Be an Example! Be a witness in everywhere

Aku Memaafkanmu…

Posted in Relationship by Be example on Februari 19, 2008
 
Kali ini kita akan berurusan dengan hati kita, tentang memaafkan kesalahan pasangan kita. Sikap tidak mau memaafkan adalah seperti perbuatan menimbun sampah, dan timbunan sampah-sampah itu akan cenderung bertambah tinggi. Kemarin beberapa gelas berisi sisa kopi memenuhi tempat cuci piring di dapur dan hari ini mulai berbau. Tambahkan sisa tulang-tulang ayam semalam, sisa-sisa saus salad, dan kaleng kosong bekas makanan kucing, dan itu bertambah buruk. Tambahkan lagi kupasan kulit jeruk dan pecahan kulit telur hari ini. Sampah itu semakin penuh dan baunya menyebar ke seluruh rumah! Sikap tidak mau memaafkan adalah seperti sampah yang baunya dapat mulai mengikis pernikahan anda. Ada 3 tanda dimana sampah itu sudah waktunya untuk segera dikeluarkan:

Hati Yang Keras

Suami anda bercerita betapa stressnya dia di tempat kerja, dan anda berpikir, “Yah terserahlah…”. Istri anda menceritakan bahwa dokter mengatakan tingkat kolesterolnya sangat tinggi dan berbahaya, dan anda berpikir, “Yah terserahlah…”. Suami anda berkata bahwa dia berpikir mungkin dia sedang mengalami goncangan mental, dan anda berpikir, (sambil menguap), “Yah terserahlah…”

Ketidakmampuan salah satu pasangan untuk peduli terhadap hal yang menjadi perhatian pasangannya adalah tanda yang sangat jelas dari adanya sikap tidak mau memaafkan, yang telah mengakibatkan hati mereka menjadi dingin. Namun ada solusinya. Meskipun anda mungkin tergoda untuk terus mengeraskan hati anda terhadap suami atau istri anda karena mereka terus mengulangi perbuatan yang menyakiti perasaan anda, berusahalah untuk menetapkan sikap memaafkan. Ingatkan diri anda sendiri bahwa anda mencintai suami atau istri anda! Mungkin saat ini anda tidak merasakan perasaan cinta yang dalam kepada mereka, tapi pilihlah dan buatlah keputusan untuk mencintai pasangan anda, dan peduli terhadap apa yang menjadi perhatian mereka, daripada terus membiarkan perasaan romantis itu menghilang.

Sikap Mendiamkan Pasangan

Sikap ini mengatakan, “Aku tidak menghukumnya, aku hanya tidak berbicara kepadanya saat ini” Sikap diam ini biasanya merupakan tanda bahwa suami atau istri mereka telah melakukan berulang-ulang suatu hal yang menyakiti mereka, dan membuat mereka sangat marah sampai-sampai mereka kehabisan kata-kata. Solusinya: bicarakan, komunikasi, terbukalah. Dalam pernikahan saya selama 23 tahun, saya dan suami jarang berubah atau melakukan perubahan tanpa adanya konflik. Jika anda telah terbiasa mendiamkan pasangan anda saat mengalami konflik, mulailah untuk belajar terbuka dan mengkomunikasikan hal-hal dengan bebas.

Mengharapkan Yang Terburuk

Mereka akan mengeluarkan daftar berisi saat-saat atau peristiwa-peristiwa tertentu sebagai bukti bahwa pasangan mereka mengabaikan perasaan mereka. Sikap tidak mau memaafkan akan membuat kita selalu mengharapkan dan memusatkan perhatian pada hal-hal yang buruk dalam diri suami atau istri kita. Dan saat kita mengharapkan yang terburuk, seringkali itulah yang kita dapatkan. Mengharapkan yang terburuk bisa menjadi kebiasaan yang nyaman untuk kita, karena kita sudah terbiasa, aman, serta melindungi kita dari merasa dikecewakan (lagi).

Solusinya adalah mencari perspektif Tuhan terhadap pasangan anda dan memilih untuk mencari dan memusatkan perhatian pada hal-hal baik dalam diri pasangan anda.

Jika anda mengalami kesulitan untuk memaafkan masa lalu, saya punya kabar baik untuk anda. Hari ini adalah permulaan yang baru! Mulailah untuk melatih otot-otot pengampunan anda, dan hati anda akan siap untuk cinta. Jangan menunggu sampai anda merasa mau memaafkan, karena sayangnya, anda mungkin tidak akan pernah bisa memaafkan. Tapi, buat keputusan untuk memaafkan. Mengapa tidak memulainya hari ini?

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: