Be an Example! Be a witness in everywhere

Film Review – 10 Top Film ‘Paling Membebaskan’ Sepanjang 2007

Posted in Film Review by Be example on Februari 15, 2008

Pertama-tama, apa yang dimaksudkan dengan film-film yang ‘membebaskan’ ? Mereka semua adalah kisah yang berisikan pembebasan – baik terang-terangan, ataupun sekilas. Beberapa dari film tersebut memiliki karakter-karakter yang mengalami pembebasan – beberapa memang terlihat dengan jelas, beberapa sebaliknya. Beberapa adalah film “feel-good movies” yang meninggalkan senyuman di wajah anda; beberapa justru agak tidak nyaman untuk ditonton. Tetapi elemen pembebasan ada pada semua film tersebut.

Ini termasuk menarik karena enam dari sepuluh film adalah kisah-kisah berdasarkan kisah-kisah nyata. Mungkin itu menunjukkan bahwa beberapa dari film-film pembebasan – setidaknya salah satu yang paling menggerakkan hati kita – adalah berdasarkan kisah nyata. Dan maka, ini dia daftarnya :

Into Great Silence1. Into Great Silence (directed by Philip Groning)
Diamlah, dan ketahuilah bahwa Akulah Allah. Jika kata-kata dari ayat Mazmur 46 : 10 bisa diaplikasikan pada sebuah film, mungkin ini adalah salah satunya. Filmmaker kelahiran Jerman Philip Groning menghabiskan waktu enam bulan dengan biarawan-biarawan Chartusian di Biara Perancis Grande Chartreuse, mendokumentasikan keheningan, keterlibatan beribadah dalam kehidupan sehari-hari dari pria-pria luar bisa yang tinggal disana. Berisikan lebih dari tiga jam perenungan yang hampir sangat tenang yang beralur lambat dan perlu perhatian lebih – sebuah film yang untuk dialami tidak hanya untuk ditonton. Film ini menimbulkan pertanyaan yang untuk ditanyakan kepada kita sendiri, “Apakah pria-pria ini bisa menghabiskan seluruh hari-harinya – seluruh hidupnya – dalam kesetiaan dan pelayanan kepada Tuhan, kenapa sulit bagi diri saya untuk menghabiskan waktu 10 menit sehari melakukan hal yang sama ?” Sebuah film yang hebat dalam pembuatan film yang menambahkan kekayaan pada makna baru akan term, “saat teduh.”

Lars and The Girl2. Lars and the Real Girl (directed by Craig Gillespie)
Mungkin sinopsis dari film ini bisa membuat kita ketar-ketir : Seorang pria muda penyendiri dan pengkhayal membeli boneka seks dari internet dan jatuh cinta kepadanya, mengatakan kepada orang-orang bahwa itu adalah kekasihnya. Berdasarkan alasan itu saja, mungkin film ini tidak akan termasuk dalam kategori ini. Tapi untungnya tidak, karena film ini adalah salah satu film paling manis, sensitif tahun ini, dan mengejutkannya, sebuah gambaran yang sangat powerful akan aksi tubuh Kristus – penuh kasih dan kesabaran yang alamiah dari kasih Tuhan. Ketika Lars membawa pulang “teman plastik”-nya yang baru – dan ya, “hubungan” mereka itu murni dan bersih – sangat menenangkan hati bagaimana keluarganya, teman-temannya, dan rekan gerejanya (termasuk yang paling skeptikal sekalipun) mencintai dia dalam kondisi apapun dengan bergaul bersama dan memeluk dia tanpa melihat kebiasaannya yang aneh. Anda akan tertawa, anda akan menangis, dan anda akan pulang dengan senyum dan kehangatan.

Juno3. Juno (directed by Jason Reitman)
Film bertemakan Pro-Life yang menarik, penuh trik, dan jenaka tentang kehidupan dari gadis 16 tahun yang cerdas yang hamil setelah ber-one-night-stand dengan pacarnya. Pertamanya, ia merencanakan untuk aborsi, tetapi setelah datang kepada aktifis pro-life bagi remaja di luar klinik, ia menyadari bahwa fetus yang sedang ia bawa adalah bayi yang hidup dan sedang bertumbuh. Ia merubah pikirannya, memutuskan untuk membawa bayi tersebut dalam batas waktu tertentu, dan memulai pencarian akan “orang tua yang sempurna” untuk mengadopsi anak tersebut. Ada kata-kata kasar dan percakapan remaja akan seks, tetapi kisahnya terlebih banyak tentang pembebasan – dengan tambahan untuk pilihan Juno untuk memiliki sang bayi (apalagi ibu tirinya menyebutnya “mujizat dari Yesus”), orangtuanya digambarkan sebagai orang tua penuh kasih dan suportif (tidak seperti orang bodoh yang sering kita lihat di komedi remaja), dan ada eksplorasi yang indah untuk topik dari cinta yang tak bersyarat.

Amazing Grace4. Amazing Grace (directed by Michael Apted)
Bisakah satu orang mengubah dunia ? Coba saja, dan anda akan menemukan bahwa tidak ada film yang berintikan itu seperti film ini, sebuah biopic (film biografi, red) tentang kehidupan dari seorang William Wilberforce, seorang politikus Kristen taat yang hampir turun tangan sendirian akan tanggung jawab untuk penghapusan dari perdagangan budak di Kerajaan Inggris. Ioan Gruffudd membawa rasa kemanusiaan ke dalam perannya, menggambarkan Parlemen pada abad 19 sebagai pria bermisi, didorong oleh cintanya kepada Tuhan dan semua orang. Dalam perjalanan, ia bertemu mantan pedagang budak John Newton, sang penulis himne lagu terkenal “Amazing Grace” yang memotivasi Wilberforce untuk berlanjut dalam pencariannya. Ini adalah “film sejarah” tanpa menjadi tumpul, dan sebuah “film rohani” tanpa menjadi pengkhotbah. Tapi mungkin sebenarnya, itu adalah sebuah film yang meyakinkan semua penonton bahwa ia bisa membuat perbedaan dalam dunia yang sakit dan berdosa yang membutuhkan keadilan, pengampunan, dan kasih. (Simak Review ‘Amazing Grace’ )

Bella5. Bella (disutradarai oleh Alejandro Monteverde)
Contoh lain dari film yang bertemakan kehidupan seperti film Juno, film Indie yang tenang ini mengisahkan kisah menarik tentang bagaimana hidup kita bisa berubah – secara dramatis, bahkan tragis – dalam secara instant, tapi itu adalah pilihan-pilihan yang terus kita buat yang bisa merubah dunia. Ketika Jose, seorang koki di sebuah restoran Meksiko di Manhattan, mengetahui bahwa salah satu dari para pelayan, Nina, hamil di luar nikah, ia menunjukkan perhatian – dan tidak, ia bukanlah sang ayah. Ketika Nina berpikir untuk aborsi, perhatian dan kasih sayang Eduardo membuatnya ke dalam seri perkembangan dari pilihan-pilihan mereka berdua yang mengubahkan hidup. Menjadi sutradara dan penulis cerita untuk pertama kalinya Alejandro Monteverde menyebutnya sebagai “kisah cinta tanpa romansa,” dan itu adalah deskripsi tepat dari sebuah film yang merayakan kehidupan, cinta, keluarga, dan pertemanan.

Into The Wild6. Into The Wild (directed by Sean Penn)
Kisah nyata dari Chris McCandless, pria muda yang memberikan tabungan hidupnya untuk amal dan mengembara menyelusuri Amerika untuk lari dari masyarakat dan kembali ke alam – dan selama itu juga orangtuanya tidak memiliki petunjuk sama sekali kemana putranya pergi dan sangat khawatir. Chris pergi ke Alaska dan pergi dengan bus yang terlantar, dimana hidupnya yang pendek tapi sangat luar biasa bertemu dengan akhir yang tragis. Pria muda yang idealis ini telah lari dari masalah yang sebenarnya, tapi ia sebenarnya lari melewati arti hidup sebenarnya – dan kesalahan itu membuatnya harus membayarnya dengan kehidupannya. Tapi keindahan dan hikmat yang ia hadapi sepanjang perjalanannya telah memberikan kepada kita sesuatu yang lebih.

The Kite Runner7. The Kite Runner (directed by Marc Forster)
Berdasarkan novel best-seller dengan judul yang sama, film ini mengisahkan tentang seorang Amir, bocah pria dari Afghanistan, yang sebagai orang dewasa tinggal di AS, yang dihantui dari kesalahan mengkhianati teman masa kecil. Suatu saat, Amir kembali ke Negara asalnya untuk menolong teman lamanya dalam kisah indah tentang pertemanan dan keluarga ini, dari rasa salah dan pembebasan. Termasuk dalam kisah ini tentang pemikiran-pemikiran akan dosa asal, dan kebutuhan untuk berdiri tegak tentang apa yang benar. Film ini juga memberi kita akan pemandangan-pemandangan yang mengungkapkan sisi dari Timur Tengah dan masyarakat Islam yang jarang dilihat di Barat.

The Diving Bell8. The Diving Bell and The Butterfly (directed by Julian Schnabel)
Bertanya-tanya bagaimana jika mengalami dunia ini sebagai seseorang yang lumpuh total, kecuali hanya bisa menggunakan satu mata ? Film Perancis yang brillian ini – adalah kisah nyata dari editor majalah Jean-Dominique Bauby, yang berakhir dengan cara itu setelah mengalami pukulan yang dahsyat – akan menimbulkan perasaan dalam kondisinya, sebagaimana film ini diambil dari perspektifnya… melihat apa yang mengelilinginya hanya melalui satu mata yang berfungsi itu. Tapi mungkin yang awalnya terlihat tanpa harapan dan bagaikan neraka lalu menjadi bagian yang membebaskan, sebagaimana yang mengelilingi dia – para dokter, para perawat, para terapis, keluarga, dan teman-teman – dengan sabar dan penuh kasih mencintai dia hingga ia bisa menikmati hidup lagi. Menunjukkan bahwa kapasitas kita akan sukacita tidaklah tergantung akan keadaan ataupun keterbatasan fisik, tapi itu lekat pada sesuatu yang lebih dalam.

Ratatouille9. Ratatouille (directed by Brad Bird)
Tikus-tikus, memasak, penyesalan, dan… pembebasan ? Anda akan lihat. Film animasi terbaik sepanjang tahun, dan pikiran brillian dan tangan kreatif Brad Bird dan tim animasi Pixar, menunjukkan sebuah klise lama – anda bisa bangkit dari keadaan anda dan memenuhi mimpi anda – dan membawakannya ke dalam hidup kreatif dan imajinatif, anda akan ingin berlari ke restoran Perancis terdekat dan masuk dalam kenikmatan kuliner. Pesta untuk mata dan jiwa ini juga sebuah uraian tentang mengejar kesempurnaan, daripada memburu kompetensi, dan tentang bagaimana hal-hal terbaik bisa datang dari tempat-tempat yang tidak disukai. (Simak Review ‘Ratatouille’ / Simak Trailer ‘Ratatouille’ )

Freedom Writers10. Freedom Writers (directed by Richard LaGraveness)
Sebuah kisah lama: kelas anak nakal yang tidak bisa dikontrol. Seorang guru yang ambisius dan naïf yang berpikir ia bisa mengubah dunia – memulainya dengan murid-murid yang sukar dikendalikan. Tapi kisah nyata ini lebih dari secuplik kisah bagus tentang seorang instruktur yang inspirasional. Tapi ini tentang remaja-remaja, dan kebanyakan dari mereka menjalani hidup yang menghancurkan diri mereka sendiri, yang mungkin, untuk pertama kalinya mendengar sesuatu simple tetapi bagaikan mantra : Saya percaya padamu, dan kamu bisa melakukannya. Hillary Swank membawakan peran dengan kuat tetapi sentuhan yang lembut untuk peran sebagai Erin Gruwell ini, guru yang sebenarnya yang mengubahkan kehidupan dari murid-murid SMA di Long Beach, California. (Simak Review ‘Freedom Writers’ / Simak Trailer ‘Freedom Writers’)

 

Tagged with:

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. yandri said, on Juni 18, 2010 at 8:22 am

    saya ingin mendownloadnya…… tapi tidak tau dimana???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: