Be an Example! Be a witness in everywhere

Memiliki Karakter seperti Kristus

Posted in Uncategorized by Be example on Januari 28, 2008

Menjadi Penuai-penuai akhir jaman

          

Markus 1:1-45

1:1. Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;

1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”,

1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”

1:5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.

1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

1:7 Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.

1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

 

1:9. Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.

1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.

1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

1:12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.

1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

 

1:14. Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

1:17 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

1:18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

1:22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

 

1:23. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:

1:24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

1:25 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”

1:26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

1:28 Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

 

1:29. Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;

1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

1:40. Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”

1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

1:42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

1:43 Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:

1:44 “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

1:45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

 

Matius : Kuasa, raja, otoritas

Markus : tuaian, syarat2 seorang hamba dan pelayan

Lukas : manusia (Yesus marah, menangis, sedih krn Dia manusia biasa spt kita tp tdk berdosa. Dengan segala kemanusiaan Dia mencapai garis akhir. Dia menyelesaikan dan menggenapkan rencana Allah. Oleh krn itu tdk ada alasan untuk kita tdk menyelesaikan sbab di dalam kita ada Roh yang sama, yaitu Roh Kudus).

Yohanes : Keilahian, perkara2 yg supranatural. Pada mulanya adalah Firman, bukan Yesus putra maria.

 

Ke 4 injil itu harus ada dalam kehidupan kita. Ladang sudah menguning à jiwa2 menjerit mencari jalan keluar. Ada ribuan anak2 jalanan, wanita2 kesepian, di desa banyak yg belum mendengar siapa Yesus itu.

 

 

 

1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

1:7 Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.

1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

 

 

Yohanes pembaptis adalah teladan hamba Tuhan. Pelayanannya hanya 6 bulan. Menutup pelayanannya dg pengorbanan yaitu kepalanya dibelah.

 

Di dalam punuk unta ada persediaan air.

Anda harus bisa menghadapi kekeringan krn ada persediaan air hidup.

 

1. Kenakan kulit bulu unta. Ikat pinggang kebenaran.

 

Byk org bs menjadi pembicara, tapi sedikit orang yg bs menjadi teladan.

Kalo saya tidak bisa buat dan lakukan, saya tidak akan berkotbah. Karna saya tidak mau jadi ahli taurat yang meletakkan beban tanpa melakukan sedikitpun.

 

2. Belalang à iblis.

Anak Tuhan harus belajar memakan iblis.

Kalau kita tdk memandang iblis sbg belalang, kitalah yg jadi belalang.

Pada waktu engkau melihat tantangan besar, masalah besar maka kita akan mjd belalang.

 

Kalo ada Allah dalam hidupmu, orang akan suka padamu. Wanita2 yg akan mengelilingmu dg sdrnya. Hahaha

 

3. Makanannya adalah madu.

Madu adalah Firman Tuhan. Baca, renungkan, hapalkan.

Madu bicara yg manis.

 

4. Punya kerendahan hati.

Belajarlah kepadaKU karna AKU lemah lembuh dan rendah hati.

Kesombongan à bs terbuang spt iblis

 

Hati2 dg benih kesombongan.

Biar Dia cabut benih kesombongan dalam dirimu biar ketika engkau diangkat tinggi engkau tdk jatuh.

 

Tujuan hidup kita :

1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

 

Tujuan hidup kita bukan membuat pelayanan yang besar, mdpt jodoh, sukses dan membuat org terkagum2. tapi tujuan hidup kita adalah Hidup berkenan kepada Tuhan. Yang penting aku menyenangkan Tuhan. Baik di bawah maupun di atas. Aku seorang hamba.

Untuk hidup berkenan kepada Dia berarti engkau sdh tdk peduli dg dirimu sdr. Ntah engkau mendengar atau tidak mendengar suara Tuhan, entah Tuhan hadir apa ga hadir. Tapi fokus hatinmu adalah Dia. Sekali waktu Dia urapi kita dengan dahsyat dan luar biasa, tapi sekali waktu pelayananmu tdk ada artinya. Mungkin engkau memberkati 1 orang dan yang lain berkata “kotbah apa ini”. Tp kalo fokus hatimu berkenan kepada Tuhan engkau akan berkata “Yang penting adalah Tuhanku suka” maka itu tidak mengganggu.

 

Entah kotbahmu didengar, diremehkan, fokus hatimu tdk berubah. Sebab engkau hamba yang hanya memikirkan “Yang penting Tuhan suka”.

 

Motivasi hati kita jangan untuk mendapat penghargaan. Tapi HANYA UNTUK MENYENANGKAN TUHAN, BERKENAN KEPADA TUHAN.

Paulus berkata : kalau aku berusaha berkenan kepada manusia, maka aku tdk berkenan di hadapan Tuhan.

 

Ini tjd pd kita. Byak di antara kita yang takut kalau mau lonjak-lonjak cz diliatin manusia. KRN HATI KITA BANYAK ALASAN, BANYAK MOTIVASI YG TDK BERKENAN KEPADA TUHAN.

 

Pikirkan selalu “BERKENAN KEPADA ALLAH BUKAN BERKENAN KPD MANUSIA”

 

KADANG KITA BERDIRI UNTUK MELAYANI TAPI SEBENARNYA BUKAN UNTUK ORANG YANG DILAYANI TAPI MALAH ITU JUSTRU UJIAN UNTUK KITA.

 

JIKA KITA ALAMI ITU, KEMBALIKAN KE INTINYA à HATIMU INGIN SUNGGUH2 BERKENAN KEPADA ALLAH.

 

Gal 1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

 

1:14. Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

 

Sesudah Yohanes ditangkap, tongkat estafet itu ditangkap oleh Yesus.

Ada saatnya pelayanan kita berhenti.

 

Banyak saksi yang telah melihat kita.

Ini waktumu, ini generasimu. Engkau harus berlari dan BERDIRI UNTUK MEMENANGKAN GENERASI AKHIR ZAMAN INI.

 

Mari teruskan tongkat estafet itu dari para rasul dan nabi-nabi yang sudah berlari cepat. Jangan jadi angkatan paling santai. Bs digebukin ntar.

 

Kita seringkali blm di penjara, dilempari batu sudah berontak. Lihat penderitaan paulus. Itu belum seberapa. Jangan nangis dan menggerutu.

 

Mari berlari sungguh-sungguh. Jangan santai-santai

Saksi-saksi menanti apakah kita bisa menyelesaikan akhir ini dengan kemenangan.

 

1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

 

 

Yesus itu Anak Allah. Ada pribadi yang begitu kuat dalam HidupNya. Berarti Dia tdk perlu berdoa donk.?!

Tapi Dia yang dekat dengan PapaNya, tapi Dia bangun pada waktu pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap. Ia pergi ke tempat sunyi dan berdoa di sana.

 

Apa yg membuat Yesus bangun pagi2 benar ?

1. Karena Dia punya kerinduan yang membara lebih daripada ngantukNya

2. Krn Dia punya kesadaran yang mendalam bahwa Dia tidak bisa lakukan apa-apa di luar yang Bapa lakukan. Sumbernya Bapa. Dia tdk dapat melakukan apa-apa tanpa tahu kehendak Bapa. KetergantunganNya pada Bapa.

 

Di tengah2 kesibukan, begitu letihnya pelayanan, di tengah begitu diurapinya Dia, Dia harus memberikan yang terbaik buat BapaNya. Karena BapaNya yang begitu Dia rindukan dan kasihi. Dia mengasihi Bapa begitu rupa. Dia menempatkan Dirinya pada urutan terakhir à 1. Bapa, 2. Pelayanan Sesama, 3. Kita

 

Selama urutan kita kacau (1. Diri kita) kita tdk bisa menjadi orang yg berkenan kepada Tuhan. Kita masih akan diatur oleh emosi, masalah, bergumul dengan kekacauan dalam hidupmu karena prioritasmu kacau. Jadi PRIORITASKAN :

  1. Dahulukan Bapa
  2. Baru Sesama
  3. Terakhir untuk Diri sendiri

 

Ga peduli apapun, urutan itu terjadi dalam keluarga, pelayanan, sekolah. Allah yang beri kekuatan dan kemampuan bagi kita.

Keseimbangan itu harus ada.

 

Jangan setelah pulang capek pelayanan, tiba-tiba pinginnya duduk dan enak deh.

Kita ini hanya Budak/hamba.

 

Markus itu semua bicara mengenai peraturan dalam pelayanan.

Standar pelayanan yang ga mudah. Tapi Tuhan cari pelayan yang bermutu, yang mengerti hatiKu, dan rela menjadikan dirinya domba sembelihan. Setiap hari ada kerelaan untuk memberikan yang terbaik.

 

Pelayanan bukan berkat yang membuatmu enak hidupnya. Ini bukan suatu panggilan atau urapan yang membuatmu luar biasa. Tapi hari ini yang Tuhan mau Tuhan akan memberikan hati seorang pelayan, seorang yang mau lebih rendah dari yang lain, seorang yang tdk dianggap, seorang yang berani meletakkan kepalanya untuk dipotong dan menjadi spt yang Tuhan mau, seorang yang harus berlari dan membawa tongkat estafet berapapun harganya.

Itulah yang Tuhan cari dan mau taruh dalam hidupmu. Tuhan memberkati!

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. otokritik said, on April 18, 2008 at 12:23 pm

    Hem, saya sangat setuju sekali dengan apa yang diungkapkan di artikel ini. Hamba Tuhan yang malayani, bukan hamba Tuhan yang menjadi raja. http://membaca-buku.blogspot.com http://konflik-keluarga.blogspot.com

  2. Maulana Mufti said, on April 2, 2010 at 7:44 am

    Mau tahu pendeta yang masuk islam, baca kisah nyatanya disini…

    Ada kuisnya juga lho, berhadiah 1 buah mobil BMW hanya dengan menjawab 1 pertanyaan saja !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: