Be an Example! Be a witness in everywhere

Kasih ?

Posted in My share by Be example on Juni 19, 2008

Di stop-an lalu lintas di kota malang jawa timur ini byk sekali pengemis. Anehnya, aku pnh ngeliat salah satunya. Ketika malam hari aku amati, seorang ibu dan dua anak yg masih kecil dijemput oleh seorang pria dg sepeda motor supra fit.

Pertanyaanku, apakah dg pengemis spt ini kita layak untuk memberi?

Byk lo kejadiannya, ga hanya contoh itu aja. Jg ada tukang parkir (preman lg) yg tdk resmi gt. apakah kita harus memberi? padahal kita tau uang itu kemana arahnya.

Silahkan berkomentar

Ditandai sebagai:,

Apakah anda yakin, anda sudah di selamatkan ?

Posted in Hot News by Be example on Juni 19, 2008

solagrace. Buka aja deh

http://solagrace.wordpress.com

Mau tau bahwa dalam KEKRISTENAN ada KEPASTIAN KESELAMATAN ? buka website di atas.

Matikan atau kamu kalah!

Posted in Relationship by Be example on Juni 19, 2008

Masalah yg dihadepin anak muda lagi2 soal sex, di samping pencarian jati diri dlsb.

Byk yg ga tau kalau hubungan sex itu bs berakibat penyesalan 9 bulan. Itu yg jebol. Tp yg masih berkeliaran mgkn tanpa sadar kalo mereka telah terkena HIV/AIDS. Who knows ?

Ada jg yg bilang biar aman maka pake sex phone, atau chat phone, atau nonton film porno dan gambar2 porno skalian. “Ya, sudah jatuh biarkan tambah jatuh”, pikirnya. Adrenalin tetap terpacu.. dan yg pasti nafsu minta untuk dilampiaskan. Eit…. kamu anak TUhan loh… masa kelakuanmu kayak anak setan?

Ada jg yg sudah pelayanan dan bertobat masi nginget masa lalu. “Wah,, skg aku udah pelayanan. Ya, kalau waktu dulu gw puas2in baru bertobat gt enak kaleee”. Pikiran dikuasai iblis gara2 buka celah. TOlak dan hancurkan dalam nama Tuhan Yesus! Kamu punya karunia membedakan roh. Gunakan itu!!!! Patahkan panah api dari si jahat dg imanmu!

Alkitab menulis bahwa kita harus mematikan perbuatan daging dan segala keinginannya. INget! kekekalan tidak dimulai setelah kita mati kelak, tapi KEKEKALAN dimulai saat kita hidup sekarang ini. So… Biarlah Yesus Kristus menjadi Tuhanmu, bukan dagingmu yg mjd Tuanmu!

Masih ada kesempatan bertobat buat kamu yg masih berbuat dosa, meski kamu berulang kali jatuh. Apalagi yg perlu kamu lakukan ? BErtobat, minta ampun dan jangan mengulanginya lagi. Satu kata ini jagnan dilupakan : KOMITMEN. Minta darah Yesus mencucikan dari segala dosa, terutama dosa kenajisan ini. Miliki hubungan yg intim dg TUhan. Saat teduh dan baca alkitab setiap hari. Selamat berjuang! GBU

Ditandai sebagai:,

Miliki Mimpi Besar (Tapi Setialah Pada Hal-hal Kecil)

Posted in Teaching by Be example on Juni 19, 2008

Waktu saya masih kecil, saya selalu ingin menjadi penyanyi terkenal nantinya. Lalu saya membayangkan menjadi presiden. Lalu saat saya berusia 21 tahun, teman saya mengajak saya dan yang lain menulis daftar 25 hal yang ingin kami lakukan dalam hidup kami. Saya telah memimpikan masa depan sejak lama. Tapi anehnya, saat sekarang “masa depan” itu di sini, saya hampir tidak bisa mengingat sebagian besar hal-hal yang saya tulis dalam daftar itu. Hmmm… saya masih ingat sebagian: membeli dan mendekor ulang sebuah rumah tua, memulai bisnis saya sendiri, dan menulis buku. Yang terakhir ini masih melekat dalam diri saya, sesuatu yang sangat ingin saya lakukan. Saya tidak yakin bahwa saya mampu menulis sebuah buku, karena saya kurang tekun dan saya juga tidak tahu darimana idenya. Apa yang harus saya tulis sepanjang 200 halaman? Tapi saya tetap menyimpan keinginan itu.

Saya pikir ada banyak orang yang membuat daftar seperti itu, berisi hal-hal seperti: tour ke Eropa, menemukan sesuatu yang berguna bagi dunia, mendaki gunung-gunung tertinggi, membuka restoran, dan sebagainya. Apa impian Anda? Apakah Anda pernah berada di suatu kelas, gereja, berjalan kaki, atau saat teduh Anda dan mendapatkan pimpinanNya untuk mengejar sesuatu? Pernahkah Anda mendapatkan suatu kesan yang mengatakan pada Anda “untuk inilah aku diciptakan”?

\"\"Impian adalah motivator yang sangat kuat. Mereka mendorong kita mengambil resiko, melewati batasan-batasan, dan untuk terus mencoba ketika kita gagal. Kegagalan bukanlah bagian kecil dalam proses meraih impian. Tapi Anda harus mengijinkannya membentuk Anda. Seperti Yusuf, seorang pemimpi yang setia dari Perjanjian Lama, saya mempunyai banyak hal yang harus saya pelajari sebelum satupun dari mimpi-mimpi saya mulai menjadi nyata:

“Dengarkan mimpi saya,” kata Yusuf kepada saudara-saudaranya dan menceritakan mimpinya yang mengatakan bahwa suatu hari nanti dia akan memimpin mereka semua. Dapat ditebak, mereka tidak senang dengan mimpinya, mereka mencoba membunuhnya. Hanya dalam kesempatan yang tiba-tiba akhirnya dia dijual sebagai budak. Yusuf akhirnya melayani di rumah Potifar. Saat Anda sudah mengetahui akhir ceritanya, sangat mudah untuk melewatkan bagian ini:

Yusuf adalah anak favorit dari Yakub yang kaya raya. Dia pasti sudah mendengar Yakub bercerita tentang Tuhan yang pernah berkata bahwa keluarga mereka akan menjadi suatu bangsa yang besar. Saya membayangkan Yakub berkata dengan bangga kepada Yusuf, “Anak kesayanganku, kamu akan menjadi bapa dari bangsa yang besar ini.” Dan sekarang Yusuf dalam tawanan, jauh dari ayah yang sangat menyayanginya, dipaksa untuk bekerja di daerah asing. Dia punya hak dan banyak kesempatan untuk menjadi marah, kepahitan dan mendendam. Dia tidak tahu apakah dia akan bisa keluar dari rumah Potifar. Dia mungkin mengira dirinya tidak akan bisa betemu lagi dengan teman-teman atau keluarganya lagi. Sejauh pemikirannya, hidupnya yang lalu itu sudah berakhir, namun dia tetap setia (Kejadian 39:2-23).

\"\"Tentu saja, menjadi seorang tahanan bukanlah impian Yusuf, tapi adalah sebuah tugas dimana Yusuf belajar untuk setia. Sementara berada di penjara, Yusuf mengartikan mimpi juru minuman, mengatakan bahwa dia akan dibebaskan dan dikembalikan pangkatnya. Juru minuman itu berjanji akan mengingat Yusuf, tapi dia tidak menepati janjinya. Itu bisa saja terjadi, Anda bisa saja tetap setia dan masih mempunyai teman atau rekan kerja yang gagal melakukan bagian mereka. 2 tahun berlalu sementara Yusuf masih setia melayani di penjara. Tidak lama setelah itu, Firaun bermimpi dan tidak ada seorangpun bisa mengartikannya, dan juru minuman itu baru mengingat Yusuf. Tuhan memberikan arti mimpi itu pada Yusuf dan karena itu Firaun mengangkat dia menjadi orang kedua di kerajaannya. Ini adalah pemutarbalikan posisi yang hampir tidak bisa dipercaya untuk seseorang yang pernah berada di penjara. Tapi ini juga bukan impian Yusuf. Meskipun dia telah mempunyai jabatan tinggi, kekayaan, dan kehormatan, itu bukanlah rencana terakhir Tuhan.

Ini adalah kunci yang perlu diingat karena jabatan, kekayaan, dan kehormatan dapat menjadi gangguan besar selagi kita sedang mengikuti impian yang sudah Tuhan berikan. Ingatlah bahwa tanpa ujian karakter yang dihadapinya setiap hari, dan yang berhasil dilaluinya dengan respon yang benar, Yusuf mungkin tidak akan banyak berguna bagi Firaun, bagi bangsa Israel, maupun bagi Mesias masa mendatang.

Setialah dalam Hal-hal Kecil
Anda sedang berada di mana dalam proses mencapai impian Anda? Akan jauh lebih baik kalau saja kita bisa mengetahui bahwa saat-saat pengalaman penolakan yang menyakitkan ini, kegagalan yang memalukan itu, tugas yang membosankan dan tidak ada akhirnya, dan prestasi yang tidak diakui itu adalah bagian-bagian dari rencana besar Tuhan. Tapi kita tidak bisa. Pada saat hal-hal itu terjadi, itu sama sekali tidak terasa sebagai persiapan untuk sesuatu yang besar. Itu hanya terasa kejam. Yang bisa kita lakukan adalah menngikuti teladan Yusuf: tetap bermimpi dan tetap setia dalam hal-hal kecil.

\"\"Dalam perumpamaan tentang talenta, Yesus memuji orang yang menerima 2 talenta dan juga orang yang menerima 5 talenta. Keduanya sama-sama berusaha untuk melipatgandakan apa yang telah diberikan kepada mereka, dan tentang mereka tuan mereka berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Kesetiaan hari ini dalam apapun yang harus Anda kerjakan adalah bagian dari proses yang Tuhan ingin Anda jalani. Apa yang Anda lakukan dengan tanggung jawab yang kecil akan mempengaruhi berapa banyak lagi tanggung jawab yang akan Anda terima. Ini berlaku untuk segala hal yang menjadi tanggung jawab Anda sekarang. Jika Anda melakukan setiap tanggung jawab dengan setia memenuhi kebutuhan dan bekerja seolah-olah untuk Tuhan sendiri, Dia akan setia menuntun Anda kepada langkah berikutnya untuk mewujudkan impian yang telah Dia letakkan dalam diri Anda.

Ada saat-saat dimana dulu saya masih belajar bagaimana menulis secara profesional, penolakan-penolakan dari penerbit kadang membuat saya menjauh dari keyboard komputer tanpa berpikir untuk kembali. Menulis itu kerja keras. Mendengar bahwa apa yang Anda tulis tidak cukup bagus itu menyakitkan. Dalam masa-masa itu saya harus memutuskan: menyerah untuk mengejar sesuatu yang lebih mudah atau terus maju. Tapi setiap kali saya kembali ke komputer saya, menekan tombol delete, dan memulai kembali, hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Kerja keras dan ketekunan itu layak dilakukan… Impian saya dulu untuk menulis buku? Akhirnya itu tercapai, 16 tahun kemudian… Setialah dalam hal-hal kecil dan hal-hal besar akan mengikuti!

Ditandai sebagai:, , ,

Kamu Pria Yang Baik, Tapi…

Posted in Relationship by Be example on Juni 19, 2008

Randy telah memperhatikan Sarah selama beberapa bulan. Senyumnya dan kebaikannya kepada semua orang sangat menarik. Dalam kelompok para lajang, mereka tertawa pada saat yang hampir bersamaan dan kadang berpandangan. Randy juga menemukan bahwa ternyata mereka sama-sama menyukai kegiatan outdoor dan seni. Randy melihat Sarah adalah gadis yang tepat untuknya. Bahkan teman-temannya melihat mereka cocok dan mendukungnya untuk mendekati Sarah. Dan sore itu, Randy mengundang Sarah untuk makan bersamanya di satu kafe. Dia datang lebih dulu untuk memastikan meja di sudut yang agak sepi agar mereka bisa bercakap-cakap tanpa terganggu. Sarah muncul dengan senyumnya seperti biasa.Setelah beberapa percakapan wajar, Randy menelan ludah dan mulai mengucapkannya, kata-kata yang dipilih dengan hati-hati, tidak terlalu romantis juga tidak terlalu biasa. “Aku suka sikapmu yang ramah. Aku melihat kita mempunyai banyak kesamaan dan bersenang-senang bersama. Aku ingin mengenalmu lebih dalam…” Sarah terdiam beberapa saat. Bukan tanda yang baik, namun Randy berharap Sarah hanya sedang berpikir untuk memberikan respon yang tepat. Sarah tersenyum, Randy menebak-nebak. “Randy,” katanya, sambil menatap tepat di mata, “Terima kasih, aku tersanjung. Kamu mempunyai banyak kualitas yang mengagumkan…” Jeda yang hening setelah itu mengatakan pada Randy hampir semua yang dia perlu tahu. Dia bisa menebak kata-kata selanjutnya, kata-kata seperti, “Kamu pria yang baik, tapi…” T-a-p-i.

“Aku merasa nyaman di dekatmu,” lanjut Sarah. “Dan kamu salah satu orang favoritku. Aku hanya tidak merasa kita harus berkencan.” Banyak pria pernah mendengar perkataan seperti ucapan Sarah, dan banyak wanita telah mengatakan hal yang serupa seperti yang dikatakan Sarah. Terkadang memang sudah jelas bahwa hubungan yang diinginkan tidak akan pernah terjadi. Mungkin si wanita menutup pintu secara langsung dengan menampilkan ketertarikan kepada orang lain atau menolak ajakan untuk saling mengenal lebih dalam. Tapi seringkali, perkataan seperti itu membuat pria kebingungan. Kata-kata dari si wanita terlihat menunjukkan ketertarikan tapi di waktu yang sama menyatakan hal yang sebaliknya, sehingga pria seringkali menjadi tidak tahu apakah dia harus menyerah atau mencoba lagi.

Membaca Sinyal

Dalam cerita Randy dan Sarah, Sarah menggunakan beberapa pernyataan yang “menyesatkan”: “Aku merasa nyaman di dekatmu” dan “kamu salah satu orang favoritku”, Randy mungkin berpikir, Jika aku adalah salah satu orang favoritmu, lalu bagaimana mungkin kamu tidak tertarik?

Kesalahpahaman ini muncul dari perbedaan mendasar antara perspektif pria dan wanita dalam hubungan romantis. Teman-teman pria saya mengatakan bahwa daya tarik fisik mempunyai peranan besar dalam keputusan mereka untuk mengejar seorang wanita. Seorang wanita mungkin mempunyai banyak karakter bagus yang menambah kecantikan luarnya, tapi pria-pria yang saya tahu tidak akan membuat usaha untuk mendekati dia kecuali mereka tertarik secara keseluruhan. Wanita, di lain sisi, bisa mengalami ketertarikan sebagian. Dia mungkin tidak tertarik secara romantis kepada seorang pria, tapi masih tetap menemukan dirinya tertarik kepada pria ini dalam beberapa hal. Dia bisa tertarik kepada beberapa aspek dari karakter atau kepribadiannya, tapi semua itu tidak menambah ketertarikannya secara romantis kepada pria ini. Ini membuat dia berkata seperti, “Aku suka hal-hal ini tentangmu, tapi aku tidak menyukaimu secara khusus…” Seorang wanita juga membuat pernyataan yang bermaksud menyemangati seorang pria yang dia hormati. “Kami sangat menghargai saat pria mengambil inisiatif, tapi kecenderungan feminin kami membuat kami terdorong untuk menyemangati dan mendukung…”

Kemungkinan ketiga (dan ini yang diharapkan para pria) adalah bahwa si wanita hanya takut menjalin hubungan atau merasa tidak siap. Dalam kasus ini, siapa pria yang mendekati si wanita bukanlah inti persoalannya. Kondisi emosional si wanita akan membuat dia menolak atau menghindari pria manapun.

Jadi bagaimana seorang pria dapat melalui area ketidakpastian ini, dan bagaimana seorang wanita benar-benar mengatakan apa yang sebenarnya dia maksudkan? Mari memulai dengan wanita.

Katakan tidak dengan tidak. Para wanita, mengertilah bahwa penolakan yang pura-pura itu bukanlah penolakan dengan kasih. Dan kenyataannya, keinginan Anda untuk menjadi cheerleader mungkin dimotivasi oleh harga diri, bukan kasih. Tahun lalu seorang teman pria saya mengkonfrontasi saya tentang hal ini. Dia mendengar saya bercerita kepada teman wanita saya tentang kata-kata yang saya ucapkan untuk menolak seorang pria. “Aku hanya ingin menghargai dia karena dia telah berani mengambil resiko,” kata saya. Teman pria saya bertanya, “Memangnya dia seekor anjing yang butuh dikatai “anjing yang baik” dan sebuah tepukan di kepala?” Dengan segera saya menyadari motif egois saya, saya sedang berusaha membuat diri saya terlihat seperti pahlawan.

Para wanita, ingat ini: memang pria itu telah mengambil resiko, dan tidak salah untuk berterimakasih padanya karena itu. Tapi Anda tidak sedang menghargai dia dengan menggunakan kata-kata yang menyampaikan pesan berbeda dari apa yang sebenarnya Anda maksudkan. Biarkan teman-temannya, pembimbing rohaninya, atau pasangannya di masa depan yang meyakinkan dia akan karakter positifnya dan hal-hal yang disukai orang darinya. Itu bukan tanggung jawab Anda, dan kata-kata sanjungan Anda hanya akan membuatnya bingung. Juga, hindari pernyataan persetujuan seperti, “Kamu begitu sempurna”. Dari sudut pandangnya, jika dia sempurna, tentu Anda akan mau menjalin hubungan dengannya. Dan jika Tuhan mengkonfirmasi bahwa dia bukan pria yang tepat (“sempurna”) untuk Anda, maka pernyataan seperti itu tidak tulus.

Buatlah keputusan yang tegas. Ketertarikan sebagian hanya akan membuat Anda tidak serius dalam hal menanggapi kasih sayang dari seseorang yang Anda kira bukan yang terbaik dari Tuhan untuk Anda. Jika Anda merasa hati Anda tertarik pada seseorang yang pernah mendekati Anda di masa lalu -seseorang yang pernah Anda tolak- tentukan waktu serius agar Anda dapat berdoa untuk hubungan itu. Mungkin Tuhan sedang mengubah hati Anda. Tapi jika Anda menemukan bahwa perasaan Anda belum berubah, jangan memanfaatkan ketertarikan pria itu kepada Anda. Filipi 2:3 mengingatkan kita, “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri.”

Untuk Para Pria
Mungkin seperti Randy, Anda telah mendengar, “Kamu pria yang baik, tapi…” Lalu apa? Setelah pembicaraan saya dengan beberapa teman pria, saya menemukan mereka lebih mendengarkan pernyataan yang mengatakan, “Kamu hebat”, “Aku menghargai kamu” atau “Aku merasa nyaman bersamamu”, daripada jawaban yang sebenarnya (“tidak”).

Terima penolakannya dengan lapang hati. Dalam kebanyakan kasus, wanita mengatakan “tidak” karena dia tidak tertarik secara romantis kepada Anda. Mengertilah bahwa dia berada dalam posisi yang sulit dengan seolah-olah menjadi pihak antagonis, jadi dia berusaha untuk membuat penolakannya sehalus mungkin.

Beberapa tahun lalu, saya mengenal seorang pria Kristen yang saya hormati. Seiring dengan persahabatan kami yang makin dekat, saya menyadari bahwa saya tidak tertarik secara romantis kepadanya. Saat saya mengatakan ini kepadanya, dia kecewa tapi merespon dengan berkata bahwa dia mempercayai keputusan saya karena dia tahu saya mencari kehendak Tuhan. Dia berhenti mendekati saya, tapi saya menerima email bersahabat atau telpon sesekali darinya. Kurang dari setahun kemudian, dia bertemu dengan istrinya, Kara. Saya selalu mengagumi cara dia melepaskan kedekatan kami sebelumnya. Tindakannya itu meletakkan dia pada posisi ideal untuk menerima seorang istri yang telah Tuhan siapkan untuk dia.

Jangan coba untuk memperbaikinya. Jika Anda menerima jawaban “tidak”, jangan berasumsi bahwa itu karena kekurangan-kekurangan Anda. (Tapi jika Anda menduga memang itu penyebabnya, saya rasa tidak akan terasa menyakitkan jika Anda menanyakan kepada teman-teman Anda sendiri). Ada terlalu banyak kemungkinan penyebab dalam keputusan seorang wanita untuk berkata “tidak” yang sukar ditebak.

Dia mungkin saja penggemar favorit Anda dan masih tidak merasa tertarik secara romantis pada Anda. Dia mungkin tidak merasa damai sejahtera dengan hubungannya dengan Anda. Kondisi dia saat ini mungkin membuat dia merasa tidak siap untuk dekat dengan seseorang. Pikirkan bahwa aspek-aspek unik dari diri Anda yang tidak membuat dia tertarik mungkin saja adalah hal-hal yang disukai oleh pasangan masa depan Anda. Daripada menghabiskan energi untuk berpikir secara berlebihan tentang apa yang salah pada diri Anda, kembangkan diri Anda dalam hal yang mendasar ini: Tunduklah pada Tuhan (Yakobus 4:7), lalu percayalah bahwa Dia melakukan bagianNya.

Jadilah seorang teman.
Memang tidak bijaksana untuk mempertahankan ikatan emosional dengan seorang wanita, tapi melanjutkan pertemanan yang sehat dengannya adalah hal yang menguntungkan. Teman saya Hannah telah menjelaskan pada John bahwa dia tidak tertarik secara romantis kepadanya setelah John menyatakan niatnya untuk mengenal Hannah lebih dalam. John tetap menjadi temannya, berolahraga bersama dalam kelompok dan juga membantu merencanakan pesta ulang tahun untuk Hannah. Hannah tidak berpikir tentang apapun, tapi seiring dengan John yang terus berdoa untuk ketertarikannya pada Hannah, John merasa Tuhan menyuruhnya untuk menunggu. Beberapa tahun setelah usahanya mendekati Hannah, John mendekati Hannah untuk yang kedua kalinya. Dia mengetahui bahwa hati Hannah telah berubah, dan sekarang mereka telah menikah. Walaupun pengalaman seperti John bukan pengalaman yang banyak terjadi, tapi tidak seorangpun yang bisa mengesampingkan pimpinan Roh Kudus dalam area ini.

Carolyn McCulley pernah menulis: Sementara kita para wanita melatih iman kita pada Tuhan dengan menunggu inisiatif dari pria, para pria melatih iman mereka dengan resiko untuk ditolak. Karena itu, saya selalu mendorong saudara-saudara laki-laki saya untuk menjadi maskulin dan tidak pasif, untuk lebih memperhatikan tindakan dan motivasi mereka dibanding respon dari usaha pendekatan mereka. Betapapun romantisnya suasana kafe atau betapapun sempurna kata-kata yang Anda ucapkan, terkadang jawabannya “tidak” (dan bahkan beberapa di antaranya bersifat permanen). Tapi itu tidak menentukan akhirnya. Itu mungkin saja merupakan persiapan untuk wanita selanjutnya yang akan Anda dekati, dan wanita itu mungkin saja berkata “ya”.

Ditandai sebagai:,

Teladan Cinta Sepasang Kadal

Posted in Relationship by Be example on Juni 19, 2008

Ini sebuah kisah yang konon benar-benar terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merobohkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai roboh, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu! Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan dimulutnya…

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu.

Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan.

Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara. Berusahalah semampu Anda untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi. Kepada semua orang yang telah menyentuh hidup Anda dan membuat Anda bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih dalam lagi tentang arti mencintai dan dicintai.

Jangan pernah mengabaikan orang yang Anda cintai. Jadilah ‘SETIA’ Anda akan melihat keajaiban ‘CINTA SEJATI’.

www.jawaban.com

Ditandai sebagai:, ,

Pernikahan Tanpa Penyesalan

Posted in Relationship by Be example on Juni 19, 2008

Saat hidup Anda selesai dan Anda melihat ke belakang selama minggu-minggu atau bulan-bulan terakhir yang Anda miliki sebelum terkena kanker, jantung atau masalah pernafasan yang menimpa hidup Anda, akankah Anda menyesali hari-hari dalam pernikahan Anda atau keluarga Anda? Akankah Anda disedihkan oleh kenangan-kenangan Anda? Akankah Anda disedihkan saat Anda melihat apa yang dilakukan anak-anak Anda? Atau akankah masa-masa itu adalah tahun-tahun terhebat dalam hidup Anda?

Saya pikir pilihannya ada di tangan Anda. Ke mana arah Anda dalam pernikahan dan sebagai suatu keluarga pagi ini? Anda tidak akan pernah pergi ke suatu tempat jika Anda belum mengarahkannya.

Seperti apa sesungguhnya pernikahan dan pasangan yang alkitabiah?

Ada beberapa kata yang dapat menggambarkan kebahagiaan yang merekah dari suatu pernikahan sebagaimana Allah telah merancangnya. Pernikahan memikat hati begitu rupa sehingga tujuh tahun kerja keras dan penantian bagaikan suatu momen (lihat kisah Yakub dalam Kejadian 29:20). Pernikahan sebagaimana yang telah dirancang Alah seperti kebun anggur yang berbuah dengan sangat lebat dan menyenangkan kehidupan di sekeliling kita (Mazmur 128:3). Pernikahan itu seperti sungai sukacita dengan berkat-berkat yang memabukkan (Mazmur 5:18-19). Pernikahan itu membawa kebaikan dan anugerah dari Allah (Mazmur 18:22). Pernikahan itu adalah perjanjian seumur hidup yang berasal dari seorang teman sekutu dari masa muda kita (Maleakhi 2:14-15).

Semua kita yang diberkati dalam pernikahan dan keluarga dapat menyaksikan apa yang digambarkan Firman Allah benar-benar apa yang telah kita alami. Sebuah pernikahan dan keluarga yang alkitabiah hanyalah suatu potret kecil dari kesenangan surga. Sebuah pernikahan dan keluarga yang alkitabiah adalah potret hidup dari kasih Yesus yang sempurna. Sebuah pernikahan dan keluarga yang alkitabiah adalah demonstrasi yang beredar mengenai cara Allah bekerja di bumi.

Jadi, dalam pencarian untuk memelihara pernikahan-pernikahan alkitabiah, bagaimana kita berdoa bagi anak-anak kita jika kita adalah orang tua? Dan bagaimana kita mengarahkan kehidupan kita jika kita adalah orang-orang muda? Dan bagaimana kita hidup bersama jika kita telah menikah hari ini? Atau apa yang kita cari jika kita single dan sedang menunggu hari ini? Ke sinilah kita, ke dalam firman Allah untuk menemukan semua jawaban dari Sang Penulis dan Pendiri pernikahan. Mari kita kembali pada beberapa kitab pertama Alkitab, Kejadian, Mazmur dan Ulangan.

Saat kita melihat pada beberapa tulisan Perjanjian Lama, berdoalah supaya Anda, anak-anak Anda atau kekasih-kekasih Anda adalah orang tipe ini (jika Anda telah menikah), menjadi orang tipe ini (jika Anda berada di rumah atau single dan sedang menunggu), atau menunggu dan menemukan orang tipe ini (jika Anda tahu Allah sedang memimpin Anda untuk menikah).

Seseorang yang mempercayai Allah telah merancang pernikahan dan yang ingin mengikuti peraturan-peraturan-Nya untuk pernikahan yang luar biasa. TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18)

Seseorang yang akan sesuai dengan Anda. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. (Kejadian 2:20,22)

Seseorang yang akan dilekatkan dengan Anda. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kejadian 2:24). By the way, bagian mengenai apa yang merekatkan pasangan bersama adalah keintiman seksual yang tersedia dalam pernikahan. Pernahkah Anda menjilat dan menutup amplop atau menarik tape pelekat, merekatkannya dan kemudian teringat hal lain dan membukanya? Hal itu tidak terjadi sampai dua atau tiga kali, bukan? Jangan merusak perekat pernikahan Anda dengan mempermainkannya atau Anda akan mendapati bahwa Anda tidak aman dalam pernikahan Anda, terekat bersama sebagai satu. Suami atau istri Anda seharusnya menjadi satu-satunya orang yang bersamanya Anda mengalami keintiman secara fisik. Orang pertama yang pernah Anda cintai, sentuh, peluk dan pandang dengan cara yang paling intim. Apapun itu kecuali dengan apa yang disebut kesengsaraan, kesukaran dan dukacita seumur hidup.

Seseorang yang senang berada di rumah dan tidak selalu pergi. Anda akan mengajarkan (perintah Allah) dengan berulang-ulang kepada anak-anak Anda, dan akan membicarakannya kepada mereka saat Anda duduk di rumah, saat Anda dalam perjalanan, saat Anda berbaring dan saat Anda bangun (Ulangan 6:7). Dan bisa dibilang, semua hal itu akan sulit dilakukan jika pasangan suami istri tidak makan bersama sebagai sebuah keluarga, tidak menghabiskan waktu bersama, tidak menidurkan anak-anak dan membangunkan mereka bersama-sama.

Seseorang yang mencintai anak-anak dan senang mengajar mereka. Lihatlah kalimat pada paragraph sebelumnya sebagaimana yang tertulis dalam Nehemia 8:9Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

Seseorang yang menginginkan sebuah rumah yang murni. Dari kitab Ulangan: dan haruslah engkau menuliskannya (perintah Tuhan) pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (6:9); Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu (6:14); Patung-patung allah mereka haruslah kamu bakar habis; perak dan emas yang ada pada mereka janganlah kauingini dan kauambil bagi dirimu sendiri, supaya jangan engkau terjerat karenanya, sebab hal itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu. Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkau pun ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan. (7:25-26). Baca juga Mazmur 106.

Seseorang yang jujur dan memegang perkataannya. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya. (Mazmur 15)

Sumber : Dr. John Barnett

Ditandai sebagai:,

Hargai Keunikan Pasangan Anda

Posted in Relationship by Be example on Juni 19, 2008

Bagaimanakah menentukan standarnya sejauh ini apakah Anda telah benar-benar siap untuk cinta? Kebanyakan kita berpikir bahwa kita siap untuk cinta, tapi gagal untuk sepenuhnya mengevaluasi dengan tepat apa yang dituntut cinta dari kita. Karena kita begitu ingin menjalin suatu hubungan, kita ingin memiliki seseorang untuk dicintai, kita percaya bahwa kita benar-benar siap untuk cinta. Padahal tidak sepenuhnya demikian.

Syukurlah, ada tanda-tanda yang dapat kita gunakan untuk menjadi tolak ukur kesiapan kita untuk cinta. Kriteria itu adalah menghormati dan menghargai keunikan di dalam pasangan kita. Berbeda dengan memandang pasangan Anda secara realistis, kita harus mengasihi dan menjaga kualitas keunikan mereka. Kita harus mempraktekkan dorongan yang diberikan kepada kita oleh Rasul Paulus dalam Kolose 3:13, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”

Anehnya, banyak orang saat bertemu dengan seseorang, awalnya begitu mengagumi keunikan mereka dan bahkan kelemahannya, hanya untuk menemukan bahwa keunikan yang sama tersebut ternyata sangat mengganggu. Anda tahu siklus perputarannya: Anda bertemu dengan seorang pria dan mengagumi sikap diamnya, kekuatannya yang tenang. Ia mengingatkan Anda pada ayah yang sangat Anda hargai. Bagaimanapun, seiring waktu berlalu, kependiamannya membuat Anda meledak. Sekarang Anda ingin menguncang-guncang dia agar mau berbicara. Begitu besar perbedaannya dengan kekuatan pendiam yang awalnya Anda anggap sangat menarik.

Astaga, berapa banyak dari Anda yang pada awalnya tertarik pada kespontanan pasangan Anda, hanya untuk kemudian menganggap sifatnya itu cukup mengganggu? Berapa banyak dari Anda menyukai cara dia mempergunakan uang dengan bebas, terutama untuk kesenangan anda, hanya untuk kemudian melihat lampu merah saat melihat dia menghabiskan seratus dolar dalam sekejap untuk pedicure dan perawatan wajah; atau baju baru.

Yup, Anda mendapatkan intinya. Terlalu sering kita melupakan apa yang membuat kita tertarik pada pasangan kita. Terlalu sering kita pada awalnya menyenangi sifat-sifat tertentu, dan kemudian kita berharap dapat mengubahnya. Saat kita lelah menghadapi sifat-sifatnya dan ingin mengubahnya, kita akhirnya merusak hubungan tersebut. Cinta yang dewasa menuntut kita menghargai dan menerima keunikan yang membuat kita pada awalnya tertarik pada mereka.

Stephanie datang berkunjung untuk konseling pada saya beberapa minggu yang lalu. Dia seorang wanita yang menarik berusia 30 tahun yang sedang menjalin hubungan dengan seseorang pria selama 9 bulan. Ini adalah hubungan yang serius dan pertama baginya sejak perceraiannya. Pacarnya, Jerry, telah menunjukkan bahwa dia siap untuk melanjutkan ke pernikahan, namun dia berkata bahwa tabiat-tabiat Jerry yang aneh menggangunya. “Bukan hal yang besar”, katanya kepada saya baru-baru ini. “Yaitu cara Jerry mengunyah makanannya, cara dia menyetir, cara dia mengurus apartemennya. Awalnya saya pikir hal itu menarik, dan saya akan menggodanya mengenai kebiasaannya itu. Tapi kemudian, hal itu nampaknya mengganggu saya. Saya tidak tahu apakah sebaiknya membicarakan hal itu dengannya atau tidak”.

“Apakah Anda mencintainya?” saya bertanya. “Anda suka melewati waktu bersamanya?”

“Oh ya,” Stephanie menjawab dengan cepat. “Saya tidak dapat membayangkan berada jauh darinya. Tapi, saya tahu saya seorang perfeksionis, dan cara dia membiarkan apartemennya berantakan membuat saya gila.”

“Apakah Anda banyak berkencan sebelum bertemu? Dapatkah Anda dengan jujur mengatakan dialah tipe pria yang Anda inginkan untuk hidup bersamanya selamanya?”

“Ya, saya telah banyak berkencan sebelum saya berjumpa dengannya. Saya sungguh-sungguh mencintainya. Saya hanya tidak yakin bahwa saya dapat menerima perbedaan-perbedaan kami. Menurut saya itulah sesuatu yang perlu saya pikirkan.”

Pada kenyataannya, itulah sebenarnya yang perlu dilakukan oleh Stephanie. Saya memberikan beberapa saran padanya.

Satu, membuat sebuah daftar mengenai hal-hal yang dia hargai dari pasangannya (Jerry), begitu juga hal-hal yang tidak dia sukai. Kemudian dia perlu menyelidiki kedua daftar tersebut. Apakah hal-hal pada daftar pertama jauh lebih berat daripada yang pertama? Hal itu seringkali menolong untuk mengingatkan diri kita tentang aspek positif dari hal-hal yang mengganggu kita saat ini.

Kedua, pertimbangkan berapa banyak dari hal-hal yang mengganggu itu yang mungkin diubah. Dapatkah persoalan-persoalan pada daftar kedua disesuaikan atau paling tidak didiskusikan? Apakah mereka mungkin berubah? Beberapa persoalannya dapat didiskusikan dan mungkin diubah. Contohnya, caranya menyetir, jika benar-benar menyusahkan, adalah sesuatu yang dapat diubah melalui diskusi yang jujur.

Ketiga, dapatkah ia menerima hal-hal yang tidak mungkin diubah? Dapatkah ia mengingatkan dirinya bahwa terutama hal-hal itu yang awalnya ia hargai memungkinkan untuk dihargai kembali? Kadang kala kita membiarkan diri kita terlalu memikirkan hal-hal yang tidak penting. Penting bagi kita untuk meletakkan hal-hal pada perspektifnya. Sementara saya tidak menyarankan membuat lubang gundukan tikus tanah keluar menjadi gunung, saya juga menyarankan untuk menjaga gundukan tikus tanah itu tetap sebagai gundukan tikus tanah.

Keempat, hormati dan hargai keunikan pasangannya. Sederhananya, kadang kala tindakan memenangkan pasangan kita tidak hanya membangun mereka, tapi juga membuat kita lebih menghargai mereka. Rasul Paulus berkata pada kita untuk menggunakan perkataan yang membangun terhadap satu sama lain sesuai kebutuhan mereka (Efesus 4:29). Pasangan kita membutuhkan kita untuk memberi dorongan pada mereka, untuk membangun mereka. Dunia ini penuh dengan kritikan dan penolakan. Rumah dan hubungan kita perlu menjadi tempat dimana kita diterima.

Akhirnya, mengingat hal-hal ini dapat menolong Stephanie menempatkan persoalan-persoalan itu pada tempatnya. Dia mengingat bahwa dia tidaklah sempurna, dan tidaklah dewasa untuk mengharapkan kesempurnaan dari Jerry. Stephanie memutuskan dia akan berbicara dengan Jerry tentang beberapa hal yang mengganggunya, dan mengatasi perasaan dalam dirinya mengenai beberapa persoalan yang nampaknya tidak penting.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda membuat gunung keluar dari gundukan tikus tanah dalam hubungan Anda? Apakah Anda mampu melihat gambaran yang lebih besar saat hal itu datang pada pasangan Anda? Apakah Anda mampu mengingat mengapa Anda pada awalnya jatuh cinta pada pasangan Anda, dan tetap menjaga hal itu di garis depan dalam pikiran Anda? Jika demikian, Anda mungkin benar-benar telah siap untuk cinta.

Sumber : Dr. David B. Hawkins

Ditandai sebagai:, ,

Geng Nero, Ketika Kenakalan Diluar Kendali

Posted in Hot News by Be example on Juni 19, 2008


Sekelompok pelajar putri di Kecamatan Juwana, Pati, yang menamakan diri Geng Nero, Jumat, ditangkap Polisi, karena keberadaannya sangat meresahkan masyarakat.

Penangkapan gang nero berawal dari laporan masyarakat dan beredarnya video aksi kekerasan Geng Nero di Gang Cinta, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana di kalangan masyarakat.

Keempat orang anggota gang nero tersebut terdiri atas Ratna, Yunika, Maya, dan Tika, yang masih duduk di bangku kelas I SMU yang berbeda-beda di Kabupaten Pati.

Menurut Kapolres Pati AKBP Hilman Thayib melalui Kasat Reskrim AKP Sulkhan, di Pati, Jumat, penangkapan dilakukan di rumah masing-masing anggota yang berada di Kecamatan Juwana tanpa perlawanan.

Ia mengakui, penangkapan tersebut berkat laporan dari masyarakat dan penyebaran video rekaman kekerasan mereka.

Ditambahkannya, anggota mereka semula berjumlah enam orang, kini tinggal empat orang saja. “Dua orang anggota lainnya sudah pindah rumah, ada yang di Bali dan Yogyakarta,” katanya.

Dalam video rekaman kekerasan gang tersebut, korban yang bernama Lusi, siswi kelas III SMP mendapat tamparan secara bergantian oleh anggota geng tersebut. Bahkan, korban sempat diludahi pelaku.

Ratna, salah satu anggota Geng Nero, mengakui, aksi kekerasan tersebut timbul karena ada masalah dengan Lusi.

Lantas, dia menceritakan permasalahan yang dihadapinya kepada ketiga temannya.

Sedangkan pembuatan rekaman video tersebut, dilakukan sekitar April lalu di Gang Cinta.

Saat aksi kekerasan dilakukan, Ratna, siswi SMU di Juwana mengaku, tidak ikut memukuli Lusi. “Yang menampar Lusi adalah Tika sama Yunika,” kata Ratna.

Sedangkan Tika, siswi kelas I di SMU Juwana mengakui, dirinya ikut menampar Lusi sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap temannya yang dihina oleh korban.

Menurut pengakuan sejumlah pelaku, terbentuknya gang nero saat mereka masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Sementara itu, salah satu anggota Komite di dua sekolah di Kecamatan Juwana dan Batangan, Jamari, mengaku prihatin dengan aksi mereka.

“Pihak sekolah sudah memanggil orang tua masing-masing anggota gang nero tersebut,” katanya.

Terkait dengan arti gang nero, Jamari, mengungkapkan bahwa Nero diartikan jika “neko-neko” (bahasa jawa) dikeroyok atau macam-macam dikeroyok.

Munculnya kekerasan yang dilakukan oleh geng anak-anak pelajar, menjadi sesuatu yang perlu menjadi perhatian khusus bagi orang tua dan para pendidik. Anak-anak adalah sebuah kertas putih yang belum ditulisi apapun, ketika ia dilahirkan. Ia akan menjadi apa dan seperti apa, bukanlah sepenuhnya menjadi pilihan mereka, tetapi lebih dikarenakan apa yang mereka lihat, dengar, pelajari dari orang-orang dewasa di sekitarnya. Jadi hal ini mungkin merupakan sebuah bentuk kenakalan serius, namun juga sebuah pertanyaan serius, tentang apa yang selama ini mereka pelajari dari orang tua, pendidik dan orang-orang dewasa yang mempengaruhi kehidupan mereka.

www.jawaban.com

Ditandai sebagai:, ,

Ratusan Alkitab Perjanjian Baru Di Bakar

Posted in Hot News by Be example on Juni 19, 2008


Ratusan Alkitab Perjanjian Baru yang diterbitkan oleh Bible Society dibakar di depan umum oleh mahasiswa Ortodoks Yahudi di Or Jehuda, Israel.

Saat ini Bible Society disana menyerukan dengan mendesak doa dari komunitas Kristiani internasional.

Mahasiswa dilaporkan akan pergi dari pintu ke pintu untuk mengumpulkan Alkitab untuk dibakar di sebuah wilayah padat penduduk yang umumnya kaum Yahudi. Sebuah surat kabar Israel menerbitkan sebuah artikel yang mengungkapkan bahwa Deputi Mayor sebagai organisasi utama yang mengorganisir peristiwa tersebut.

Victor Kalisher, direktur Bible Society di Israel, mengatakan bahwa baru-baru ini disana semakin meningkat oposisis terhadap Yahudi Mesianis (Kristiani Yahudi) dan pelayanan Bible Society.

Meskipun demikian, dalam waktu yang sama hal tersebut sekaligus telah memicu sebuah peningkatan minat terhadap Alkitab Perjanjian Baru. Sekitar 4.000 Alkitab telah didistribusikan dalam sebuah festival New Age yang diadakan selama Pesta Hari raya Korban, jelasnya.

“Banyak orang sedang mencari kebenaran dan mempunyai perhatian yang sangat dalam membaca Alkitab Perjanjain Baru dan mempelajari tentang Mesias,” kata Mr Kalisher. “Tolong berdoa agar masih ada pintu yang terbuka bagi kami untuk membawa Firman Tuhan. Berdoa agar Tuhan bekerja dalam hati orang-orang yang telah menerima Firman-dan untuk mereka yang menentangnya.”

Dalam sebuah laporan di The Jerusalem Post, Deputy Mayor Or Yeshuda mengatakan pembakaran yang dilakuakn “sangat disesalkan” dan “diluar perkiraan.”

Dia juga mendesak untuk waspada dan mengatakan, “Kita perlu berhati-hati dan bijaksana meminta perlindungan Tuhan saat melayani berdasarkan kehendak-Nya dan kemuliaan-Nya.”

Mari berdoa, dan berkati Yerusalem. Semoga keselamatan dinyatakan pada bangsa pilihan Tuhan ini.

www.jawaban.com

Ditandai sebagai:, , , , ,