Be an Example! Be a witness in everywhere

Penyembahan yang menyentuh hati Allah

Ditulis dalam Teaching, renungan oleh Be example pada Juni 23, 2008


BENTUK PENYEMBAHAN YANG PALING TINGGI (KEINTIMAN)

Kita sering mendefinisikan bahwa penyembahan merupakan suatu gaya hidup yang saleh tetapi penyembahan seharusnya mempunyai makna yang lebih dalam daripada itu, ketika kita masuk kedalam penyembahan itu maka kita dapat merasakan kemurnian dan suatu rasa yang tak akan pernah puas akan hadirat Tuhan melalui keintiman. Dan biarlah melalui artikel ini dapat menimbulkan rasa ”lapar dan haus” kita akan hubungan yang begitu intim dengan Kristus. Karena tidak ada yang lebih memuaskan kita dari pada kekuatan, cinta kasih dan hubungan erat dengan Yesus Kristus.

Apakah yang dimaksud dengan keintiman?
Kata ”intim” dapat digambarkan sebagai suatu bentuk hubungan yang pribadi dan begitu dalam. Dapat juga dilukiskan sebagai hubungan erat, yang begitu dekat satu dengan lainnya, tidak asing lagi dan telah saling mengenal. Keintiman adalah hal yang paling indah yang ada diatas bumi ini.
Berhubungan intim dengan Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah merupakan keseluruhan alasan atas keberadaan kita di muka bumi ini. Kita telah dirancangkan untuk tinggal dalam kesatuan dengan Pencipta kita. Kita tidak pernah dimaksudkan untuk terpisah atau dipisahkan, tetapi dosalah yang menyebabkan halangan antara manusia dan Tuhan; maka untuk itulah Yesus Kristus telah diutus, Ia datang untuk menghancurkan halangan itu dan memberi kita semua hal yang yang kita perlukan untuk dapat mempunyai hubungan erat yang tetap dengan Bapa kita, dan semua itu oleh karena Yesus Kristus telah melakukannya. Hari ini kita semua telah diperlengkapi untuk bersekutu denganNya di setiap saat dan setiap waktu kita dapat masuk kedalam keintiman dengan Tuhan kita!!

Manusia telah diciptakan dengan sifat ilahi untuk memberi dan menerima cinta, untuk mencintai dan dicintai, untuk mengungkapkan perhatian, kasih sayang, kerinduan, kebutuhan dan keinginan kita. Kita diciptakan menurut rupa dan gambar Allah – gambaran akan cinta. Binatang tidak akan pernah memahami keintiman yang benar; matahari, bulan dan bintang juga tidak akan pernah memahaminya. Bahkan para malaikat surga tidak akan pernah memahami bagaimana berhubungan intim dengan Allah. Keintiman dengan Tuhan semata-mata untuk kebaikan manusia. Alkitab memberitahukan bahwa para malaikat begitu rindu untuk memahami secara mendetail kasih karunia Allah atas hidup kita untuk berhubungan intim yang mana belum diungkapkan kepada mereka. Kita sebagai manusia mempunyai sifat keilahian yang begitu istemewa untuk bisa berhubungan intim dengan Raja kita.

Setiap manusia tanpa disadari didalam lubuk hatinya yang terdalam mempunyai suatu keinginan yang melebihi dari kelima panca indra yang mereka rasakan (penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa dan penciuman), akan sesuatu yang melebihi jangkauan pikiran mereka, sesuatu yang memuaskan dan memberikan mereka kekekalan dalam hidup ini – dan hidup sesudahnya. Kerinduan yang ada dalam hati saya dan anda hanya dapat dipenuhi oleh sesuatu yang begitu dalam dan pribadi, dari hati ke hati, yaitu hubungan dalam roh dengan satu-satunya Tuhan pencipta langit dan bumi. Ketika roh manusia telah berhubungan dengan Roh Allah maka ada suatu pemenuhan kekal akan semua kebutuhan rohani kita. Dan inilah keintiman yang sejati; yaitu penyembahan ditingkat yang paling tinggi!!

Bagaimana saya dapat berhubungan intim dengan Tuhan?
Keintiman adalah suatu pengejaran kekal. Keintiman dapat merupakan sesuatu yang sementara tetapi juga dapat bersifat kekal. Semakin intim kita, maka dituntut komitmen yang semakin tinggi pula. Keintiman sejati tidak ada akhirnya karena semakin lama, kita akan merasakan semakin kuat dan lebih lagi. ”Kita tidak pernah dapat memahami Tuhan. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga” (Mazmur 147:5). Tidak ada batas akhir terhadap Tuhan bahkan pasangan yang telah menikah sekalipun setelah sekian lama bersama, mereka akan semakin meluangkan waktu dan berusaha membangun keintiman dalam hubungan mereka. Mengapa? Sebab keintiman adalah suatu hubungan yang dalam yang tak ternilai dan dapat terbuktikan dari waktu ke waktu. Ada harga yang harus dibayar dengan mahal untuk keintiman baik dengan Tuhan maupun dengan sesama. Keintiman memerlukan waktu yang sangat banyak untuk membangunnya. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 28:10 “Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!” kita bertumbuh untuk mengerti bahwa setiap hari kita dapat semakin lebih dan lebih lagi dalam mencintai. Keintiman dimulai dari tingkat yang paling bawah lalu akan meningkat terus dan berlangsung terus sejauh mana sesuai dengan harga yang telah dibayar. Keintiman juga berarti kesabaran. Dan hal ini disebutkan sebanyak tiga kali dalam kitab Kidung Agung, “jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” namun seringkali orang-orang kristen mempunyai sikap terburu-buru terhadap Tuhan. Mereka berpikir bahwa mereka dapat memiliki keintiman yang dalam dan mengalami kesempurnaan akan kasih dan hadirat Tuhan sebelum mereka sendiri dewasa dalam iman mereka. Kita tidak bisa tergesa-gesa dalam keintiman. Ini merupakan suatu proses yang memerlukan waktu yang panjang. Setiap orang kristen dapat mempunyai hubungan intim dengan Kristus. Hal ini terjadi secara alami melalui Perjanjian Baru, ketika Roh Kudus tinggal atas orang-orang percaya yang telah lahir baru. Tetapi lain halnya untuk dapat memiliki keintiman yang dalam dengan Dia karena dituntut bayar harga yang mahal – dan apakah kita siap membayarnya? Dalam kitab Keluaran kita ketahui bahwa dari seluruh suku Israel hanya Musa seorang saja yang dipersiapkan untuk mengerahkan segenap kemampuannya untuk berhubungan intim dengan Tuhan. Dan ia telah melihat kemuliaan Tuhan, berbicara denganNya muka bertemu muka seperti seseorang yang sedang berbicara dengan temannya, dan tenggelam dalam hadirat Tuhan. Keintiman dengan Tuhan yang seperti itulah yang seharusnya dengan sabar kita kejar!. Banyak orang merasa sangatlah mudah untuk menerima cinta Tuhan, kasih karuniaNya dan untuk merasakan manfaat menjadi orang Kristen, tetapi apakah kita sudah sungguh-sungguh mempraktekkan 1 Yohanes 4:19 “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Sangatlah mudah untuk menerima anugrah, kemurahan dan cinta kasihNya dan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja dalam hidup kita seperti hal lainnya. Tetapi ujian terhadap keintiman yang sejati ialah bagaimana kita menunjukkan kasih kita dan bagaimana kita meresponi kasih yang orang lain tunjukkan. 1 Yohanes 3:18 mengajarkan bahwa kita seharusnya mengasihi bukan hanya dalam perkataan saja tetapi juga dalam perbuatan. Betapa seringnya dalam ibadah kita mengatakan atau mungkin berteriak “Tuhan aku mencintai Engkau” tetapi setelah itu kita memperlakukan Dia sama seperti orang lain dalam kehidupan kita. Kata “cinta” seharusnya ditujukan untuk seseorang yang terdekat, orang yang paling berharga dalam hidup kita; seseorang yang kita perlakukan dengan begitu istimewa, seseorang yang kita begitu berhasrat untuk menjadi intim dengannya … dan untuk itu Tuhan tentunya haruslah menjadi yang terutama tanpa pengecualian!. Kita bisa berhubungan intim dengan Tuhan karena Tuhan tidak pernah tidak mengindahkan orang lain. Ia tidak pernah pilih kasih, ataupun memperlakukan seseorang lebih baik atau lebih buruk dibandingkan dengan orang lain. Semua yang Ia inginkan hanyalah mencari seseorang yang mau berkomitmen untuk memiliki hubungan yang kekal denganNya. Seseorang yang mendekat kepadaNya sehingga Ia juga dapat mendekat, yang mencari wajahNya dan menunjukkan cintanya karena memang Ia layak menerima semua itu … seseorang yang seperti raja Daud yang mencari hati Tuhan. Seseorang yang berani berkata, ”Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Mazmur 27:4). Mulailah sekarang untuk membangun hubungan yang intim; bagaimana hubungan kita dengan Tuhan besok hanya bisa dibangun atas dasar hubungan kita denganNya pada hari ini. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kitab Kidung Agung mengenai keintiman:

1. Mengenal nama orang tersebut.

Tak seorangpun dapat menjadi intim dengan seseorang tanpa mengetahui namanya, karena nama mewakili karakter seseorang. Seperti perempuan dalam Kidung Agung yang berkata ”namamu seperti minyak urapan yang dicurahkan” mengandung pengertian akan pengenalannya terhadap Salomo, menekankan makna yang begitu dalam dan berkuasa terhadap namanya. Seberapa dalam kita mengenal Yesus? Apakah kita mengenal Yesus sebagai Elohim, Yehovah, Adonai, El Shaddai…? Keintiman adalah hasil dari keakuratan pengenalan seseorang, bukan hanya sekedar mengenal saja.

2. Hanyalah satu-satunya

Dalam Kidung Agung 2:1 gadis itu menyamakan dirinya dengan bunga mawar Sharon, adalah bunga yang sangat jarang yang mana hanya dapat ditemukan didalam hutan Libanon. Suatu bunga merah indah yang mempunyai duri yang begitu tebal disekelilingnya sehingga seolah-olah menolak untuk mengungkapkan jati dirinya pada semua orang namun hanya pada orang yang tepat saja. Keintiman dengan Tuhan hanya mungkin terjadi ketika kita tidak mempunyai “kekasih-kekasih” lain, karena hal itu dapat masuk dan merusak hubungan. Dalam suatu pernikahan jika pasangan itu mempunyai pasangan lain maka sangatlah mustahil untuk mereka memiliki keintiman. Tetapi mengapa masih banyak orang Kristen yang berpikir bahwa mereka dapat cinta Tuhan dan cinta akan dunia pada waktu yang bersamaan? Hal ini hanya akan merampas keintiman kita dengan Tuhan. Seharusnya hanya ada satu saja yang kita cintai dalam hidup kita.

3. Waspadalah terhadap ”rubah”.

Kita telah membahas tentang bagaimana keintiman harus dibangun setelah jangka waktu tertentu. Hal ini bukanlah terjadi dalam sekejap saja tetapi harus melalui proses. Sesuatu apapun yang akan bertumbuh tidak mungkin dari benih lalu dalam seketika menjadi besar. Harus melewati proses-prosesnya. Dalam Kidung Agung 2:15 kita tahu bahwa rubah-rubah itu datang untuk merusak kebun anggur yang sedang berbunga itu. Iblis membenci hubungan intim terutama hubungan intim dengan Tuhan. Ia tahu bahwa ini merupakan senjata yang kuat untuk melawan kerajaaannya, sehingga ia akan melakukan apapun juga yang mungkin dapat menghancurkan keintiman kita ketika hubungan itu masih rapuh dan mudah diruntuhkan. Rubah-rubah itu akan datang untuk mencoba dan melakukan apapun juga; dan akhirnya bukan hanya menghancurkan saja tetapi juga menghambatnya ketika akan berkembang lagi. Apakah rubah-rubah itu? Apapun yang mencuri hubungan kita dengan Tuhan adalah rubah – baik televisi, komputer, pacar, mall dan lain lain Kita harus berwaspada terhadap rubah atau mereka akan menyelinap dan menghancurkan keintiman kita tanpa kita menyadarinya!

4. Carilah hingga engkau menemukannya

Kidung Agung 3:1-4 merupakan gambaran pencarian yang begitu kuat tentang hasrat dan keinginan yang sangat besar. Di ayat pertama dikatakan bahwa ia mencarinya ditempat tidur. Sangatlah mustahil jika kita mencari dengan pasif saja tetapi mengharapkan menemukan Dia – kita harus melakukan sesuatu untuk harga yang harus dibayar. Ketika dia bangun dan berkeliling kota dia ditemui dengan peronda-peronda kota. Hal itu sepertinya merupakan suatu halangan baginya, karena dia disuruh untuk kembali tidur dan jangan ada dijalanan. Tetapi dia tetap mencari. Ketika dia telah menemukan seseorang yang dicintainya maka dia tidak akan melepaskannya. Dan dia tidak akan melepaskannya sampai dia membawanya ketempat yang intim – ruangan pembuahan, suatu tempat yang begitu pribadi. Intinya ialah janganlah memiliki kadar yang kurang dalam hubungan intim.

5. Harus dua arah

Keberhasilan perkawinan antara Salomo dan gadis Sulam tertulis dalam pasal 4:16 dan 5:1. Dari kedua ayat ini merupakan suatu gambaran indah akan cinta yang harus dua arah. Jika yang satu hanya memberi dan lainnya hanya menerima saja maka akan terjadi ketidakseimbangan dan keintiman yang sejati tidak akan pernah tercapai. Dalam ayat ini ada saat tertentu yang mana terjadi pertukaran tempat dengan pasangannya sehingga dapat membagikan cinta mereka dalam cara yang begitu intim. Cinta kita untuk Tuhan juga harus seperti itu. Jika kita hanya menjadi penerima tetapi tidak berperan aktif dalam membangun hubungan yang kuat maka kita tidak akan masuk kedalam keintiman yang Tuhan inginkan.

6. Jadilah kreatif

Sebagian dari kita mungkin telah mengaplikasikan prinsip ini dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Hidup adalah sesuatu yang rapuh. Kadang-kadang ada saat yang menyenangkan, kadang ada tantangan, kadang terasa mudah, namun kadang sulit, tetapi faktor umum yang sering membantu ialah kekreatifan. Karena tanpa disadari kita sering terlalu monoton dalam hidup ini sehingga kita mengalami stagnasi dan terus merosot kebawah. Bahkan gadis Sulam itu mengetahui bahwa hubungannya perlu ada pertumbuhan dan perubahan. Dia bekata; ”Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!” (Kidung Agung 7:13). Dia memeliharanya tetap segar dengan cara membuat sesuatu yang baru, dan mengesampingkan hal-hal yang telah usang. Mungkin kita bisa memakai beberapa lilin selagi kita berdoa atau membuat suatu ”kejutan” untuk Tuhan dengan menuliskan nyanyian cinta yang keluar dari dalam hati kita. Apapun caranya yang terpenting ialah hal itu dapat membuat kita tetap fresh dan lebih lebih lagi!.

7. Jaga hatimu

Kunci yang terakhir ialah ada didalam Kidung Agung 8:6-7. Kita tidak bisa melihat wajah Tuhan secara phisik ketika kita menyembah Dia, tetapi kita mempunyai saat-saat dimana kita meras sungguh-sungguh begitu dekat. Itulah kekuatan keintiman!. Dari ayat ini kita dapat mengetahui kuncinya adalah untuk dapat menjaga hati kita. Kita harus menjaga hati kita untuk mempunyai satu hubungan saja, dengan seseorang dan untuk selama-lamanya. Keintiman tidak dapat hancur oleh jarak, juga tidak berkurang oleh air, tetapi tentu saja akan hancur ketika hati kita tidak lagi tertarik akan kekuatan dari hubungan itu. Jagalah hatimu! Hasrat keintiman!

Sekali lagi ditekankan, bahwa tidaklah mudah menjalin keintiman yang begitu dalam dengan seseorang. Diperlukan bayar harga yang mahal, dengan suatu pengorbanan yang tinggi; dan hasilnya tentu sesuai dengan harga yang telah dibayar. Pilihan untuk melakukan apapun juga untuk mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan adalah menyembah. Maksudnya ialah menyediakan waktu untuk menikmati berendam dalam hadirat Allah; dengan arti lain mungkin kita harus lebih menyediakan waktu lebih lagi untuk bersekutu dengan Kristus melalui FirmanNya; mungkin juga kita harus berkomitmen ketingkat yang lebih tinggi lagi yaitu untuk setia tertanam dalam rumah Tuhan; atau kita perlu bangun lebih pagi untuk berdoa sebelum memulai pekerjaan kita; atau harus mematikan televisi pada malam hari, atau juga berhenti menyaksikan program kesayangan kita dan mencari wajahNya dengan suatu hasrat yang lebih besar lagi. Apapun yang kita alami, saya mendorong bahkan menantang anda – untuk melakukan apapun juga yang harus dilakukan untuk mendapatkan keintiman dengan Seseorang yang tidak pernah putus-asa menanti untuk mempunyai hubungan intim dengan kita, dan pada akhirnya seperti yang rasul Paulus katakan: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13:13)
Tuhan memberkati!.

Penulis : Nicholas Hung

Anugerahnya Membangun Hubungan Yang Intim Dengan Tuhan

Ditulis dalam Teaching, renungan oleh Be example pada Juni 23, 2008


II Korintus 13:13

Hari ini kita akan belajar Firman Tuhan dengan tema; Anugrahnya Membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga setiap Jemaat bisa memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dan mendapat anugrah yang besar karena membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.I. Tuhan sangat ingin memiliki hubungan yang intim dengan kita.
a. Allah memanggil kita sebagai anak-NYA.

b. Setelah kita terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat maka Roh Kudus akan tinggal dalam hati kita.

c. Roh Kudus adalah satu Pribadi yang punya perasaan yang punya kebutuhan untuk ditanggapi seperti perasaan kita. Contoh: Saat kita bertamu ke rumah orang lain.

d. Bersekutu dengan Roh Kudus sama dengan bersekutu dengan Tuhan, karena Roh Kudus adalah Roh Kristus (Roma 8:9).

II. Anugerah besar kalau kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.

1. Mendapat banyak petunjuk dari Tuhan.
a. Karena dalam pergaulan dengan Tuhan kita akan sering mendengar Firman Tuhan yang menjadi petunjuk untuk kita.

b. Orang yang dekat dengan Tuhan selalu mendapat banyak petunjuk dari Tuhan.

c. Kita juga akan mendapat banyak petunjuk dari Tuhan kalau kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.

2. Mendapat impartasi karakter Ilahi dari Allah.
a. Karena sifat kita banyak dipengaruhi oleh pergaulan kita.

b. Orang yang banyak bergaul dengan Tuhan akan mendapat impartasi karakter ilahi dari Tuhan.

c. Kalau kita banyak bergaul dengan Tuhan kita juga akan mendapat impartasi karakter ilahi dari Tuhan.

3. Memberi kita ketenangan, iman dan kebahagiaan.
a. Karena hubungan intim dengan Tuhan akan selalu mengingatkan kita bahwa Tuhan yang Mahabesar selalu menyertai kita.

b. Orang yang membangun hubungan intim dengan Tuhan akan mendapat ketenangan, iman dan kebahagiaan.

c. Kalau kita membangun hubungan intim dengan Tuhan kita juga akan mendapat ketenangan, iman dan kebahagiaan.

4. Memberi kita pengurapan dan kuasa.
a. Karena saat kita melekat pada Tuhan pengurapan Tuhan yang mendatangkan kuasa akan mengalir dalam kehidupan kita.

b. Orang yang membangun hubungan intim dengan Tuhan akan mendapat pengurapan dan kuasa Tuhan.

c. Kalau kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan kita akan mendapat pengurapan dan kuasa.

5. Memberi kita kasih dan berkat yang besar dari Tuhan.
a. Karena hubungan intim selalu membangkitkan kasih dan kasih selalu ingin memberi, dan pemberian Tuhan itulah yang mendatangkan anugerah bagi kita.

b. Setiap orang yang membangun hubungan intim dengan Tuhan mendapat kasih dan berkat yang besar dari Tuhan.

c. Kalau kita membangun hubungan intim dengan Tuhan kita juga akan mendapat kasih dan berkat yang besar dari Tuhan.

III. Bagaimana kita bisa membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.

a. Selalu belajar mengingat dan mengadakan persekutuan/hubungan/kontak dengan Tuhan.
Efesus 6:18 –> Kita bisa belajar, bekerja, memasak, melayani dll sambil berdoa atau memuji Tuhan dalam Roh/dalam hati.
Kita tidak harus melihat Roh Kudus ,karena Roh Kudus adalah Roh yang tidak kelihatan oleh mata kita .

b. Selalu belajar taat pada Roh Kudus.
Roh Kudus itu sangat lembut perasaan-NYA.
- Kalau kita tidak taat IA tidak akan memaksa.
- Kecuali Tuhan sendiri yang hati-NYA sedang terbakar untuk melakukan hal-hal tertentu.
- Maka Roh Kudus dilambangkan seperti merpati, air, angin, dll.
Maka kita harus taat melakukan yang diperintahkan Tuhan dan taat tidak melakukan yang dilarang oleh Tuhan.

Marilah kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan sehingga kita menyenangkan hatinya Tuhan dan mendapat banyak anugerah dari Tuhan.

Ditandai sebagai:, , , ,

Menjalin hubungan intim dengan Tuhan

Ditulis dalam Teaching, renungan oleh Be example pada Juni 23, 2008

Untuk menjalin hubungan intim dengan Tuhan selain kita harus merasa berhutang budi dengan Tuhan, mengenal standard Tuhan dengan iman, berani menyesuaikan diri dengan standard Allah dan mentaati semua perintahNya, maka ada beberapa kenyataan yang harus kita ketahui.

Baca Lukas 19:1-10

1. Tuhan senantiasa merindukan hubungan cinta-kasih dengan kita

Ketika Tuhan Yesus melihat Zakheus, begitu besar keinginan Zakheus untuk melihat Yesus, sehingga ia memanjat pohon, maka Yesus memberikan response dan Ia menumpang dirumah Zakeus.

Yoh.14:21, Yesus berkata, barang siapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi BapaKu dan akupun akan mengasihi dan menyatakan diriKu.

Ulangan 30:19-20, Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini, kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.

Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal ditanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada …………………………..

Mat.22:37, Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan segenap akal budimu.

Karena begitu besar kasih Allah sehingga Ia selalu berusaha dan berinisiatif untuk menarik kita mendekat kepadaNya.

Kidung Agung 4:1,2,3,7,8,9,10, menunjukkan bagaimana Tuhan merindukan hubungan kasih dengan kita.

Hubungan kasih dengan Allah sangat personal dan nyata.

§ Hagar, setelah diperalat oleh Sarah, lalu diperlakukan kasar dan diusir, ketika ia kehabisan tenaga, tidak ada pengharapan, tidak tahu harus kemana, Tuhan datang kepadanya, menolong dan memberi pengharapan kepadanya, Hagar menamai Allah El Roi, ia melihat Allah yang melihatnya (Kej.16:1-13).

Daud menyadari hidup didunia ini singkat, (ia berkata di Maz.39:5, ‘Ya Tuhan beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, bagi Mu hidupku bagaikan sesuatu yang hampa,. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan. Maz.119:19, aku ini orang asing didunia), maka meresponi kasih Allah menjadi prioritasnya utama.

Untuk bisa meresponi kasih Allah, kita harus menyadari bahwa kita diciptakan untuk kekekalan, bukan untuk sementara yang didunia ini. Seperti banyak dari kita masih berwarga Negara Indonesia, tetapi menjadi permanent resident di Australia, demikian halnya kita, warga Negara sorga, tetapi resident didunia.

Kehidupan kita terlalu sering dibentuk dan ditentukan oleh masa lalu kita (kegagalan, latar belakang keluarga, kelemahan, rasa malu, keberhasilan, kesombongan dsb). Kalau kita sadar bahwa kita diciptakan untuk kekekalan, maka kehidupan kita sekarang bukan ditentukan oleh masa lalu, tetapi oleh masa depan kita.

Hubungan kasih dengan Allah sangat penting untuk membentuk kehidupan kita yang sekarang ini.

§ Gadis Sulam yang memiliki pengharapan bahwa sang gembala akan datang, sehingga dia menjadi sabar dan penuh pengharapan dan sukacita dalam penderitaan.

Orang yang tidak memiliki hubungan cinta dengan Tuhan mudah kelihatan dari hubungannya dengan sesama.

2. Tuhan selalu aktif bekerja di sekitar kita

Ketika Tuhan Yesus melihat Zakeus diatas pohon, Ia tahu bahwa tidak ada manusia yang mau mencari Tuhan kecuali Tuhan mengerjakan sesuatu dalam hatinya, maka Ia memanggil Zakeus dan menumpang dirumahnya.

Yoh.5:17, Yesus berkata, BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga. Ayat 19, Sebab anak tidak mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya, sebab yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Tuhan tidak menciptkan dunia dan meninggalkannya, Ia aktif bekerja sepanjang sejarah dan sampai sekarang.

Bagaimana kita bisa mengenali pekerjaan Tuhan disekitar kita?

· kita harus menjalin hubungan intim dengan Tuhan, karena Tuhan membuka mata rohani kita untuk melihatnya, dan Tuhan berinisiatif memberikan tugas atau pelayanan. Bagi Allah hubungan cinta yang intim dengan Dia sangat penting, karena itu apabila kita menginginkan tugas atau pelayanan dari Tuhan, maka focus kepada hubungan intim sampai kita menerima tugas itu.

· Kita harus bergabung atau mengambil bagian dalam pelayanan. Dalam pelayanan, kita akan mengalami kuasa Tuhan dalam menyelesaikan pekerjaanNya. Dengan demikian kita mengalami hubungan intim dengan Tuhan. Banyak orang Kristen rindu mempunyai pengalaman dengan Tuhan, tetapi tidak bisa mengenali aktifitas atau pekerjaan Tuhan di sekitarnya,

2 Faktor penting untuk mengenali pekerjaan Tuhan yaitu: 1) menjalin hubungan intim dengan Tuhan dan 2) Tuhan yang mengambil inisiatif untuk membuka mata rohani kita.

Orang Farisi merasa tidak suka ketika Yesus dielu-elukan di Yerusalem, Yesus berkata, wahai betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu.Tetapi sekarang hal ini tersembunyi bagi matamu. (Luk.19:42)

Banyak orang Kristen tidak bisa mengalami pengalaman dengan Tuhan karena:

§ Terlalu berfocus dengan karunia Roh.

Karunia Roh adalah manifestasi Roh Kudus dalam diri seseorang dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Kalau kita menerima dan melakukan pekerjaan Tuhan dengan taat, maka dengan sendirinya karunia Roh menjadi nyata dalam diri kita. Tetapi orang yang mementingkan karunia Roh, seringkali melewati kesempatan melayani Tuhan, dengan alasan, ‘itu tidak mungkin dari Tuhan, karena bukan karuniaku’. Orang yang demikian membatasi manifestasi Roh yang lebih besar, karena pengalaman masa lalu dijadikan patokan untuk pelayanan dimasa mendatang.

Karunia Roh bisa membuat kita melihat diri kita sesuai pikiran kita sendiri tidak sesuai pandangan Allah, karena kita selalu memilih-milih pelayanan sesuai karunia kita.

o Tuhan memberi tugas kepada Musa, Musa merasa tidak sesuai.

o Tuhan memanggil Daud dari gembala menjadi raja

o Yusuf, menjadi budak dan diperlengkapi oleh Roh Allah.

Kita harus memperhatikan tugas yang Tuhan berikan melalui pelayanan, jangan selalu berfokus kepada karunia, kamampuan, skill atau keinginan sendiri.

3. Tuhan mengundang kita untuk melakukan pekerjaanNya

Tuhan yang selalu berinisiatif mengundang kita untuk melakukan pekerjaanNya.

Yesus berinisiatif untuk tinggal dirumah Zakheus, Zakheus menerima dengan senang hati, sehingga seluruh rumah Zakeus bertobat, bahkan Zakheus berubah hidupnya.

Penting untuk kita ketahui bahwa selalu dimulai dengan inisiatif Tuhan, bukan kemauan kita untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

Fil.2;13, Karena Allahlah yang mengerjakan didalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.

Yoh.6:44, tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu kalau tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.

  • Ketika Tuhan akan melenyapkan Israel dengan banjir, Ia menemui Nuh.
  • Saat Sodom dan Gomora akan dihancurkan, Tuhan menemui Abraham.
  • Saat Saulus akan dipersiapkan untuk menginjili oang bukan Yahudi, Tuhan menemuinya dalam perjalanan ke Damascus.
  • Tuhan memakai Martin Luther untuk mengadakan reformasi di Eropa.
  • Tuhan berbicara kepada John dan Charles Wesley dan George Whitefield, ketika Ia mempersiapkan revival untuk England.

Untuk kita bisa mengikuti undangan Tuhan dalam pekerjaanNya,

a) Kita harus menunggu waktu Tuhan

Ada orang terburu-buru tidak sabar menunggu waktu Tuhan, akhirnya hancur sendiri.

Sebelum Petrus menyangkal Yesus, Ia sudah tahu dan memperingatkan Petrus, demikin juga dengan kita jangan terburu-buru. Belajar sabar menunggu, biar Allah membentuk karaker kita dahulu.

Untuk bisa menunggu waktu Tuhan kita harus hidup berfokus kepada Tuhan, tidak kepada kepentingan atau pikiran sendiri.

Contoh:

Raja Asa (2 Taw.16:1-3), ketika akan diserang Baesa, raja Israel, mengirimkan emas dan perak kepada Benhadad raja Aram untuk minta pertolongan.

Akibatnya Tuhan marah melalui Hanani, Asa ditegor dan akibatnya negaranya mengalami peperangan. Sebelumnya Asa sangat taat kepada Tuhan, semua persembahan baal disingkirkan, banyak orang Israel bergabung dengannya, Tuhan memberikan ketentraman, selama 35 tahun tidak ada peperangan.

b) Mengetahui dimana Tuhan bekerja

Kalau kita membangun hubungan cinta dengan Tuhan kita bisa mengetahuinya dengan cepat. Allah berbicara selain melalui Alkitab, melalui keadaan, gereja dan doa yang disampaikan.

Kalau kita melihat sesuatu dan merasa hanya Tuhan yang sanggup melakukannya, maka berarti itu adalah undangan Tuhan untuk kita bergabung dalam pekerjaanNya.

Contoh:

  • Keadaan dunia sekarang ini, atau Australia khususnya, melihat ini berarti Tuhan sedang mengundang kita untuk ikut mengambil bagian, yang paling mudah bisa kita kerjakan ialah berdoa.

c) Mempunyai hati seorang hamba

Sebagai seorang hamba, seperti tanah liat ditangan tukang periuk, (Yer.18:6,…seperti tanah liat ditangan tukang periuk, demikianlah kamu ditanganKu….), maka kita harus siap dibentuk dan senantiasa siap dipakai oleh tukang periuk

Perbedaan boss kita didunia dan Tuhan sebagai tuan, ialah sebagai pekerja kita bisa melakukan apa yang kita inginkan selama tidak ada tugas dari boss, tetapi sebagai hamba dari Tuhan kita harus siap senantiasa, hidup dalam ketaatan, melakukan tugas yang Tuhan berikan dengan setia dan Tuhan yang menyelesaikan tugas itu.

  • Elia waktu mengalahkan nabi baal, ia hanya taat dan menunggu perintah Allah, di 1 Raj.18:36, ia mengatakan, Ya Tuhan…biarlah diketahui orang bahwa Engkaulah Allah ditengah Israel, aku ini hambamu dan bahwa atas firmanMulah aku melakukan segala perkara ini.

Elia manusia biasa yang memiliki hati seorang hamba.

  • D.L. Moody, seorang penjual sepatu yang tidak berpendidikan, suatu pagi ketika ia berdoa bersama teman-temannya, ada seorang yang mengatakan bahwa sudah waktunya dunia melihat apa yang Tuhan bisa kerjakan melalui manusia yang berpaut kepada Tuhan. Moody sangat terharu dengan perkataan ini, lalu ia mendengarkan kotbah Charles Spurgeon, akhirnya ia menjadi pengkotbah terkenal di England dan Amerika.

4. Tuhan masih terus berbicara menyatakan kehendakNya

Tuhan berbicara melalui Alkitab, Gereja, keadaan, doa.

Konklusi:

Karena kasih Allah, Ia sangat merindukan hubungan intim dengan kita. Kalau kita menjalin hubungan intim dengan Tuhan, kita terbuka mata rohaninya, maka kita bisa mengenali pekerjaanNya dan mengambil bagian dalam pekerjaanNya, sehingga kita mengalami pengalaman pribadi denganNya.

http://www.ipc-online.net

ipc adalah indonesian praise centre yg bertempat di melbourne australia. Kunjungi websitenya untuk mengenal lebih dekat ttg ipc ini. GBU

MENGIKUTI GAYA HIDUP YESUS

Ditulis dalam renungan oleh Be example pada Juni 23, 2008

Seorang guru Bahasa Inggris bertanya kepada murid pindahan yang duduk di kelas III, sang murid (Morten, namanya) baru 2 minggu belajar di sekolah itu. Sebelumnya, Morten belajar di Belanda, mengikuti kedua orang tuanya yang bertugas di Negeri Kincir Angin tersebut.

Dengan maksud ingin menunjukan kemampuan bahasa Belanda Morten kepada teman-temannya, sang guru pun mengajukan serangkaian pertanyaan :

Guru : Morten, apa bahasa Belanda-nya makan ?
Morten : Iten Bu Guru
Guru : Kalau begitu, apa bahasa Belanda-nya minum ?
Morten : Drinken Bu Guru
Guru : Kalau makan tanpa minum, apa dong ?
Morten : Iten zonder drinken jadinya kesereten… Bu Guru
Guru : Kamu belajar di Belanda apa Jogja sih ?????

Meskipun Morten lama tinggal di Belanda, penghayatannya terhadap Bahasa Belanda kurang memadai. Seringkali, kita pun merasa bahwa hidup kita sudah seperti Kristus. Sebetulnya, orang lainlah yang bisa menilainya secara objektif. Kualitas rohani kita tidak ditentukan oleh lamanya menjadi orang Kristen! Tolok ukurnya adalah intensitas pengenalan pribadi kita dengan Tuhan.

Ayat Renungan : 1 Yohanes 2:6, Yohanes 14:10-12

M1 MENERIMA
Berdoalah agar kita dapat memahami Firman tuhan yang kita renungkan hari ini.

M2 MERENUNGKAN
1. Apakah kita berada di dalam Kristus, hal apakah yang wajib kita lakukan (1 Yoh 2:6) ?

2. Bagaimana cara Yesus hidup dan bekerja (Yoh 14:10-11) ?

3. Bagaimana kita harus hidup dan bekerja (Yoh 14:12) ?

4. Apa yang Yesus janjikan dan itu bisa kita lakukan bila kita percaya kepada-Nya (Yoh 14:12b) ?

PENGAJARAN

Firman Tuhan di dalam 1 Yohanes 2:6 menuliskan bahwa kita wajib hidup seperti Kristus hidup. Di dalam bahasa Inggris, disebutkan bahwa Tuhan rindu agar kita berjalan seperti Yesus berjalan di dalam dunia ini. Itu berarti kita harus meniru “gaya hidup Yesus”. Apa yang harus kita tiru ? Salah satu gaya hidup Yesus adalah intim dengan Bapa-Nya dan Dia selalu berkomunikasi dengan Bapa-Nya. Ketika Yesus intim dengan Bapa-Nya, hal-hal yang dikerjakan oleh Yesus adalah apa yang dikerjakan oleh Bapa-Nya melalui diri-Nya.

Bagaimana dengan kita ? Agar seseorang dapat menjadi serupa dengan gurunya, ia harus menyediakan waktu sebanyak-banyaknya untuk belajar dan tatap muka dengan gurunya. Untuk menjadi serupa dengan Kristus (berkualitas rohani seperti Yesus), kita perlu ber-Tatap Muka dengan Yesus. Kita tidak cukup bertemu dengan Dia hanya 5 menit dalam sehari. Perjumpaan selama 2 jam dalam kebaktian di hari Minggu juga belum cukup.

Kita justru perlu melakukan “dialog”/”hubungan intim” dengan Tuhan secara terus-menerus (24 jam sehari). Di mana pun kita berada, apa pun yang sedang kita lakukan, bagaimanapun kondisi kita, kita tetap dapat berhubungan intim dengan Tuhan. Jika kita membangun hubungan intim dengan Tuhan terus-menerus, apa yang kita kerjakan adalah apa yang Allah mampukan bagi kita sehingga kita sanggup melakukannya.

Jangan heran bila tiba-tiba kita dapat melakukan banyak hal yang sesungguhnya tidak sanggup kita lakukan. Itu bisa terjadi karena Tuhan yang mengerjakannya melalui hidup kita ! Bahkan, bila kita terus intim dengan Bapa, Yesus berkata bahwa kita dapat melakukan hal-hal yang lebih besar.

Sudahkah kita membangun hubungan intim secara terus-menerus dengan Bapa di sorga ? Mari kita berkomitmen untuk melakukannya sejak saat ini !

M3 MELAKUKAN
1. Tuliskan bagaimana Anda dapat berhubungan intim dengan Tuhan 24 jam dalam satu hari, ketika Anda sedang melakukan tugas sehari-hari (belajar, bekerja, dsb) ?

2. Lakukan rencana Anda tersebut !

M4 MEMBAGIKAN
Kepada siapakah Anda akan menceritakan berkat-berkat yang Anda terima dari saat teduh hari ini ?

Sumber :
Judul buku : Menerobos Sorga Dengan Cinta
49 Hari membangun keintiman dengan Bapa untuk mendapatkan Firman yang menghidupkan dan menyembuhkan.
Penulis : Pdt. Ir. Yonathan Wiryohadi
Kontibutor : Pdt. Bram Soei Ndoen, Illyana Widodo, Ponco Sulistyo
Diterbitkan oleh : WTC Media, Mei 2007

http://danielroom.blogspot.com

Ditandai sebagai:, , , , ,