Be an Example! Be a witness in everywhere

Pornografi Berbuahkan Perselingkuhan

Posted in true story by Be example on Februari 8, 2008
 

Seberapa parahnya pornografi menghancurkan kehidupan seseorang? Kehidupan rumah tangga Yusuf dan Luluk dipenuhi banyak tantangan. Lingkungan yang penuh gosip membuat Luluk malu terhadap Yusuf, suaminya. Karena memang Yusuf banyak menghabiskan waktunya di rumah dan tidur. Gunjingan tetangga mengenai status pekerjaan Yusuf yang tidak jelas membuat Luluk semakin tertekan dan mulai menuntut Yusuf untuk melakukan sesuatu bagi perekonomian keluarganya. Pikiran-pikiran buruk pun seringkali menguasai pikiran Luluk yang membuatnya semakin tidak menghargai suaminya lagi. Pertengkaran demi pertengkaran pun mulai mewarnai kehidupan pernikahan Yusuf dan Luluk.

“Tekanan ekonomi itu memang begitu kuat, ditambah lagi tekanan dari lingkungan yang seperti itu membuat saya sendiri tidak kuat untuk menghadapinya,” aku Yusuf dalam kesaksiannya.

Konflik dalam rumah tangga Yusuf pun semakin parah. Mereka pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan seorang teman. Tapi ternyata saran temannya semakin memperburuk kehidupan rumah tangga Yusuf dan Luluk. Temannya ini menyuruh Yusuf dan Luluk untuk menonton film porno guna mencari hiburan dan melepaskan stress. Yusuf sangat menikmati hal ini, sedangkan Luluk sendiri sejak awal hatinya menolak dan Luluk keberatan dengan hal itu. Bagi Luluk, hal itu bukan suatu hal yang pantas untuk dinikmati bersama. Dan Yusuf pun mulai memiliki kebiasaan baru dengan menonton film-film porno tersebut.

Sejak saat itu, Yusuf senantiasa terbayang-bayang dengan adegan-adegan yang ada di film itu. Yusuf pun mulai merambah kebiasaan barunya dengan membeli dan mengoleksi VCD porno. Yusuf pun kerap kali mencoba untuk menerapkan apa yang ia saksikan kepada Luluk, istrinya. Yusuf ingin melakukan hubungan seks dengan cara seperti yang dipertontonkan di film namun Luluk senantiasa menolaknya. Sampai suatu malam, karena penolakan Luluk, Yusuf sangat marah dan mengambil gunting. Dengan gunting itu, Yusuf menggunting daster istrinya dan dengan paksa Yusuf memperlakukan istrinya sendiri dengan cara yang sangat merendahkan Luluk, istrinya. Luluk begitu merasa terhina, sedangkan Yusuf sendiri sangat menikmati hubungan itu.

Luluk hanya dapat melihat sosok suaminya yang sepertinya sudah berubah menjadi seperti iblis. Batin Luluk menjerit dan menangis, karena Luluk benar-benar tidak menyangka suaminya sendiri sanggup memperlakukan dirinya seperti itu.

Sejak saat itu, Luluk menyimpan kebencian kepada Yusuf. Kebencian yang tersimpan di hati Luluk juga membuatnya semakin tidak menghargai Yusuf sebagai suaminya. Dan Luluk pun kemudian terlibat asmara dengan laki-laki lain. Yusuf pun mulai mencurigai Luluk, apalagi salah seorang tetangganya mengabarkan berita perselingkuhan Luluk kepada dirinya. Dengan diam-diam, Yusuf mengikuti Luluk ketika ia berpamitan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka. Saat itulah Yusuf menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana akrabnya Luluk, istrinya, dengan pria tersebut.

Sebagai seorang pribadi, Luluk sebenarnya adalah seorang istri yang baik. Luluk tidak bisa menyembunyikan sesuatu terhadap suaminya, termasuk masalah perselingkuhan dirinya. Dengan berusaha setenang mungkin, Luluk menceritakan perselingkuhan yang ia jalani selama ini kepada suaminya. Yusuf hanya dapat menahan amarahnya. Yusuf hanya berpura-pura untuk menerima perselingkuhan istrinya padahal di dalam hatinya Yusuf sangat tidak rela Luluk meneruskan hubungan itu.

Beberapa hari kemudian, Yusuf bercerita kepada istrinya seolah-olah ia telah bertemu dengan pria selingkuhan istrinya. Di dalam ceritanya, Yusuf berkata ia telah memukul dan menyakiti pria itu sampai berdarah. Tanggapan Luluk di luar dugaan Yusuf. Luluk marah besar kepada Yusuf, sampai keluar perkataan dari bibir Luluk bahwa pria itu adalah cintanya dan selama ini ia bisa begitu menikmati hubungannya dengan pria tersebut sedangkan dengan Yusuf, hubungannya selama ini hanya sebatas kewajiban.

Mendengar hal itu, Yusuf merasakan langit seperti runtuh. Ia merasa tidak memiliki kekuatan sama sekali. Kemarahan memenuhi hati Yusuf. Yang ada di pikirannya saat itu hanyalah ia ingin menghancurkan pria itu, pria yang telah merebut hati istrinya untuk senantiasa menjadi milik Yusuf seorang.

Demi menyelamatkan rumah tangganya, Yusuf memutuskan untuk membawa keluarganya pindah ke Bekasi. Sampai akhirnya Yusuf bertemu dengan seorang teman yang merupakan seorang hamba Tuhan. Yusuf melakukan konseling untuk masalah rumah tangganya kepada hamba Tuhan tersebut. Yusuf menceritakan semua masalah yang terjadi di dalam rumah tangganya kepada pria tersebut. Dan pria tersebut menyarankan Yusuf untuk mengikuti Man’s Camp. Di situlah hati Yusuf dipulihkan.

Bagi Yusuf, semua session itu sangat menyentuh. Tapi yang paling menyentuh bagi Yusuf adalah session pertama, hatinya hancur di hadapan Tuhan. Di session itu dikatakan bahwa kasih adalah suatu perintah. Mengasihi tanpa mengampuni adalah mustahil. Dan untuk pertama kalinya Yusuf sanggup mengampuni istrinya dan pria selingkuhannya. Di tempat ini pula Yusuf membuat surat yang sangat spesial untuk Luluk.

Setibanya di rumah, Luluk begitu terharu melihat perubahan dari suaminya. Apalagi saat membaca surat cinta yang dibuat Yusuf khusus untuk Luluk. Luluk sangat bersyukur kepada Tuhan karena ia yakin sekarang kalau rumah tangganya akan dipulihkan. Luluk percaya Yusuf berubah hanya karena Tuhan.

“Di situlah kami mulai melihat titik terang dan terang itu semakin besar. Saya melihat kalau pemulihan itu nyata,” kisah Yusuf mengenai awal pemulihan dari keluarganya.

Tidak cukup sampai di situ, Yusuf kemudian memberanikan diri utuk bertemu dengan pria yang telah berselingkuh dengan istrinya. Dari Bekasi Yusuf pergi ke Banyuwangi mengunjungi rumah pria itu. Awalnya pria tersebut marah akan kedatangan Yusuf, tapi setelah Yusuf mengatakan maksud kedatangannya dan melepaskan pengampunan atas perbuatan yang telah dilakukannya bersama Luluk, pemulihan pun terjadi. Dengan penuh penyesalan pria tersebut meminta maaf kepada Yusuf.

Sejak saat itu Yusuf merasakan sukacita yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sikap Yusuf terhadap istrinya pun berubah drastis. Perlakuan Yusuf yang dulu kasar berubah 180 derajat. Yusuf saat ini sangat perhatian dan sangat mengasihi Luluk dan anak-anak mereka.

“Seks bukan nomor satu buat saya, bukan pula nomor dua. Bagi saya saat ini hanyalah bagaimana saya bisa membahagiakan istri. Dan saya bangga dengan Tuhan karena Tuhan yang memulihkan itu nyata atas keluarga saya,” ujar Yusuf menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan 4 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian :
Yusuf Armudianto
Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: