Be an Example! Be a witness in everywhere

Kasih: Kunci Untuk Hidup Penuh Kuasa

Posted in Teaching by Be example on Februari 17, 2008
 

Kasih yang sejati, sesuatu yang diinginkan semua orang, tapi banyak yang tidak pernah menemukannya. Kita dapat melihat di sekitar kita banyak pribadi yang terus melakukan pencarian tanpa akhir akan kasih. Mereka mencarinya di mana saja: lingkungan rumah dan dalam keluarga, dalam persahabatan, hubungan kencan dengan pasangannya, dalam pernikahan bahkan dalam agama. Akan tetapi, apakah kasih itu? Dan di manakah kita dapat menemukan kasih yang tak berakhir itu di dalam hidup kita?

Apakah Kasih Itu?

Kasih biasanya digambarkan dengan perasaan. Tapi kasih yang sejati – yang disebut dalam Perjanjian Baru sebagai kasih agape – sama sekali tidak dilandaskan atas perasaan. Kasih agape dapat mengubah hidup Anda dan membebaskan Anda. Dan semuanya dimulai dengan keputusan yang harus Anda ambil terlebih dahulu.

Kasih agape adalah sebuah keputusan untuk mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan diri kita sendiri… untuk hidup penuh dengan pengorbanan… untuk memberi tanpa mengharapkan kembali… tidak berpikir untuk membalas. Lebih dari semuanya itu, kasih agape adalah sebuah keputusan untuk menerima dan merespon kasih Tuhan. Semua usaha kita untuk mengasihi orang lain tidak akan menghasilkan buah sampai kita merespon kasih Tuhan. Firman Tuhan berkata dalam 1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Selama ini, pengertian kita akan kasih sering didasarkan pada Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Inilah yang dimaksud Alkitab dengan “dilahirkan kembali” atau “lahir dari roh”. Dalam masa-masa kelahiran baru ini, Tuhan akan menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa kepada Anda. Keajaiban ini akan menghasilkan sesuatu yang baru di dalam hati Anda sehingga Anda sanggup mengasihi orang lain dengan kasih yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya – tidak terpengaruh sama sekali dengan respon orang lain menanggapi kasih Anda.

Kelahiran baru hanyalah sebuah awal. Untuk bertumbuh dalam kasih, Anda harus terus-menerus menerima kasih Tuhan dan penuh pengampunan (lihat Lukas 7:47). Dengarkan doa Rasul Paulus dalam doanya untuk jemaat di Efesus: “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih… dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.(Efesus 3:17,19) .

Kita tidak hanya perlu “berakar dan berdasar” di dalam kasih Allah bagi kita, namun kita juga perlu untuk mengalami kasih-Nya yang tak terbatas bagi kita.

Saat kita mengalami kasih Tuhan dan meresponnya dalam kasih, kita akan diubahkan sepenuhnya dalam gambaran-Nya. Kita juga akan sanggup memenuhi hukum-Nya yang terutama: mengasihi Tuhan dan sesama (Markus 12:29-31). Kasih ini harus dinyatakan melalui tindakan (1 Yohanes 3:13). Sesungguhnya, kasih yang kita berikan kepada sesama akan menjadi saksi nyata untuk membuktikan kepada dunia bahwa kita adalah pengikut Yesus (lihat Yohanes 13:34).

Meskipun kasih agape tidak berdasar atas perasaan, namun perasaan yang penuh kasih itu akan senantiasa mengikuti ekspresi kasih kita kepada sesama. Saat hidup kita mulai mendemonstrasikan “buah roh”: (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri), bagian emosional kita tanpa diragukan lagi akan berubah menjadi lebih baik. Namun yang harus kita kejar bukanlah perbaikan dari emosi kita, melainkan carilah dahulu kerajaan Allah maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita (Matius 4:33).

Mengatasi Penghalang kasih

Meskipun kita telah memiliki pengertian akan kasih, namun seringkali kita menemukan sulit sekali bagi kita untuk mengatasi penghalang dari kasih itu. Penghalang ini seringkali terbangun dari pengalaman kita di masa lalu: sakit hati, terluka, penolakan dan kekecewaan yang membuat kita tidak dapat memberikan maupun menerima kasih yang sejati.

Kunci untuk mengatasi penghalang dari masa lalu ini dapat dirangkumkan dalam satu kata: pengampunan. Dengan memimta pengampunan mereka yang telah kita sakiti – dimulai dengan Tuhan – lalu kemudian mengampuni mereka yang telah menyakiti kita, kita akan keluar dari lingkaran kepahitan dan masuk ke dalam kasih agape Tuhan.

Keinginan yang berpusat pada diri sendiri – keangkuhan, iri hati, cemburu dan kesombongan – seringkali memisahkan kita dari kasih Allah yang sejati. Penghalang diri ini hanya dapat dilewati dengan bertobat, menyesali kesalahan kita dengan berbalik dari dosa dan meminta pengampunan Tuhan untuk tindakan dan keinginan kita yang mau menang sendiri. Jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menerima pengampunan-Nya, kita akan menemukan kemerdekaan untuk lebih melihat kebutuhan orang lain di sekitar kita dibandingkan kebutuhan kita sendiri.

Menemukan kasih Sejati

Pencarian akan kasih dimulai dari hubungan kita dengan Allah. Jika Anda sedang mencari kasih yang sejati, bukalah diri Anda kepada Dia yang mengasihi Anda lebih dari apapun juga di dunia ini. Tuhan sangat mengasihi Anda sehingga IA memberikan anak tunggal-Nya, Yesus. Berserulah kepada Yesus Kristus sekarang. Ijinkan Dia untuk menggapai dan menyentuh hati Anda dengan kasih agape yang datang dari hati Tuhan sendiri. Bertobatlah dan mintalah pengampunan serta terimalah di dalam iman (Roma 10:13; 1 Yohanes 1:8-9; Yohanes 1:12). Mintalah Yesus untuk membabtis (memenuhi) Anda dengan Roh Kudus (Lukas 11:13).

Jika Anda bertumbuh di dalam iman, biarkan Tuhan menyatakan kasih-Nya yang besar kepada Anda setiap hari. Kemudian, cobalah untuk mempraktekkan kasih itu kepada orang-orang di sekitar Anda – keluarga, teman, rekan sekerja, tetangga – dengan demikian Anda telah mendemonstrasikan kasih yang telah Anda terima dari Tuhan.

Akhirnya, berdoa dan minta Tuhan untuk memenuhi Anda dengan pengertian yang baru akan kasih: “Bapa, aku percaya Engkau mengasihiku. Alkitab berkata aku dapat mengasihi-Mu karena Engkau terlebih dahulu mengasihiku. Aku bersyukur untuk kasih-Mu. Penuhi hatiku dengan cara yang ajaib seperti yang Engkau lakukan sejak dahulu. Penuhi hatiku dengan Roh Kudus dan cinta kasih. Tolong aku untuk bertumbuh di dalam kasih-Mu dan menunjukkan kasih itu kepada orang-orang di sekitarku. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Yesus. Amin.”

Perkataan Tuhan Tentang Kasih

1 Yohanes 4:7-11, Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: