Be spiritual doctor
Aku dapat ini dari dosenku, dokter spesialis bedah. Dia mengatakan bahwa dokter bukanlah penyembuh. Tapi kita cuma alat. Penyembuh yang sejati adalah Tuhan. Ya, ini sesuai dengan kotbah yang disampaikan oleh Pdt. Rudi sirait pada Ibadah Malang City Blessing (MCB) di GBI diaspora malang, hari rabu kemarin (19/03/08). Dia mengatakan, ada penelitian di amerika yang bertujuan untuk membandingkan antara dokter yg menggunakan spiritual dan yang tidak. Hasilnya, bahwa dokter yang menggunakan spiritual lebih banyak menyembuhkan pasien. Seperti apa dokter spiritual itu ? Sebelum proses terapi dimulai, dokter membimbing pasien dan mengatakan “kami bukan penyembuh. Saya bawa anda kepada sang penyembuh kita yang sejati. Mohonlah kesembuhan kepadaNya”. Lalu dokter membimbing pasien untuk berdoa. Dokter hanya sebagai alat yang membantu; sbg mediator.
Dokter dianjurkan untuk tidak memberikan “janji kesembuhan”. Kesembuhan terjadi oleh karna kerjasama dokter dan pasien dalam proses terapi. Dan kesembuhan yang sejati berasal dari Tuhan.
(by valen)
Hidup ini anugerah
Refleksi paskah 2008
Tuhan Yesus ketika Dia mau disalibkan, Dia ingin untuk menghindari hal ini. Tapi Dia berkata “Tidak. Sebab untuk inilah Aku datang”. Tuhan punya komitmen total bahwa hidupNya karna rencana Bapa. Seperti yg Tuhan Yesus katakan “makananKu adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikannya” (Yoh 4:34).
Yohanes 12:20-28
20. Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.”
22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.
23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
27. Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”
Kami punya motto dalam pelayanan kami “Setiap kesempatan kami dalam melayani Engkau adalah Anugerah”. Ya, cuma oleh karna anugerahNya yang memampukan kita untuk melakukan bagian kita. Kita kerjakan apa yg menjadi bagian kita. Bagian Tuhan biarlah itu menjadi bagianNya. Mari bekerja bagi kerajaanNya. Setiap benih yang kita tabur di ladangNya pasti akan kita tuai. Harga yang kita bayar selama pelayanan di bumi ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita dapat kelak di kekekalan. Berapapun harga yang harus kita bayarkan, semuanya demi kemuliaan Tuhan dan kerajaanNya. Amen.
Saya tertarik dengan motto pelayanan dua orang teman kami. Dia bilang “setiap kali melayani, anggaplah itu pengalaman pertama”. Pengalaman pertama ? ya, seringkali kita menganggap diri kita “mampu” dalam satu bidang pelayanan. Yang tanpa dirasa kita telah menjadi sombong. Sombong rohani. yang membuat hidup kita kosong alias hampa. Kita cuma alat low. Hidup kita sendiri aja bukan kita yg buat kan?!
Tuhan Yesus telah memberi teladan pada kita untuk KOMITMEN SAMPAI AKHIR. Bukan setengah2, tapi TOTAL. Tangannya merentang itu tanda TOTALITAS.Dia tahu bahwa Dia akan disalib. Tapi memang untuk itu Dia datang. Darah dan dagingNya menjadi korban penebusan dosa kita semua. Pikul salib kita sampai akhir. Tangannya merentang tanda TOTALITAS. Memenuhi apa yang Tuhan mau. Mari saat menyembah kita juga memberi penyembahan yg total. Bukan hanya melalui pujian, tapi terlebih melalui hidup kita yg menyenangkan Tuhan. Saya dapat ini saat penyembahan di gereja tadi. Saya malu ketika mau mengangkat tangan. Saya malu jangan-jangan ada orang yang melihat. Tapi dalam hati saya ada kata-kata “hidup kita Tuhan yang beri”. Dan satu lagi “Hidup kita adalah persembahan”. Kalau kita tahu bahwa tubuh kita itu bukan punya kita tapi punya Tuhan maka kita akan memberikan penyembahan yang maksimal dengan antusias. Thx GOD for anythings. ![]()
Biarlah hidup kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Itulah persembahan kita yang sejati. Mari melayani Tuhan di ladangNya sesuai dengan talenta yang Tuhan beri. Dan kapasitas yang baru akan Tuhan tambahkan dalam kita melayani Dia.
Roma 12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Harta kita yang sejati bukanlah harta duniawi. Harta duniawi adalah fana. Tapi harta kita adalah Tuhan Yesus. Kita punya Tuhan yang luar biasa. Itulah harta kita. Memiliki Yesus = memiliki segalanya. Daud dalam mazmurnya berkata “Hanya Kau milikku di sorga”.
Mazmur
73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
73:27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.
73:28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.
Matius
6:19. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Yesus adalah hidup kita. Kita ada karna Dia.
Semoga refleksi ini bisa menjadi berkat bagi temen2 semua. GBU
“Tuhan, aku berdoa biar kehendakMu yang jadi dalam hidupku. Pakai aku sebagai alatMu, bagi kemuliaan & kebesaran kerajaanMu. Amen”
Begitu besar kasihMu padaku
Hingga Kau pilih jalan salibMu
PengorbananMu selamatkan hidupku
Terima kasih untuk salibMu
Oleh karna salib Tuhan kita diselamatkan untuk memperoleh hidup yang kekal bersama Tuhan di keabadian. Dialah tempat perhentian kita yang sejati. (valen)
(Nantikan artikel kami berikutnya. Kami akan membahas pengajaran tentang keselamatan di next posting).






















