Be an Example! Be a witness in everywhere

Jatuh Bangun Dalam Pertobatanku

Posted in kesaksian by Be example on Februari 21, 2008
 

Saya anak tunggal. Kelahiranku sebenarnya tidak diharapkan, karena dalam keluarga Chinese, cucu dalam diharapkan laki-laki. Bahkan kakek dari pihak papi berkata, “Kalau yang lahir laki-laki, akan diadakan pesta tujuh hari tujuh malam.” Ternyata keluarlah bayi perempuan. Keluarga saya masih belum dalam Tuhan, jadi saya pun walaupun bersekolah di sekolah Katolik, tidak pernah mendapat pendidikan agama dari orang tua.

Papi sering pergi ke bilyar dan pulangnya sering mabuk. Ketika umur 4 tahun, saya melihat papi memukul mami dengan sapu lidi. Itulah awal kepahitanku terhadap papi.

Karena seringnya melihat papi melakukan kekerasan (fisik dan verbal) pada mami, saya bahkan berani berkata kasar di belakang papi dan berkata, “Kalau saya menikah, saya bawa mami tinggal bersamaku.”

Selain itu, papi tidak memberi uang pada mami. Mami mendapat gaji dengan bekerja pada orang tua papi di toko yang dirintis orang tua papi sejak 1946. Bahkan pernah saya minta uang, papi berkata, “Jangan minta sama papi.” Sejak itu saya tidak pernah meminta uang sama papi. Bahkan saya dulu membeli komputer dari hasil beasiswa, bukan dibelikan papi.

Ketiadaan kasih seorang bapak membuatku mencari kasih seorang pria.  Saya katolik, tapi saya tidak kenal Tuhan. Ke gereja sih iya, tapi tidak penah ada sesuatu yang mengena setelah pulang dari gereja.

Setelah agak berpisah dari orang tua karena  kuliah di Jakarta, saya semakin liar dan jiwa pemberontak itu semakin nyata. Ketika pulang ke Bandung, saya berkenalan dengan pria yang mengajak pacaran (sebut saja : A). Saya menyukai tipe fisiknya. Saat itu saya tidak tahu kalau dia sudah beristri, sampai ayahnya A memberitahu bahkan mempertemukan saya dengan istrinya. Istrinya ini akhirnya menjadi teman saya.

Tak lama, kakak A (sebut saja, B), yang sudah beristri juga mengajak saya pacaran dengan alasan ia akan menceraikan istrinya karena dulu mereka menikah bukan dengan cinta tetapi terpaksa. Karena yakin akan omongannya, saya pun termakan dan semakin rusaklah saya. Kami sering melakukan hubungan di kost yang kami sewa. Bahkan sempat saya pergi ke dukun agar B jadi dengan saya, bukan tetap tinggal dengan istrinya. waktu itu istri A menemani saya untuk pergi ke dukun. Sampai akhirnya B memutuskan untuk kembali pada istrinya setelah istrinya menuntut pertanggungjawaban saya.

Kehidupan saya di Jakarta semakin kacau. Saya kembali mendapat pacar, sebut saja C, tetapi C tidak dewasa walaupun umurnya lebih tua 4 tahun dari saya. Setelah putus dari C yang beragama lain, saya jadian dengan D yang beragama lain juga. Saya kembali berhubungan badan dengan D. Putus dari D, karena saya merasa dia hanya memanfaatkan saya, saya menjalin kasih dengan E. Ini pun hanya bertahan sebentar saja, karena saya jadian dengan E berdasarkan kasihan saja. Saya sudah menolak cinta E tiga kali sebelum akhirnya saya putuskan menerima dia sebagai pacar saya. Jadian dengan F, kembali saya menjerumuskan diri dalam hubungan seksual. Putus dengan F karena F pindah ke kota asalnya dan kembali pada pacarnya.

Putus dengan F, saya menjalin kasih dengan G. Saya hampir lulus S1 di Trisakti waktu itu dan tante saya menawarkan kuliah S2 di Australia. Setelah orang tua setuju, saya pun menetapkan hati untuk ambil S2 di sana. Saya memutuskan akan menikah dengan G, jadi kami tunangan tak resmi sebelum saya berangkat ke Australia. Karena yakin akan menikah dengan G, kembali saya berhubungan badan.

Ternyata kehendak Tuhan lain. Sewaktu di Australia, saya ikut retreat Bethany (walaupun dengan alasan yang tidak tepat yaitu karena tidak ada makanan selama liburan Paskah kalau saya tinggal sendirian di rumah), tetapi Tuhan jamah saya. Waktu itu Franky Utana berkata mengenai posisi tubuh yang seperti orang mati, lalu di saat itu Tuhan menjamah saya. Sekujur badan saya terasa dingin, walaupun waktu itu sedang musim winter, tapi bukan karena cuaca winter seluruh tubuh  saya dingin dan seperti di flash back semua dosa seksual saya. Tuhan juga teramat baik, saat ada tantangan untuk baptisan Roh KUdus, saya dapat berbahasa Roh. Semua teman saya yang menyarankan saya untuk ikut retreat bersukacita.

Setelah retreat tersebut, iman saya semakin bertumbuh dan saya putus dari G, karena G mencari istri yang sama-sama Katolik, sedangkan saya memutuskan untuk pindah ke Kristen. Tapi hal ini tak berlangsung lama. Enam bulan kemudian, saya dekat dengan H yang baru masuk universitas Curtin. H selalu berkata tidak ada yang salah dalam mengungkapkan kasih kepada teman dengan berhubungan badan. Karena saya terlalu dekat dengan H, apalagi waktu itu akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari rumah teman-teman gereja saya dan pindah satu kos dengan H, jatuhlah saya dalam dosa seksual (lagi).

Sampai satu waktu ada altar call di Riverview church. Saya maju dan Tuhan kembali menjamah saya dengan memberikan nubuatan kalau saya harus ambil S3. Tetapi saya bertobat hanya sebentar, tinggal satu rumah dengan H membuat saya tetap jatuh dalam dosa seksual.

Sampai  akhirnya, saya pulang ke Indonesia dan  kembali untuk graduation di Australia. Tuhan bukakan jalan agar saya kembali ke tangan-Nya. Saya tinggal dengan teman-teman gereja lagi selama saya mengurus graduation. Di situ Tuhan pulihkan dan bukakan kalau saya harus kembali ke Indonesia karena pekerjaan besar menanti saya di sana.

Tetapi ketika saya mengambil S3 di Bandung, saya pacaran dengan I, lalu putus karena saya tahu dia bukan jodoh saya. Kemudian saya jatuh dengan seorang hamba Tuhan, J karena saya sombong. Saya pikir hamba Tuhan tidak mungkin jatuh dalam dosa seks.

Suatu hari di KKR Pantekosta, saya dipanggil pendetanya ketika altar call, dan pendeta itu bilang Tuhan minta ketaatan saya. Saya bilang, Tuhan saya sudah capek dengan keadaan ini, saya ingin pulang ke tangan Tuhan, biar kata putus itu keluar dari mulutnya,  karena kalau dari saya, selalu dia minta sambung lagi.

Tapi Tuhan luar biasa setia-Nya. Dua hari setelah saya berdoa seperti itu, saya putus dengan J. Dan pelayanan saya semakin diperbesar kapasitasnya. Dan Tuhan bukakan kalau jodoh saya sudah di depan mata, dan walaupun papi masih sering ke bilyar, tapi saya percaya Tuhan yang berjanji satu orang diselamatkan, seluruh isi keluarga diselamatkan. Dalam doa puasa 21 hari juga, Tuhan bukakan banyak hal bagi saya.

Terpujilah Tuhan yang luar biasa. Kalau bukan Tuhan, saya pasti tak mampu mengambil S3 di usia yang masih terhitung muda. Dan juga karena latar pendidikan S1 dan S2 saya berbeda-beda semua, itu semua hanyalah kasih karunia Tuhan saja yang membuat saya bertahan di pendidikan S3. 

Kasih karunia Tuhan juga yang membuat saya dapat bertobat, dan Tuhan menerima saya apa adanya walaupun jatuh berkali-kali, tapi tangan Tuhan yang menopang. Tidak dibiarkan-Nya kita jatuh tergeletak, sumbu yang pudar tidak dipadamkan-Nya, buluh yang terkulai tidak dipatahkan-Nya.

Semoga kesaksian ini bisa jadi berkat. Bagi kawula muda yang sudah jatuh dalam dosa seks, Tuhan selalu menerima kalian apa adanya asal kalian betul-betul  punya kerinduan untuk kembali pada-Nya. Jangan merasa kalian sudah tidak berharga. Tuhan punya punya rencana masa depan yang penuh pengharapan bagi kalian. Jangan merasa kalian tidak layak untuk mendapat suami / istri yang terbaik. Jodoh yang dari Tuhan adalah yang terbaik dan tepat waktunya. Amin

Segala sesuatu yang berkaitan dengan isi dan kebenaran dari kisah di atas diluar tanggung jawab Jawaban.com

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi
Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: