Live Skillfully
“Do you see a man skilled in his work? He will serve before kings…” (Proverbs 22:29).
Too often times, it’s easy to get stuck in a rut in life, doing the same thing the same way. But if we are going to live at our best, we should constantly be growing and sharpening our skills. We should strive to learn and grow every single day; because when you stop learning, you stop growing, and when you stop growing, you stop living. What are you doing to stretch yourself? What are you doing to improve your skills? Don’t get trapped into thinking that “good enough” is good enough. You are created for more than just average. Today is a new day and there are new heights for you to climb. Pursue what you love, and keep developing that area of your life. Take a class or find a mentor that will help you live skillfully. As you do, you’ll rise up higher and higher. You will stand before kings and rulers and you’ll live the blessed life He has in store for you.
Heavenly Father, thank you for giving me the ability to grow and increase in every area of my life. Show me ways to improve my skills so that I can honor You in everything I do. In Jesus’ Name. Amen.
Today’s Word from Joel and Victoria www.joelosteen.com
Register your email address on www.joelosteen.com to receive daily reflection.
Pria dan Masturbasi
Masturbasi adalah suatu bentuk pengalaman orgasme seksual yang dihasilkan dari rangsangan diri sendiri. Mungkin kebanyakan pria (terutama) dan juga wanita pernah melakukannya. Terlebih lagi pria yang masih lajang.
Salah satu hal yang mayoritas menghalangi para pria memenuhi panggilan Tuhan adalah kekalahan dalam hal hawa nafsu ini. Seorang remaja laki-laki mungkin mendengar panggilan Tuhan baginya untuk menginjil. Dia juga merasa tertarik untuk mengikuti panggilan itu. Tapi dia tidak mentaatinya karena dia melakukan masturbasi secara teratur. Dia merasa bersalah. Dia tidak bisa membayangkan bersaksi atau menginjil kepada seorang gadis cantik tentang Tuhan karena dia terlalu terbiasa melihat gadis-gadis telanjang dalam imajinasinya. Jadi dia merasa tidak layak dan tidak mampu menaati panggilan Tuhan. Masturbasi menjadi musuh dari misi dan panggilan Tuhan.
Apakah masturbasi itu salah?
Ijinkan saya membahas isu ini terutama untuk para pria. Saya tidak bisa membayangkan orgasme seksual dapat terjadi tanpa adanya gambaran-gambaran atau imajinasi seksual di pikiran. Saya tahu ada yang disebut dengan mimpi basah, yang saya sebut sebagai hal yang tidak salah dan membantu, tapi saya meragukan bahwa itu menjadi pengalaman orgasme tanpa adanya mimpi seksual yang menyediakan gambaran-gambaran yang dibutuhkan dalam pikiran.
Dengan jelas Tuhan telah membuat hubungan antara orgasme seksual dengan pemikiran seksual sedemikian rupa sehingga sensasi orgasme tergantung kepada hal-hal atau gambaran-gambaran yang ada dalam pikiran kita. Karena itu untuk dapat bermasturbasi, perlu adanya gambaran atau pemikiran yang erotis dalam pikiran. Ini bisa dilakukan dengan hanya berimajinasi langsung atau dengan bantuan gambar atau foto atau film atau cerita erotis atau gambaran orang yang nyata. Gambaran-gambaran ini selalu menjadikan wanita sebagai obyek seksual. Saya menggunakan kata “obyek” karena seorang wanita yang bisa dikatakan sebagai subyek seksual harus nyata dan juga berhubungan secara nyata dengan kita, dimana kita bersama-sama dia benar-benar mengalami secara nyata apa yang kita bayangkan atau imajinasikan. Hal ini tidak berlaku pada masturbasi.
Jadi saya tidak setuju dengan masturbasi. Ada banyak alasan mengapa masturbasi adalah salah. Namun alasan saya adalah karena adanya gambaran-gambaran seksual yang terlibat dalam masturbasi dan yang mengubah wanita menjadi obyek seksual. Pemikiran seksual yang memampukan masturbasi tidak dapat menjadikan atau membantu pria manapun untuk memperlakukan wanita dengan hormat. Itulah sebabnya masturbasi mengakibatkan rasa bersalah dan menghalangi ketaatan.
Tiga pesan bagi para pria lajang:
1. Anda tidak sendirian dalam “pertempuran” ini. Cari teman-teman sesama pria dimana anda dapat berbagi dan saling menguatkan.
2. Kegagalan berkala di area ini tidak lebih mendiskualifikasi Anda dari suatu pelayanan dibanding kegagalan dalam ketidaksabaran (yang juga merupakan dosa).
3. Cari gambaran-gambaran atau fokus yang baru. Misalnya buku-buku dengan gambar fotografi, atau gambar-gambar yang lain. Berfokuslah pada hal-hal yang akan memacu anda menjadi lebih baik.
| ( View : 1411 kali ) | Archieve | Print | Kirim | Comment | ||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||
| Komentar terkini (4 Komentar) : | |||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||
Dapatkan artikel menarik lainnya di http://www.jawaban.com/news/relationship/detail.php?cat_id=80
Apakah Anda Percaya Pada Konsep “Soulmate”? (1)

Saya tidak percaya adanya “soulmate”. Bagi saya, mempunyai “soulmate” berarti hanya ada 1 orang yang Tuhan pilih secara khusus untuk saya nikahi. Alasan mengapa saya tidak percaya adalah karena dalam daftar prioritas Tuhan, keinginan utamaNya adalah agar setiap orang lahir baru. Lagipula, seperti dalam Ulangan 30:19, Dia memberikan pilihan kepada manusia untuk percaya dan mengikuti Dia atau tidak. Seharusnya Dia memilih keselamatan untuk kita semua dan juga memilih pasangan kita jika memang cara kerjaNya seperti itu. Jika memang ada yang namanya “soulmate”, maka tentunya tidak perlu ada arahan yang kita temukan melalui alkitab untuk memilih pasangan yang baik.
(Dikeledi)
Saya pikir Tuhan telah menciptakan seorang pasangan yang khusus untuk setiap orang, seperti Adam dan Hawa. Saat Tuhan menciptakan Adam, Dia hanya menciptakan seorang pasangan untuknya, bukan beberapa calon potensial. Saya pikir Tuhan mau itu menjadi contoh bagi kita. Jika tidak, tentu Tuhan menciptakan seluruh generasi orang dan membiarkan Adam bertemu dengan Hawa, entah melalui intervensi khusus dariNya atau setelah Adam berkencan dengan beberapa calon pasangan sebelum akhirnya memilih Hawa. Ada banyak pria lajang Kristen di luar sana, namun hanya karena mereka Kristen, bukan berarti mereka akan sepadan dengan setiap wanita Kristen. Saya mempunyai beberapa teman pria Kristen yang saya pikir akan menjadi calon suami ideal bagi wanita selain saya. Karena dibutuhkan seorang pria khusus yang sepadan dengan saya yang adalah orang tua tunggal dari 2 remaja putri. Pernikahan adalah suatu pelayanan, dan seperti pelayanan yang membutuhkan beberapa karunia tertentu untuk menopangnya, hal yang sama juga berlaku untuk pernikahan.
Saya pikir sudah seharusnya kita kembali melihat ke pernikahan yang pertama kali untuk menjawab pertanyaan ini. Yang banyak terjadi sekarang ini adalah kita menyimpang dari rancangan Tuhan karena kepanikan atau ketergesaan kita, kita berkencan dengan beberapa calon potensial sebelum akhirnya kita memilih yang tepat. Kita harus mengijinkan Tuhan membawa kita kepada orang yang Tuhan pilih untuk kita. Kadangkala, dalam segala usaha kita untuk bertemu dengan seseorang itu, kita mungkin mengembangkan semacam ikatan jiwa dengan beberapa orang lain dan mungkin membuat mereka bingung. Kita harus ingat bahwa Adam tidak mencari Hawa, Tuhanlah yang membawa Hawa kepada Adam. Tidak ada Yusuf lain untuk Maria, tidak ada Sara lain untuk Abraham, dan tidak ada Hawa lain untuk Adam.
(Pamela)
Saya tidak percaya konsep “soulmate”. Orang tua saya mengira mereka adalah “soulmate” saat mereka menikah 30 tahun yang lalu, tapi saya ragu mereka masih mempercayai itu sekarang. Mereka sangat tidak bisa bertoleransi satu sama lain, dan tetap seperti itu selama 25 tahun terakhir. Sejujurnya, paangan yang paling bahagia yang saya tahu adalah pasangan yang hubungannya didasarkan pada hubungan mereka dengan Tuhan dan keputusan sadar mereka untuk saling mencintai satu sama lain baik saat senang maupun susah. Contohnya, orang tua dari teman saya bertemu saat mereka masih kuliah. Marilyn sedang berpacaran dengan pria lain Ted masih lajang dan menyukai Marilyn. Pacar Marilyn memutuskan Marilyn, jadi Ted meminta Marilyn untuk menikahinya. 53 tahun kemudian, merekamasih merupakan pasangan yang saling mencintai dan paling bahagia yang saya tahu. Mereka berkomitmen pada Tuhan dan pada satu sama lain. Mereka tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah “soulmate”.
Saya tidak meragukan adanya cinta yang sejati. Saya hanya berpikir bahwa cinta yang terbaik dan yang bertahan lama adalah jenis cinta yang bertumbuh melalui komitmen dan kesabaran. Teman saya dan suaminya adalah tipe “soulmate”, saya kira. Mereka berpacaran sejak SMA dan telah mengenal satu sama lain dengan baik sejak mereka bergabung dalam persekutuan di gereja. Mereka saling mencintai satu sama lain hingga terasa dalam ruangan dimana Anda ada bersama mereka. Itu memang indah. Tapi mereka berjuang untuk mempertahankan cinta itu. Mereka berusaha keras dan berkomitmen kepada Tuhan dan kepada satu sama lain. Cinta “soulmate” mereka telah bertumbuh menjadi cinta yang lebih dewasa dan berkomitmen.
Mungkin masalah utamanya adalah saat kita berusaha meraih dan mengalami konsep “soulmate” yang terlalu mendalam. Budaya kita mengajarkan kita bagaimana seharusnya cinta itu. Jadi kita berkeliling mencari sesuatu yang sebenarnya tidak bisa kita pertahankan. Saya pikir Tuhan memandang cinta secara lebih logika, yaitu sebuah pilihan. Kita diperintahkan untuk mengasihi dan mencintai. Jika itu bukan pilihan, saya pikir seharusnya tidak perlu adanya perintah. Jika cinta yang alkitabiah adalah keputusan yang dibuat secara sadar, mengapa kita mencari sesuatu yang bisa membuat kita “jatuh”? Karena latar belakang saya, saya tidak tahu apakah saya akan mampu untuk “jatuh” cinta. Tapi saya ingin mencintai seseorang, saya mau memilih untuk berkomitmen pada seseorang yang juga mau untuk berkomitmen pada saya, seperti perintah Tuhan kepada kami untuk saling mencintai satu sama lain.
(Jamie)
Baru 3 orang yang berbagi tentang pandangan mereka mengenai “soulmate”. Nantikan persepsi 5 orang lajang di artikel Single and Lovable berikutnya!
| www.jawaban.com | |||
MELIHAT SEBUAH AKHIR DARI AWAL
Seseorang bisa melihat karena matanya berfungsi, seseorang mempunyai visi karena mata hatinya berfungsi. Mata Anda hanya dapat melihat apa yang kelihatan atau apa yang ada sekarang, namun mata hati dapat melihat apa yang belum terjadi atau yang masih harus terjadi.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 2Korintus 4:18
Sementara artinya tidak akan selamanya demikian atau akan segera berlalu. Dalam keadaan sulit atau krisis atau problem besar, ketahuilah apa yang dapat Anda lihat sekarang dengan mata adalah sementara sifatnya, badai akan segera berlalu.
Orang yang dapat melihat belum tentu mempunyai visi dalam hidupnya.
Ada juga yang percaya bahwa mereka mempunyai mimpi atau visi, tetapi dengan berselangnya waktu apakah mereka semakin dekat dengan apa yang diimpikan atau semakin jauh?
Pertanyaannya adalah: Apakah yang mereka kerjakan sekarang ini berhubungan langsung dengan apa yang mereka impikan di masa yang akan datang?
Contoh: Di sekitar kita banyak orang sibuk, setiap hari mereka memeras keringat dan mengerjakan seseuatu yang kelihatannya penting, namun pada akhirnya kalau mereka mau jujur melihat ke belakang (biasanya dilakukan pada setiap akhir tahun) mereka tetap berada di tempat bahkan mundur dari tahun sebelumnya. Illustrasi: seperti orang lari di treadmill.
Apa itu visi ? Visi adalah :
- kemampuan seseorang untuk melihat sebuah akhir dari permulaan,
- kemampuan untuk melihat masa depan seperti yang Tuhan inginkan sebelum menjadi kenyataan, seeing the end from the beginning.
- Sebuah konsep yang jelas tentang sesuatu yang belum terjadi namun dapat menjadi kenyataan.
Jesus berkata kepada mereka (Simon Petrus dan Andreas): “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4;19)
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:37-39)
Mengapa visi penting?
Tanpa pandangan yang jelas ke depan maka hidup seseorang akan kehilangan makna. Bersama dengan hilangnya makna maka hilang pula pengharapan. Orang yang tidak punya pengharapan hidupnya penuh dengan keluhan, kesal/sebel terhadap apa saja, termasuk pekerjaan, relationship, bisnis, sekolah dll.
Jadi visi sebenarnya adalah kunci kehidupan sebab kalau seseorang mempunyai visi maka ia mempunyai pengharapan dan kalau ada pengharapan berarti iman bisa muncul dan iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum kita lihat.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Ibrani 11:1
Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2Korintus 5:7)
Tuhan memberikan kepada kita kemampuan untuk mempunyai visi atau melihat ke depan supaya kita tidak hanya hidup terpaku dengan apa yang kita lihat sekarang.
Bagaimana mengerti sebuah visi?
Hidup Anda ada tujuannya. Tujuan hidup adalah sumber dari datangnya sebuah visi.
Bukankah untuk melakukan sesuatu Anda harus tahu apa tujuannya kemudian dapat gambarannya baru mulai realisasinya. Sama seperti seorang designer (fashion, building, art, etc), mereka punya tujuan untuk membuat sesuatu kemudian mencoba untuk menggambarkan sehingga menjadi sesuatu sampai jadi sebuah blueprint kemudian baru memulai pengerjaannya.
Jadi tujuan dan visi ada sebelum pekerjaan dimulai. Purpose is established before the production. Bukankah Anda sering lewat tempat dimana terpampang papan besar dengan sebuah gambar gedung dan tertulis akan segera dibangun.
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)
Kita adalah ciptaan Allah, dan melalui Kristus Yesus, Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita. (BIS)
Inilah cara Tuhan bekerja (sama sebenarnya dengan cara manusia bekerja karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Dia): Pertama-tama Tuhan memberitahukan bagaimana nanti hasil akhirnya kemudian Dia kembali ke awal (reality) untuk memulai proses pekerjaan dari apa yang sudah digambarkan.
Jadi Anda bukan kebetulan ada di dunia ini, ada maksud Tuhan atau ada pekerjaan baik yang Anda harus lakukan. Kelahiran Anda di dunia ini adalah bukti bahwa ada proyek yang sudah di design Tuhan sebelumnya yang harus Anda laksanakan dan bukan sebaliknya (Tuhan baru mikir tentang apa yang harus Anda lakukan).
Ps. Jeffrey Rachmat
Jakarta Praise Community Church
ALL THINGS NEW – PS. JOSE CAROL, JPCC
Memasuki tahun yang baru ini saya yakin setiap saudara telah menyusun daftar resolusi untuk hal-hal yang ingin saudara raih, kejar atau ubah di tahun 2008 ini.
Menurut tulisan mengenai suatu survey di Amerika, dikatakan bahwa top five most popular resolutions atau 5 besar resolusi Tahun baru umumnya adalah.
1. mengurangi berat badan
2. berhenti merokok
3. memperbaiki hubungan
4. mencari uang lebih banyak
5. memulai hobby baru
Intermezzo:
Seorang Isteri masuk ke kamar mandi dan melihat suaminya sedang berdiri di atas timbangan sambil mengecilkan perutnya dengan menahan napas. Sang isteri kemudian berpikir dalam hatinya: “ Dia pikir dia bisa lebih ringan dengan mengecilkan perutnya seperti itu”, jadi dengan nada menyindir sang isteri berkata: “Nggak nolong deh!”, Sang suami kemudian menjawab: “Tunggu dulu, ini satu-satunya cara untuk aku bisa baca angkanya”
Tuhan adalah Tuhan atas segala sesuatu yang baru
Revelation 21:1-7- Jesus said in verse 5 “Behold, I make all things new”
Ratapan 3:20 He says, “The mercies of God are new every morning.”
Ezekiel 36:26- “A NEW HEART also will I give you”.
Dua perumpamaan Yesus pakai untuk menunjukkan bahwa kita tidak bisa tidak kecuali secara menyeluruh mengalami pembaharuan untuk siap menerima sesuatu yang baru yang kita inginkan
Yesus mengatakan bahwa anggur yang baru tidak mungkin disimpan di dalam kantong yang lama, karena anggur yang baru akan menghancurkan kantong yang tua (matius 9:17)
Kemudian di dalam Lukas 5:36 Yesus mengatakan bahwa “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu
Suasana Tahun yang baru selalu memberikan semangat yang baru bagi kita semua untuk memulai suatu permulaan kehidupan yang baru. Namun setiap kita tahu bahwa dibutuhkan disiplin dan komitmen yang konsisten sepanjang tahun apabila kita ingin melihat perubahan yang positif terjadi didalam kehidupan kita. Kita sadar bahwa betapa mudahnya kita menyusun tekad-tekad tersebut di awal tahun kemudian tidak sedikit diantara kita yang kemudian juga semudah itu melupakan tekad yang telah dibuat tersebut.
Pagi hari ini saya ingin mengajak saudara semua belajar dari Orang yang disebut sebagai “The Wisest Man That Ever Lived” atau “Orang yang paling bijaksana yang pernah hidup”, yaitu Salomo.
Dan kita akan belajar dari Salomo melalui: Amsal 3:1-32, karena saya rasa mungkin semua resolusi kita dapat dapat kita temukan dijanjikan oleh Salomo di pasal ini, dan sekaligus dia menunjukkan “jalannya” untuk mencapai janji-janji tersebut.
Saya mewarnai Janji-janji Firman Tuhan dengan warna merah dan kemudian mewarnai biru pelajaran yang bisa kita dapatkan untuk meraih janji-janji tersebut dengan warna biru.
10 Pelajaran dari Orang yang paling bijaksana yang pernah hidup:
Amsal 3:1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku,
Amsal 3:2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.
Amsal 3:3 Janganlah kiranya kasih[1] dan setia[2] meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
Kasih : Kasih adalah motivator yang luar biasa di dalam upaya kita untuk mengejar atau melakukan segala sesuatu.
Motivator kita untuk mengejar perubahan bagi masa depan bangsa kita adalah kasih kita terhadap bangsa ini, bukan karena kekecewaan terhadap pemerintah atau siapapun juga. Banyak yang mencoba memakai kekecewaan sebagai pemicu atau motivator untuk meraih sesuatu, namun kekuatannya tidak sebesar kasih.
Setia: Kesetiaan adalah prasyarat untuk Tuhan mencurahkan kekuatan dan kekayaanNya kepada kita (II Taw 16:9)
Kesetian yang mendatangkan promosi dan kepercayaan yang lebih besar (Lukas 16:10; Lukas 19:17)
Amsal 3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
Amsal 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu[3], dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Lukas 18:17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”
Amsal 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu[4], maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Akui : Acknowledge/Knew = YADA (hebrew)
Kejadian 4:1 And Adam knew Eve his wife. And she conceived and bore Cain, and said, I have gotten a man from Jehovah.
Pengenalan seperti apakah yang akan menghasilkan “kehidupan”?
Amsal 3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak[5], takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
Amsal 3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
Amsal 3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama[6] dari segala penghasilanmu,
Amsal 3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.
Amsal 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
Amsal 3:13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat[7], orang yang memperoleh kepandaian,
Amsal 3:14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
Amsal 3:15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.
Amsal 3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
Amsal 3:17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
Amsal 3:18 Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.
Amsal 3:19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit,
Amsal 3:20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun.
Amsal 3:21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,
Amsal 3:22 maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.
Amsal 3:23 Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.
Amsal 3:24 Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.
Amsal 3:25 Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.
Amsal 3:26 Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.
Amsal 3:27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya[8], padahal engkau mampu melakukannya.
Amsal 3:28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.
Amsal 3:29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu[9], sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
Amsal 3:30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
Amsal 3:31 Janganlah iri hati[10] kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya,
Amsal 3:32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
Amsal 3:33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.
Amsal 3:34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.
Amsal 3:35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.
Bunga yang telah layu

Yohanes 9:4
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
Seorang anak muda mendatangi seorang Pendeta. Dia telah sakit dan ingin sembuh. Dia berkata pada hamba Tuhan itu : “Pak, saya mau melayani Tuhan sekarang, asal saya bisa sembuh”. Pendeta itu mendapat hikmat dari Tuhan. Dia memberikan sebatang bunga yg telah layu. Lalu anak muda itu pergi. Sambil memikirkan bunga yang telah diberikan pendeta itu, dia bertanya-tanya dalam hatinya “apa artinya bunga ini?”. Lalu kembali dia menemui pendeta itu, tapi ia sudah pergi. Sampai akhirnya dia bs bertemu. “Nak, kamu baru datang dan mau melayani Tuhan krn kamu telah sakit. Itu sama saja dg kamu memberi bunga yg telah layu untuk Tuhan. Dulu, ketika kamu masih muda, masih kuat, Tuhan memanggilmu untuk melayani pekerjaanNya. Tp kamu selalu beralasan : aku masih sibuk, aku masih banyak kerjaan dlsb. Tapi sekarang, ketika kamu sudah jatuh sakit, kamu baru mau datang untuk melayani.”. Pergilah anak muda itu dg sedih.
Bro n sist, selagi kita masih muda, masih punya kekuatan yg Tuhan beri, mari melipatgandakan talenta yg Tuhan telah beri. Kapasitas akan Tuhan tambahkan ketika kita mau melangkah untuk melayani Dia. Kita tahu bahwa kita ada di pihak Tuhan. Sudah semestinya kita sebagai anak-anak Tuhan turut ambil bagian untuk pelayanan bagi kerajaanNya. Musim menuai akan segera dimulai. Musim penampian akan segera tiba. Bersiaplah. Selagi hari masih siang, bekerjalah untuk Tuhan. (valent)
“Bapa, beri kami kemampuan dan keberanian untuk melayani Engkau dg segenap kemampuan kami selagi kami masih muda. Hal terindah dalam hidup kami adalah ketika hidup kami bisa menyenangkan Engkau. Amin”
Apa Peran Kaum Muda dalam Globalisasi?
|
|
Friday, Apr. 25, 2008 Posted: 7:59:27AM PST
Dalam arus globalisasi saat ini yang kehadirannya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara sadar maupun tidak telah membawa berbagai dampak dan fenomena yang terjadi di Indonesia, dipertanyakan peranan kawula muda Kristiani untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada. Hal tersebut terungkap dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan GAMKI dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-46 GAMKI bertempat di Gedung KNPI, Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (19/4) lalu. Diskusi yang bertemakan “Reposisi Gerakan kaum Muda Kristiani untuk Menjawab Tantangan Dinamika Kebangsaan dalam Arus Besar Globalisasi” itu menampilkan beberapa pembicara antara lain Victor Silaen (Dosen Fisipol UI, pengamat sospol), Karen (Wakil Ketua GAMKI), M Fadjroel Rachman (ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan), Natalis Situmorang (Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik) dan Henri Sibarani (perwakilan pengusaha muda) sebagai moderator. Menurut Natalis, sejak abad ke 90-an dapat dikatakan sebagai permulaan masuknya kita dalam era globalisasi yang ditandai dnegan pesatnya teknologi informasi dan telekomunikasi yang menyebabkan terjadinya arus deras informasi dan gagasan dari berbagai penjuru dunia, serta semakin mudahnya komunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia. Menurutnya, Indonesia dapat dikatakan telah dan tengah menjadi bulan-bulanan kaum kapitalis sejak dekade 80-an. “Memang ada kemajuan di sana-sini, seperti meningkatnya industrialisasi dan penggunaan teknologi modern. Tetapi di sisi lain kemiskinan pun semakin bertambah. Betapa ironisnya negeri yang sesungguhnya kaya dengan sumber daya alamnya mengalami hal seperti ini,” kata Natalis. Namun di tengah situasi ini, menurutnya kaum muda Kristiani lebih banyak berdiskusi dengan mereka sendiri atau di lingkungan gereja. Meski kecil, menurutnya kaum muda Kristiani harus menjadi bagian dan melengkapi negara. Merubah paradigma berpikir adalah keharusan untuk dapat berubah dan diperlukan pengorbanan, tambahnya. “Kenapa dulu nusantara begitu kuat dan kenapa sekarang kita begitu lemah. Kita harus menyadari untuk segera berubah, berkorban untuk bangsa. Harus memberikan kontribusi nyata pada negara dan pemerintah juga harus memberikan kontribusi,” katanya. “Kontribusi orang muda dalam bidang ekonomi, jika anda pengusaha lakukanlah dengan cara yang benar,” katanya. Diskusi tersebut merupakan rangkaian acara Dies Natalis GAMKI yang puncaknya diselenggarakan 26 April 2008 Maria F. |
Bagaimanakah Wajah Ke-Kristenan 2025?
Sunday, Mar. 30, 2008 Posted: 3:26:22AM PST
![]()
![]() |
| Peziarah dari Nigeria terlihat di Gereja yang dipercayai sebagai tempat penyaliban dan penguburan Yesus, pada prosesi Jumat Agung, di Kota Tua Yerusalem, 21 Maret 2008 (Foto: AP Images / Ed Ou) |
Ke-Kristenan sejak lama distereotipkan sebagai agama Barat, dan kulit putih, namun seorang teolog terkemuka menyatakan Kamis lalu bahwa citra itu akan berubah tidak lama lagi.
“Wajah Ke-Kristenan nantinya adalah perempuan kulit hitam,” kata Dr. Kwok Pui Lan kepada audiens di Lexington Theological Seminary di Kentucky, Amerika Serikat, menurut harian Lexington Herald-Leader. Kwok, seorang profesor di Episcopal Divinity School di Cambridge merupakan salah satu perintis teologi feminis di Asia dan salah satu perintis teologi pasca kolonial.
Kwok menjelaskan bahwa pada tahun lalu, Eropa masih memiliki populasi Kristiani terbanyak di dunia – 532 juta. Diikuti Amerika Latin dengan 525 juta dan Afrika 417 juta.
Namun pada tahun 2025, Afrika diperkirakan memiliki 634,6 juta umat Kristiani, diikuti Amerika Latin 634,1 juta, sedang Eropa menurun menjadi 531 juta.
Amerika Serikat memiliki 223 juta umat Kristiani pada pertengahan tahun 2007 dan diperkirakan bertumbuh menjadi 252 juta sampai 1025.
“Tantangannya,” kata William F. Cole, profesor Teologi Kristen dan Spiritualitas di Episcopal Divinity School, “adalah membayangkan kembali Ke-Kristenan pada abad 21.”
Pada 1900, lebih dari 80 persen umat Kristiani berasal dari Eropa dan Amerika Utara, namun pada 2025 jumlah ini menurun dibawah 45 persen, menurut Dr. Todd Johnson, direktur Center for the Study of Global Christianity di Gordon-Conwell Theological Seminary, dalam laporannya pada 2006 lalu yang berjudul “USA evangelicals/Evangelicals in a Global Context”.
Johnson mencatat bahwa jumlah itu berkorelasi dengan data baru yang mengungkapkan perpindahan di Ke-Kristenan ke selatan dari Inggris dan Amerika Serikat.
Sebagai penjelasan ledakan Ke-Kristenan di Afrika, Rev. Dr. Samuel Kobia – sekretaris jenderal Dewan Gereja se-Dunia pertama yang berasal dari Afrika – mengatakan akhir tahun lalu bahwa Ke-Kristenan tidak dilihat sebagai pekerjaan “paruh waktu” di Afrika sebagai perbandingan dengan Amerika Serikat, namun “menyerap ke seluruh aspek kehidupan.”
“Ke-Kristenan di Afrika, terutama di Afrika sub-Sahara, tidak dipandang hanya sebagai agama, namun sebagai kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan nasional, perdamaian dan rekonsiliasi, pengembangan,” kata Kobia di Katedral Nasional Washington pada Desember lalu. “Sehingga gereja menjadi pusat kegiatan.”
Selain mendiskusikan perpindahan Ke-Kristenan ke selatan, Kwok juga mengeksplorasi dunia pasca kolonial setelah Perang Dunia II, dimana banyak koloni telah merdeka.
Dalam materinya yang berjudul “Globalisasi dan Tantangannya bagi Ke-Kristenan,” Kwok berpendapat bahwa globalisasi menyediakan kesempatan untuk mengembangkan agama, dan agama dapat menawarkan masyarakat suatu sistem nilai bersama seperti hak asasi manusia. Namun globalisasi juga memberikan hambatan bagi agama, termasuk suatu gerakan balasan yang menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kepercayaan dan identitas mereka.
Kwok adalah pembicara tamu di kuliah istimewa The William Daniel Cobb II Lectures si Lexington Theological Seminary. Kuliah istimewa tersebut dimulai pada tahun 1990 untuk mengenang Cobb yang pernah menjabat sebagai presiden seminari yang ke-12, dan mengundang pembicara teologi yang terkemuka setiap tahunnya.
Ethan Cole
www.christianpost.co.id
























