpa membuat rencana tentang bagaimana caranya dan kapan dimulainya, justru lebih berhasil melakukannya.
Robert West, professor psikologi di University College London mengatakan : “Bertentangan dengan apa yang para ahli percayai sebelumnya tentang gagasan bahwa seseorang perlu merencanakan terlebih dahulu usaha untuk berhenti dari kecanduan merokok, ternyata tidaklah benar”.
West dan koleganya, Taj Sohal menanyai 1900 orang mantan perokok dan mereka yang masih merokok di Inggris tentang usaha mereka untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu. Mereka menemukan bahwa hampir setengah dari semua usaha berhenti ternyata dilakukan secara spontan. Perokok yang mengambil keputusan dan berhenti dengan segera juga meliputi 50-60% yang mencapai keberhasilan untuk berhenti.
West yang melaporkan hasil risetnya di kolom British Medical Journal pada hari Jumat mengatakan bahwa penemuan ini tidak mengimplikasikan bahwa rencana usaha berhenti merokok menjadi sesuatu yang kontra produktif.
Namun hasil penelitian memberi kesan tentang ketetapan dari pikiran dan motivasi perokok adalah penting untuk bagaimana berhasilnya usaha seseorang berhenti merokok.
West mendorong perokok yang tidak mengatur dirinya untuk berhenti untuk tetap terus mencoba. Dia menambahkan : “Jumlah kali Anda mencoba berhenti di masa lalu tidak ada hubungan dengan bagaimana Anda akan berhasil di masa depan. Masih ada kocokan dadu berikutnya.”
Bagi para perokok, apa maksudnya bacaan ini? Ini dia! setelah membaca artikel ini segeralah lakukan usaha untuk berhenti merokok, sesegera mungkin dan tidak perlu persiapan panjang. Semakin cepat Anda melakukannya, Anda akan semakin sukses dibuatnya. Selamat mencoba!
leoerk : 2008-03-25 23:41:21
Gue rindu.. Rindu menantikan saat2 di mana bro/sist khuw di manapun yang merokok menjadi berhenti merokok ^^’
alee : 2008-03-24 16:49:44
yang palink manjurr kalo mau berhenti merokok… Mohon sama Tuhan biar benci banget sama yang namanya rokok…. aku dah nyoba loh.. dan berhasil sekarang aku kalo cium bau rokok benci bgt rasanya….. GOD BLESS
Jangan Anggap Remeh Uang Receh
Kalau saya anggap bahwa sebagian besar dari Anda pada saat ini masih mencicil rumah, maka sangat mungkin sekali bahwa cicilan rumah yang Anda bayar menghabiskan sekitar 30 persen dari penghasilan keluarga Anda. Bila Anda membaca beberapa tulisan saya sebelumnya bahwa Anda sebaiknya menabung sebelum membayar biaya hidup Anda, maka sangat mungkin pula Anda sekarang mulai melakukannya. Apa yang Anda tabung? Mungkin saja untuk pendidikan anak Anda kelak. Apakah mungkin Anda menabung sekitar 15 persen dari penghasilan Anda untuk pendidikan anak Anda kelak? Ya, sangat mungkin sekali. Apa lagi pengeluaran yang mungkin ada? Ah, ya. Sangat mungkin sekali Anda juga membayar premi asuransi. Entah itu asuransi jiwa, kesehatan, atau kerugian (untuk rumah dan mobil Anda). Bisa saja Anda menghabiskan sekitar 20 persen dari penghasilan Anda untuk membayar asuransi-asuransi itu.
Cuma “Uang Receh”?
Sekarang mari kita berhitung. Dengan perkiraan kondisi seperti di atas, maka total pengeluaran Anda kemungkinan akan seperti di bawah ini.
Uang masuk
Penghasilan : 100 persen
Uang keluar
Cicilan Hutang : 30 persen
Tabungan Rutin : 15 persen
Premi Asuransi : 20 persen
Total : 65 persen dari penghasilan
Ini berarti, sebelum Anda sempat belanja kebutuhan hidup sehari-hari, atau sepasang sepatu atau pakaian, atau biaya transportasi sehari-hari, dan sebelum Anda membayar kebutuhan rekreasi, sekitar 65 persen dari penghasilan Anda sudah berkurang. Dengan jumlah sisa penghasilan keluarga yang hanya 35 persen, Anda memutuskan untuk pergi makan ke restoran fast food. Sekali makan menghabiskan sepuluh ribu rupiah. “Ah… enggak ada masalah,” begitu pikir Anda. Toh cuma sepuluh ribu ini.
Setelah mengeluarkan jumlah uang yang cukup besar untuk membayar cicilan rumah, menabung buat anak, dan membayar premi asuransi, apa bedanya keluar uang sepuluh ribu untuk makan di restoran? Toh itu cuma “uang receh” kata Anda.
Bedanya Banyak Sekali
Betul. Kalau Anda keluar uang sepuluh ribu rupiah setiap hari untuk makan di restoran, atau beli cokelat, bahkan beli majalah atau apa pun, maka dalam duapuluh tahun saja Anda akan keluar uang Rp 206 juta! Itu dengan asumsi bahwa setiap tahun harga-harga naik sebesar 10 persen per tahun. Bayangkan, itu adalah jumlah “uang receh” yang Anda keluarkan setiap hari.
Karena itu, saran saya kali ini adalah: jangan meremehkan pengeluaran-pengeluaran kecil yang Anda lakukan setiap hari, sekecil apa pun. Tetap kendalikan pengeluaran dalam keluarga Anda. Kalau Anda mencicil rumah, mobil, atau menabung secara rutin untuk anak Anda setiap bulan, Anda tentunya tidak mengontrol pengeluaran tersebut setiap hari. Tapi untuk pengeluaran-pengeluaran lainnya, maka biasanya Anda lakukan setiap hari. Karena itu, tidak ada salahnya jika pengontrolan terhadap pengeluaran-pengeluaran kecil itu juga dilakukan setiap hari.
Saya tidak menyarankan Anda untuk berhenti makan di restoran. Saya juga tidak menyarankan Anda untuk tidak membeli majalah, beli cokelat atau apa pun. Yang saya sarankan untuk Anda adalah agar Anda mengendalikan pengeluaran-pengeluaran kecil Anda. Karena bila Anda tidak mengendalikannya, maka Anda sendirilah yang akan rugi karena Anda akan mengeluarkan uang terlalu banyak untuk hal-hal yang belum tentu penting.
Nah, setiap kali Anda datang ke supermarket, restoran, toko baju, atau apa pun itu, tanyakan kepada diri Anda pertanyaan sebagai berikut: apakah pengeluaran yang saya lakukan ini akan membantu saya mencapai tujuan-tujuan keuangan saya?
Keselamatan yang ku dapat!
Tanggal 2 Maret 2008 Ibu Erni menghubungi Solusi dan menceritakan tentang keadaan papanya, Pak Edy. Pak Edy sedang sakit di bagian punggungnya dan sakit diabetes. Untuk sakit punggungnya dokter tidak bisa menemukan apa penyebab sakit penyakitnya tersebut. Yang lebih mengherankan dan menakutkan Ibu Erni dan mamanya, Ibu Eng ialah setiap malam Pak Edy sering mengigau dan menjadi seperti almarhum ayahnya Pak Edy. Pak Edy dan Ibu Eng memang masih belum menjadi ‘orang percaya’, namun karena anak-anaknya dan karena tayangan Solusi Pak Edy dan isteri membuka hati untuk dikunjungi Tim Solusi.
Sukacita mereka terlihat dari sikap mereka yang terbuka saat diberitakan Injil oleh Tim Solusi. Dengan segenap hati mereka mau dilayani dan dibimbing untuk terima Tuhan Yesus menjadi Satu-Satunya Tuhan dan Penyelamat bagi hidup mereka:
“Kalau kami tidak mau terbuka pada Tuhan Yesus dan ajaranNya, tidak mungkin kami mau membuka pintu rumah kami bagi Tim Solusi. Kami sangat terbuka pada Tuhan Yesus.” tutur Pak Edy.
Sukacita mereka semakin bertambah setelah Tim Solusi membimbing Pak Edy dilayani pelepasan. Mereka juga mau dengar-dengaran saat Tim Solusi menasihati untuk mencopot tulisan – tulisan dan gambar-gambar dewa yang ada dirumahnya. Tidak hanya sampai disitu saja, Pak Edy sekeluarga menyatakan juga ingin beribadah di gereja.
“Terima kasih kepada Solusi; Selain sudah memberkati mereka lewat tayangan di TV dan juga atas kedatangannya yang telah membimbing dan mendoakan kami sekelurga.” tutur Ibu Erni.
Penyakitku Menyelamatkanku!
Mulai tahun 2007 bulan November Bapak Fredy tidak bisa berjalan karena kakinya membengkak akibat sakit diabetes. Keadaannya semakin parah karena ia mengalami musibah “mal praktek’ di salah satu rumah sakit di daerah Jakarta saat ia berusaha untuk menyembuhkan kakinya yang bengkak.
Waktu-waktu yang ia jalani terasa menjenuhkan dan sangat membuatnya tertekan. Beberapa kali terfikir dalam hatinya untuk mengakhiri hidupnya.
Satu kali ia melihat tayangan Solusi tentang kesaksian Johny Winata dan ia merasa diberkati dan dikuatkan bahkan kembali disadarkan dan diingatkan bagaimana hidupnya sudah sangat jauh dari Tuhan Yesus. Ada secercah terang yang membuatnya memiliki harapan untuk bangkit dari keterpurukannya. Apalagi ia pernah didatangi Tuhan Yesus dalam mimpinya.
“Saya sadar dan menyesal dengan segala perbuatan saya yang sudah sangat jauh menyimpang dari Injil Tuhan Yesus. Karena itu saya pun segera menghubungi Layanan Solusi pada tanggal 4 Febuari 2008 hingga tanggal 3 Maret 2008. Saya sangat berharap kedatangan Tim Solusi untuk melayani dan mendoakan saya, karena saya sering ketakutan dengan apa yang pernah saya lakukan selama ini. Ketakutan tersebut terus mendatangi saya setiap malam. Dan Saya sangat senang karena akhirnya Tim Solusi datang juga pada tanggal 6 Maret 2008.”
Kepada Tim Solusi Pak Fredy menceritakan semua kesalahan yang pernah ia perbuat dan menyatakan kerinduannya untuk menjadi seorang Kristen yang berkenan di hati TUHAN. Ia juga sangat berharap memperoleh kesembuhan untuk kedua kakinya.
Kepada Tim Solusi, Pak Fredy mengakui semua dosa-dosanya dan ia mulai menceritakan
kepada Tim Solusi bahwa sejak lahir ia adalah seorang Kristen Protestan namun karena merasa ada kemampuan meramal dan menentukan nasib orang, Pak Fredy pun mulai mempelajari dan memperdalam suatu aliran kepercayaan. Dari sejak itu ia mengalami kelimpahan uang karena ketekunannya menimba ilmu sebagai seorang paranormal. Ia mengakui bahwa ia pernah ziarah di Gunung Kawi, ziarah ke kuburan di Cirebon, dan Semarang. Ia juga mepasang susuk di kepala dan meminum air kramat. Namun demikian semua uang kelimpahan dari profesi dan kemampuannya sebagai paranormal ia hambur-hamburkan dengan berjudi baik di Macau, Las Vegas dan di tempat-tempat perjudian di Jakarta. Yang membuat ia benar-benar malu, menyesal dan takut pada TUHAN adalah selama ia belum menjadi ‘orang percaya’ ia sering menghina Tuhan Yesus dan menyangkali Kellahan dan Ketuhanan Yesus Kristus. Bahkan sambil mengejek ia berusaha mempengaruhi banyak orang bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan bukan Allah.
Kini Pak Fredy mengucap syukur karena ia telah mendapat bimbingan tentang Jalan TUHAN dan mendapat kabar suka cita serta kata-kata yang menguatkan hatinya. Pak Fredy dan isteri senang karena Tim Solusi datang mendoakan dan melayani pelepasan serta bimbingan untuk pertobatan hidup mereka. Mereka bersuka cita karena kini mereka sudah ada di dalam Tuhan Yesus. Karena penuh dengan sukacita Pak Fredy dan isteri juga mengajak anaknya untuk didoakan dan dibimbing terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat atas hidup mereka.
Kesaksian diatas hanya salah satu jiwa yang kami layani dan mengalami mujizat pemulihan. Masih banyak jiwa-jiwa yang memerlukan kabar baik. Mereka butuh untuk mendengar kasih Tuhan dan mengalami mujizat terjadi dalam hidup mereka. Kami tahu kita tidak bisa sendiri, kami butuh dukungan dari Anda. Dukung pelayanan kami dengan menjadi Mitra CBN. Ajak kerabatmu yang lain untuk mendukung pelayanan kami. Karena jutaan jiwa memerlukan kasih Tuhan dan mereka sedang menunggu kasih Tuhan merubah hidup mereka.
http://www.jawaban.com/news/mitra/detail.php?id_news=080318145658
10 Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak!
Sayangi otak Anda, dan ada baiknya kalau Anda kembali menelaah kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda anggap remeh namun berdampak negatif pada otak Anda.
1. Tidak Mau Sarapan
Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan
berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!
2. Kebanyakan Makan.
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.
3. Merokok
Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).
4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.
5. Polusi Udara
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.
6. Kurang Tidur
Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.
7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.
8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak.
Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.
9. Kurangnya Stimulasi Otak
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.
10. Jarang Bicara
Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.
Film Passion Membakar Gairah

“Saya meninggalkan (film The Passion) dengan kesan yang mendalam tentang sakit yang amat sangat yang Yesus alami, khususnya perasaan sedih yang saya alami karena saya percaya dia mengalami hal itu untuk saya.”
Badai kontroversi seputar film Mel Gibson tentang kematian Yesus telah menyentuh banyak aspek. Apakah film ini anti Semit atau anti Yahudi? Apakah terlalu penuh kekerasan untuk anak-anak? Maukah Mel Gibson membuat Yesus menikah?.
Wakil dari Liga Yahudi Anti Fitnah dan lembaga Simon Wiesenthal Center mengkuatirkan adanya perasaan dan bahkan tindak kekerasan dari hasil provokasi anti Semit. Persiapan tayang film ini sendiri sebenarnya telah mengundang sambutan hangat dari pemimpin termasuk dari pihak Vatican dan Billy Graham. Sedang sisanya merasa skeptis.
Kebanyakan pusat kontroversi adalah pada dua pertanyaan seputar film dan sejarah yang dilukiskan film ini : Apakah orang Yahudi benar-benar bertanggung jawab atas kematian Yesus?. Dan jika benar, apakah semua orang Yahudi dengan cara itu bisa disebut “pembunuh Yesus?”. Kelakuan buruk dari gerakan Anti Semit telah menodai dan membuat ketakutan yang tidak bisa dipahami ini menjadi amat beralasan.
Dibesarkan sebagai keturunan Yahudi di Miami, saya punya banyak teman Yahudi. Populasi Yahudi di Miami melebihi banyak kota di Israel. Teman sekelas saya semua berbicara tentang sekolah Ibrani Yahudi, sinagoge dan perayaan bar mitzvahs. Di sekolah kami menyanyikan lagu Hanukah dan juga lagu-lagu Natal Kristen. Tapi orang tua saya mengajarkan dan meneladani untuk memberi hormat dan toleransi. Gerakan Anti Semit bisa membuat darah saya mendidih.
Setelah menemukan iman sebagai seorang Kristen sewaktu menjadi mahasiswa universitas, saya menggali tentang anti Semit dalam kitab yang berhubungan dengan kematian Yesus. Yesus adalah seorang Yahudi, demikian juga dengan pengikutnya. Orang Yahudi yang menentang ajaranNya membuat barisan lain menentang orang Yahudi yang mendukung Yesus. Ini adalah sangat esensial sebagai konflik Yahudi dengan Yahudi. Satu faksi menekan Pilatus, seorang pemerintah Roma untuk mengeksekusi Yesus.
Pemimpin Yahudi tidak secara fisik menggantung Yesus di kayu salib, eksekutor Roma-lah yang melakukannya. Namun beberapa orang Yahudi menjadi bagian dari orang-orang yang bercampur baur itu.
Haruskah semua orang Yahudi dianggap atau disikapi bersalah atas eksekusi Yesus? Tentu saja tidak. Tidak juga semua orang Jerman dianggap bersalah untuk peristiwa pemusnahan massal atau Holocaust Nazi, tidak semua orang Kristen dianggap rasis atau Anti Semit, pedopilia, korupsi atau semua tindakan yang menyakitkan hati dianggap sebagai keKristenan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk setiap keputusan yang kita ambil.
Namun ada sisi lainnya berkaitan dengan pertanyaan bersalah. Setelah saya berbicara di Universitas Miami dalam kelas antropologi, seorang mahasiswa menanyakan pada saya, apakah orang Yahudi bertanggung jawab atas kematian Yesus. Saya menjawab “Tentu saja Ya. Orang Yahudi bertanggung jawab untuk kematian Yesus. Demikian juga orang Kristen, Budha, Muslim, Hindu, atheis dan paham agnostik.”
Yesus mengatakan Dia datang untuk menolong mengembalikan manusia pada Allah, “untuk memberikan hidupnya sebagai tebusan bagi banyak orang”. Yesus percaya kematianNya akan membayar harga yang dibutuhkan untuk menyediakan penebusan untuk semua orang yang bersedia menerima diriNya, menjadi mempelai yang terikat hingga pada kekekalan.
Berdasarkan pada perspektif ini, kami – kita semua – dan semua kecacatan yang kita miliki menjadi alasan untuk Yesus pergi ke kayu salib. Apakah kita bersalah secara fisik atas penyaliban Yesus? Tentu tidak. Namun apakah karena kita Dia menderita? Dengan alasan ini, jawabannya adalah “ya”.
Demikian juga dengan film Mel Gibson. Tentunya kami membawa cara pandang kami pada tayangan ini. Saya mendapat kesan kuat dengan semua sakit mengerikan yang Yesus alami, khususnya yang membuat saya pedih adalah karena saya percaya Dia mengalami semua itu untuk saya.
Rembrant, pelukis terkenal Jerman melukis satu lukisan yang amat mengesankan tentang penyaliban. Dalam lukisan itu, beberapa orang menolong untuk meraih salib dimana Yesus tergantung dengan paku. Satu tekanan ringan dalam lukisan itu adalah satu wajah diantara orang yang mencoba meraih salib. Wajah itu adalah wajah Rembrant, gambaran diri pelukis itu sendiri. Pelukis ini percaya dirinya menjadi bagian alasan kematian Yesus.
Gibson mengatakan pada Associated Press : “Saya menemui point sulit dalam hidup dan perenungan saya tentang penderitaan Yesus, atas kasih pengorbananNya, mampukan saya melalui hal itu”. Film dan kisah The Passion Of The Christ adalah pantas dan layak untuk didiskusikan diantara teman-teman anda, apapun imannya, bahkan diantara mereka yang tidak beragama.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:5)
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Rasul 4:12)
Situs Porno?! Oh Yeah….

Pemerintah rupanya sudah mulai melakukan upaya serius dalam menangani perusakan moral bangsa, terutama melalui situs-situs porno yang ada. Pemerintah RI mengeluarkan rencana untuk melakukan pemblokiran pada situs-situs porno itu. Wakil Presiden Yusuf Kalla pun menyatakan bahwa hal ini akan dimulai April 2008.
Dalam wawancara dengan wartawan PersdaNetwork, Menteri Komunikasi dan Informasi, Muhammad Nuh memberi tahu bahwa pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi pada akhir Maret 2008 ini. Strategi yang akan digunakan pihak Menkominfo yaitu dengan menyiapkan tiga layer untuk pemblokiran.
Metode Pemblokiran tiga layer ini dimulai dengan pendekatan perorangan. Pada level ini dengan cara menumbuhkan kesadaran masyarakat. Software untuk pemblokiran dapat di akses secara gratis di website Depkominfo, dan juga akan dibagikan secara langsung kepada masyarakat. Pada tahap ini disebut bottom level atau grass root layer.
Yang kedua adalah medium layer. Depkominfo akan melakukan kerjasama dengan jaringan yang ada seperti kampus, sekolah dan kantor-kantor serta departemen. Pemblokiran akan dilakukan melalui sistem admin dari institusi tersebut.
Sedangkan pada layer ketiga, pemerintah akan berkerjasama dengan para penyedia profider internet atau biasa dikenal ISP (Internet Service Provider). Jadi nantinya pada ISP sendiri langsung dipasang filter bernama IIX (Indonesia Information Exchange). Dengan cara pemasangan filter melalui tiga layer tersebut, diharapkan dapat meminimalisasi seseorang dapat mengakses hal-hal yang tidak benar, demikian ungkap Menkominfo.
Diharapkan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dapat segera di luncurkan. Jadi nantinya jika ada pelanggaran dalam memanfaatkan tehnologi informasi dapat ditindak dengan tegas. Sanksi hukum terhadap pelaku nantinya tidak akan jauh beda seperti halnya mereka yang melakukan pelanggaran pidana, termasuk didalamnya seperti menyebarkan informasi yang tidak menyenangkan.
Selanjutnya nanti akan dibentuk tim wach content yang akan memperhatikan secara serius isi dari website yang ada di Indonesia. Jadi jika ada pengguna yang nakal dengan isi situsnya, sepertinya harus bersiap-siap menghadapi blokiran dari pemerintah langsung. Semoga hal ini berdampak baik bagi masa depan bangsa Indonesia. Jadi situs yang benar-benar negatife saja yang ditindak, tetapi diharapkan tidak membatasi ekpresi bebas dari pengguna internet apalagi melakukan pembatasan ekspresi.
The Messiah, Yesus Tidak Pernah Disalibkan
Sebuah film Yesus yang dituturkan dari cara pandang Islam baru saja diluncurkan di Iran. Hal ini menyebabkan berbagai reaksi dari komunitas Kristen, karena di film tersebut Yesus tidak mati disalibkan tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot. Judul film ini “The Messiah” – ditulis, di produksi dan disutradarai oleh seorang pembuat film dari Iran bernama Nader Talebzadeh. Film ini di buat di Iran dan Yesus pun dimainkan oleh seorang aktor Iran. Film ini dibuat berdasarkan apa yang Alquran tuliskan tentang Yesus dan berdasarkan Injil Barnabas – sebuah kitab yang tidak termasuk dalam kanonisasi Alkitab. (Untuk tahu ttg injil barnabas, silahkan ketika kata kunci “injil barnabas” di search blog ini)
Film ini menyajikan dua penutupan film – dari sudut muslim dan Kristen tentang Yesus dan salib-Nya. Film ini memenangkan penghargaan dari Roma, Rome’s Religion Today Film Festifal sebagai nominasi dialog antar umat beragama.
Dr. Emir Caner, seorang dekan dari Southwestern Baptist Theological Seminary merekomendasikan untuk orang Kristen menonton film ini, dan menanyakan beberapa hal berikut ini:
-
Kapan Yesus digantikan, menurut yang tertulis di Alquran?
-
Kenapa ibu dan para murid Yesus tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?
-
Apa tujuan ‘Allah’ membutakan semua kerumununan termasuk murid-murid Yesus dan Maria ibu Yesus, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yesus lah yang sedang disalibkan?
-
Caner, yang juga seorang professor bidang sejarah, mengatakan bahwa dia percaya pada akhirnya dengan cara kita menonton sambil bertanya berdasarkan sudut pandang itu, kita bisa menerima film ini.
“Mungkin Orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan pada saat ini.” Demikian Caner menuliskan pernyataannya.
Hampir secara keseluruhan “The Messiah,” penampilan Yesus dalam film ini mirip dengan versi Yesus yang dibuat oleh dunia barat. Rambut pirang dan melakukan mukjizat. Hanya yang berbeda adalah bagaimana Yudas tiba-tiba secara ajaib berubah menyerupai Yesus dan menggantikan Yesus disalibkan.
“Dia (Yesus-red) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalibkan menggantikan Dia,”Talebzadeh menyatakan kepada CNN.
Film fenomenal yang melibatkan hampir lebih dari 1000 orang ini merupakan sebuah film terbesar yang pernah dibuat di Iran. Film ini telah dirilis di Iran saat ini, dan segera akan dapat disaksikan di Internet melalui CNN.
fifi : 2008-03-26 11:50:40
Kalo setelah nonton itu (atau membaca hal-hal yang kontroversial) seseorang jadi mempertanyakan kebenaran yang sesungguhnya, justru bagus… coz itu justru jadi kesempatan buat dia jadi menggali dan mencari kebenaran. Yesus kan bilang, “berbahagialah mereka yang haus dan lapar akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”. Aku pernah punya temen yang dari awalnya kristen trus jadi atheis ‘n skeptis untuk beberapa lama… tapi setelah itu dia jadi lebih percaya lagi ama Yesus dan kebenaranNya coz dia ga bisa menyangkali kebenaran FirmanNya… Kayak yang udah Yesus bilang, jangan kita jadi suam-suam kuku, kalo panas, panas sekalian. Kalo dingin, dingin sekalian… Daripada percaya cuman karena keluarga atau orang-orang dekat kita juga percaya hal yang sama, bukannya lebih mantep lagi kalo kita percaya karena kita sendiri yang mengalami kebenaran itu?
| vjay : 2008-03-26 11:34:25 Dear Faithaholic, saya rasa jika Anda mencerna dengan baik artikel di atas, hal itu bukan untuk membuat orang percaya tersandung. Ini adalah sarana pembelajaran bagi kita orang nasrani. Coba mempelajari sudut pandang saudara kita para muslim, bukanlah sesuatu yang salah bukan. Klo kita tidak membuka informasi ini, dan menemukan info ini bahkan dari pihak seberang sana, bukankah lebih berbahaya. Kita malah akan terkaget2, jika tiba2 film ini muncul di Indonesia tanpa tahu apa isinya. Nah dari sini, kita umat nasrani belajar menjadi Smart, dan tidak picik. Saya harap hal ini bisa membuka pemikiran kita semua. |
| Lestari99 : 2008-03-26 11:33:00 Aq justru bersyukur jawaban.com menayangkan artikel ini….jadi qt lebih bisa mempersiapkan diri menghadapi gejolak apapun yang ada di luar.Memperkuat iman kepada Yesus sebagai satu2nya Tuhan. Dan aq percaya melalui semua hal ini, akan lahir iman2 yg kuat dan teruji bukan sekedar iman tanpa dasar yg jelas. Bless u all guys… |
| Tammy : 2008-03-26 11:27:30 @Faithaholic, Wah kalo gw malah gak setuju tuhhhh… Tinggal di dunia tuh, ada hitam ada putih… Ada terang ada gelap… Buat gw sbg anak Terang (halah), gak masalah untuk mengenal kegelapan itu seperti apa… Gak masalah untuk mengenal seperti apa di luar kekristenan itu… Kalo takut ke-ombang-ambing… Ya gak usah konsumsi produk kegelapan… Tho, kedewasaan iman kita juga kok yang menentukan respon kita dengan hal seperti ini… BTW, ttg film ini… Gw sih lebih percaya Alkitab yg merupakan bukti sejarah dari masa2 kehidupan Yesus Kristus… daripada apa yang dikatakan dan dianggap sebagai ‘bukti sejarah’ 600 tahun lebih (!) setelah masa Yesus Kristus… alias Al’Quran…. hehehe…. PEACE |
Shando : 2008-03-26 09:45:30
Saatnya menentukan kekuatan Iman kita…apakah akan goyah terhadap godaan dan pencobaan yang datang bertubi2 untuk kita kembali mempertanyakan akan kebenaran YESUS KRISTUS, ataukah kita akan tetap yakin dan percaya kepada YESUS KRISTUS yang mati di kayu salib demi penebusan dosa2 kita, bangkit dan duduk disisi kanan ALLAH BAPA DI SURGA??? semua kembali kepada masing2 Iman anda semua… TUHAN Memberkati Kita Semua dan semoga kita semua dapat memiliki Iman yang Kuat dan Besar,sebesar biji sesawi,agar gunungpun dapat kita pindahkan…Amin























leave a comment