Mengampuni Awal Bebas Dari Sakit Diabetes dan Kanker Rahim!
Pada tanggal 05 Maret 2008 Pak.Sukirno menghubungi pelayanan doa dan konseling Solusi karena kondisi kesehatan istrinya yang menderita sakit diabetes dan kanker rahim. Pak Sukirno sangat mengharapkan kedatangan Tim Solusi supaya mendoakan langsung istrinya yang sedang terbaring di rumah sakit karena ia juga sudah ketakutan dengan pernyataan dokter yang mengatakan sudah angkat tangan dengan keadaan Ibu Nuraini.
Pak Sukirno sangat senang mengetahui dari anaknya karena Tim Solusi telah datang mengunjungi isterinya pada tanggal 13 Maret 2008.“Saya bersyukur karena Tim Solusi begitu perhatian kepada banyak orang termasuk kepada keluarga kami. Apa lagi saya mendengar dari anak saya kalau Solusi membimbing isteri saya untuk mengampuni saya dan tidak lagi membenci saya.”
Memang saat Tim Solusi tiba di rumah sakit Pak Sukirno sedang ada di rumah. Yang ada di rumah sakit hanya Ibu Nuraini yang terbaring dengan ditemani anaknya yang bernama Dina. Sementara Ibu Nuraini terbaring di tempat tidur Tim Solusi memberikan kesempatan kepada Dina untuk menceritakan keluhan dan kesesakan atau kesusahan hidup ibunya.
Dina maupun Ibu Nuraini sangat senang karena dapat menceritakan semua keadaan dan masalah yang terjadi dalam keluarga mereka. Sukacita mereka semakin bertambah setelah mereka memperoleh kekuatan dari nasihat yang diberikan Tim Solusi. Nasihat dan motivasi yang Tim Solusi berikan bukan hanya dari pengetahuan Alkitab tapi juga dari kesaksian-kesaksian anak-anak TUHAN yang mengalami pertolongan TUHAN.
Mereka bercerita bahwa Tim Solusi membangkitkan iman dan memberikan pengharapan kepada Ibu Nuraini. Bahkan Dina dan Ibu Nuirani mau terbuka bagaimana papanya telah mengecewakan mereka karena kesalahan yang cukup fatal yang pernah ia buat. Tim Solusi pun membagikan firman TUHAN dan kesaksian betapa dasyatnya kuasa pengampunan dan hidup dalam kasih Tuhan Yesus. Setelah itu Ibu Nuraini dan Dina pun diajak dan dibimbing untuk sungguh-sungguh mengampuni Bapak Sukirno walaupun Pak Sukirno tidak ada di tempat.
“Saya sudah sering nonton Solusi di SCTV begitu juga dengan kedua orang tua saya. Bagi saya Solusi sudah banyak memberikan berkat rohani apalagi sekarang Tim Solusi mau datang langsung mendoakan ibu saya dan membimbing kami untuk melepaskan pengampunan untuk papa saya di hadapan TUHAN YESUS.”
Life Cycle and Maturity
Born…
Being baby and little children… (with that childish mental attitude)
Grow up… (start to leave that childish mental attitude)
Mature….
Ready to married and have kids… (haha)
Older….
See your kids grow like you grew… (ya gak sih ?)
Dead…
Huahh, what a life…
I’m not ready to be mature… (I think)
Nobody teach me to be mature. It’s a process by ourself. And enter my ‘twenties’… My desire to be ‘mature’ just gone…(lho ?). Believe me, in my teenage years I want to be mature. Tapi gak ngerti, kenapa sekarang kok ilang ya ? (hehe)
Apa karena gw berpikir maturity is less laugh ? Everyone’s busy with their own problem… ? And you should’ve take care of yourself ? (ya iyalahhh yaaaaa…dari dulu juga diriku begitu – siapa juga yang ngurusin gw kalo bukan gw sendiri haha)
Not fun world…Less touch…
But it’s not meant that I’m still wanna be a kid. Everyone’s must going to be mature. It’s a sign that you grow. Apa yang diberi lebih, tanggung jawabnya juga lebih, and the reward juga lebih dunkzz…hehe.
It’s not about the burden as mature people. I do ready for that.
It’s not about ‘learn to be wise’ as mature people. I must ready for that.
It’s not about ‘learn to be strong’ as mature people. I must ready for that.
Even sometime, gw malu dengan anak-anak kecil jalanan yang gw liat di jalanan. I think they are that stronger people ! Gw rasa mereka gak nyadarin kalo sebenarnya keadaan mereka di bawah rata-rata orang. That’s why I never saw them cry on the street… (sepanjang yang gw inget) They just having fun with their life on the street… Showing their ‘muka kasian pak…’ Abiz minta-minta, ketawa ngikik lagi…Hoho. Yea, I think they’re stronger kids…(without the knowledge about what are they suppose to be)
Back to maturity…Maybe for me…it’s about….
…….
Maturity means alone. Because people around you see you as mature people… Mature people don’t need guidance. Mature people can do everything by themselves. Mature people don’t need to find good quality friendship. Cause it’s not the time for looking friend anymore, but it’s time for looking a mate…So you both can get older together… And die together like Romeo and Juliet…(haha *satire mode on*)
Am I correct ?
I analyze my own problem with writing. That’s the question that I need to answer by myself.
Yea I think that’s the problem.
I invite my friends to make any comment…(specially my IT girls, that always have deep thoughts – ceileee)
What do you think, ce Fay ? (hehe) I think it’s still the same syndrome…(haha)
Beside that, enter my ‘twenties’ juga ngebikin personal question dari big family berubah… Such as, ‘So, siapa calonnya ?’
Deep in my heart, “My goodnesssssss…. I feel like Ringgo….!”
Cengir-cengir kuda aje deh gw…. Hahaha.
Gile ye, pada lupa ma umur gw kali… Masih 21 juga…
Palagi waktu big fam meeting baru-baru ini, gw ketemu dengan sodarikyu (yg kalo dalam keluarga tuh sebenarnya dia ponakan gw!) yang juga temen main masa kecilku… Sama-sama ingusan bareng, sama-sama lari bareng, sama-sama main petak umpet bareng, sama-sama ngerjain sodari gw yang lain… En sekarang dia udah married… ! Hahaha… I felt like I’m still a kid. Dan semua orang di sekitar gw changing and older…
Back to big fam…
Sebelum pulang mereka kasih komentar, en komentar mereka, “Cari yang bagus ya, Tam…”
Errgghhh…..
They were talking about cool stuffs, right ?
Yeaaa rightttt, definetly Macbook adalah Notebook paling bagusssss….
Dan gw lagi jatuh cinta ama Linux OS yang namanya Ubuntu…
Hehehe…
Things to learn :
don’t talk about mate with a geek, cause for them, their mate is gadget and cool software… ![]()
Januari 21, 2008 — indiegal.wordpress.com
Memiliki Menikmati Memberkati
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.
(Pengkhotbah 5:9)
Seorang pengusaha kaya raya baru saja membeli sebidang tanah seluas ratusan hektare di tepi sebuah pantai. Ia pun pergi untuk meninjau lokasi tersebut. Ia berdiri sambil menatap keindahan laut dan membayangkan suatu ketika kawasan itu menjadi pusat perekonomian. Ia tersenyum tanda bahwa ia amat bangga atas apa yang akan segera dikerjakannya.
Setelah puas mengamati, ia kemudian berjalan menuju ke arah mobilnya. Tiba-tiba langkahnya itu dihentikan oleh suara seorang pria. “Selamat pagi kawan, ” ujar si pria yang sedang duduk bersantai sambil menikmati panasnya sinar mentari. Si pengusaha menoleh. “Selamat pagi. Hei! kenapa kamu di situ saja? Apakah kamu tak punya kerjaan?” kata si pengusaha. “Aku seorang nelayan, “jawab orang itu.
Perbincangan pun berlanjut. “Kalau begitu pergilah ke laut dan tangkaplah banyak ikan, ” himbau si pengusaha. “Oh, aku sudah ke laut tadi pagi. Sekarang aku sedang menikmati hidupku sambil melepas lelah, ” jawab nelayan. “Sekarang kembali lagi ke laut, ” himbau si pengusaha, kali ini dengan nada agak tegas. “Tapi untuk apa?” tanya nelayan. “Tangkap lagi ikan sebanyak-banyaknya, ” jawab si pengusaha.
Sejenak nelayan diam, kemudian menyahut, “Trus?”. “Ya, kemudian kamu jual ikan itu supaya uangmu bertambah banyak sehingga kamu menjadi kaya, ” kata pengusaha. “Kemudian apa yang harus kulakukan? ” tanya nelayan lagi. ” Kamu tinggal menikmati hidupmu, ” kata pengusaha. Dengan wajah polos dan sambil tersenyum, si nelayan berkata, “Lo, emangnya apa yang sedang kulakukan sekarang? ” Si pengusaha terdiam dan berlalu sementara nelayan terus menikmati sinar matahari dan angin pantai yang berhembus sepoi-sepoi. Ia betul-betul menikmati hidupnya.
Cerita di atas tampaknya sedang menyindir kehidupan banyak orang yang diisi dengan kegiatan mengejar kekayaan semata. Dulu saya pernah berpikir bahwa memiliki banyak uang adalah tanda kesuksesan. Namun seiring perjalanan waktu saya manyadari bahwa hal tersebut adalah keliru. Bukankah dengan jelas kita bisa melihat begitu banyak orang kaya yang mati bunuh diri? Atau orang kaya yang hidupnya hanya diisi oleh stres, kekhawatiran dan ketakutan akan kematian?
Tampaknya nasihat dari Ibu Teresa patut kita renungkan. “Ketika seseorang berurusan dengan uang, orang itu akan kehilangan hubungan dengan Allah… Suatu hari muncullah keinginan untuk memiliki banyak uang dan segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang. Kebutuhan-kebutuhan semakin meningkat karena satu hal berkaitan dengan hal lainnya. Akibatnya adalah ketidakpuasan yang tidak terkendali, ” katanya.
Saya bukannya orang yang anti uang. Menurut saya, uang hanya sebuah sarana dalam menopang kehidupan dan dapat menjadikan kehidupan kita lebih bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga maupun sesama.
Terkadang ada orang yang sinis dengan uang dan berkata bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Menurut saya itu benar tapi apakah kemiskinan bisa membeli kebahagiaan? Anda mungkin pernah melihat bagaimana seorang suami tega menjual istrinya atau ayah menyuruh anak melacurkan diri akibat kemiskinan.
Orang-orang yang alergi terhadap uang barangkali belum pernah hidup miskin sehingga berani mengatakan uang tidak penting. Saya masih ingat pengalaman diusir dari tempat kost karena tidak mampu membayar tepat waktu dan dihina oleh orang-orang yang masih ada hubungan dekat dengan kami saat bisnis orang tua saya mengalami kebangkrutan. Benar kata orang bijak bahwa dalam masa senang teman-teman mengenal kita namun dalam masa sulit kita mengenal siapa teman-teman kita. Ketika hidup kita senang, banyak yang datang menghampiri. Persis seperti pepatah “ada gula ada semut” namun begitu hidup kita susah, satu per satu akan menjauh. Begitulah manusia!
Saya sepenuhnya percaya Tuhan menginginkan kita hidup dalam segala kelimpahan, termasuk dalam segi finansial namun kekayaan kita hendaknya digunakan demi kemuliaan nama Tuhan. Caranya adalah dengan menjadikan kekayaan tersebut berkat bagi sesama. Semakin kaya kita, semakin besar pula kesempatan yang kita miliki untuk membantu mereka yang sangat membutuhkan.
Jika berbicara tentang hal ini, saya sering teringat akan kisah seorang pemuda yang memiliki cita-cita untuk menjadi misionaris di Afrika. Sayangnya, setelah menikah ia baru mengetahui kalau keadaan kesehatan istrinya tidak memungkinan mereka berdua untuk pergi ke Afrika. Pemuda ini menjadi begitu tertekan. Ia depresi!
Ia terus bergumul. Ia marah bercampur bingung. Bagaimana mungkin Tuhan memanggilnya untuk tugas mulia tersebut namun menutup pintu baginya untuk berkarya? Sampai suatu ketika Tuhan menyadarkan dia bahwa ia masih tetap bisa menjalankan komitmennya itu di manapun ia berkarya.
Pemuda ini kemudian membantu ayahnya memproduksi anggur untuk keperluan perjamuan kudus di gereja. Ketika ayahnya semakin tua, pemuda ini mengambil alih usaha tersebut dan bertekad memanfaatkannya demi kemuliaan nama-Nya. Siapa menduga usaha terus berkembang dan ia kemudian dikenal sebagai orang yang menyumbangkan dana dalam jumlah besar bagi kepentingan misi di dunia. Ia menggunakan kekayaaannya demi perluasan kerajaan Allah di dunia. Nama pemuda ini adalah Mr. Welch.
Jika saat ini hidup Anda diberkati, bersyukurlah kepada Tuhan. Nikmatilah apa yang Anda miliki dan jangan lupa untuk memberkati kehidupan orang lain sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan.
Dia akhir perjumpaan ini, saya ingin mengajak kita semua merenungkan sebuah nasihat kecil dari Ibu Teresa mengenai uang dan kekayaan: “Siapa saja yang hidupnya tergantung pada uang atau selalu cemas atasnya, dia sesungguhnya orang miskin. Bila orang itu menggunakan uang untuk melayani orang lain, orang itu menjadi kaya, benar-benar sangat kaya.” ***
Artikel ini dikutip dari Buku Melangkah Maju di Masa Sulit (Stand Strong) karya Paulus Winarto, Penerbit Andi 2005.
Jesus Among Other Gods

Dalam buku Jesus Among Other Gods, apologis Kristen Ravi Zacharias menangkap semua pertanyaan sulit ini yang diajukan oleh orang-orang postmodern. Apakah setiap kepercayaan sama saja ? Apakah hanya satu yang mengungkapkan Kebenaran ? Atau bahkan setiap orang memang membutuhkan Tuhan ? Tidakkah Buddha, Muhammad, dan Yesus sama-sama merepresentasikan jalan yang sama kepada Tuhan ?
Pandangan menarik dari percampuran Timur dan Barat menghiasi sepanjang buku ini. Zacharias telah merasakan hidup di kedua kultur tersebut. Dari perspektif itu, ia membawa perbedaan halus antara kedua kultur dan observasi-observasi yang banyak penulis lewatkan.
Dalam karya yang digarap dengan serius ini, Zacharias menampilkan perbedaan-perbedaan yang jelas antara siapa Yesus menurut yang dikatakan-Nya sendiri dan bagaimana Yesus menjalankan kehidupan-Nya, kontras dengan kehidupan dan klaim oleh pemimpin-pemimpin religius yang lain. Fokus dari buku ini adalah perbedaan respon Yesus akan pertanyaan mengenai identitas dan asal-Nya.
Bagi yang tertarik dengan apologetic, buku ini sangat membantu. Penulis menawarkan begitu banyak detail religius yang menarik dari tradisi-tradisi lain, dari kitab suci masing-masing dan dari observasinya sendiri dari kultur-kultur non Kristen. Riset-nya secara efektif menyorot perbedaan-perbedaan di antara kepercayaan-kepercayaan. Sepanjang karyanya, Zacharias terlihat tidak judgemental tetapi sangat persuasive, dalam diskusi yang sangat menyorot banyak factor keunikan dari Yesus Kristus.
Jesus Among Other Gods
Judul Terjemahan : Yesus di antara allah-allah lain
Penulis : Ravi Zacharias
Penerbit : Pionir Jaya
Halaman : 274 hal.
Karya Penulis yang lain : Can Man Live Without God ?, Deliver Us from Evil, The Lotus and The Cross
Blog, Antara Curahan Hati, Gaya Hidup dan Bisnis

Salah satu trend global dalam dunia maya saat ini adalah blogging. Hal ini telah menyentuh kehidupan dari anak SD hingga orang yang sudah lanjut usia. Pada tahun 2007 lalu, komunitas blogger Indonesia-pun sudah mulai menunjukkan identitasnya melalui Pesta Blogger 2007 yang disambut baik oleh pemerintah, hal ini ditandainya dengan kehadiran Menkominfo pada perhelatan akbar blogger tersebut.
Menjadi blogger ada yang menganggap sebagai panggilan jiwa, namun sebagian besar juga menjadikannya sekedar ajang pergaulan global dan media mencari uang atau bisnis. Selain karena sebagian besar media blog yang tersedia masih gratis, blog sendiri menyajikan tampilan yang user friendly, sehingga banyak yang lebih memilih media blog daripada membuat website yang sedikit lebih rumit.
Saat ini beberapa orang sudah menjadikan nge-blog sebagai pekerjaan. Hal ini dikenal sebagai pro blogger atau professional blogger. Mereka yang menjadikan blog sebagai pekerjaan utama, memiliki berbagai karakteristik tersendiri. Dari yang sepesifik pada bagian online marketing hingga sebagai jurnalis. Oret-oretan yang tertoreh dalam halaman-halaman blog sendiri memiliki berbagai warna, dari sesuatu yang ringan dan sekedar iseng, hingga kelas berat seperti pembahasan dunia bisnis dan berita.
Seorang blogger pernah menulis, esensi menjadi seorang blogger adalah seperti menjadi seorang pemimpin. Seorang blogger itu adalah tentang bagaimana memberi dampak. Tulisan seseorang, tiba-tiba bisa menjadi sesuatu yang populer hanya dikarenakan pemilihan kata kunci yang tepat. Dan tulisan tersebut bisa mempengaruhi seluruh dunia.
Sebagian orang menjadikan blog sebagai media curahan hatinya. Sebagai pengganti buku diary atau seorang sahabat yang seringkali sulit ditemukan untuk bisa mendengarkan, sebagian orang menggunakan media blog untuk menceritakan suka duka kehidupannya. Dari anak kecil, ibu-ibu rumah tangga biasa hingga para karyawan professional yang mengenal blog, mereka menjadikan hal ini sebagai salah satu pengisi kesehariannya.
Tidak jarang juga, oret-oretan iseng para blogger ini menjadi sesuatu yang menarik dan menjadi perhatian media cetak dan televisi sehingga mereka angkat dan mendongkrak pamor para blogger. Jadi jangan heran jika ada orang yang tidak pernah keluar rumah, serta hanya sibuk didepan layar monitor komputernya atau notebooknya namun tidak kuatir tidak memiliki pemasukan, tanyalah mungkin dia seorang professional blogger.
Jawaban.com sebagai salah satu media online Kristen terbesar melihat betapa pesat perkembangan blog ini, dan juga menyadari bahwa blog memiliki sebuah pengaruh yang besar. Untuk itulah tercetus CIBfest 2008 (Christian Indonesian Blogger Festival 2008), yang diharapkan dapat menjaring para blogger Kristen dan dapat menyamakan gerak dan langkah dalam menjadi Garam dan Terang dalam Suara Baru Indonesia. Festival yang dimulai pada akhir Maret ini akan berujung pada perhelatan yang dilangsungkan secara online pada 8 Agustus 2008. Dipastikan akan ada kejutan-kejutan menarik yang akan menghiasi perjalanan festival online ini. Jadi jangan sampai Anda melewatkannya. Jadilah bagian dari CIBfets 2008.
Dewan Gereja Se-Dunia Mengecam Film Fitna

Dewan Gereja se-Dunia (WCC) mengecam film baru anggota perlementer Belanda yang menuduh Al-Qur’an mendorong kekerasan.
Direktur Program Dialog Antaragama WCC itu mengkritik film pendek Geert Wilders berjudul “Fitna” sebagai ” kasus yang jelas dari Islamofobia.”
“Terlihat melalui gambar-gambar, pembuat film melukiskan ekstrimisme keras tanpa ada usaha untuk memisahkannya dari Islam mainstream,” kata Premawardhana. “Ekstrimisme adalah masalah di setiap agama dan perlu dicegah melalui dialog antaragama.”
Wilders, pemimpin Partai Kebebasan yang anti imigrasi, menayangkan video pendeknya di Internet pada Kamis lalu dan disambut kemarahan umat Muslim di seluruh dunia. Di film tersebut, gambar serangan 11 September di Amerika Serikat dan peledakan bom yang dilakukan ekstrimis Muslim muncul bersama kutipan-kutipan dari Al-Qur’an.
Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri Uni Eropa, mengecam film tersebut dan mengekspresikan dukungan mereka untuk Pemerintah Belanda, yang menjauh dari film Wilder.
“Film itu menyamakan Islam dengan kekerasan dan pandangan ini dengan tajam ditolak,” bunyi pernyataan 27 menteri tersebut.
Namun, Uni Eropa juga mengatakan film itu tidak melewati batas kebebasan beragama dan mereka yang terhina oleh isinya tidak seharusnya bereaksi dengan kasar.
“Merasa terhina bukanlah alasan untuk menyerang atau mengancam,” kata mereka.
Film itu menyebabkan kemarahan di negara-negara mayoritas Muslim termasuk Iran, yang menyebut film itu mengerikan, menghina dan anti-Islam.
Sebuah delegasi yang terdiri dari umat Kristiani dan Muslim Belanda minggu lalu mengunjungi Mesir untuk mengurangi kerusakan yang dapat disebabkan film tersebut. Menurut Ecumenical News International, mereka membawa pesan bahwa mayoritas populasi, komunitas gereja dan Muslim di Belanda menentang film tersebut, namun kebebasan berbicara berarti bahwa Pemerintah Belanda tidak berkuasa melarang penayangannya.
Menurut anggota delegasi, According to mempemimpin spiritual umat Muslim Sunni sedunia, Sheikh Muhammad Sayyid Tantawy, mengekspresikan ketidaksenangannya kepada mereka dalam pertemuan selama setengah jam tersebut.
“Seorang anggota parmelen di Belanda menghina satu setengah milyar umat Muslim. Ini tidak dapat ditoleransi,” kata Sheikh seperti dikutip delegasi.
Bas Plaisier, anggota delegasi dan sekretaris jenderal Gereja Protestan di Belanda, mengatakan setelah pertemuan dengan Talawy, “Sekali lagi jelas bagi kami bagaimana respon terhadap isu ini sangat emosional di dunia Arab. Film ini bermain dengan api.”
Awal bulan lalu, WCC meluncurkan komentar “Belajar untuk Mengeksplorasi Kasih Bersama-sama,” dimana tubuh ekumenikal itu mendesak baik Muslim dan Kristiani menemukan dasar bersama dalam kasih untuk Tuhan dan sesama.
Komentar tersebut menyusul “Renungan mengenai Imperatif Religius Kita untuk Memupuk Sensitivitas dan Rekonsiliasi dalam Masyarakat yang Berubah” yang dirilis Komite Pusat WCC Februari lalu. Dokumen itu mendorong gereja-gereja “bekerja memajukan rekonsiliasi dan penyembuhan” melalui dialog dengan umat Muslim yang menuntun masyarakat “tidak hanya dari permusuhan ke kehidupan yang damai, namun juga perayaan kehidupan kita bersama-sama.”
Sebuah kepercayaan jika dilihat dari sisi berseberangan tidak akan pernah menemukan titik temu. Dan agama bukanlah untuk diperdebatkan dan hanya sebagai sebuah wacana, namun harusnya merupakan sebuah gaya hidup, sebuah kitab yang terbuka. Untuk itu, dalam menyikapi sebuah cara pandang negatif seperti film Fitna ini, dituntut sebuah kebijaksanaan dan hikmat sehingga tidak terpancing dan membuat hubungan antar umat beragama menjadi ricuh. Mari kita bangun kedamaian di hati dan di bumi ini.
Sumber: Christianpost.co.id
finus0106 : 2008-04-03 12:10:52
Salut kpd WCC,dari cara respons dgn tidak mementingkan diri sendiri sekaligus menjadi Alktab terbuka walaupun sebuah organisasi tapi tetap Tubuh Kristus yg berbuah, dan salutnya walaupun jg ada film yg membuat kecewa murid kristus tapi respons nya “hati-hati dalam mendengar/melihat supaya tidak terbawa arus”. Halleluya.
vjay : 2008-04-03 11:31:25
Peace man.. peace.. damai di hati.. damai di bumi…
Luput Dari Kecelakaan Maut

Dalam perjalanan pulang ke Bandung setelah mendrop klien ke Cengkareng, roda mobil depan sebelah kiri Rudy yang memang sudah aus mulai berbunyi. Namun Rudy berpikir dengan kondisi bannya yang sudah seperti itu, mobilnya masih dapat dikendarai paling tidak sampai ke rumahnya di Bandung. Malam itu di ruas jalan tol Cikampek, Rudy yang sedang mengendarai mobilnya seorang diri hendak menyalip sebuah bis yang ada di depannya. Karena ingin segera tiba di rumah, Rudy memacu kecepatan mobilnya dengan cukup tinggi. Namun justru kecelakaan fatal yang terjadi.
“Waktu itu saya lihat mobil itu terbang di atas bis,” kisah Iwan Setiawan, salah satu saksi mata dalam kejadian itu. Iwan pun langsung memberikan pertolongan pertama pada Rudy. Iwan melihat sosok tubuh Rudy yang sudah tergeletak di pinggir jalan. Kabar pun segera disampaikan kepada Yenni, istri Rudy melalui telepon genggam milik Rudy.
Yenni sangat terkejut mendengar kabar itu. Hal pertama yang dilakukan Yenni adalah menelepon kedua orang tua Rudy menyampaikan kabar kecelakaan yang menimpa Rudy. Kegemparan serta merta menghampiri keluarga mereka. Saat tiba di rumah sakit, mereka hanya dapat menyaksikan tubuh Rudy yang tergolek lemah di atas tempat tidur dengan badan yang dipenuhi noda darah.
“Ginjalnya tidak dapat berfungsi dengan baik lagi, terlihat dari kreatinin yang menumpuk di darahnya. Hal ini yang menyebabkan pasien koma. Kegagalan ginjal yang kronis seperti itu kemungkinan sembuhnya kecil kecuali jika diadakan pencangkokan ginjal,” ujar Dr. Djewaladi, Msc menjelaskan kondisi cedera akibat kecelakaan mobil yang diderita Rudy.
Saat itu Yenni hanya bisa berserah kepada Tuhan. Yenni merasa kalau beban ini terlalu berat untuk dapat ia tanggung sendiri. Yenni pun hanya dapat berdoa menyerahkan Rudy ke dalam tangan Tuhan. Kalau memang Tuhan ingin mengambil Rudy, Yenni hanya meminta agar diberi kekuatan kepada dirinya dan kedua anaknya untuk dapat melalui semua hal ini.
Dukungan doa dari teman-teman Yenni membuat Yenni semakin yakin bahwa Tuhan akan menolong Rudy. Salah satu kelompok ibu-ibu yang datang mendoakan Rudy mengatakan kalau Tuhan sendiri yang akan memulihkan Rudy di atas tempat tidurnya, pulih seperti sediakala. Dan janji itu dipegang Yenni dengan teguh. Keyakinan Yenni akan kuasa doa menjadi penghiburan yang sangat besar bagi Yenni.
Dan memang Tuhan bukanlah Tuhan yang tinggal diam saat anak-anak-Nya berseru kepada-Nya. Tuhan menjawab doa Yenni. Dalam waktu kurang lebih satu minggu, kreatinin Rudy mulai turun sehingga menjadi 6 dan kemudian minggu kedua sudah turun menjadi sekitar 4. Ginjalnya pun sudah mulai membaik. Tuhan Yesus sangat baik sehingga pada hari yang ketiga puluh, Rudy mulai sadar dari komanya.
Melihat keadaan mobil Rudy, semua orang pasti menyangka pengemudinya meninggal dunia. Namun jika Rudy bisa tetap hidup sampai saat ini, semua hanya karena mukjizat Tuhan.
“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah berkenan menyembuhkan suami saya,” kisah Yenni menutup kesaksiannya.
“Saya sekarang sudah sehat kembali, sudah kembali dapat berolahraga, dapat mengemudi kembali. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan,” ujar Rudy menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan 25 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian : Rudy Hendra Sujono
Menemukan Tuhan Dalam Kerasnya Kehidupan

Menurut kesaksian orang-orang di sekitarnya, kelakuan Ghani sangat buruk. Mencopet, judi, mabuk, segala hal yang meresahkan warga sekitarlah yang selalu dilakukan oleh Ghani.
Pada suatu kali, Ghani berniat menjual gitarnya dan gitar ini dipinjam oleh preman-preman terminal Blok M untuk teman minum. Setelah dipakai sampai rusak, gitar Ghani dibiarkan begitu saja. Ghani pun merasa tersinggung. Pertengkaran dengan para preman pun tak dapat dihindarkan. Namun dengan berani Ghani memukul para preman itu dengan gitarnya. Sejak saat itulah dirinya mulai dikenal di lingkungan itu sebagai orang yang suka berkelahi. Dengan para pembeli pun Ghani tidak segan-segan mengajak berkelahi.
Pergaulan Ghani tidak hanya menjadikannya seorang pemabuk. Ghani bahkan bergabung dengan sekelompok pencopet yang dinamai pasukan air. Ghani sering mengajak teman-temannya beraksi di bis Mayasari bakti nomor 57 jurusan Pulo Gadung dan menjalankan aksi mereka di sana. Sering juga mereka mencopet di terminal, kaki lima Melawai dan berbagai tempat yang lain.
Bertahun-tahun Ghani menjadi seorang pencopet. Sampai suatu ketika kelompoknya menjadi target operasi polisi. Ghani pun memutuskan pulang ke Medan karena takut tertembak polisi. Empat bulan di Medan, Ghani kembali ke Jakarta. Namun Ghani tidak berani lagi menjalankan aksinya di Jakarta. Ia merambah daerah operasinya ke Bandung, mencopet di wilayah Dalem Kawung, bahkan sampai dikeroyok massa karena Ghani membela seorang teman pencopet yang tertangkap massa. Temannya dapat melarikan diri, namun Ghani menjadi sasaran amukan massa karena dianggap sebagai kawanan pencopet yang tertangkap basah. Saat itu Ghani dapat dikatakan sudah setengah mati akibat luka-luka yang dideritanya.
Dalam keadaan babak belur penuh luka, Ghani kembali ke Jakarta dan tak seorangpun yang dapat mengenalinya akibat luka yang dideritanya. Sejak saat itu Ghani mulai berhenti dan tidak mau mencuri lagi.
Ghani berhenti mencopet dan ia menikahi seorang wanita bernama Yuyun. Namun kebiasaan Ghani mabuk-mabukan membuat keluarganya tidak harmonis. Setiap hari Ghani harus menenggak minuman keras dan setiap hari pula ia baru pulang dini hari. Komunikasi dengan Yuyun pun tidak dapat berjalan dengan baik. Ghani bersikap tidak perduli terhadap anak dan istrinya. Kata-kata cerai senantiasa terlontar dari mulut Ghani. Sikap kasar dan semena-mena sering diterima Yuyun dari Ghani.
Masalah datang silih berganti dalam keluarga Ghani. Adik angkatnya mengalami sakit yang cukup parah. Dari hasil pemeriksaan rumah sakit, tidak ditemukan penyakit pada adik angkatnya tersebut namun tampak jelas kalau adiknya kesakitan di sekujur kakinya. Ghani mengalami tekanan hidup yang berat dimana ia harus mencukupi kebutuhan keluarganya. Dia pun mempunyai tanggung jawab untuk pengobatan adiknya.
Di tengah himpitan hidupnya, Ghani berserah kepada Tuhan. Dan Ghani berjanji jika Tuhan menyembuhkan adiknya, maka ia akan berhenti dari semua kejahatannya. Pada akhirnya Ghani mengajak adiknya untuk pergi ke gereja dengan keyakinan bahwa adiknya pasti akan sembuh. Karena Ghani yakin bukan manusia ataupun obat yang menyembuhkan, namun Tuhan. Ghani terus berdoa agar adiknya disembuhkan Tuhan. Satu minggu kemudian, apa yang didoakan Ghani didengarkan oleh Tuhan. Dan Ghani menepati janjinya untuk setia kepada Tuhan. Sakit pada kaki adiknya tiba-tiba saja sudah hilang.
Sejak kesembuhan adiknya, Ghani berubah total. Kehidupannya saat ini dipenuhi sukacita. Keluarganya yang dulu di ambang kehancuran, saat ini penuh dengan damai. Ghani juga sering ke gereja dan mengikuti persekutuan. Sikap Ghani pun menjadi lembut, tidak mabuk-mabukan lagi dan berhenti merokok. Ghani saat ini memiliki sebuah counter handphone di tempat yang dahulu menjadi aksi kejahatannya. Masyarakat sekitarnya pun mengakui perubahan Ghani. Ghani yang dulu mereka kenal sebagai pencopet dan pembuat onar, saat ini telah menjadi orang baik.
“Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan karena Yesus telah memulihkan kehidupan saya yang mana tadinya saya suka mabuk-mabukan, mencopet, namun oleh Tuhan Yesus hidup saya diubahkan, kehidupan keluarga saya diubahkan, saya lebih mempunya kasih kepada istri dan anak-anak,” ujar Ghani menutup kesaksiannya dengan penuh ucapan syukur. (Kisah ini sudah ditayangkan 25 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian :
Ghani
Cerita Tentang Goliat Pemabuk dan Yesus Yang Lahir Di Rumah Mertua Maria

Pdt.Robert Harrison dari gereja St.John yang berada di sebelah barat daya London merupakan orang yang memprakarsai penulisan ulang buku cerita tentang “The 10 Bibles Stories”. Ke sepuluh cerita ini merupakan hasil polling yang di prakarsai oleh Christian Charity Scripture Union.
Beberapa cerita di Alkitab yang sangat popular sedang di tulis ulang oleh seorang pendeta Anglikan Inggris. Salah satunya termasuk cerita tentang Goliat, dalam cerita ini Goliat digambarkan sebagai seorang terkenal namun kecanduan arkohol.
Banyak cerita yang dibuat disini sangat berbeda dari versi aslinya. Adam digambarkan sebagai orang yang terobsesi dengan tubuh telanjang Hawa. Dan cerita kelahiran bayi Yesus-pun berubah tempat dari di sebuah kandang ke sebuah rumah yang sangat ramai, di rumah itu penuh dengan keluarga Yusuf yang kecewa kenapa Yusuf dan Maria tidak jadi menikah.
Pada buku Harrison ini, cerita yang harus diketahui adalah cerita tentang Daud dan Goliat yang diceritakan ulang dari sudut pandang Goliat, yang digambarkan sebagai seorang pecandu arkohol yang putus asa. Pada waktu Goliat menghadapi Daud, malam sebelumnya Goliat habis berpesta dan mabuk. Demikian penuturan
Harrison kepada sebuah koran lokal.
Harrison mengawali penulisan buku ini dengan menanyakan pada orang-orang bagian cerita Alkitab yang mana yang harus di teruskan kepada generasi selanjutnya. Dari respon merekalah ke 10 cerita ini diangkat dan di tulis ulang dari sudut pandang orang yang tidak percaya.
Harrison menambahkan, “Karena kebanyakan orang tidak terbiasa dengan sesuatu yang religius, dan cerita di buku ini adalah sesuatu yang diplesetkan keluar dari pola yang biasa.”
Tujuan penulisan buku ini adalah membuat cerita tersebut bisa diterima oleh banyak orang dan tidak mempromosikan kekristenan.
“Ada beberapa cerita, yang butuh diketahui oleh setiap orang dari setiap kebudayaan. Ini adalah cerita kuno yang sangat indah, dan banyak orang harus mendengarnya.”
Setiap cerita yang di tulis ulang akan diikuti oleh cerita aslinya yang di kutip dari teks Alkitab sehingga para pembacanya bisa membandingkan kedua versi cerita.
Kenapa hal ini dibuat? Sesuatu yang memicu penulisan ini adalah adanya polling yang hasilnya merupakan sesuatu yang sangat mengejutkan. Hasil pollingnya yaitu hanya 12% orang dewasa di Ingris yang tahu cerita detil tentang kelahiran Yesus. Jadi apa yang terjadi dengan 82% lagi? Saat ini sepertinya Inggris sedang mengalami degradasi keimanan. Jadi buku ini mungkin sesuatu yang bagus untuk membuat orang tertarik untuk membaca kembali Alkitabnya. Bagaimana dengan di Indonesia? Semoga Alkitab tidak hanya menjadi sebuah benda suci yang dikeramatkan saja.
Keluarlah Dari Perahu Keraguan Anda

Sering kali kita terlalu takut gagal atau melakukan kesalahan sehingga kita tidak pernah melangkah dengan iman. Anda dapat menghabiskan seluruh waktu Anda untuk bertanya-tanya, “Apakah ini iman? Atau cuma nekat atau bahkan kesombongan? Bagaimana jika ketika saya mempraktekkan iman saya untuk sesutu hal dan ternyata kemudian saya ketahui bahwa hal itu bukanlah kehendak Tuhan?”
Jangan kuatir. Allah dapat menangani setiap kesalahan yang Anda lakukan. Saya tahu karena saya sering kali melakukan kesalahan. Ketika saya melakukan kesalahan, saya datang kepada Tuhan dan Ia akan berkata kepada saya, “Tetaplah di dalam firman, anak-Ku. Kita akan menangani masalah ini bersama-sama.” Dan terbukti kami selalu dapat menyelesaikan masalah-masalah itu.
Jika Anda bertindak berdasarkan Firman Allah dengan kesungguhan hati Anda dan Anda setia untuk tinggal di dalam Firman-Nya, Yesus tidak akan mengecewakan Anda… tidak peduli berapa banyak kesalahan yang Anda buat. Ia membuktikannya pada malam ketika Petrus melompat keluar dari perahu di tengah-tengah danau.
Pernahkah Anda berhenti sejenak untuk memikirkan tentang kejadian itu? Petrus belum berdoa atau mencari kehendak Allah sebelum ia melakukan hal itu. Karena desakan hatinya, tanpa berpikir panjang ia berkata, “Tuhan, jika itu Engkau, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
Apa yang Anda pikir dapat Yesus katakan? Ia tidak mengatakan, “Ini bukan Aku.” Saya pikir Yesus dapat berkata, “Tunggu sebentar. Engkau tidak memiliki iman untuk datang kepada-Ku. Engkau lebih baik tetap di dalam perahu atau engkau akan tenggelam.”
Tetapi Yesus tidak berkata seperti itu kepada Petrus – Dan Ia juga tidak akan mengatakan hal itu kepada Anda. Jika Anda ingin keluar dan berjalan dengan iman, Ia akan berada di sisi Anda dan menolong Anda ketika Anda mulai tenggelam. Bahkan jika perlu Ia akan mengantarkan Anda kembali ke perahu.
Lebih baik mengambil resiko menjadi sombong daripada menghabiskan seumur hidup Anda di dalam keragu-raguan. Jika perlu, menyelamlah ke dalam air dan katakan, “Allah, tolonglah saya!”
Jangan biarkan ketakutan menghalangi Anda untuk melangkah dengan iman. Datanglah, keluarlah dari perahu keragu-raguan pada hari ini!
Sumber: gpdilc























1 komentar