Be an Example! Be a witness in everywhere

NLP, Hipnotis dan Perkembangannya

Posted in Uncategorized by Be example on Februari 3, 2008


Saat ini marak tentang training hipnotis, yang biasanya diembel-embeli istilah NLP (Neuro Linguistic Programming), atau sebaliknya, seolah tak ada jenuhnya diiklankan di berbagai media cetak. Bila Anda simak hampir setiap hari ada saja koran atau majalah yang memuat iklan tentang seminar hipnotis dan NLP ini.

Beberapa sumber menyatakan mempelajari NLP mirip dengan mempelajari manual otak manusia. Kadang disebut sebagai people skill technology atau juga psychology of exellence. Prinsipnya adalah bagaimana mempelajari cara kerja otak agar seseorang bisa menjadi tuan dan bukan menjadi budaknya.

 

Sedangkan penggagas NLP–Richard Bandler yang pakar matematika dan programming komputer dan John Grinder yang profesor linguistik–merumuskan NLP sebagai the study of subjective experience. Keduanya mengembangkan dasar-dasar ilmu dan teknis penerapannya sejak tahun 1970-an.

 

Neuro merujuk pada otak atau pikiran dan bagaimana orang mengorganisasikan kehidupan mentalnya. Lingusitic tentang bahasa dan bagaimana orang menggunakannya dalam kehidupan. Sedangkan programming tentang urutan proses mental yang berpengaruh pada perilaku dalam mencapai tujuan dan bagaimana memodifikasinya.

 

Awalnya pencipta NLP mempelajari keahlian sejumlah pakar dan terapis yang amat sukses di bidangnya. Misalnya Fritz Perls (Gestalt Psychotherapist), Virginia Satir (terapis keluarga), Gregory Bateson (antropolog dan sibernetik) dan Milton Erickson (hipnoterapis).

 

Dalam perkembangannya NLP dipopulerkan oleh Anthony Robbins sehingga dikenal di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Nama besar yang tercatat menggunakan NLP untuk meraih kesuksesannya adalah Bill Clinton, Andre Agassi, Lady Di, Nelson Mandela dan Robert Kiyosaki.

 

Singkat cerita dari dua tokoh pendiri itu selanjutnya berkembang sejumlah “aliran” besar NLP dengan modifikasi dan sebutannya. Sejak aliran Neuro Associative Conditioning (NAC) Anthony Robbins, New Code NLP dari Grinder, hingga pengembangan NLP ke arah DHE (Design Human Engineering) oleh Bandler yang menyebut alirannya sebagai Pure-NLP. Selain itu ada Michael Hall dan Bob Bodenhamer mengembangkan NLP menjadi Neuro Semantics (NS) atau Meta NLP. Yang terakhir ini biasanya digolongkan aliran akademis. Tokohnya akademis NLP lainnya adalah pendiri NLP University (NLPU) Robert Dilts. NLPU yang berkedudukan di California merupakan salah satu komunitas NLP terbesar dari ratusan komunitas yang ada di dunia.

 

Sedangkan dedengkot (pengembang) NLP jumlahnya hingga kini kurang dari 100 orang. Selain nama yang telah disebut ada Steve Andreas, Judith De-Lozier, Leslie-Cameron Bandler, Joseph O’Connors, John LaValle.

Sedangkan untuk orang Indonesia, seperti Tosan Lim, Stevanus dan Agus Sunaryo, adalah lulusan NLPU. Yang merupakan lulusan NAC (Robbins) adalah Tung Desem Waringin dan Ronald. Selain itu ada yang mengusung berbagai aliran seperti Wiwoho, Khrisnamurti dan Leksana.

Jadi model NLP itu intinya Anda belajar menguasai pengalaman subjektif sehingga menjadi efektif dalam melihat dunia. Pikiran juga lebih efektif karena Anda menjadi master atau tuan atasnya. Modelling itu meniru, mengambil esensi excellency atau keunggulan orang atau diri sendiri agar bisa direplikasi di waktu dan tempat berbeda. Esensi modelling adalah menduplikasi bakat dengan berbagai tools. Tools dalam NLP banyak sekali, salah satunya adalah hipnotis.

Tubuh manusia menurut kata orang seperti gunung es: 12% alam sadar, 88% alam bawah sadar. Karena tubuh itu dikelolanya pada alam bawah sadar itulah teknik hipnotis bisa dimanfaatkan secara optimal.

Dalam memahami hipnotis, harus disadari yang “sakti” bukanlah si penghipnotis. Yang “sakti” itu imajinasi orang-orang yang dihipnotis karena berhasil berkonsentrasi dan membayangkan. Hipnotis ini berbeda dengan hipnotis sihir yang ditowel atau ditepuk jadi hilang kesadaran (ilmu gendham). Yang dibicarakan di NLP adalah hipnotis yang merupakan kemampuan internal seseorang.

NLP ini merupakan salah satu bagian dari New Age Movement, dimana pemahamannya adalah bahwa manusia itu Tuhan bagi dirinya sendiri. Jika pusatnya sudah pada diri sendiri sebagai penguasa kehidupan, harus dipertanyakan kembali apakah hal ini benar menurut iman dan kepercayaan kita. Dalam kepercayaan apapun, penguasa tunggal kehidupan adalah Tuhan. Jadi, jika Anda mulai menyingkirkan Tuhan dari kehidupan Anda. Pada satu titik, kehidupan Anda akan mengalami kekosongan yang tidak dapat diisi oleh apapun.

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Happy Sola Gracia said, on Desember 4, 2008 at 2:24 pm

    Terimakasih atas uraian nya, sangat bermanfaat dan membuka wawasan saya mengenai pandangan berbagai pihak mengenai NLP.
    Menurut pendapat saya kita memang harus bijak memilah dan memilih sehingga pikiran dan perilaku kita sejalan dengan Firman Tuhan. Dari kacamata saya, NLP adalah suatu metode pengembangan diri yang banyak mengandalkan kekuatan pikiran, imajinasi dan kemampuan berbahasa. Akan menjadi salah besar dan tidak sesuai dengan ajaran kitab suci bila NLP diterapkan tanpa dasar pemahaman akan Kasih Kristus dengan baik…menjadikan manusia menjadi illah untuk dirinya sendiri.
    Tetapi bila dalam prakteknya NLP dijalankan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus yang telah anugerahkan pikiran dan imajinasi kepada manusia, tentunya manusia wajib mengembangkan talenta tersebut demi kemuliaan Tuhan… bukan memendamnya dalam tanah atau mengembangkan talenta demi kemuliaan dirinya sendiri…
    Kita perlu belajar kesalahan-kesalahan fatal yang dilakukan gereja di masa lalu … dimana ada hukuman mati bagi manusia yang mengatakan bumi itu bulat, matahari sebagai pusat tata surya dsb… jadi dengan hikmat Tuhan kita perlu bijak menimbang dan memilah sehingga tidak mengambil alih peran Tuhan Allah sebagai hakim yang maha adil.
    Terimakasih …silakan jika anda berkenan hub. saya di JAPRI untuk diskusi2 lain yang menarik mengenai Kekristenan dan Keseharian …
    Tuhan memberkati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: