Mengosongkan Pikiran?

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 133; 2 Korintus 6; 1 Tawarikh 1-2
Pusat-pusat kebugaran di kota-kota besar banyak yang menyediakan fasilitas untuk membantu para profesional bermeditasi agar menjadi pribadi yang lebih ‘sehat’. Meditasi menjadi barang jualan komersil yang chic & hot di berbagai tempat. Dalam kekristenan, meditasi pun merupakan hal yang sangat penting karena memampukan seseorang mendapat kekuatan kembali untuk melanjutkan hidup.
Tapi konsep ‘meditasi’ dalam kekristenan sangat berbeda bak langit dan bumi dengan konsep ‘meditasi Timur’ (atau Transcendental Meditation / TM) yang populer saat ini. Richard J. Foster menjelaskan, TM berusaha untuk mengosongkan pikiran dan mendorong lenyapnya individualitas yang bersatu dengan energi kosmis. TM adalah metode untuk mengontrol gelombang otak agar kita bisa merasa lebih baik dan sehat secara fisik dan emosi. Pelepasan diri (detachment of self) merupakan tujuan finalnya.
Sementara itu, meditasi Kristen mengosongkan pikiran yang berfokus pada diri dan menggantinya dengan perenungan akan Tuhan dan berbagai kebaikan-Nya. Meditasi Kristen adalah tindakan aktif untuk melekatkan diri dalam suatu hubungan yang hidup dan intim dengan Allah Tritunggal.
Hubungan inilah yang menyebabkan kita menjadi ‘sehat’, tidak merasa kesepian, mampu menghadapi badai dan punya kekuatan baru. Tak heran kita sering diumpamakan sebagai rajawali yang terbang tinggi ketika kita, ‘melalui tindakan meditasi’, menanti-nantikan Tuhan. Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31).
Apakah Anda telah secara aktif menanti-nantikan Tuhan?
Then Willing Hariyanto – Pendeta Tunanetra yang Mencelikkan Mata Iman
Success Story

Saat usianya 16 tahun, matanya tak lagi dapat melihat dengan baik dan akhirnya buta total. “Meskipun khawatir akan masa depan, tapi kami percaya pasti Tuhan menolong …,” ungkap Willing, kelahiran lampung, 3 Maret 1962 mengawali kisahnya.
JEMBATAN PATAH
Malam itu, di akhir 1978 ia diminta ibunya mengembalikan obeng milik tetangganya. Willing berlari. Saat menginjak jembatan di depan rumah tetangganya itu, jembatan patah dan kening kiri Willing membentur trotoar. Meski terasa sakit, Willing tak menghiraukan. Karena tak ada luka dan darah yang keluar. Willing menganggap biasa saja, paling-paling sebentar lagi rasa sakitnya hilang, pikirnya saat itu. Maka ia pun diam saja tak menceriterakan kepada orang tua dan ketiga kakaknya. “Sampai akhirnya mereka melihat cara jalan saya tidak lurus lagi, kadang-kadang nabrak. Penglihatan saya mulai kabur. Saat itulah saya baru cerita kepada mereka,” tutur anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Ali dan Lina.
Keluarganya membawa Willing ke optik untuk periksa mata. Dalam pikiran mereka waktu itu Willing hanya perlu bantuan kacamata. Tapi ternyata problem mata Willing cukup berat, kacamata tak mampu menolong.
BUTA TOTAL
Tak ada cara lain Willing lantas menjalani operasi mata. Ia dan seluruh keluarga tentu berharap dengan operasi itu mata kembali seperti semula. Namun ternyata meleset. Bukannya lebih baik, kondisi mata Willing justru makin parah. Ia tidak bisa lagi melihat apa pun. Matanya buta total. Tak dapat dipungkiri ada kekecewaan yang luar biasa. Tapi mau bilang apa operasi itu sudah dilakukan. Meskipun kecewa, mereka tidak menuntut apapun pada rumah sakit.
Mereka tetap percaya, Tuhan pasti akan menolong. “Pada awal kebutaan saya selalu bertanya pada Tuhan, kenapa ini terjadi? Namun Roh Kudus itu menghidupkan firman yang sering saya dengar bahwa Tuhan akan menolong. Pertanyaan kenapa begini, kenapa begitu berubah menjadi aksi mencari jalan keluar bagaimana mengatasi kebutaan.” Willing sungguh bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang mengasihinya. Orang tua dan kakaknya sangat perhatian.
BERPRESTASI DI SEKOLAH
Willing lantas sekolah di SMP Tan Miat, Jakarta Selatan, sekolah luar biasa negeri bagian A bagi para tunanetra yang juga menyediakan asrama. Hal pertama yang dilakukan adalah belajar huruf braille. Sesuatu yang tak pernah terlintas di benaknya, ia akan belajar huruf bagi tunanetra itu. Selain belajar di sekolah, Willing juga les privat membaca dan menulis braille. Bahkan setiap bulan tatkala Willing pulang ia dilatih mengetik oleh kakaknya sampai akhirnya mahir mengetik 10 jari. Ia sungguh belajar keras. “Kamu jangan sampai gagal, ” kata kokonya setiap kali mendampingi Willing belajar. Jerih payah itu pun tak sia-ia. Di kelas, ia selalu juara 1 atau 2. Tahun 1980, ia terpilih menjadi bintang pelajar tunanetra se-Jakarta.
Di sekolah luar biasa itu Willing juga berlatih gitar dan drum. Ia sangat serius belajar bahasa Inggris dari seorang pengajar voluntir bernama Ibu Sastrohardjo yang sangat perhatian lantaran Willing bercita-cita jadi pendeta.
Lulus SMP, Willing melanjutkan sekolah. Tak gampang karena waktu itu mau tak mau harus mencari sekolah umum. Artinya ia berada di antara siswa yang normal. Bukan perkara mudah mencari sekolah yang mau menerimanya. Akhirnya Willing diterima di SPG Budaya dengan catatan kalau tidak bisa mengikuti pelajaran harus rela keluar. Inilah tantangan.
PERJUANGAN KERAS
Jarak rumah dan sekolah lumayan jauh. Willing ganti kendaraan umum tiga kali. “Berangkat sekolah saya diantar kakak saya, Ko Apang. Kadang ia harus ngebut mendahului bis supaya bis berhenti. Lalu Ko Apang menaikKan saya ke bis barulah ia buka kios di pasar. Koko saya sangat berkorban, ia terlambat menikah menunggu saya mandiri. Mama pernah bilang, untung Mama sudah kenal Tuhan Yesus kalau gak, mungkin gila karena peristiwa kebutaan saya,” kenangnya penuh haru.
Meskipun dibantu tongkat untuk berjalan, kerap kali Willing menabrak atau terjatuh, pernah masuk got yang cukup dalam. Ia mendengar tawa dari orang-orang yang melihatnya. Namun lambat laun ia menganggapnya biasa. Willing memilih tidak mudah putus asa. Ketika tantangan datang Ia sangat percaya Tuhan akan membuka jalan-jalan baginya. Di sekolah Willing dibantu teman-teman dalam membaca buku-buku pelajaran. Sebaliknya, Willing kerap dimintai tolong mengetik tugas sekolah mereka. Lagi-lagi, di sekolah orang normal itu pun Willing meraih juara dua dari dua kelas dengan jumlah seratus siswa.
MELAYANI PENDERITA KUSTA
Selepas SMA, Willing belajar di Sekolah Alkitab Berea, Salatiga. Ia sangat senang mempelajari firman Tuhan. Semangat pelayanannya makin terpacu. Firman yang ia baca dan dengar makin membuatnya kuat. Setelah lulus 1988 itulah Willing kembali ke Jakarta pelayanan di GSJA Charismatic Worship Service (CWS). Ia melayani tunawisma, mengajar sekolah minggu dan sering main musik di kebaktian dewasa muda.
Bersama Ibu Tumada, istri mantan Direktur RS. Sitanala, mereka merintis pelayanan di rumah sakit bagi penderita kusta itu. “Pertama kali ke Sitanala, Ibu Tumada kaget, dia tidak tahu kalau saya buta. Katanya, sewaktu dia lihat saya di gedung CWS jalan saya lincah tanpa tongkat. Yah, kalau di gedung ini sih saya sudah hapal” katanya tentang gedung CWS di Gedung Kenanga, Senen, Jakarta Pusat tempat wawancaranya dengan Bahana. Willing pun sibuk melayani, hal yang paling menyentuh hatinya saat berada di tengah penderita kusta. Beberapa kali Willing mendampingi mereka di saat-saat terakhir menjelang pulang di panggil Tuhan. Mereka mati dalam penderitaan fisik tapi tetap percaya Tuhan.
MELAYANI KELILING PULAU
Willing ingin terus berkembang, ia menyelesaikan kuliah S1 di Satya Bhakti (SATI), Malang. 29 Mei 1998, saat masih kuliah di SATI, Willing melangsungkan pernikahan dengan Jo Hanna Yosepha, wanita yang dikenalnya tahun 1988 pada acara hari misi. “Hanna itu hadiah Natal dari Tuhan. Saya menyatakan cinta 25 Desember 1993 setelah ibadah Natal. Meskipun saya sudah siap resiko kalau ditolak. Tapi Puji Tuhan, dia menerima saya.” katanya tertawa yang disambut tawa Hanna yang menemaninya wawancara. Mereka menikah di kampus satu hari setelah ada acara wisuda. Kata teman-teman kuliahnya, biar nggak perlu beli bunga dan nggak perlu dekor. Soalnya saat wisuda banyak sekali kiriman bunga.
Kini bersama Hanna, Willing terus melayani Tuhan tanpa pilih-pilih. Ke mana pun Tuhan membawanya pergi, ia akan pergi. Kakinya pernah menjelajahi berbagai daerah di Indonesia dan juga negara lain untuk memberitakan Kabar Baik. Suatu hal yang tentu saja, tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Willing dipertemukan dengan banyak orang yang mendorongnya maju. Salah satunya Barnabas Ong, pendeta tunanetra yang melayani di Australia. Atas bantuan Barnabas, Willing dan Hanna mengambil program S2 di STT Kharisma. Willing mengaku, Tuhan memakai banyak orang untuk memberkatinya.
“Dulu saya sempat berpikir, bahwa cita-cita saat di sekolah minggu jadi pendeta bakal batal. Khotbah kan perlu kontak mata. Banyak pergi pelayanan rasanya sulit bagi tunanetra. Tapi Tuhanlah yang telah mengerjakan ini semua. Saya bahagia kalau ada orang bertobat…” jelas Willing yang ditahbiskan pendeta di GSJA pada September 1996 itu. Willing terdiam. Tangisnya pecah. Wajah Willing memerah, ia menyeka matanya yang basah. Entah berapa banyak orang yang telah dicelikkan matanya lewat pelayanan Willing. Penderitaanpun dipakai-Nya bagi kemuliaan Allah.
Tanggapan :
I can see the world now. I can do anything. and this time is golden time to do something great for God. ini waktunya. Jgn menunggu2.
Yerusalem duniawi > org kristen yg berpikir bgmn sampai di kanaan duniawi
Yerusalem sorgawi > org kristen yg berpikir bgmn sampai di kanaan sorgawi
Hope In God

Pelaut tua itu memandang cakrawala dan melihat langit hitam yang menandakan akan datangnya badai. Saat laut mulai berombak, dengan tenang sang pelaut tua menurunkan jangkar perahunya lalu turun menutup palka perahunya rapat-rapat dan pergi tidur malam itu.
Pelaut tua itu tahu badai besar akan datang, tapi ia percaya pada kekuatan jangkarnya. Dan ia yakin perahunya akan tetap ada di sana sampai pagi nanti.
Gambaran Pengharapan
Seperti pelaut tua itu, kita memiliki “jangkar” dalam hidup kita yang membuat kita tetap tegak berdiri menghadapi badai kehidupan. “Jangkar” itu kita sebut pengharapan. Dalam terminologi Firman Tuhan, pengharapan berhubungan erat dengan iman.
Penulis kitab Ibrani mengatakan, iman adalah “bukti dari segala sesuatu yang kita harapkan’ (Ibrani 11:1). Pengharapanlah yang akan mengarahkan fokus dan energi kita.
Bagi orang Kristen, pengharapan adalah pengetahuan yang mengubahkan hidup kita agar menjadi lebih baik sebagaimana kita percaya akan janji-Nya (Roma 8:28). Hal ini menunjukkan apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, rancangan Allah bagi hidup kita “mendatangkan kebaikan dan bukan kecelakaan, untuk memberikan masa depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11).
Arti Dari Pengharapan
Alkitab penuh dengan kisah manusia yang berharap pada janji Tuhan. Abraham menjadi contoh konkrit bagi setiap kita orang percaya.
Saat Abraham berumur 75 tahun, Tuhan berjanji akan memberkati Abraham dan membuat keturunannya sebanyak bintang di langit. Abraham mendengar firman ini dan mempercayai Tuhan sepenuhnya (Kejadian 15:6).
Di balik kepercayaan Abraham ini, Ibrani 6:15 menjelaskan bahwa Abraham harus menanti selama 25 tahun sampai ia melihat penggenapan dari apa yang ia harapkan. Dan selama jangka waktu itu Abraham tetap percaya kepada Tuhan, Sumber Pengharapan itu, sampai ia melihat janji itu menjadi nyata.
Anda dapat melihat bahwa pengharapan yang dimiliki Abraham bukan karena kemampuannya sendiri, namun telah berakar dalam keyakinannya akan Tuhan yang tak berubah dan janji-Nya yang bernilai kekal.
Penulis kitab Ibrani menjelaskan Tuhan juga menginginkan agar kita dikuatkan melalui karakter Abraham dan pengharapannya di dalam Dia (Ibrani 1:16-18). Pada kenyataannya, kitab Injil menjelaskan pengharapan ini sebagai “… jangkar/sauh bagi jiwa, sebuah pengharapan yang pasti dan dengan setia akan digenapi” (Ibrani 6:19a).
Hilangnya Pengharapan
Apa yang dapat menyebabkan harapan kita hilang? Biasanya hal ini disebabkan karena kita berharap pada hal yang salah. Sangat mudah bagi kita untuk berharap pada hal yang salah. Sangat mudah untuk menempatkan pengharapan kita pada hal-hal yang bersifat materi – apa yang dapat kita lihat, kita
pegang dan rasakan. Segala hal ini dapat kita kontrol. Namun Tuhan berkata bahwa kerajaan-Nya tidak berasal dari dunia ini (Yohanes 18:36). Pada kenyataannya, segala hal di dunia ini tidak menyediakan dasar yang kuat bagi hidup kita (Kolose 2:8).
Hanya jika kita melihat kepada dasar kehidupan yang teguh – Yesus Kristus – kita akan menemukan pengharapan yang dapat menjadi jangkar/sauh bagi jiwa kita. Semua ini bermula dari hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Jika Anda belum “dilahirkan kembali”, pengharapan yang Anda miliki bisa salah tempat. Jika Anda kehilangan pengharapan saat ini, pertimbangkanlah di mana pengharapan utama Anda sebenarnya sedang dilandaskan. Jika bukan di dalam Yesus, datanglah pada-Nya untuk menemukan pengharapan baru bagi hidup Anda.
Yesus menawarkan pengharapan-Nya secara cuma-cuma kepada setiap orang yang dengan rela datang pada-Nya, mengakui segala dosa mereka dan percaya pada keselamatan-Nya untuk hidup yang kekal. “Aku adalah kebangkitan dan hidup,” Yesus berkata, “barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yohanes 11:25-26a).
Membangun Dasar Pengharapan
Meskipun Anda telah mengenal Yesus sebagai Juru Selamat, Anda masih tetap dapat kehilangan pengharapan. Dari kitab Amsal kita belajar, “harapan yang tertunda menyedihkan hati” (Amsal 13:12). Saat harapan kita tertunda, kita dapat dikalahkan dengan rasa putus asa yang mendalam.
Jadi, bagaimana Abraham dapat melaluinya? Bagaimana dia dapat tetap berharap selama dua dekade lebih? Lihatlah pada hubungan Abraham dengan Tuhan. Abraham adalah sahabat-Nya Tuhan (2 Hakim-Hakim 20:7), Abraham juga hamba Tuhan (Kejadian 26:24) dan Abraham taat sepenuhnya kepada Tuhan (Kejadian 22).
Anda pun dapat melakukan hal yang sama. Berikut ini adalah empat langkah praktis yang dapat Anda ambil untuk membangun dasar pengharapan Anda yang dapat Anda bawa dalam menghadapi badai kehidupan :
- Tundukkan diri Anda kepada Tuhan. Tuhan adalah sumber dari pengharapan kita. Datanglah pada-Nya dengan rendah hati dan Ia akan memperbaharui Anda (1 Petrus 5:6-7).
- Perkuat iman Anda. Ingatlah akan janji Tuhan yang telah tergenapi sebelumnya untuk memperbaharui pengharapan Anda. Tuhan telah menyediakan bukti tertulis bagaimana tak terhitungnya pengharapan yang Ia sediakan bagi orang percaya di masa yang lalu. Lihatlah kepada keajaiban pekerjaan-Nya untuk memperbaharui pengharapan Anda (1 Hakim-Hakim 16:11-21).
Percaya pada waktu-Nya Tuhan. Terkadang Tuhan menjawab doa kita dan memenuhi harapan kita dengan cepat. Di waktu yang lain, dengan otoritas ke-Ilahi-an yang menyertai-Nya, Tuhan mengijinkan kita untuk menunggu. Ingatlah, melalui iman dan kesabaranlah pengharapan Abraham digenapi.- Bersyukur kepada Tuhan untuk hari ini. Meskipun berat rasanya untuk bersukacita saat kita sedang berada di dalam masa penantian akan penggenapan dari apa yang kita harapkan, sukacita memungkin Tuhan untuk menyempurnakan hidup kita pada saat kita tak mampu melihat jalan Tuhan yang sesungguhnya. Pengharapan jenis ini akan membuat hati kita dimurnikan dalam peleburan akan penantian, dan terkadang penuh dengan penderitaan namun “tidak mengecewakan” (Roma 5:1-5).
Apakah Anda kehilangan pengharapan? Anda akan mendapatkan kembali harapan yang hilang dengan pertolongan Yesus. Saat ini, berbaliklah kepada Sumber Pengharapan itu dan tenanglah di dalam Dia.
FirmanTuhan Mengenai Pengharapan
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir (Ibrani 6:19).
Ayat Untuk Dipelajari
Ibrani 6:10-19, Roma 5:1-11 – Janji Tuhan yang berharga akan pengharapan. Yakobus 13:13-16 – Tekun berharap dalam pencobaan. Mazmur 33:13-22 – Pengharapan yang benar dan yang salah. Mazmur 25:1-11 – Sumber pengharapan yang menguatkan.Penyembahan Hati

Pemimpin pujian yang hebat mengerti bagaimana caranya masuk ke dalam hadirat Tuhan dengan segala keberadaan mereka, bagaimana mereka mempersiapkan diri dalam pujian dan penyembahan (lihat Ulangan 10:12). Mereka tidak hanya sekedar bangun di pagi hari, membersihkan diri lalu menyisir rambut mereka sebelum mereka pergi ke gereja. Mereka mengerti bahwa pengurapan datang dari pengejaran yang tulus akan kasih Tuhan dengan segenap hati mereka.
Demikian halnya saat Anda datang pada Tuhan di pagi hari, Anda datang dengan sikap hati yang penuh dengan penyembahan, menyatakan pengagungan dan ucapan syukur atas kesetian-nya atas hidup Anda. Tuhan berjanji tidak akan pernah meninggalkan Anda dan akan senantiasa menyertai Anda sepanjang hari (lihat Yosua 1:5).
Miliki Saat Teduh
Mazmur 19:9-10 Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.Terkadang saya menyediakan waktu sampai seharian penuh hanya untuk berdiam diri dengan Tuhan. Saya menghentikan semua aktivitas saya dan mulai mencari Dia. Saya tahu saya tidak akan bisa mulai mendengar suara Tuhan jika saya tidak memiliki saat teduh dengan-Nya.
Sangat penting untuk memiliki saat teduh dan menyendiri bersama-Nya. Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak memiliki banyak waktu, namun jika ada orang yang memberikan sembako di mall senilai seribu dolar secara cuma-cuma, Anda pasti akan menemukan waktu untuk pergi ke sana. Jangan habiskan waktu Anda hanya dengan melakukan seluruh aktivitas Anda, namun berdiam dirilah sehingga Anda siap mendapat perhatian dari Tuhan.
Tingkatkan Efektifitas Hari Anda
Mazmur 33:18-19 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
Saat saya berbicara tentang mencari Tuhan terlebih dahulu, banyak orang yang berpikir bahwa mereka harus bangun pukul tiga pagi!! Saya tidak berbicara mengenai bagaimana Anda melakukannya. Saya bahkan tidak menyarankan Anda untuk berdoa selama satu jam. Saya hanya mengatakan jika Anda ingin menikmati seluruh hari Anda dalam kebaikan, Anda harus memiliki waktu mencari hikmat Allah di pagi hari.
Memiliki waktu dengan Tuhan menambahkan tahun hidup Anda! Tuhan ingin sekali memberikan pengetahuan dan pemahaman-Nya kepada kita. Firman-Nya berkata, “Karena oleh aku (hikmat dari Allah) umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah” (Amsal 9:11).
7 Orang Pendeta Di China Ditangkap

Total View : 382 kali
China yang sebentar lagi menggelar acara olimpiade, membuat mata dunia terus tertuju kepada negara ini. Sekalipun sudah berusaha membuat berbagai kelonggaran dalam rangka membuat kesan yang baik di mata dunia international, China tetap secara intensif memerangi gereka-gereja rumah atau seringkali di kenal sebagai gereja bawah tanah.
Berdasarkan laporan yang dimuat oleh CAA (China Aid Association), pada 8 Mei lalu waktu Beijing, tiga orang pemimpin gereja rumah di propinsi Shandong di tangkap saat sedang memimpin kelompok pendalaman Alkitab.
Salah seorang yang ditangkap adalah pendeta berkewarganegaraan Thaiwan. Karena kasus ini, pendeta tersebut di ekstradisi ke negaranya dan tidak diperbolehkan memasuki China selama 5 tahun ke depan. 
Sementara itu ada 4 orang pemimpin gereja juga yang di tangkap pada awal bulan Mei ini. Salah satunya adalah seorang pendeta dari propinsi Jilin yang di tangkap pada 4 Mei saat melakukan aktivitas gereja rumah.
Website Eyewitness melaporkan bahwa pada pukul 11:30 siang, sekitar 30 pemimpin gereja dari berbagai propinsi di China yang sedang mengikuti sebuah seminar pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh hamba Tuhan dari Taiwan, di datangi oleh 20 orang aparat kepolisian. Mereka menyatakan bahwa pertemuan itu ilegal, karena tidak pernah melaporkan sebelumnya. 23 orang pemimpin gereja di paksa menuliskan nama, nomor kartu penduduk dan alamat rumah mereka. Selanjutnya orang-orang tersebut dalam pengawasan ketat. Ke 23 orang tersebut juga adalah para pelajar yang sedang belajar tentang gereja rumah dari sebuah gereja rumah di kota tersebut.
Seorang pendeta yang berusia 28 tahun bernama Zhang Yongliang yang merupakan penyelenggara sekolah Alkitab yang mengajarkan gerakan gereja rumah dan acara seminar tersebut ditangkap bersama kedua orang tuanya. Seorang saksi menceritakan bahwa sewaktu ayah Zhang dipukuli petugas, ibunya mencoba memberi penjelasan kepada polisi, tetapi akhirnya keduanya di tangkap dengan tuduhan “menutupi
kebenaran.”
Penganiayaan terhadap gerakan gereja rumah terus berlanjut, banyak orang percaya dan pada hamba Tuhan di China ditangkap dan banyak gereja yang ditutup. Dalam kondisi seperti ini, orang percaya di China terus bertumbuh secara luar biasa. Aniaya dan tekanan tidak melemahkan iman percaya mereka. Bagaimana dengan kita saat ini?
Jangan Terperdaya Manfaat Coklat
Ungkapkan rasa kasih sayang pada pasangan Anda dengan menghadiahkan sekotak coklat. Selain lezat, cokelat memang dikenal bermanfat untuk kesehatan.
Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa coklat memiliki khasiat untuk kesehatan. Zat bio-aktifnya berupa anti oksidan memang diyakini bermanfaat dari sisi medis, dan secara psikologis mengkonsumsi coklat pun dapat menimbulkan rasa nyaman.
Namun begitu jangan sampai terperdaya dengan khasiat dari makanan manis nan lezat ini. Ada baiknya mempertimbangkan lagi atau pun lebih bijaksana memilih produk coklat, karena bukan mustahil Anda justru akan mendapat kerugiannya ketimbang manfaat yang diharapkan dari makanan ini.
Pentingnya untuk mempertimbangkan lagi coklat sebagai kudapan muncul setelah sebuah jurnal kesehatan ternama dalam edisi terbarunya menyatakan bahwa khasiat coklat kini sudah banyak “disalahgunakan”.
Adalah jurnal Lancet yang melaporkan bahwa banyak produsen coklat kini justru menghilangkan kandungan flavanols karena rasanya yang pahit. Walhasil, banyak produk coklat yang beredar di pasaran saat ini hanya didominasi lemak dan gula saja. Padahal kedua zat ini justru merupakan musuh bagi jantung dan pembuluh darah.
Banyak riset yang menyatakan bahwa mengkonsumsi coklat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah dan menghilangkan capek. Tetapi menurut artikel yang ditulis dalam jurnal Lancet, coklat justru bisa memperdaya.
“Ketika perusahaan coklat membuat gula-gula, bahan coklat alami padat yang membuat warna menjadi lebih hitam serta flavanols yang rasanya pahit, justru dihilangkan. Oleh karena itulah, coklat yang terlihat hitam pun bisa jadi tidak mengandung flavanol.
“Konsumen juga selalu dibuat buta dengan kandungan flavanol dalam coklat sebab produsen jarang memberi keterangan mengenai informasi ini dalam produknya,” tulis Lancet.
Jurnal tersebut juga menekankan bahwa meskipun flavanols terkandung dalam sebuah produk coklat, para pecinta coklat harus tetap mewaspadai zat atau kandungan lainnya.
“Setan dalam coklat hitam adalah lemak, gula dan juga kalori yang terkandung di dalamnya. Untuk mendapatkan khasiatnya buat kesehatan, untuk yang suka makan coklat hitam dalam jumlah sedang harus menyeimbangkannya dengan mengurangi asupan makanan lainnya. Ini pekerjaan yang tak mudah bahkan untuk yang rajin menjaga asupan kalori sekalipun,” ungkap Lancet.






















