Be an Example! Be a witness in everywhere

Second Coming -2

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008

Pengertian tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah suatu peristiwa kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dunia bersama-sama dengan orang-orang kudusNya

Pengertian kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali

Pengertian tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah suatu peristiwa kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dunia bersama-sama dengan orang-orang kudusNya. Ini terjadi secara kilat untuk mengakhiri 7 tahun masa antikristus (Mat 24:29-31; 25:31-46; Why 19:11-21; Zak 14:4; Jud 14-15). Ada dua macam bentuk kedatangan Tuhan Yesus Kristus yaitu:

1. Pengangkatan:

Pengangkatan ini terjadi tanpa tanda-tanda istimewa pada saat terjadi perjanjian antara Presiden Eropa bersatu dengan bangsa Israel. Gerakan antikris saat pengangkatan mulai menampakkan diri secara jelas. Anak-anak Tuhan yang setia dan layak bagi Tuhan, diangkat diawan-awan ( 1 Tes 4:16-18; Wahyu 11:1-14) agar tidak tidak mengalami penderitaan yang sangat dasyat. Proses penyingkiran ini sperti sama dengan kasus:

1. Lot dan keluarganya disingkirkan, diamankan maka murka Allah turun atas Sodom dan Gomora.
2. Nuh dan keluarganya disertai sepasang-sepasang hewan disingkirkan, diamankan masuk kedalam bahtera, segera sesudah itu murka Allah turun keats dunia melalui air bah.
3. Untuk menjemput orang-orang salehNya diawan-awan permai Kedatangan Kristus yang kedua kali

Kedatangan Tuhan yang kedua

Tuhan Yesus datang dengan orang-orang salehNya diiringi para malaikatnya dari angkasa (Wahyu 19:11-16) ini, orang sering kali menyebutnya dengan kiamat. Hari ini juga disebut dengan “Dies Irae dies illa/solvit saeculum in favila” yaitu murka yang menghancurkan dunia didalam sekejap mata- demikian dinyanyikan oleh leluhur kita.
Berbagai peristiwa yang akan terjadi pada kedatangan Tuhan yang kedua kali:

a. Kosmos/alam semesta dilanda oleh nyala api: Bumi, bintang-kosmos hangus lenyap.

- “Bumi remuk redam, hancur luluh, bergoncang-goncang” Yes 24:19
- “Langit dan bumi digoncangkan” Hag 2:22-23; Ibrani 12:26-28
- “Bumi memburuk seperti seperti pakaian yang sudah usang” Maz 102:26-27; Yes 51:6
- “Segera tentara langit (bintang-bintang) akan hancur” Yes 34:4
- “langit akan digulung seperti gulungan kitab” Yes 34:4
- “Dan semua orang fasik seperti jerami dalam perapian dengan tidak ditinggalkannya akar dan cabang” Mal 4:1
- “Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dasyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api dan bumi beserta segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” 2 Pet 3:13

b. Hukuman terakhir

Wahyu 20:11-12, Yang dihakimi dihadapan arasy putih besar ialah “segala yang mati” yang pernah hidup dibumi ini. Mereka diadili menurut perbuatannya masing-masing dan menurut kitab kehidupan semua orang mati akan diadili terkecuali mereka yang sudah mendapat bagian dalam kebangkitan pertama (yaitu milik gereja bersama orang-orang kudus jaman PL dan yang dilepaskan dari dalam masa kesengsaraan besar). Alkitab mengajar adanya kebangkitan tubuh orang-orang yang mendapat hidup kekal sebaliknya juga ada yang dibangkitkan untuk mendapat hukuman yang kekal (Kis Ras 24:15;Yoh 5:29;Dan 12:2). Perbedaan diantara kebangkitan ini akan sangat mengejutkan. Yang satu memperoleh tubuh terang, karena tubuh itu sudah sebelumnya menyerahkan tubuhnya sebagai alat kebenaran. Yang lain memperoleh tubuh kegelapan, karena tubuh tersebut sebelumnya menjadi alat kejahatan. Bait Roh Kudus yang satu – bait iblis yang lain: hari kebangkitan akan menyatakannya.

Kedatangan Tuhan yang kedua ini merupakan jawaban terakhir dari pemberontakan manusia, pernyataan murka Allah yang paling akhir ini akan Menginjakkan kakiNya di bukit Zaitun (Zak14:4). Untuk mengakhiri jaman bangsa-bangsa (Luk 21:24) akan terjadi pada akhir kesusahan besar. Akhir dari dunia ini berarti akhir dari jaman ini, bukan akhir kemanusiaan dari planet bumi ini. Kata Yunani untuk dunia disini adalah “aion” (Mat 24:3), Yaitu suatu jangka waktu apakah panjang atau pendeknya, jangka waktu ini berhubungan dengan jaman dimana kita sekarang kita hidup dan jaman dimana Israel menolak Injil dan Juru selamat mereka. Jaman ini akan berakhir pada saat kedatangan Tuhan Tuhan Yesus yang kedua kali sesudah masa aniaya yang akan datang. Pada saat itu kerajaan yang sesungguhnya akan datang ( Kis 1:6,7; Why 11:15; 19:11-21; 20:4-6).

Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali telah dinubuatkan oleh Nabi-Nabi dalam kitab :

I. Perjanjian lama

1. Yakub (Kej 49:10)
2. Bileam (Bil 24:17-19)
3. Daud (Mz 22:26-31; 72:1-17; 110:1-7)
4. Yesaya ( Yes 59:20; Yes 9:6-7; 40:9-11; 66:15-21)
5. Yermia (Yer 3:14-25; 23:5-6; 25:3—33; 30:3-24)
6. Daniel (Dan 2:44-45; 13:14-9-14,18,22,27)
7. Joel (Joel 2:1-11; 13:14-17, 2021)
8. Mikha (Mikha 4:1-7; Yes 2:2-4)
9. Zakaria (Zak 8:3-8; 20-23; 12:1-3:9; 14:1-21)

II. Dalam Perjanjian baru

1. Yesus (mat 16:27; 13:39-43; 49-50; 24:29-31; 25:31-46; Luk 9:26)
2. Petrus (Kis 3:20-21; 15:13-18)
3. Paulus (Roma 11:25-27; 2 Tes 1:7-10; 2:2:8; 1Tes 4:16; Titus 2;13; Ibr 9:28)
4. Yohanes (Why 1:7; 19:11-21)

III. Oleh Malaikat (Luk 1:32-33; Kis 1:11)

Secara global tujuan Kedatangan Tuhan Yesus yang Kedua dapat diungkapkan sbb:

1. Mengadili bangsa-bangsa (Mat 25:31-46; Dan 7:9-14)
2. Menghadirkan penyembahan yang benar (Maz 72:11; Zak 14:16-21; 2 Tes 1:10)
2. Membawa keselamatan (Yes 49:6; Roma 11:25-29)
3. Menghancurkan musuhNya (Jud 14-15; 2 Tes 2:7-8; Why 19:11-21; Yoel 2-3; Zak 14)
4. Membangun kembali tahta dan kerajaan Daud ( Yers 9:6-7; Yer 37:7-11; Yeh 36:1-37: 26; Hos 3:5; Luk 1:32-33; Kis 15:13-18)
5. Memerintah atas segala bangsa di dunia ( Dan 2:44-45; 7:9-14; Why 11:15; 1911-21)
6. Mengumpulkan semua sisa-sisa Israel ( Yes 11:11-12; Kerj 49:10; Mat 24:31)
7. Menyatakan kemuliaan Allah di bumi ( Yes 4; 40:5; Mat 16:27; 25:31)
8. Memberikan Damai dan kekayaan bagi segala bangsa ( Yes 2:2-4; Mikha 4:1-7)
9. Menghapuskan bumi dari segala kutuk ( Yes 35; 65:20-25; Mikha 4; 1 Kor 125:24-28; Why 21:1-7; 22:3)
10. Mengangkat orang-orang kudusNya sebagai imam dan Raja (Mat 19:28; Why 2:26-27;5:10; 20:4-6; Dan 7:18,22,27; 1 Kor 6)

Secara Fisik kedatangan Tuhan ini akan sangat berharga bagi Israel karena Israel sedang berada dalam tekanan yang berat dari akibat perjanjian dengan Antikris. Seperti kedatangan Tuhan yang pertama dimana Israel menantikan Messias sebagai seorang pribadi yang turun dari Surga/langit dan membebaskan Israel dari penindasan Romawi. Demikian juga Israel menantikan Messias yang turun dari langit untuk membebaskan dari tekanan dari Eropa bersatu dan orang-orang Arab yang mulai mengepung Israel. Dan saat ini Yesus akan datang bukan menjadi bayi lagi tetapi sungguh-sungguh dari langit dengan bala tentaranya yang membebaskan Israel, sehingga Israel akan mengagumi Mesias yang dinantikan tersebut. Setelah mereka mengetahui Yesus Kristus yang pernah ditolak (Penyaliban) maka bangsa Israel akan:

1. Ratap tangis ….. akan hancur hati dan menangis tersendat-sendat (Zak 12:10-14); Wahy 1:7)
2. Pertobatan ……. Sadar diri sebagai pembunuh Mesias (Yeh 36:31) dan mencari Messiasnya (Yer 50:4-5; Hos 3:5)
3. Kelahiran baru … Israel mengalami pembaruan (Zak 13:1)Kesesatan di sembuhkan (Hos 14:5)
4. Kesucian…… Dengan demikian Israel menjadi umat yang kudus ( Yes 4:3), tidak ada lagi perbuatan jahat (Yes 11:9). Dll

Waktu kedatangan Tuhan.

Tidak ada tanda-tanda waktu (Hari jam dan tahun) yang tepat diungkapkan oleh Alkitab. Tetapi waktu ini berjalan bersama tanda-tanda jaman dan nubuatan yang segera digenapi satu persatu. Dalam Peta perang dunia ketiga yang pernah kita pelajari, maka kita melihat bahwa Mesir dan persatuan Arab yang akan menyerang kembali Israel mendapat hambatan karena Rusia menghadang dan ingin menunjukkan kekuatan militernya sebab sudah lama ia berdiam diri (lihat ayat-ayatnya dalam pelajaran yang lalu). Tetapi Eropa segera memberikan bantuannya kepada Israel sehingga serangan dari utara ini dapat dihalau, dan inilah yang membuat Israel mengagumi dan mengadakan Perjanjianm selama 7 masa dan tiga setengah tahun terakhir Antikris mulai menguasai semuanya dan membuat Israel sangat menderita. Menjelang akhir dari 7 masa inilah maka cawan kelima mengeringkan sungai Efrat (di Irak) untuk mempersiapkan jalan bagi tentara Asia Timur Raya WAH 16:12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya keatas sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.

Perang Armagedon.

Perang dunia ke empat terjadi dilembah Meggido disebut perang Harmagedon. Sudah lama Asia Timur Raya ingin berkuasa juga di Timur tengah.Ia cemburu dengan antikristus yang menduduki Israel. Mereka menyimak keretakan hubungan antikristus dengan Israel yang ditimbulkan oleh si pembinasa keji karena menghentikan kebaktian Israel di Bait Allah (Dan 9:27b, mat 24:15). Dengan mengambil keuntungan dari situasi tegang tersebut, pimpinan Asia Timur Raya kesurupan roh najis yang menyerupai katak menyeret bangsa-bangsa (Why 16:13-14) mengirim kan tentaranya sebanyak 200 juta personil (20.000 laksa, 1 laksa =10.000, Why 9:16) berkumpul di Harmageddon ( Why 16:16). Pada kondisi ini Israel sangat terjepit karena disatu pihak harus mengusir antikristus dan dipihak lain harus menolak raja dari Timur. Pada saat itu Israel berteriak minta tolong (Zak 12:1011) maka Tuhan Yesus datang kembali membantu umat pilihanNya dan mengalahkan antikristus serta nabi palsu dan membuang mereka hidup-hidup ke jurang maut (why19:20) Pada saat itu darah dari raja dan tentara yang mati tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratu mil (Wahy 19:21). Kemudian Tuhan Yesus menyuruh burung nazar untuk memakan daging para bangsawan (Why 19:17-18) dan ini membutuhkan waktu 30 hari (Dan 12:11). Berita terakhir diperoleh bahwa saat ini perkembang biakan burung nazar di lembah Megido naik 4 kali lipat. Bila pada saat biasanya bertelur 1 telur pada satu tahun, kini satu tahun bertelur 4 kali. Allah telah mempersiapkan penggenapan firmanNya melalui peristiwa-peristiwa alam dan binatangpun juga dipersiapkan untuk menyambut kedatanganNya yang kedua kali.

Pemerintahan Seribu Tahun

Pemerintahan dibumi selama seribu tahun akan terjadi sesudah masa kedatangan Tuhan yang kedua kali. Bumi akan diperintah oleh Yesus sendiri bukan secara demokrasi tetapi dengan sistim Theokrasi yakni pemerintahan Allah. Yesus akan menjadi tuan segala tuan dan Raja atas segala raja, setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus Tuhan ( Pilipi 2:10). Pokok pembahasan ini memerlukan waktu khusus tetapi bila kita sudah berada dalam pengangkatan dan hadir dalam kedatangan Tuhan yang kedua kali bersama Yesus menginjakkan kaki di bumi yang di perbaruhi atau Yerusalem baru maka kita tidak perlu dipusingkan akan apa yang kita lakukan pada masa 1000 tahun.

(Timotius Bakti Sarono,S.Th)

http://www.holyspiritministry.info

Ditandai sebagai:,

Menyingkap Tabir Manifestasi New Age

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008
…. Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace
You may say that I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will be as one …..

Siapa yang tak ingin hidup dalam perdamaian? Kutipan lirik lagu Imagine tersebut sering terdengar sebagai soundtrack video klip atau siaran yang mengulas kekerasan, perang dan perdamaian. Tampak suatu dunia yang ideal. Namun, tahukah Anda semangat apa yang menjadi misi lagu tersebut? The Beatles mendendangkan pesan make peace, love and not war dengan misi memberikan pengharapan untuk suatu zaman baru yang utopis. Mereka berharap dunia ini akan men-jadi satu. Inilah yang diusung para New Ager, pengikut New Age.

Para aktivis gerakan ini yakin seluruh kosmos bergerak ke arah tujuan akhir, manusia akan mencapai kesempurnaan dan keilahian. Melalui pencerahan akan segera berlangsung ¨transformasi¨ masyarakat yang mengantar manusia ke suatu Zaman Baru yang bersifat utopis: tidak ada lagi peperangan, kejahatan, kesakitan, ataupun keresahan – akhirnya takkan ada lagi kematian. Pada waktu itu seluruh unsur New Age berpadu dalam satu agama global.

MEDIA TUNGGANGAN

Musik hanya salah satu kendaraan yang dipakai untuk menyampaikan pesan. Ada banyak tunggangan lain yang akrab dengan kita. Film, buku, terapi/pengobatan, kesenian, dsb. menjadi media efektif untuk menyampaikan pesan-pesan New Age. Mereka juga membentuk komune-komune eksklu-sif, yang mempunyai ritual, simbol, dan ide yang lebih banyak mengadopsi agama-agama dan tradisi pagan terutama agama-agama Timur yang pada akhirnya membentuk suatu kultur baru dalam sebuah komunitas yang lebih luas. Film-film produksi Holywood juga tak kalah gencar mempromosikan semangat New Age. Mungkin Anda suka menonton film fiksi-sains Star Wars, film thriller Poltergeist, atau film kartun Kura-kura Ninja, The Lion King, Ghost Busters, He Man. Film-film ini menonjolkan kekuatan alam dan manusia, ada hantu yang baik, dsb.

BUKU

Dalam bukunya Man and His Symbol, filsuf Jerman Erns Cassier menulis bahwa orang modern (Barat) yang sedang mengalami krisis pengenalan diri merasa sangat yakin akan pentingnya pengetahuan. Kuatnya keyakinan itu memicu derasnya penerbitan buku-buku “berbau” mistis-spiritualitas selama 20 tahun terakhir.

Beberapa buku bernuansa New Age, seperti The Aquarian Conspiracy: Personal and Social Transformation in The 1980 oleh Marilyn Ferguson, yang mencatat perkembangan New Age 20 tahun terakhir. Turning East: The Promise and Peril of the New Orientation karya Harvey Cox. Religion and Psychoanalysis oleh Erich Fromm, yang mengupas “agama otoriter” dan “agama humanistis”.

Salah satu fenomena New Age yang paling ekspresif adalah maraknya istilah Tao dalam kepustakaan yang mencoba mencari perpaduan antara rasionalitas Barat dan kearifan Timur. Ciri khas buku-buku dalam beragam cabang ilmu dengan paradigma Tao adalah judulnya yang selalu diawali dengan The Tao of … Misalnya dalam ilmu manajemen, John Heider men-erjemahkan kearifan New Age dalam buku yang ditulisnya, The Tao of Leadership. Ada lagi The Tao of Management karya Robert Messing dan The Tao of Negotiation. Dalam teori politik, Thomas Clery menulis The Tao of Politics, sedang R.L. Wing menyajikannya dalam The Tao of Power. Dalam hubungan pribadi ada The Tao of Love (Ivan Hoffman), The Tao of Relationship dan The Tao of Being karya Ray Grigg. Ada pula The Tao of Cooking dan The Tao of Sex.

SEMINAR PENGEMBANGAN DIRI

Kalau Anda gemar mengikuti seminar motivasi dan pengembangan diri, Anda patut berhati-hati. Pengaruh New Age juga menyebar secara halus melalui berbagai seminar motivasi di kalangan profesional dan eksekutif, seperti Hu-man Potential Movement, dsb. banyak pengajar yang mendorong kita menggunakan kekuatan pikiran dan diri sendiri untuk mewujudkan impian.

KELOMPOK PERDAMAIAN & PECINTA LINGKUNGAN

Aktivitas New Age juga menyebar luas melalui aktivis yang bergerak di kelompok pecinta perdamaian dan pecinta lingkungan, seperti Green peace. Mereka berpandangan bahwa manusia adalah bagian dari alam. Merusak alam berarti juga merusak manusia.

SINKRETISME

Bangkitnya paham New Age juga tam-pak pada pesatnya perhatian terhadap dunia mistik-spiritualitas di kalangan eksekutif dan kelas menengah-atas In-donesia. Mereka ini seolah menggenapi semboyan yang ditulis pakar manajemen John Naisbitt dan Patricia Aburdene, dalam bukunya Megatrend 2000, yang menyebut slogan New Age adalah Spirituality, Yes! Organized Relegion, No!

New Age pun mampu menjadi bentuk sinkretik dengan agama-agama samawi, termasuk Kristen. New Age Kristen sinkretik diinterpretasi sebagai Roh Kudus, atau juga energi Yesus. Hal ini dapat dijumpai dalam ajaran teosofi, Christian Science, visualisasi, dsb. Dengan begitu kita bisa menemukan berbagai publikasi yang campur aduk nampak bagai sesuatu yang ilmiah berbahasa scientific, namun membicarakan kekuatan inner energi, gangguan roh jahat, setan, dan sekaligus membi-carakan kekuatan Tuhan Allah.

ILMU PENGETAHUAN

Fenomena New Age yang layak dicatat adalah bangkitnya kesadaran baru dalam fisika yang disebut Fisika Baru (New Physics). Fritjof Capra dalam bu-kunya The Tao of Physics memaparkan paralelisme antara fisika kuantum dan mistisisme Timur.

Sampai batas tertentu New Age Movement juga sangat adaptif terhadap dunia saintifik meski terasa adanya sikap penyangkalan yang ditunjukkan terhadap kebenaran saintifik. Pada akhirnya adaptasi New Age menjadikan ilmu-ilmu yang dikembangkannya hanya sampai ke dalam pseudoscientific. Hal ini bisa dimengerti karena banyak hal dibangun dengan teori ‘science’ New Age yang tidak bisa dibuktikan melalui kebenaran saintifik. Pseudoscience New Age dalam praktek sehari-hari, sulit diruntuhkan karena kebenaran-nya tidak bisa tunduk pada scientific truth sebab inner energi ditanggapi sebagai kebenaran yang paling tinggi. Hal ini secara antropologis akan dapat difahami, karena perilaku pengobatan yang memunyai kaitan dengan sistem kepercayaan dan religi akan mempunyai sistem nilai dengan integrasi yang sangat kuat. Kekuatan supranatural ditanggapi sebagai kekuatan tanpa batas dan absolut.

KESEHATAN HOLISTIK

Kesehatan holistik dipopulerkan melalui senam-senam kesehatan, fitness center, kelompok kesehatan dan praktik dokter tertentu. Kesehatan holistik sering digambarkan dengan praktik latihan pernapasan, meditasi dan latihan gerak. Pengaruh New Age juga merasuk lewat terapi, mulai dari aroma terapi, light candles, polarity therapy, “electromagnetic”, homeopathy, akupuntur, biofeed-back, palmistry, brain gym (yang berasal dari gerakan-gerakan Tai Chi), crystals, reflexology, pembacaan aura, pendulum, terapi warna, Yoga, Reiki, Qi Kung, Tai Chi, Ayurveda, keseimbangan energi, dll.

Menurut antropolog kesehatan Julia Maria van Tiel, umumnya para terapis memberikan petunjuk bahwa terapi tersebut bisa menyembuhkan, mengobati bahkan memberantas berbagai macam penyakit tanpa ada batasan. Mulai dari pencegahan sampai pengobatan. Berbeda dengan penge-tahuan pengobatan pada ilmu kedokteran atau biomedicine yang lebih pada pendekatan drop of choice, indikasi yang jelas untuk penyakit tertentu, berdasarkan hasil riset ilmiah mau-pun uji klinik double-blind study dan placebo efek. Prinsip terapi dalam New Age Medicine lebih pada pendekatan hubungan antara body-mind-soul (spirit).

Beradaptasinya New Age dengan sains menjadikan bentuk baru ilmu kedokteran komplementer, atau pengobatan tradisional modern yang sering juga disebut pengobatan holistik atau integrated health medicine. Salah seorang pionir di bidang ini adalah Andrew Weil direktur program pengobatan integrative medicine di Universi-ty of Arizona, USA. Ia banyak menulis buku tentang penyembuhan dari dalam diri sendiri. Pendekatannya disebutnya secara holistik, body-mind-spirit. Andrew Weil mengklaim pendekatannya menekankan pada masalah sosial, spiritual, psikologis, dan biologis penderita. Ia menggunakan berbagai teknologi kedokteran moderen, tetapi juga pendekatan traditional medicine, baik naturalistik maupun supranaturalistik.

Deepak Chopra dokter internis dan endokrinolog menulis banyak buku ten-tang keseimbangan dan keharmonisan dalam Ayurveda (ilmu pengobatan India) guna mencapai the perfect of the wellbeing dari body, mind and soul yaitu dengan berbagai cara-cara kehidupan (berfikir, bertindak, dan makanan), mengatasi stress, rasa sakit, dan penyakit.

Pendekatan holistik yang dilakukan oleh dokter dengan juga melakukan pendekatan spiritual, meditasi, dan meningkatkan inner energi lebih banyak digunakan oleh para psikiater untuk mengobati pasien-pasien gangguan mental dan psikologis. (Ugie)

Bahaya Terselubung Dibalik New Age – Manifestasi NAM

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008
New Age Movement awalnya muncul di Amerika Serikat. Gerakan ini lahir setelah humanisme sekuler, ateisme, dan pemikiran nihilistik melanda peradaban Barat. Pengikutnya dalam jumlah yang besar, bersama dengan penganut naturalisme evolusioner Charles Darwin. Di Amerika, gerakan tersebut muncul di California sekitar tahun 1960-an. Karena lahir di sana, orang biasa menyebutnya ‘American Movement’. Karena pesatnya kemajuan Amerika dalam teknologi, akhirnya gerakan ini menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat. Sejak tahun 1970-an dan 1980-an, gerakan tersebut marak luar biasa.

New Age Movement (NAM) mengadopsi banyak gagasan filsafat dan agama Timur. Menurut catatan sejumlah pengamat, masa itu merupakan masa penuh gejolak dan menimbulkan banyak perubahan di Amerika. Sebut saja, kalangan anak muda. Mereka tidak lagi memedulikan budaya orangtua. Dengan segenap tenaga, mereka mencari nilai-nilai baru. Obat bius dan sejenisnya menjadi sarana agar menemukan ketenangan jiwa. Alasan menemukan ketenangan jiwa inilah yang membuat mereka berpaling ke Timur.

Hal ini dapat dipahami, kekristenan telah gagal memberikan jawaban atas kebutuhan mendasar jiwa manusia. Kekristenan hanya mempertahankan ritual agamawi tanpa menghiraukan kehampaan rohani. Kekosongan dapat terjadi apabila Allah tidak hadir dalam jiwa manusia. Benar jika Blaise Pascal, seorang ilmuwan sekaligus teolog yang mengatakan, “di dalam hati manusia ada titik yang kosong yang tidak bisa diisi oleh apapun juga kecuali kehadiran Penciptanya”. Dan, itulah yang terjadi dengan para kawula muda di atas. Faktor ini pula yang telah lama diabaikan oleh lembaga keagamaan saat itu. Instansi keagamaan hanya sibuk pada hal-hal ritual liturgis belaka, namun mengabaikan sisi esensial yakni perjumpaan dengan Tuhan. Akibatnya, anak-anak muda mulai memelajari tulisan-tulisan yang berkaitan dengan astrologi atau berguru di tempat sepi dan terpencil (esoterisme). Saat itu pula, mereka mulai memperkenalkan gaya hidup baru seperti yang dilakukan kaum Hippies dari San Fransisco.

CIRI-CIRI NEw AGE MOvEMENT

Harus diakui dengan jujur, mengenali New Age Movement bukan perkara mudah. Hal ini disebabkan NAM bukanlah gerakan yang melembaga layaknya organisasi keagamaan atau instansi lainnya. Lagi pula, tidak memiliki Kitab Suci atau pengakuan percaya yang baku. Kondisi demikian menyulitkan dalam mengidentifikasi secara cepat dan tepat.

Walaupun demikian, praktik NAM secara umum bernafaskan humanisme dan okultisme. Sebagai contoh, ciri-ciri yang dapat dikenali adalah sebagai berikut.

- Berpedoman pada astrologi, yakni zaman Aquarius yang merupakan salah satu nama bintang dalam zodiak. NAM yakin bahwa Golden Age-zaman emas akan segera datang. Zaman itu dicirikan dengan dinamis, kreatif, ceria dan penuh karunia (Humanisme).

- Berkeyakinan bahwa yang berperan dalam hidup manusia bukanlah suatu Allah, tetapi energi ilahi yang hadir di dalam segala sesuatu (Humanisme).

Berkeyakinan masyarakat bentrok melawan penguasa, imam, guru dan ilah tetapi hasilnya harmoni sebab setiap orang akan mencapai tataran spiritual yang sama. Hal semacam ini tercermin melalui metode Yoga atau tantri (Okultisme).

- Berkaitan dengan keluarga. NAM meyakini hubungan suami isteri dibebaskan dari hawa nafsu semata-mata dan akan dilestarikan dengan cinta kasih (Humanisme).

AJARAN INTI NEw AGE MOvEMENT

Tidak memiliki kitab, bukan berarti tidak punya ajaran utama yang diterima bersama. Umumnya, New Age Movement menerima lima hal berikut sebagai “doktrin” bersama. 1. Monisme, keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada, merupakan derivasi (penjabaran) dari sumber tunggal devine energy. Pada tingkat tertentu dapat digabungkan menjadi kesatuan dari semuanya.

2. Pantheisme, yakni gagasan God is all and all is god, Allah adalah segala sesuatu dan segala sesuatu adalah allah. God within ourself–Allah dalam diri kita.

3. Reinkarnasi, keyakinan bahwa jiwa manusia kembali pada eksistensi jas-maniah berulangkali, hingga mencapai keadaaan terbaik dan tertinggi dari Great Oneness—keesaan agung alam semesta.

4. Pencerahan, kepercayaan bahwa kita memiliki pengetahuan rahasia yang terkandung di alam bawah sadar kita. Sebagaimana disebutkan oleh Carl Jung, bawah sadar kolektif umat manusia memungkinkannya dapat memanipulasi energi dan zat [roh] dengan pikirannya, dan melaluinya dapat memperoleh kekayaan dan kesehatan.

5. Spiritisme, keyakinan bahwa ada roh-roh yang dapat dihubungi oleh orang-orang mati sehingga dapat memberi wawasan kepada seseorang mengenai etika dan makna kehidupan di bumi.

TOKOH-TOKOH NEw AGE MOvEMENT

Dalam perkembangannya, kita mengenal para tokoh New Age Movement yang sangat dominan memperjuangkan gerakan ini. Mereka itu sebagai berikut.

Judith Skutch. Ia mulai dikenal pada tahun 1975 melalui karya tulisnya, A Course in New Age. Beberapa jilid bukunya telah diterbitkan. Sehari-harinya, berprofesi sebagai pengacara New Age Movement di New York City.

David Spangler. Pada tahun 1976, David mulai menggagas masalah pembangunan sistem dan reorganisasi NAM secara profesional. Dia mengusulkan reorganisasi dalam dunia politik dan bisnis berdasarkan prinsip-prinsip ketat NAM. Sehubungan dengan organisasi, dia berpendapat bahwa dalam segala aktivitasnya, NAM harus ditata ulang.

Marilyn Ferguson. Namanya mencuat melalui karya tulisnya The Aquarian Conspiracy yang diterbitkan tahun 1980. Karya tersebut membuatnya dikenal luas. Marilyn juga dikenal sebagai editor beberapa majalah New Age Movement.

Shirley Maclaine. Tokoh yang satu ini datang dari kalangan bintang film dan TV Hollywood. Shirley sering menggambarkan perjalanan spiritualnya dengan sangat menarik sehingga di filmkan pada tahun 1985 dengan judul Dancing in the Light, setelah sebelumnya film perdananya diluncurkan tahun 1983. Film garapannya tersebut merupakan propaganda yang sangat kental dan sarat dengan New Age Movement.

Ram Daas. Tokoh ini keturunan Yahudi, terlahir dengan nama Richard Albert. Dalam perjalanannya, sang tokoh pernah belajar ke India dan kembali dengan nama baru Ram Daas. Tidak ada literatur yang menjelaskan alasan perubahan namanya itu. Ia mengklaim dirinya sebagai guru New Age Movement.

BAHAYANYA BAGI KEKRISTENAN

New Age Movement sesungguhnya menyerap ajaran berbagai agama termasuk Kristen. Dalam kasus ini, terjadi sinkritisme. Hal ini pula berarti, ajaran NAM ada yang “mirip” dengan ajaran Kristen. Sebagai contoh, berpikir positif. Alkitab juga tidak meremehkan perlunya berpikir positif. “Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua kebajikan dan patut dipuji” itu yang dipikirkan kata Paulus (Flp 4:8). Kalau hanya mendengar kata berpikir positif, mungkin orang berkata sama dengan ajaran Alkitab. Namun sesungguhnya sangat berbeda. Berpikir positif yang dimaksud New Age Movement adalah berpikir positif dengan kekuatan pikiran—The power of mind tanpa melibatkan Allah. Jelas ini pemahaman anthrophosentris (berpusat pada manusia) dan bukan berpusat hanya kepada Allah–Theosentris sebagaimana diajarkan firman Tuhan. Bukankah Alkitab mengatakan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Kel. 20:3).

Selain itu, jika mencermati latar belakang dan ajaran inti NAM, menyadarkan kita untuk tidak terjerumus dalam tipu muslihatnya yang menyesatkan. Fakta membuktikan penganut New Age Movement tidak secara terang-terangan menggunakan nama itu dalam aktivitasnya. Tidak heran jika para rohaniwan seperti Matthew Fox, mantan imam ordo dominikan yang dipecat tahun 1992 dan Dr. M. Scott Peck masuk dalam jeratnya. Nampaknya “rohani” namun sesungguhnya jerat mengelabui telah terpasang.

Pada hakekatnya, New Age Movement berpandangan tidak ada kebenaran absolut karena semua agama hanya sekadar jalan menuju Tuhan. Tentu saja pandangan ini bertentangan dengan inti ajaran Kristen, keselamatan hanya dalam Yesus Kristus (Yoh. 14:6 dan Kis. 4:12). Waspadalah! (Zega, dari berbagai sumber)

New Age Movement – Spiritual insight

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008

Pelega Kembara Dahaga Jiwa Sang Air Hidup

Setelah jemaat mula-mula di Yerusalem mengalami penganiayaan hebat, mereka pun tersebar ke seluruh wilayah Yudea dan Samaria. Meski demikian, semangat mereka dalam menginjil tetap membara. Filipus, salah satu murid Yesus menyusul ke suatu kota di Samaria untuk memberitakan Mesias.

Samaria sempat gempar ketika seorang wanita di Sikhar yang menjadi buah bibir memberitakan tentang Kristus. Perjumpaannya dengan Yesus, sang Air Hidup membuat dahaga jiwa wanita itu terpuaskan. Penduduk kota itupun datang kepada Yesus (Yoh. 4:10, 28-30).

SENSASI SPIRITUAL

Filipus tampil memberitakan tentang Mesias dengan disertai tanda-tanda mukjizat. Warga kota yang haus akan jamahan kasih Allah ini menerima pemberitaan Filipus. Kehadiran Filipus juga menyingkap tabir kuasa gelap yang cukup lama mencengkeram warga setempat. Kedatangan Filipus dengan kuasa Roh Kudus yang demonstratif seolah mengkonfrontir kuasa lain dari Simon. Simon mempraktikkan sihir yang menakjubkan rakyat. Kebolehannya ini membuat ia memperoleh banyak uang dan berlagak seolah-olah ia orang penting (ayat 9). Simon melakukan semua itu dengan Kuasa Besar yang dianggap umum sebagai kuasa Allah. Padahal ia mencampurkan unsur-unsur ilmu gaib Helenisme (kepercayaan Yunani) dan unsur Yahudi yang sesat.

Demonstrasi mukjizat oleh kuasa Roh Kudus membuat Simon harus mengakui bahwa kuasa Allah jauh lebih besar. Simon kemudian menjadi percaya dan minta dibaptis. Namun, hatinya tidak tulus. Kenyataan selanjutnya menunjukkan bahwa pegangan dasar hatinya tetap ilmu gaib. Ia begitu terkesan dengan karya Roh Kudus melalui tangan para rasul. Ia menghadap rasul-rasul agar dapat membeli kuasa Allah. Ia menganggap bahwa “kuasa” itu sebagai harta milik yang bisa diperjual-belikan. Tujuannya apalagi kalau bukan bisnis kuasa seperti dilakoninya selama ini. Komersialisasi agama atau spiritualitas untuk mendapat kuasa demi kepentingan pribadi.

Petrus menghardik keinginan itu dengan tegas. Bagaimana nasib Simon selanjutnya? Alkitab tidak mencatat nasib tukang sihir ini. Namun dalam sastra Kristen kuno menunjukkan bahwa Ireneus dan bapak gereja lainnya menyebut-kan Simon sebagai bidat dengan ajaran Gnostisisme. Dasar pemikiran Gnostik adalah pengetahuan tersembunyi, yaitu memiliki jiwa rahasia yang akhirnya dapat menjamin kesatuan jiwa dengan Tuhan. Inti Gnostik adalah sinkretisme dan penyesuaian diri antara unsur-unsur Yudaisme, filsafat Yunani dan Timur.

HADAPI BERBAGAI AJARAN

Para rasul gereja mula-mula menghadapi sinkretisme, Gnostisisme, dan sebagainya yang menjadi akar New Age di banyak tempat. Barnabas dan Paulus di Siprus menghadapi Baryesus, tukang sihir dan nabi palsu (Kis. 13:4-12). Paulus juga menghadapi perempuan tenung di Filipi (Kis. 16:16-18), dan tukang jampi Yahudi di Efesus (Kis. 19:13-20) yang mencatut nama Yesus.

Bidat di Kolose menggabungkan spekulasi filosofis, kuasa perbintangan, ketakutan kepada malaikat-malaikat perantara, dan praktik-praktik Yudaisme (Kol. 2:8-23). Di Efesus Paulus menghadapi pengajaran yang dicampur dengan mitologi dan silsilah.Sewaktu berada di Athena, Paulus diperhadapkan dengan 2 kelompok aliran filsafat: golongan Epikuros dan Stoa (Kis. 7:17). Merujuk Ir. Herlianto, M.Th dalam kedua kelompok filsafat ini bisa dibilang sebagai akar New Age. Bagi golongan Epikuros, tujuan hidup manusia adalah memberikan kenikmatan jasmani maupun mental. Pandangan Epikuros berulang kali muncul dalam pemikiran materialisme, sekularisme, rasionalisme, humanisme, dan pada masa kini dalam bentuknya yang modern, yaitu Humanisme sekular. Dalam kaitan dengan New Age, humanisme sekuler berkembang menjadi Humanisme Kosmis atau Humanisme Baru yang tidak lagi menekankan pada rasionalitas dan materialisme, tetapi pada pengalaman kemanusiaan yang bersifat mistis dan kosmis.

Sementara, menurut Stoa, segala benda, termasuk manusia dibentuk oleh kekuatan (force) yang ada di alam semesta. Kekuatan ini ada dalam segala sesuatu dan berbentuk sejenis “api” yang menjadi jiwa atau roh semesta. Sifat roh semesta ini hidup, karena itu alam semesta, termasuk manusia menjadi hidup. Bagi Stoa, kebaikan adalah melakukan kehidupan yang harmonis dengan alam. Manifestasi modern golongan Stoa yang berpaham pantheisme tampak pada New Age Movement. Setiap orang harus berpartisipasi dalam kenegaraan semesta, manusia adalah warga dunia.

Bedanya, pandangan Episkuros bersifat individualistis, sementara golongan Stoa berpandangan idealisme masyarakat. Manusia hidup bersama dalam persaudaraan semesta.Kedua kelompok kembar itu menempatkan manusia sebagai tuhan, pusat semesta (antroposentris) dan menolak hakikat Tuhan sebagai pribadi dan pencipta.

Sesuatu yang baru selalu menarik perhatian. Warga Athena termasuk kelompok yang berminat terhadap hal-hal baru. Hal ini dimanfaatkan Paulus untuk menyampaikan kebenaran Injil. Meski dicemooh, Paulus berhasil me-menangkan Dionisius dan Damaris.

MENEMBUS JANTUNG UMAT

Pengaruh spiritisme mudah merasuk dalam kehidupan umat Tuhan ketika terjadi kekosongan pemimpin rohani dan kehidupan lama yang belum ditinggalkan. Bahkan Salomo yang disebut sebagai orang paling bijaksana pun jatuh dalam lubang ini. Oleh karena ingin menyenangkan hati para istri dan gundiknya, ia rela membangun kuil allah asing. Dibawah pimpinan Musa, Israel telah dbebaskan dari perbudakan Mesir. Sayangnya, kebiasaan Mesir belum mereka tanggalkan. Ketika menjalani pengembaraan yang berat, mereka bersungut-sungut. Angan mereka kembali ke Mesir. Begitu pula dalam hal spiritual.

Beberapa hari setelah Musa naik ke gunung Sinai, umat mulai gelisah. Tanpa Musa, bangsa Israel seolah anak-anak ayam yang kehilangan induk. Kendati ada Harun, ia tidak sanggup menjawab dahaga jiwa umat-Nya. Setelah sebulan Musa tak kunjung pulang, dalam kegersangan spiritual inilah mereka menantang Harun untuk membuat allah yang dapat dilihat. Harun, sekalipun sudah cukup lama menjadi juru bicara Musa, malah tergerus arus. Ia membentuk menjadi patung anak lembu emas dan menyebutnya sebagai Allah. Mereka larut dalam penyembahan yang menjijikkan. Akibatnya fatal, nyaris bangsa pilihan itu dimusnahkan oleh Allah.

Sepeninggal nabi Samuel, Raja Saul seolah kehilangan pegangan spiritual, terlebih setelah ditolak dan gagal berhubungan dengan Allah (1Sam. 28). Betapa mudahnya pemimpin Israel, umat Tuhan terperosok ke dalam spiritisme dan peyembahan berhala. Padahal Yesaya mengingatkan bahwa perdukunan merupakan dosa terbesar yang mendatangkan murka Allah (Yes. 19:3-4).

PELEGA DAHAGA JIwA

Kini, kita berada di era post-modern yang ditandai dengan pergolakan sosial yang kian pesat. Manusia diperhadap-kan dengan berbagai krisis kemanu-siaan: krisis diri, keterasingan, depresi, stres, keretakan institusi keluarga, dsb. Secara psikologis ada ketakutan eksisten-sial yang mengancam umat manusia di tengah situasi krisis, sarat teror, konflik, kekerasan hingga pembunuhan yang menjadi menu sehari-hari. Setumpuk masalah tersebut membuat manusia mengalami kekosongan batin. Sementara di gereja juga terjadi kekosongan spiritual karena hanya mengisi aspek ritual agama.

New Ager berusaha mengisi kekosongan batin manusia posmo dengan spiritualitas lintas agama. Usaha itu dilakukan dengan kekuatan manusia, dengan cara mengaktualisasikan diri. NAM juga berusaha menggali sifat keilahian dari dalam diri manusia untuk dirinya sendiri. Ajaran New Age berusaha mengalihkan kita dari Kristus dan membawa kepada “kristus” yang lain. Ada kesamaan napas dalam semua aliran NAM, baik dalam bentuk pengembangan pribadi, perdukunan, maupun kebatinan, yaitu tidak mengakui Allah sebagai pribadi. Mereka menurunkan Allah dari takhtanya sebagai pencipta. Sebaliknya manusia dinaikkan di atas takhta karena manusia menganggap dirinya ilahi.

Menghadapi realitas ini, umat Kristen ditantang untuk membawakan Injil Kabar Baik yang dapat memenuhi kekosongan batin tersebut. Yesus telah menawarkan perhentian batin bagi mereka yang mau datang kepada-Nya, “Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28).Dalam Injil, perhentian batin itu bukanlah pengalaman batin yang mistis atau ekstasis, tetapi suatu kehadiran air hidup dalam diri kita yang mengalir sampai kepada hidup yang kekal (Yoh. 4:13-14, 7:37-39). Kuasa pembebasan Roh Kudus ini merupakan anugerah Tuhan kepada manusia. (Sugiyanto/dbs)

www.bahana-magazine.com

Ditandai sebagai:,

Pertobatan penganut NAM

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008

Kasih Setia Tuhan Sepanjang Zaman

“Are you alive, or just living?” pertanyaan yang kubaca di sebuah buku ini membuatku merenung. “Apakah kau benar-benar hidup, atau hanya bernapas?”

Sebut saja namaku Tina. Sebuah kejadian yang memilukan mendorongku untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terus berkelebat di kepala. Menjadi “pengembara”, menempuh perjalanan batin melewati belantara baru penuh mawar dengan ribuan duri tersembunyi di se-tiap kelopaknya. Aku mempertanyakan Tuhan, juga kehidupan.

BERTEMU GURUJI

Suatu sore di tahun 2001, seperti ada yang menuntunku untuk membeli buku karya seorang humanis-spiritua-lis. Seperti kecanduan aku membaca hampir seluruh karyanya. Sekitar 50-an buku kubaca tuntas. Buku-buku itu seolah meneguhkan sesuatu dalam hatiku. Di dalamnya tertulis semua jawaban atas pertanyaan yang bahkan belum kuucapkan.

Sejak itu, aku mendevosikan diri, waktu, harta, dan tenaga untuk paguyuban yang dipimpin oleh penulis tersebut. Paguyuban yang berpusat di Jakarta ini memiliki ‘cabang’ di berbagai daerah, antara lain Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali. Aku sempat menjadi sekretaris koordinator paguyuban di Yogyakarta. Seperti menemukan oase yang selama ini kucari, akupun semakin aktif di paguyuban ini hingga aku memiliki akses mudah untuk berhubungan dengan penulis. Aku memanggilnya guruji. Sosoknya yang berwibawa mampu “menyihir” siapa pun yang memandang dan mendengarkan ajarannya. Melegakan, mencerahkan. Setidaknya itulah yang dulu kurasakan hingga rela meninggalkan segala kenyamanan untuk devosi kepada guruji, jiwa dan raga.

Dengan “bungkus” ingin mengapresiasi seluruh keyakinan dan mendamaikan negeri ini, siapa yang tidak tertarik? Apalagi promosinya amat memikat. Memberi pencerahan. Gratis. Untuk mengikuti kegiatan paguyuban ini aku tak perlu keluar dari imanku. Tapi, itu kelas promosinya. Langkah berikutnya bayar ratusan ribu. Aku dibawa mengikuti kelas katarsis untuk dibersihkan dari karat-karat jiwa, kecewa, dendam, dsb.

Hari Jumat selalu kunantikan. Kami pergi ke Puncak untuk mengikuti kelas meditasi lanjutan. Ada banyak patung dan miniatur dari berbagai keyakinan dan tradisi di sana. Kami yang datang dari berbagai keyakinan, duduk, menyanyikan pujian, mengagungkan “Tuhan”, nonton film yang memotivasi, dsb. Pemandangan yang sempurna. “Ah, seandainya seluruh penduduk di Indonesia bisa duduk bersama seperti ini, bukan membakar tempat ibadah atau berperang atas nama agama dan Tuhan,” dalam anganku. Musik dan liriknya selalu mampu membawaku untuk merasakan hadirat-Nya.

MENJADI ZOMBIE

Memasuki tahun kelima aku memperoleh kesempatan bekerja di Jakarta, setiap hari seruangan dengan guruji. Kesempatan langka. Kami di daerah menganggap itu mukjizat. Berkarya bersama teman-teman di Jakarta menjadi pengalaman berharga yang mengajariku banyak hal. Sebagian besar anggota paguyuban ini adalah “orang-orang besar” sehingga setiap kali ada acara khusus, tak ubahnya seperti “redcarpet” dengan suasana “magis”. Banyak teman yang memberikan tenaga, waktu dan kekayaannya untuk acara itu. Kehadiran beberapa tokoh nasional, menteri dan mantan pres-iden Indonesia membuat aku bernapas lega, karena setidaknya kerja kerasku bersama teman-teman menampakkan hasilnya.

Aku yang sebelumnya berpikir untuk mati saja, tiba-tiba berada di lingkungan yang tak pernah sekalipun terbersit di pikiranku. Niatku datang ke Jakarta adalah untuk berkarya dan mempersembahkannya kepada Tuhan. Bisa berhubungan dengan para staf petinggi negara dan artis-artis ibukota bagiku adalah bonus dari-Nya. Aku menikmati bulan-bulan pertama di Jakarta.

Namun, ketika semuanya kurasa sempurna, di dalam hati aku justru mulai merasa ada yang tidak semestinya. Aku merasa seperti zombie (mayat hidup). Aku tidak merasakan apa-apa. Bahagia tidak, sedih pun tidak. Hampa. Lubang kosong yang semakin besar hari demi hari. Kepercayaanku pada paguyuban ini yang surut.

TERJAGA

Aku dan beberapa teman mulai sadar. Dengan cara yang sangat halus kami dipisahkan dari keluarga, diambil hartanya, dimanfaatkan namanya dengan segala macam dalih “kesadaran”, atas nama “devosi” dan “Tuhan”. Hingga suatu hari Tuhan benar-benar membukakan selubung yang menutupi mata batin dan telinga hatiku.

Aku kecewa, karena telah salah menilai. Ternyata banyak teman telah begitu dirugikan. Begitu lembut pengaruhnya hingga butuh bertahun-tahun untuk menyadarinya. Aku sendiri memerlukan 5 tahun untuk “terjaga” dan mengerti bahwa aku harus mengambil jalan yang lebih diberkati Tuhan. Aku berharap tidak banyak orang lagi yang tertipu oleh panampilan.

Aku memang kecewa, tapi tidak menyesal. Banyak pelajaran yang kupetik dari pengalaman itu dan aku kagum betapa penyertaan Tuhan itu sempurna. Tepatlah yang tertulis dalam Matius 28 ayat 20, “… Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Bapa menyertaiku bahkan ketika aku belum sepenuhnya percaya kepada-Nya saat itu. (Nn/Gie)

Ditandai sebagai:,

Sinkretisme Berbalut Pencerahan

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008

Tak banyak orang Kristen yang tahu apa itu New Age Movement (NAM). Apalagi manifestasinya. Tak heran, jika tanpa sadar banyak orang terhisab ajaran ini.

New Age Movement (NAM) adalah sebuah gerakan yang sifatnya sangat cair. Seperti air, ia dengan sangat mudah meresap dalam berbagai segi kehidupan orang modern. Di zaman post-modern (posmo) ini, NAM justru makin mendapat tempat di hati orang. Mengapa? Karena NAM mampu mengisi kekosongan batin manusia era posmo. Tak dapat dipungkiri, kehidupan di era posmo ini memang penuh dengan tekanan. Akibatnya, orang pun rentan terkena stres dan krisis. Dan, NAM menawarkan sebuah pencerahan hidup.

MEMIKAT INSAN

Menelisik dari sejarahnya, NAM sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru. Sebagai gerakan, ia memang baru muncul pada tahun 1960. Namun sebetulnya, paham dan falsafah NAM sudah ada sejak 500 SM. Saat itu berkembang filsafat Timur yang beranggapan bahwa jiwa/pikiran semesta adalah dasar dari segala sesuatu. NAM adalah kebangkitan kembali agama dan tradisi Timur yang kemudian memengaruhi kebudayaan modern (Humanisme dan Gerakan Zaman Baru, Ir. Herlianto, M.Th, Yayasan Kalam Hidup, 1990).

NAM tidak mengenal Tuhan seperti halnya Tuhan yang umat Kristen kenal. Yang disebut Tuhan tak lain adalah suatu kekuatan, kesadaran atau energi kosmis yang tak berpribadi (makro kosmos). Manusia adalah bagian kecil (mikro kosmos) dari energi kosmis. Karena itu manusia punya sifat ilahi, tak terbatas dan kekal. Ia tidak pernah mati. Melainkan mengalami reinkarnasi sebagai bukti penerusan roh yang kekal itu. Hubungan manusia dengan ”tuhan” dilakukan dengan meditasi; menyatukan diri dengan sumber asalnya.

NAM juga tidak mengenal dosa karena manusia pada dasarnya baik. Kejahatan terjadi karena adanya ketidakseimbangan roh di dalam dirinya. Begitu juga dengan penyakit. Maka kejahatan dan penyakit itu bisa diatasi sendiri oleh manusia dengan memulihkan keseimbangan energi di dalam tubuh supaya sesuai dengan keseimbangan kosmis.Penyakit tak butuh obat. Keja-hatan tak butuh Tuhan untuk memulihkan. Jadi, inti dari ajaran NAM adalah anthroposentris alias manusia adalah pusat dari segalanya.

MERASUK KEHIDUPAN MODERN

Pada perkembangannya NAM menye-bar ke seluruh penjuru dunia lalu ber-adaptasi dengan religi dan kepercayaan setempat. Akhirnya, NAM menjadi kumpulan berbagai religi dan kepercayaan. NAM menjadi sangat luas dan manifestasinya sangat beragam. Karena itu, tidak ada payung organisasi yang menaungi NAM. Secara garis besar, ada dua corak NAM: religius/okultik dan humanistik. Namun, keduanya punya persamaan dasar yaitu yakin akan keilahian manusia dan mendambakan masyarakat dan tertib dunia yang sempurna (Pdt. Dr. Jan S. Aritonang, Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja, Penerbit BPK).

Gerakan NAM lintas agama. Mereka tidak mengusung nilai-nilai agama tertentu. Sebaliknya, mereka justru “mempersatukan” berbagai agama di dunia. Mereka lebih suka melabeli gerakannya dengan ”spiritual”. Gerakan spiritual itu yang kini tengah melanda kaum profesional di kota besar. Antara lain menyebar melalui berbagai training pengembangan diri.

Dalam training itu, peserta diajak untuk menyadari kemampuannya yang tak terbatas hingga mampu mencapai kehidupan yang damai, sukacita, cinta dan kelimpahan di bumi ini. Salah satu ciri yang utama dalam NAM adalah terjadinya transformasi pribadi yang membebaskan jiwa manusia dari keterbelakangan dan pengaruh di luar dirinya.

Mempertimbangkan sisi positif-nya, tak heran jika banyak perusahaan yang mengirim karyawannya pada pelatihan semacam ini (Ir. Herlianto, Humanisme dan Gerakan Zaman Baru, 1990). Training-training semacam itu, umumnya memang membawa pencerahan bagi pesertanya. Sekarang ini yang sedang ramai diperbincangkan adalah prinsip sukses ala The Secret.

Selain melalui training, manifestasi NAM yang juga makin populer adalah terapi penyembuhan yang holistik. Tanpa melibatkan dokter. Melainkan menggunakan cara alami, yaitu self healing alias menyembuhkan diri sendiri. Antara lain melalui reiki, prana, pijat refleksi, akupuntur, dll. Prinsipnya, penyakit itu timbul karena adanya ketidakseimbangan energi dalam tubuh. Maka, itu bisa diatasi dengan mengaktifkan energi positif.

Kemajuan teknologi membuat NAM makin cepat menyebar. Cara yang paling efektif adalah melalui media hiburan: musik dan film. Perkembangan musik dan film memang sangat cepat. Apalagi didukung oleh stasiun TV khusus musik yang bersifat global. “Dalam tayangan itu, manusia dikelabui seakan tidak ada lagi yang bersifat statis. Musik yang benar adalah yang memuaskan kedagingan. Itu ada dalam unsur MTV. Semua dikemas dengan sistem komputerisasi yang memuaskan mata yang secara tidak sadar membuat manusia terjebak,” terang Tumbur Tobing, SE, MA, Dewan Eksekutif Reformed Center for Religion & Society.

Tumbur juga menyebut pentas Idol yang melibatkan pemirsa di selu-ruh dunia juga salah bentuk manifestasi NAM. “Salah satu ciri NAM adalah menciptakan ilah lain. Segala sesuatu-nya ada idola. Idola itu kan berhala dan itu sesuatu yang dilarang. Dalam kitab Keluaran disebutkan, Jangan ada Allah lain. Kita bisa melihat acara Idol itu menyerap penonton di seluruh dunia,” tambah Tumbur.

SINKRETISASI DENGAN KEKRISTENAN

Tak hanya itu, kini makin banyak manifestasi NAM yang merasuki kehidupan orang posmo. Dan, karena sifatnya yang sangat cair dan tersamar maka banyak orang Kristen yang tanpa sadar terhisab dalam ajaran ini. Bahkan, filosofi NAM kemudian diadopsi oleh kekristenan. Atau dengan kata lain, terjadi sinkretisasi NAM dengan kekristenan.

Inner energy pada diri manusia: kundalini, chi, ki, percikan ilahi, human power, mind power sering kali diintepretasikan dengan Roh Kudus. Tak heran jika banyak training-training berlabelkan Kristen tetapi sekaligus bernafaskan NAM. Seperti yang ditegaskan oleh Tumbur Tobing, SE, MA. ”Mereka tidak pernah mengatakan beraliran NAM, namun isinya ya seperti itu. Yang menjengkelkan, ternyata mereka itu Kristen semua,” kata motivator yang enggan menyebutkan nama training yang dimaksud.

Secara sederhana, mungkin mudah saja mengintepretasikan inner energy itu sebagai Roh Kudus. Namun, menurut Herlianto, intepretasi itu jelas salah kaprah. Roh manusia jelas bukan Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh yang dikaruniakan kepada mereka yang percaya. Bukan kita yang mengolah Roh itu, tetapi Roh Kudus yang mengatur kita.

Alkitab pun dengan tegas membedakan antara Roh Kudus dan roh manusia. Ada perbedaan tegas antara pencipta dan ciptaan. Dalam NAM, keduanya dilebur dan menjadi inti manusia. Lebih jauh, Herlianto juga mengingatkan, agar kita berhati-hati dalam mengolah kekuatan pribadi/potensi manusia seperti yang marak didengungkan oleh training-training pengembangan diri. Karena itu bisa membuat kita menjadi tidak peka terhadap kehadiran Roh Kudus. Bahkan, lambat laun Tuhan akan tergeser dari kehidupan kita.

Kita juga sering kali menonjolkan karunia dan kuasa roh pemberian Allah. Itu kita anggap sebagai potensi pribadi yang bisa diolah sesuka kita. Iman yang menuntut seperti ini, disebut Herlianto, dapat menyerupai kekuatan magi/tenaga dalam yang ada di dalam NAM.

CARA MEMBEDAKAN

Mengutip Jan Aritonang, NAM dengan segala sarana dan metode penyebarannya adalah satu contoh representatif dari produk ”konsumtif” dalam kemasan dan aroma ”spiritual”. Lalu dipasarkan dan membanjiri dunia dengan memanfaatkan arus globalisasi. Mencerca dan mengecam tentu tidak akan memecahkan masalah. Sebaliknya, kita harus mewaspadai kehadirannya dan sekaligus membekali diri.

Wajar jika NAM mampu memikat orang Kristen. Karena NAM memang tidak secara radikal membawa kita berpaling pada Yesus. Namun, lambat laun ajaran NAM akan mengalihkan kita dari Kristus kepada ”kristus” yang lain. Maka, kita harus punya bekal cukup untuk menghadapi gempuran NAM yang semakin dahsyat ini.

Lalu, bagaimana kita bisa mendeteksi sebuah ajaran sudah ”terkontaminasi” dengan NAM? Selain mengetahui ciri-ciri NAM dengan jelas, kita juga bisa membangun ”benteng” di dalam diri kita. Tumbur memberikan kiatnya. Pertama, kita harus lahir baru dan mengalami pembaharuan budi supaya mengerti betul kehendak Tuhan. Kedua, kita harus bertumbuh dalam firman. Karena firman inilah yang akan memberi kita pencerahan pikiran. Kita akan mengalami transformasi Kristen (Kol. 3:23). Ketiga, punya gaya hidup yang berbeda dengan dunia, yaitu dengan menaklukan pikiran pada Kristus (2 Kor. 10:3-5).

Permasalahannya, lanjut Tumbur, banyak orang Kristen tidak mengerti firman. Ketika orang semakin bertumbuh, kehidupannya akan semakin berat sehingga tak sempat lagi berintim dengan Tuhan dan firman-Nya. Padahal, kata Herlianto, firman Tuhan adalah penangkal yang paling ampuh.

Kritik para humanis dan NAM kepada kehidupan orang Kristen bisa jadi ada benarnya. Karena dalam kehidupannya umat Kristen sering berpikir terlalu dogmatik, legalistik, otoriter, dan tidak toleran. Akibatnya, harkat dan martabat manusia sering tidak dihargainya. Namun, tak berarti lalu kita terhisab ajarannya yang kemudian menjauhkan kita dari Kristus. Sebaliknya, kita harus terus tumbuh dan berbuah sehingga menghasilkan kehidupan yang manusiawi dan sekaligus kristiani.

(Krisetiawati Puspitasari)

www.bahana-magazine.com

Ditandai sebagai:,

Pandangan Mereka Tentang New Age Movement

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008

Franky Sihombing (38)
Penyanyi Rohani—Jakarta.

Inti pengajaran NAM berpusat pada kemampuan diri sendiri. Bagaimana menggali potensi dalam diri kita agar maksimal. Kalau diselidiki lebih dalam, pusatnya adalah diri sendiri. Sedangkan dalam Firman disebutkan terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan sendiri. Ini saja sudah tidak sejalan.
NAM tidak mengambil garis agama, perkembangannya tidak terlalu nampak. Beberapa produk yang ada di pasar, misalnya buku Secret teryata sangat NAM banget. Atau, beberapa buku Chicken Soup terakhir juga tidak Kristen, tapi sudah sangat NAM. Kalau nggak hati-hati orang akan bilang wah ini Kristen padahal NAM. Untuk membedakannya rajin membaca Alkitab. (Rum)

Yohanes Suhendro (35)
Karyawan—Jakarta.

NAM itu pernah saya dengar, tapi tidak tahu apa itu NAM. Kalau orientasi NAM pada perubahan diri dengan mengadalkan kekuatan jiwa, saya kira hal itu salah. Perkembangan NAM memang sangat pesat. Di situlah kita harus bersikap bijak kalaupun ada sisi positif dari kegerakan ini.
Memang produk-produk NAM merupakan suatu gerakan; orang dapat melakukan apa saja yang menjadi kehendaknya dengan kekuatannya. Mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan suatu kesalahan. Karena ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka kehendaki kekecewaanlah yang akan menyadarkan mereka. Menurut saya, ajaran atau kegerakan yang tidak berorientasi pada fiman Tuhan pasti tidak akan bertahan lama. (Gro)

Ledy Simarmata (25)
Presenter Sergap RCTI—Jakarta.

Sejak kuliah saya pernah dengar NAM. Opini saya, NAM hasil pemikiran. Semua orang bisa saja punya pemikiran. Tapi, kurang setuju kalau ini dikaitkan dengan ketuhanan. NAM tidak menilai orang dari agama, menganggap semua orang sama saja. Mereka lebih berpikir realistis dan berpikir soal moralitas saja.
Bagi saya, NAM tidak memberikan jawaban yang memuaskan ke manakah saya setelah meninggal. Esensi hidup itu bukan sekarang, tapi ke mana setelah mati. Jaminan keselamatan itu tidak ada selain di dalam Kristus. Di negara liberal, NAM memang cukup pesat. Dan, bisa jadi NAM lahir dari ketidakpuasan atau kekecewaan terhadap perbedaan agama yang saling mengaku benar. Akhirnya, muncullah kebingungan dan hasilnya NAM. (Rum)

Diah Setiowati (36)
Karyawan—Yogyakarta.

Saya tidak tahu banyak tentang New Age Movement. Yang saya tahu, mengenai kekuatan pikiran yang saya pelajari dari buku-buku pengembangan diri. Buku-buku itu, secara umum bagus untuk mengubah sikap. Hanya saja, ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya. Diajarkan bahwa dengan kekuatan pikiran sendiri, seseorang dapat meraih apa saja yang dikehendakinya.
Lalu, bagaimana peran Allah? Bukankah keberhasilan itu karena campur tangan Allah, bukan karena kekuatan manusia? Dalam pengembangan diri, Allah tidak diberi tempat. Orang Kristen harus memfilter New Age Movement dalam terang firman Tuhan. Apabila seseorang punya persekutuan dengan Tuhan dan firman-Nya, pasti tidak terhanyut dalam tipu dayanya yang menyesatkan. (Zega)

Yehezkiel Candra (25)
Mahasiswa—Surakarta.

Ya, yang kutahu tentang New Age Movement adalah aliran yang muncul karena kekecewaan terhadap gereja. Gereja tidak mampu menjawab kebutuhan jiwani yang mendasar. Akibatnya, orang mencari “sesuatu” yang dianggap bisa mendamaikan hati, yakni spiritualitas baru. Penganut New Age Movement beranggapan bahwa keselamatan itu tidak penting. Yang penting manusia bisa mencapai ke sadaran tertinggi dengan usaha sendiri. Mereka juga memercayai astrologi sebagai wawasan ilmiah dan jawaban masa depan.
Jika orang lebih menuhankan agama, dan Tuhan menjadi urutan kesekian berakibat kehampaan rohani. Apabila hal itu terjadi, tidak menutup kemungkinan mencari kepuasan yang lain. New Age Movement ancaman bagi iman Kristen. (Zega)

Yohanis Richard Riwoe, S.T., M.A. (34) Politisi—Yogyakarta.

“Saya tahu New Age sewaktu seminar ´gereja´ setan,” kata Richard. Menurut pria kelahiran Kupang, 3 Juli 1973 ini, New Age sudah lama ada. Gerakan itu makin menonjol dengan munculnya berbagai aliran sesat. Hal itu makin terlihat di era globalisasi ini.
Tentang buku-buku motivasi yang kian marak, kandidat Gubernur NTT ini menilai hal itu bagus. “Tapi, kalau berlebihan dan menjadikan pribadi seperti superman, itu keluar dari kebenaran. Bahwa kemampuan, keberhasilan, dan keunggulan ada batasnya. Menggunakan buku seperti itu bagus kalau untuk tujuan bahwa dia berharga di mata Tuhan. Dan, perlu diketahui bahwa semua itu hanya oleh anugerah Tuhan. Sayangnya, buku-buku itu tidak mengaitkan dengan ayat-ayat Alkitab,” jelas dosen STT. Getsemani Yogyakarta ini. (Gie)

www.bahana-magazine.com

Ditandai sebagai:,

Jika….

Posted in Relationship by Be example on April 27, 2008

Jika saja kita dapat menyadari sewaktu kita masih hidup, bahwa dari hari ke hari kita sedang membangun untuk kekekalan, betapa akan berbedanya kehidupan kita jadinya! Setiap perkataan lembut, setiap pikiran yang murah hati, setiap perbuatan yg tidak egois, akan menjadi satu pilar keindahan kekal dalam kehidupan yg akan datang.

Ditandai sebagai:

Menjadi Imitasinya Tuhan

Posted in Teaching by Be example on April 25, 2008

Ini adalah tahun dimana Tuhan mau agar kita mengalami kedahsyatan perjanjianNya. IA telah demikian lama menghendaki agar kita menyadari bahwa kita segambar dan serupa denganNYA. Sayangnya, dosa telah menjadi penghalang bagi kita sehingga tidak bisa mencapai keserupaan denganNYA.

Efesus 5 : 1 mengatakan bahwa kita adalah Anak-anak Terang yang harus menjadi penurut-penurut Allah seperti anak-anak. Di ayat ini dalam alkitab bahasa sehari-hari dikatakan “mengikuti teladan Allah”. Charles Capps menggunakan istilah imitators (orang yang menjiplak atau mengimitasi) untuk ayat ini. Dengan kata lain, kita sebagai anak-anak Allah harus mengimitasi Tuhan sama seperti anak-anak “mengimitasi” ayahnya. Yesus mengimitasi BapaNya dan menghasilkan kuasa yang sama seperti BapaNya.

Bapa selalu bekerja dengan perkataanNya. IA tidak pernah melakukan sesuatu tanpa mengatakan terlebih dahulu. Dalam perjanjian lama dicatat, dunia dan seisinya dijadikan melalui FirmanNya (perkataanNya). Dalam perjanjian baru, Tuhan Yesus BERKATA kepada angin, laut dan setan-setan. Demikian juga IA mengutuk pohon ara dengan berkata-kata. Bahkan IA berkata kepada orang mati untuk bangkit. Semuanya taat kepada perkataanNYA dan ada kuasa yang mengalir dari perkataanNYA.

Sayang, kebanyakan kita sebagai anak-anak Tuhan tidak menggunakan perkataan-perkataan kita sehari-hari seperti perkataan-perkataan Tuhan. Kita tidak mengimitasi perkataan Tuhan. Apa akibatnya? Perkataan-perkataan kita mengandung ketakutan, kekuatiran dan kekalahan. Perkataan-perkataan kita membuat kita terikat dan terjerat dalam berbagai kesulitan dan dosa (Amsal 6 : 2).

Untuk mengimitasi Tuhan, kita mesti berbicara (berkata-kata) seperti DIA berkata-kata dan bertindak seperti DIA bertindak. Mengapa perkataan Tuhan selalu berhasil? Dan segala sesuatu yang ada di Dunia ini selalu taat kepada perkataanNya?

Ingatlah bahwa Tuhan adalah Tuhan yang beriman (a faith GOD). Tuhan melepaskan imanNya melalui perkataan. Perkataan seumpama cawan yang bisa diisi dengan iman atau ketakutan. Ketika dituang, maka hasilnya akan sama seperti isinya. Jika perkataan kita diisi dengan iman maka iman akan bekerja dalam diri kita. Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Tuhan. Iman akan bekerja lebih cepat ketika kita mendengar dan memperkatakan segala sesuatu yang Tuhan katakan. Sebaliknya jika perkataan kita diisi dengan ketakutan, kekuatiran dan kekalahan maka hal-hal negatif dan dosa yang akan menguasai kita.

Jadi, setiap perkataan Tuhan mengandung IMAN. Ini imanNYA Tuhan, iman sebesar biji sesawi yang memindahkan gunung. Karena itulah, perkataan Tuhan demikian dahsyat. Dengan perkataan Tuhan, kita dapat mengatasi segalanya. Dalam buku “God’s Creative Power”, Charles Capp membuat penyataan:
Faith-filled words will put you over
Fear-filled words will defeat you

Tuhan ingin kita mengimitasi diriNYA terutama perkataanNYA. Maukah kita berkata-kata dengan perkataan imanNya Tuhan?
Selamat menjadi imitasinya Tuhan.

By Arman Harijanto

www.priasejati.or.id

Ditandai sebagai:,

9 Alasan Pria Menikah

Posted in Relationship by Be example on April 25, 2008

Cinta

Suatu hari Bram berkenalan dengan Rien. Pada detik itu juga, Bram langsung merasa cocok. “Semua yang ada padanya klop denganku. Sebentar saja tak bertemu, rasanya ada sesuatu yang hilang.” Kata Bram. Selanjutnya Bram dan Rien semakin akrab, bahkan mereka dengan cepat mengetahui isi hati dan kepala masing-masing.”Jadi, apalagi yang kami tunggu?”

Menikah karena alasan cinta memang hal yang paling sering terjadi. Dan untuk yang satu ini sulit dicari penjelasannya.. Mungkin lebih tepat disebut misteri. Cinta memang bisa terbit pada pandangan pertama, namun juga bisa muncul perlahan-lahan tanpa disadari. Pria yang menikah karena cinta, umumnya tak bisa menjelaskan, kenapa mereka memutuskan untuk menikah. “Terjadi begitu saja”, kata mereka. Bagi mereka, pernikahan bukanlah suatu akhir dari sebuah proses, tapi awal sebuah perjalanan baru.

Ingin Memiliki Keluarga

Umur Edo sudah 41 tahun, namun ia belum juga beristri. Hingga suatu hari, dia berkesempatan ngobrol dengan seorang rekannya yang lebih muda. Sang teman bercerita dengan penuh kebahagiaan dan kebanggan tentang anak-anaknya. “Disitulah aku mulai panic. Apakah aku nanti harus menggendong bayi saat punggungku sudah bungkuk?” tututr Edo yang kemudian memutuskan harus segera “bertindak”.

Bagi kebanyakan pria, memiliki keluarga yang harmonis dan anak-anak yang lucu adalah cita-cita yang indah. Bagi mereka, memiliki keluarga juga menjadi sumber ketenangan, dukungan, kehangatan, dan pengalaman hidup yang benar-benar baru.

Kebersamaan

Pada mulanya , Angga tak pernah berpikir menyunting Seli, mitranya di sebuah studio pahat. Hubungan mereka awalnya murni teman kerja. Bahkan Seli sempat punya pacar yang ganteng. Toh pada akhirnya Angga memberanikan diri meningkatkan hubungan dengan Seli ke jenjang yang lebih lanjut. Dan akhirnya , Angga melamar Seli. “Kami banyak melewatkan pengalaman bersama, baik dalam senang dan susah. Seli banyak membantu saya di masa-masa sulit, “ kisah Angga.

Tipe pria seperti Angga menganggap perkawinan adalah semacam kerjasama dua orang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi mereka bersama, Mereka berharap, perkawinan akan membantu mereka lebih saling mendukung dan memperhatikan selama masa-masa sulit dan masa-masa menyenangkan. Karena itu, mereka mencari pasangan hitup yang sudah teruji kualifikasinya untuk persyaratan tersebut.

Komitmen

Pria memang terkadang tampak kurang suka terlibat dalam komitmen. Tapi sesungguhnya keinginan komitmen mereka lebih dari yang diduga. Percaya atau tidak, sebagian besar pria menginginkan menikmati hari tuanya bersama seorang istri. Dan itu menunjukkan mereka tetap ingin setia pada satu pasangan hidup.

Kepercayaan

Kepercayaan juga termasuk alasan pria untuk menikah. Entah itu berupa keinginan untuk memiliki seorang yang bisa mempercayai mereka, ataupun sebaliknya yang bisa mereka percayai. Kepada siapa lagi kita bisa mengungkapkan segala kekesalan, masalah, sakit hati, bahkan rahasia pribadi, jika bukan pada pasangan hidup kita? Kepada siapa mereka bisa hidup bersetia dan bersikap jujur. Pria seperti ini akan mengiba-iba memberikan hatinya kepada perempuan yang telah mencurahkan rahasia padanya, yang membuat lelucon tentang uang belanjanya.

Persamaan Pandangan Hidup

Wanita yang memiliki pandangan hidup sama dengan dirinya, itulah yang dicari Pram. Ia mengaku sudah sering ganti pacar, namun tak satupun yang memiliki kesepakatan soal nilai-nilai hidup. “Mereka selalu memandang segala sesuatu dari sudut yang berbeda dariku”, keluh Pram. Baru ketika bertemu Teti, ia langsung terpikat dan meminangnya. Pasalnya, cara pandang Teti terhadap berbagai hal ternyata tak jauh berbeda dari Pram.”Reaksi-reaksi kami terhadap masalah politik, suasana kerja, sampai keluarga, rasa2nya hampir sama” , kata Pram.

Kecocokan ini bisa juga dipengaruhi oleh latar belakang keluarga kedua pihak yang mirip. “Bila bersama keluarga mertua, aku merasa nyaman. Bahkan hampir tak perlu melakukan penyesuaian diri”, kata pria lain.

Dalam beberapa kasus, perbedaan pandangan ini memang menjadi sumber keretakan sebuah rumah tangga..

Persahabatan Sejati

Sulit dipahami, memang. Kalau ingin bersahabat, kenapa mesti menikah? Namun perkawinan sesungguhnya adalah upaya menemukan seorang sahabat yang terbaik. Rudy, seorang pegawai bank, mengisahkan pengalaman kakak perempuannya. Sang kakak menikah begitu lulus kuliah. “Ketika itu suaminya baru merintis bisnis kecil-kecilan. Jadi keuangan mereka pas-pasan, “ tutur Rudy. Kendati serba kepepet, sang kakak di nilai Rudy mampu mengatasi masalah bersama-sama suaminya. Cekcok bukan hal aneh. “Tapi mereka juga sering bercanda dan tertawa bersama.” Bagi Rudy, pasangan tersebut saling menyayangi dan mampu menjadi sahabat yang baik.

Penerimaan Masyarakat

Alasan yang ini terkesan agak dangkal ya? Tapi pada kenyataannya, kebanyakan orang memang merasa lebih aman dan nyaman jika bekerja sama dengan seseorang yang sudah berkeluarga. Sebaliknya, mereka merasa kurang safe jika bergaul dengan mereka yang masih melajang.

Di sisi lain, status sebagai suami juga dipandang lebih terhormat daripada pria lajang. Sikap seperti ini antara lain tercermin pada peraturan kerja di perusahaan. Seorang karyawan bank mengisahkan, ia tak boleh datang ke pesta kantor karena masih bujangan. “Hanya lajang yang sudah 10 tahun bekerja yang boleh datang. Tapi pegawai lain yang baru sehari, tapi sudah beristri, otomatis boleh datang.”

Kesepian

Sebuah survey menyimpulkan bahwa pria dua kali lebih banyak mengungkapkan alasan kesepian sebagai alasan untuk menikah dibanding wanita. Masuk akal juga. Seberapa banyak pilihan kegiatan seorang pria yang tak beristri ? Kongkow-kongkow dengan temannya? Jalan-jalan ke mal? Sewa video? Apapun, setelah beberapa saat mereka jadi bosan sendirian. Tak heran jika kesepian menjadi salah satu alasan pria untuk mencari istri.

Seorang pengusaha mengisahkan, betapa ia semula lebih suka hidup membujang. Mungkin seperti lirik lagu, “Kemana-mana asalkan suka, tiada orang yang melarang.” Namun pada akhirnya ia mulai bingung memikirkan apa yang akan dilakukan selama sisa hidupnya. “Aku mulai merasa sepi. Bahkan mulai ketakutan membayangkan kematian. Sungguh, aku tak ingin meninggal, dalam kesendirian,” papar sang pengusaha yang akhirnya memutuskan menikah. “Mungkin saja aku menikah dengan alasan yang salah, tapi kesepian toh alasan juga,” tambahnya.

By Novry Simanjuntak, on 06-03-2008 13:59

www.priasejati.or.id

Ditandai sebagai:,