Jaga kesehatan kita
Kesehatan adalah anugerah yg sangat berharga yg diberikan Bapa buat kehidupan kita. Kalau sampai saat ini jantung, mata, kaki, tulang, dan bagian tubuh kita yg lain masih normal, mari kita jaga agar tetap survive. Dan dengan tubuh yg sehat kita gunakan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Jangan biarkan kesehatan kita terganggu karena pola makan yang salah, kurang olah raga, makanan yg berlemak dan berkolesterol tinggi, rokok dlsb. Itu sama saja dg kita merusak hidup kita. Menjaga kesehatan kita adalah bagian tanggung jawab kita. Masih banyak hal yg belum kita lakukan untuk membalas cinta kasih Tuhan yang luar biasa. Oleh karna itu jaga dan gunakan itu sebagai persembahan kita yg sejati.
Mari kita gunakan waktu hidup kita yg tersisa untuk perluasan kerajaanNya. Hingga pada akhirnya kita mencapai garis finish yg ditentukan buat kita. Tuhan memberkati (Pooh)
Situs yang Diblokir Telah Dapat Diakses Kembali

Setelah berbagai reaksi dari berbagai pihak mengenai pemblokiran beberapa situs dan blog, hari ini (10/4) beberapa situs sudah bisa diakses seperti biasa. Beberapa situs yang sempat di blokir adalah Youtube, MySpace, Metacafe, Rapidshare, Multiply, themoviefitna.com dan Liveleak.
Hingga pagi ini berbagai pesan pendek yang di kirimkan melalui messenger masih mengajak para pengguna internet untuk mengambil bagian untuk berdemonstrasi di bundaran HI pada pukul 10 pagi ini. Mereka menginginkan pemerintah untuk bersikap serius dan bertindak dengan benar dalam melakukan pemblokiran situs-situs porno dan berbau SARA. Pemblokiran langsung pada keseluruhan situs dan bukannya pada konten yang berkaitan merupakan suatu tindakan sembrono.
Dalam surat edaran bernomor 84/M.KOMINFO/04/08 itu, Menkominfo Muhammad Nuh menginstruksikan 146 ISP (Internet service provider) dan 30 NAP (network access provider) untuk memblokir situs-situs yang memuat film Fitna. Tindakan drastis ini diambil karena Google tidak mengindahkan permintaan pemerintah untuk menghapus video Fitna dari situsnya.
Namun hal tersebut rupanya di responi dengan berlebihan sehingga para penghuni dunia maya-pun bersuara. Paling tidak teriakan kekesalan para pengguna internet mendapatkan respon baik dengan dibukanya kembali akses ke beberapa situs yang diblokir.
Untuk para bloger, teruslah suarakan kebenaran, keadilan dan berbagi pengetahuan. Apa yang Anda lakukan berdampak, dan suara Anda pasti ada yang mendengarkan. Terus berkarya dan mari terus jadi Garam dan Terang dalam Suara Baru Indonesia
Sumber: berbagai sumber/VM
Di Dalam Pencarian Tuhan

Seringkali kita mendapatkan Tuhan sedang mencari kita, seperti saat sekarang juga. Dia akan mencari kita ketika kita mulai berbalik ke jalan kita yang jahat. Dia akan merebut kembali kita kepada-Nya dengan cara merenggut kembali hati nurani kita dan mencurahkan kasih-Nya. Dimana kita juga mengetahui bahwa Allah telah mengutus anak-Nya dan mendapatkan kembali kita yang berdosa.
Namun bagaimana dengan pencarian kita terhadap Tuhan? Saya tidak dapat mendapatkan cukup alasan mengenai hal ini sampai saat ini.
Saya telah merenungkan di Lukas 11:9, Dimana Tuhan mengatakan agar kita tetap mencari, tetap meminta dan tetap mengetuk. Yesus menyatakan sebuah konsep ketika memperumpamakan seorang laki-laki tidak tahu malu yang terus memohon kepada sahabatnya tiga potong roti. Orang yang tidak tahu malu tersebut tidak pernah menyerah untuk meminta pemberian yang terbaik. Meskipun sahabatnya mengelak dan berusaha menolak permintaan tersebut karena hari sudah larut malam. Pada akhirnya orang yang tidak tahu malu tersebut mendapatkan apa yang dimintanya. Ketika kita meminta, kita menerima, ketika kita mencari, kita mendapatkan, dan ketika kita mengetuk, maka pintu akan dibukakan.
Pertama-tama perhatian saya terpaku pada kata-kata “mintalah,” “carilah” dan “ketuklah”. Sangat sulit untuk memilah-milah di antara ketiga kata tersebut. Saya kemudian mendapatkan pemahaman yang unik yang saya fokuskan pada perbedaan di antara ketiga kata tersebut. Saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Apa yang dilakukan oleh ketiga kata ini dalam kehidupan sehari-hari?” Jawabannya sangat sederhana: Pencarian. Tuhan menginginkan kita untuk lebih aktif mencari Dia dan pantang menyerah. Seperti Tuhan dengan aktif sudah mencari kita tanpa kenal menyerah.
Bukankah ini sangat menakjubkan? Tuhan yang telah menciptakan kita, menginginkan kita untuk mencari Dia! Mengapa? Tuhan menginginkan keintiman yang sesungguhnya dan hubungan tersebut adalah hubungan dua arah. Tuhan tidak ingin hanya Dia yang berinisiatif.
Pernahkah Anda mempunyai sahabat yang selalu ada di setiap kegiatan Anda? Anda akan selalu menghubunginya lewat telpon. Anda akan menjadi orang yang selalu mengirimkan kartu ucapan dan kata-kata kekuatan untuknya. Anda akan selalu ingat hari ulang tahunnya dan memberi hadiah yang paling sesuai. Andalah yang akan membantunya jika sahabat Anda dalam kesulitan keuangan. Keseluruhannya, Anda akan selalu hadir untuk sahabat Anda tersebut, apapun keadaannya.
Sebesar apapun Anda akan meluangkan waktu untuk sahabat Anda dan memperhatikannya, tidakkah Anda berharap agar sahabat Anda dapat menerimanya? Tentunya Anda juga tidak ingin sahabat Anda akan merasa bersalah atau gagal atau putus asa untuk memenuhi segala “tugas” yang Anda berikan? Anda sebenarnya hanya berharap sahabat Anda akan menelepon atau mengirimkan kartu ucapan atau menolong Anda karena Anda berdua adalah sahabat. Anda berharap agar hubungan Anda bukan hanya berdasarkan perjanjian. Persahabatan sejati tidak menunggu untuk dikasihi. Sahabat sejati akan selalu mengasihi tanpa mengharapkan balasan.
Tuhan selalu memberikan hal yang baik dan memperhatikan kebutuhan kita, mengesampingkan keegoisan, penolakan serta kedegilan kita. Tuhan menjawab lebih dari apa yang kita pikirkan. Dia tidak hanya ingin agar kita mendengarkan-Nya. Dia ingin agar kita mengenal-Nya. Dia ingin agar kita melekat kepada-Nya.
Dan jika kita melakukannya, kita akan meraup keuntungan yang sangat besar, lebih dari yang dunia tawarkan. Kita bisa melihat ke beberapa ayat Firman Tuhan di bawah ini yang menyatakan bahwa kita hanya dengan meminta, mencari dan mengetuk. Hanya di dalam pencarian Tuhan:
o Tuhan mengampuni dan memulihkan ketika kita bertobat. Tidak ada persahabatan dunia yang mampu melakukannya.
“If my people, who are called by my name, will humble themselves and pray and seek my face and turn from their wicked ways, then will I hear from heaven and will forgive their sin and will heal their land” (2 Chronicles 7:14).
o Kita akan benar-benar menemukan Tuhan. Kita akan merasakan hadirat-Nya dan tinggal di hati-Nya.
“You will seek me and find me when you seek me with all your heart” (Jeremiah 29:13, NIV).
o Kita tidak akan diabaikan. Artinya kita tidak akan pernah ditinggalkan sendiri. Tuhan selalu menyertai.
“Those who know your name will trust in you, for you, LORD, have never forsaken those who seek you” (Psalm 4:2, NIV).
o Tuhan akan memberikan yang terbaik ketika kita menjadikan-Nya prioritas pertama dalam hidup kita.
“But seek (aim at and strive after) first of all His kingdom and His righteousness (His way of doing and being right), and then all these things taken together will be given you besides” (Matthew 6:33, Amplified).
Sumber: Laura J.Bagby/cbn.com Producer
Maukah Engkau Menjadi Anak-KU?

Kita semua diperhadapkan dengan sebuah keputusan yang harus dibuat dalam hidup ini. Apakah kita menerima pemberian Putra Allah yang Tunggal itu atau menolak Dia? Ini adalah pilihan kita. Bapa tidak menginginkan satu orang pun yang menolak pemberian yang sangat berharga ini, namun Ia juga tidak
akan pernah melanggar kehendak bebas kita untuk memilih. Ia menawarkan kepada setiap kita ekspresi yang tertinggi dari kasih-Nya yaitu melalui pemberian Putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Pemberian ini diberikan dengan cuma-cuma dan juga harus diterima dengan sukarela.
Kitalah yang harus membuat keputusan ini. Allah Bapa telah melakukan semua yang dapat Ia lakukan untuk menyingkirkan semua penghalang yang akan menghalangi kita untuk kembali pada-Nya. Yesus memastikan hal itu dengan cara menanggung atas diri-Nya sendiri seluruh beban dan hukuman dosa kita ketika Ia mati di kayu salib di Kalvari. Sekarang tidak ada lagi yang dapat menghalangi kita untuk menjadi anak Allah; kecuali satu hal yaitu pilihan kita sendiri.
Jadi, pastikan hari ini Saudara mengambil pilihan yang tepat, yakni menerima anugerah Bapa dengan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan menerima Dia dalam hidup Saudara. Jika Saudara
belum pernah berdoa untuk dapat dilahirkan ke dalam keluarga Allah yang luar biasa; doa berikut ini dapat menolong Saudara untuk mengekspresikan dengan kata-kata seruan hatimu untuk dikasihi dan diterima seutuhnya dan tanpa syarat oleh Allah Bapa & Putra-Nya Yesus Kristus.
Doa: Bapa, saya mau menjadi anak-Mu! Saya berterimakasih karena Engkau telah mengutus Putra-Mu Yesus untuk menggantikanku di kayu salib & menanggung dosaku, sehingga saya bisa pulang ke rumah kepada kasih-Mu. Aku percaya bahwa Yesus Kristus mati bagiku dan aku dengan sukacita menerima-Nya sebagai Tuhan & Juruselamatku. Terima kasih Yesus untuk ketaatan-Mu kepada kehendak Bapa-Mu, dengan cara mati di kayu salib bagiku. Aku berterima kasih karena Engkau telah menanggung dosaku. Aku berbalik dari cara hidupku sendiri & menerima kehidupan-Mu sebagai hidupku. Datanglah ke dalam hatiku Tuhan Yesus, hari ini. Amin.
7 Langkah Mendengar Suara Tuhan

Apa yang saya mau perbuat dalam hidup ini? Pekerjaan mana yang harus saya pilih? Saya harus ambil jurusan apa di sekolah? Atau siapakah teman hidup saya?
Hidup adalah serangkaian pilihan yang tidak pernah berakhir. Bagaimana caranya agar Anda tahu bahwa Anda sedang membuat keputusan yang tepat? Haruskah Anda bertanya pada orang-orang yang menurut Anda lebih pintar? Atau Anda harus melihat berita horoskop hari ini di koran? Haruskah Anda bertanya pada bintang? Hmm, bagaimana kalau Anda bertanya saja pada si pencipta bintang?
Saya punya berita bagus untuk Anda hari ini. Si Pencipta bintang itu, Tuhan sendiri, sebenarnya ingin menjawab pertanyaan Anda. Tepatnya, Dia ingin berbicara dengan saya dan Anda.
Tuhan ingin berkomunikasi dan memiliki hubungan pribadi dengan Anda. Komunikasi dua arah! Bukan hanya satu arah saja. Mengapa? Karena tidak akan ada suatu “hubungan” tanpa ada suatu dialog yang tercipta. Seperti pada manusia lain, cara Anda mengenal seseorang ialah dengan berkomunikasi dengan orang tersebut. Berbicara dan mendengar. Hal ini persis sama dengan hubungan Anda dengan Tuhan. Dia berbicara, Anda mendengar. Anda berbicara, Dia mendengar.
Berita bagus lainnya ialah Anda dan saya bisa mendengar suara Tuhan! Alkitab sendiri menulis bahwa kita diciptakan untuk komunikasi dua arah dengan Tuhan. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak perlu berjalan buta. Kita dapat memiliki keyakinan bahwa kita dapat mendengar suara-Nya. Roma 8:14 meyakinkan bahwa “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah”. Artinya, jika Anda adalah anak Tuhan yang sudah lahir baru, Anda akan dipimpin oleh Roh Allah sendiri. Mazmur 37:23-24 mempertegas hal ini.
Kesulitan untuk mendengar suara Tuhan hanyalah bahwa ada waktu yang diperlukan untuk itu. Kerendahan hati juga sangat dibutuhkan. Yeremia 29:12-13 mengatakan bahwa, “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka kamu akan mendengarkan Aku; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati”. Artinya, kita tidak bisa mengancam Tuhan untuk berbicara secara keras di telinga kita. Tapi kita bisa mencari dan meminta Tuhan dengan kerendahan hati, dan Tuhan berjanji untuk menemui kita.
Anda harus mengetahui bahwa ada 3 suara yang bisa Anda dengar. Suara Anda sendiri, suara iblis dan suara Tuhan. Tapi jangan kuatir. Yohanes 10:4b-5 menyatakan bahwa anak Tuhan pasti mengenal suara Tuhannya dan kalaupun mereka tanpa sengaja mengikuti suara orang asing, mereka akan lari karena tidak kenal dengan suara asing tersebut. Dengan memiliki hubungan yang sangat intim dengan Tuhan dan terus berlatih mendengar suara-Nya, Anda akan tiba pada kepekaan untuk membedakan suara Tuhan, iblis atau diri sendiri. Yesaya 30:21 mengatakan “Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya, entah kamu menganan atau mengiri”.
Jadi intinya, jika Anda mau mendengar, Tuhan akan berbicara dan Anda bisa mendengar suara-Nya. Tapi berhati-hatilah, apalagi jika Anda masih muda, supaya Anda bisa objektif dan mengikuti suara Tuhan. Suara Anda sendiri kadang bisa berteriak sangat keras untuk didengar, apalagi jika Anda sedang berada dalam tekanan atau masalah tertentu. Dan berhati-hatilah dengan suara iblis yang adalah “Bapa segala pendusta”.
Nah, bagaimana kita bisa mengenali suara Tuhan? Ada 7 kunci yang diberikan alkitab untuk ini:
Firman Tuhan
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Tim 3:16-17).
Roh Allah Berbicara Pada Hati Kita
“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku” (Ibrani 8:10-11).
Suara Profetik / Nubuatan
“Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5:19-21).
Nasehat Pemimpin
“Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada” (Amsal 11:14).
Konfirmasi
“Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan” (Matius 18:16).
Damai Sejahtera Tuhan
“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah (Kolose 3:15).
Keadaan / Waktu Yang Tepat
“Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah” (Kisah Para Rasul 18:1-3).
Strategi pertemanan ini merupakan hasil dari keadaan yang tercipta sedemikian rupa.
Sering Allah menggunakan bahkan lebih dari 3 kunci untuk berbicara dengan manusia, apalagi di dalam proses membuat keputusan yang penting dalam kehidupan.
Tapi terlebih dari semua, Anda harus memulainya dengan doa. Berdoalah dan carilah Dia dengan sungguh hati, maka Dia akan menjawab Anda.
Sumber: Craig von Buseck/cbn.com
Solagrace
Apakah anda yakin bahwa anda sudah selamat ? Pls buka blog berikut ini. Semoga menjadi berkat























leave a comment