Be an Example! Be a witness in everywhere

Melepaskan Pelayan Pelepasan

Posted in Ministry by Be example on Februari 23, 2008
Ditulis Oleh Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Minggu, 14 Oktober 2007
Seorang pelayan pelepasan sudah harus lepas dari berbagai macam daftar hitam dalam Galatia 5:19-21 jika tidak maka yang  melepaskan harus dilepaskan terlebih dahulu dan ini sangat membahayakan

Melepaskan pelayan pelayanan pelepasan

Ketika dilihatnya, guci-guci Tiongkok dan benda-benda antik yang memenuhi rumah sang pasien, kontan saja, matanya menjadi merah, kuning hijau, yang ada dibenak seorang pelayan pelepasan, “ini barang-barang tumpas” yang harus dibakar dan dibuang atau ke kantong alias dilipet “demikianlah keyakinannya.. Menurut anggapannya semua barang antik itu tempat berdiamnya para jin, setan dan kuasa kegelapan, apalagi guci yang ada ukiran gambar ularnya, sudah dapat dipastikan seribu persen adalah  iblis, sumber dari segala biang kerok penyakit dan keruwetan rumah tangga.
Maka dengan yakin sang pelayan pelepasan berkata : “pak semua ini harus dibuang dan dibakar, tetapi jangan dibakar disini, repot, nanti iblisnya bisa ngamuk, dan terus berada disekitar sini, nanti saja saya yang membakarnya ditempat yang jauh dari  rumah supaya setannya tidak kembali kesini”! “demikianlah ungkapan keyakinannya. Padahal barang-barang itu dikumpulkan oleh tuan rumah sedikit demi sedikit sebagai  harta kesayangannya. Memang kebetulan tuan rumah yang sedang sakit memiliki hoby mengoleksi benda-benda antik! Mengingat penyakitnya yang sudah parah dan minta supaya didoakan dan segera ingin sembuh maka ia hanya bisa pasrah saja, hartanya dijarah oleh pelayan gadungan itu.
Setelah mendoakan dan menyelesaikan tugasnya sang pelayan pelepasan undur diri dan segera pergi menjalankan aksinya. Bukan membakar tetapi menjual semua “barang” tumpas satu mobil bak terbuka penuh total, dan uangnya yang ratusan juta itu masuk kantong sang pelayan Tuhan, yang dianggapnya salam tempel karena seorang pekerja patut mendapat upahnya.  Model seperti ini sebenarnya bukan pelayan Tuhan yang melepaskan beban orang tetapi tukang rampok yang menipu jemaat. Mentalitas inilah (walaupun tidak semua) yang membahayakan jemaat Tuhan! Anak-anak Tuhan harus waspada terhadap pelayan yang sedikit-dikit melihat bahwa barang-barang yang ada disekitar kita adalah barang-barang tumpas, yakni barang yang harus dibakar dan dibuang. Type pelayan pelepasan ini tidak boleh melihat anak-anak senang dengan masa kecilnya sebab semua boneka, dianggapnya patung penyembahan, mainan merupakan jelmaan iblis. Tontontan TV dari doreman, sincan, maruko, satria baja hitam, meteor garden dll, merupakan jelmaan setan yang tidak boleh dilihat, menontonnya berarti melihat iblis dan bisa kerasukan.
Perlu dipahami dengan benar bahwa iblis adalah roh, dan ia  bisa masuk kemana saja, mau ke benda antik, pohon besar, dan rumah atau manusia, terserah iblis punya mau. Namun terkadang para pelayan pelepasan berani memastikan bahwa semua benda dan tontonan sudah dimasuki iblis! Sehingga roh curiga itu terus mengalir keseluruh sudut kehidupan, dari TV, benda antik, gejala-gejala penyakit dll. Seharusnya para pelayan pelepasan masuk ketempat judi, discotik,  Stardust dll, dan disana tidak perlu minta urapan khusus ia boleh menengking apapun yang ada didalamnya semua yang sedang “godek-godek” karena inex itu sedang kemasukan roh.
Mami-mami induk  semang dari ABG yang digelar untuk dijual belikan itu harus diusir tanpa perlu pimpinan “urapan khusus”, sebab secara kasat mata kita tahu bahwa roh jorokisme menguasai mereka! Namun sifat iblis dapat merasuk kepada semua orang yang memiliki sifat iri hati, kesombongan, perzinahan, pertengkaran itulah yang sebenarnya lebih jahat dari benda keramik atau apapun juga! Seorang pelayan pelepasan sudah harus lepas dari berbagai macam daftar hitam dalam Galatia 5:19-21 jika tidak maka yang  melepaskan harus dilepaskan terlebih dahulu dan ini sangat membahayakan sebab yang melepaskan jauh lebih berbahaya dari yang dilepaskan!
Memang harus diakui Alkitab juga mengkisahkan barang-barang yang harus ditumpas, jangankan memakai,  mengambilnya saja tidak boleh! Yosua 6:18 menyatakan     Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya. Ayat ini menyatakan bahwa Tuhan bukan hanya alergi untuk barang-barang yang sudah dipersembahkan berhala tetapi Ia muak dan muntah. Tuhan tidak ingin umatNya menggunakan barang-barang yang dikhususkan untuk ditumpaskan ini karena barang-barang yang pernah dipergunakan untuk dipersembahkan berhala membawa atmosfer “berhala” tersebut sehingga harus ditumpaskan!
Beberapa contoh yang dapat dipelajari seperti kisah akhan (Yoshua 7:24-26), kisah Agag (  1 Sam. 15:9), kisah Salomo ( 1 Raj. 11:4), kitab-kitab tukan sihir (Kis 19:19) dan masih begitu banyak deretan barang-barang berhala yang harus ditumpas! Untuk hal yang berbau berhala dan kuasa-kuasa jahat Tuhan tidak pernah kompromi, baik itu benda, binatang dan manusia! Tuhan lebih menghargai satu orang yang ditebus oleh darahNya daripada satu generasi bangsa yang sudah dicemari oleh kuasa kegelapan! 1 Samuel 15:3 menyatakan jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” Tuhan tidak pernah memiliki belas kasihan terhadap siapapun dan keturunan manapun yang hidupnya berada dalam bayang-bayang kuasa kegelapan yang tidak mau bertobat,  itu harus ditumpas habis, tidak boleh ada yang tersisa sebab jika disisakan maka bagaikan kanker yang akan sanggup menyebar. Dimana iblis diberi pijakan disana ia akan mengembangkan dirinya sendiri (Efe 4:27) !
Para pelayan pelepasan harus sungguh-sungguh peka terhadap suara Roh Kudus apakah memang itu barang yang harus dimusnakah atau tidak! Otoritas yang menentukan bahwa barang-barang tumpas tersebut adalah ada didalam diri Allah sendiri melalui Firman Allah bukan ide, pendapat atau akal licik manusia. Jika penentuan barang-barang tumpas itu berasal dari ide manusia yang terjadi adalah kepentingan pribadi, ketakutan demi ketakutan pada jemaat dan anak-anaknya.
Banyak para pelayan pelepasan membuat ayat-ayat firman Tuhan sendiri persis orang-orang farisi yang menambahi hukum Torat, tidak boleh ini dan tidak boleh itu, tidak boleh nonton ini tidak boleh nonton itu, tidak boleh makan ini tidak boleh makan itu. Yesus Kristus tidak pernah berkata ini dan itu harus dibakar, bahkan kalau boleh jujur Yesus sendiri tidak pernah membakar zimat-zimat atau ramai-ramai dengan muridnya diresekkan (dipusingkan) benda-benda keramat, sebab konsentrasi pelayanan Yesus tertuju kepada apa yang dilakukan oleh BapaNya bukan apa yang dilakukan kuasa kegelapan!
Banyak pelayan pelepasan terkonsentrasi hidupnya dengan aneka ragam pekerjaan iblis dan tenggelam didalamnya. Mereka mempelajari secara rinci berbagai manifestasinya sehingga ia mudah curiga segala sesuatu dipandang dari segi pekerjaan iblis. Jika boleh digambarkan maka seseorang akan membedakan uang palsu dan asli alangkah bijaksananya ia mengamati yang asli terlebih dahulu sehingga ketika ada yang palsu ia tidak perlu pusing untuk membedakan sebab dalam hitungan detik ia sudah mengerti bahwa uang palsu sedang melintas dimatanya! Namun jika yang selalu diamati uang palsu maka dapat dipastikan ia akan lebih banyak curiga terhadap semua uang yang ada ditangannya.
Demikianlah para pelayan pelepasan, belajarlah apa yang asli yang Bapa telah lakukan dan kerjakan, pekalah suara Holy Spirit (Roh Kudus) sehingga jika Unclean spirit  (Roh najis-iblis) melintas maka akan segera dapat dideteksi! Apa yang Tuhan perintahkan untuk bangsa Israel tidak semuanya berlaku dizaman sekarang. Ketika Alkitab mengatakan tengan berhala, patung-patung dan penyembahan berhala itu secara tersirat memiliki arti segala sesuatu yang menarik perhatikan kita lebih daripada Tuhan dapat dikategorikan sebagai berhala dan patung-patung penyembahan! Bahkan jika pelayanan pelepasan dianggap terbaik dibanding pelayanan yang lainpun itu juga merupakan berhala penyembahan yang menjijikkan dimata Tuhan!
Ada lagi pelayan pelepasan yang gila dengan minyak urapan! Imannya ditaruh kepada minyak urapan yang ada ditangannya! Ia pikir minyak itu  mampu mengusir setan dan menyembuhkan penyakit. Menurut pendapatnya semakin banyak minyak yang disiramkan maka akan semakin besar khasiat yang akan dirasakan oleh para pasien! Ini gila-gilaan,  dari ujung rumah, semua karpet, tembok yang penuh wall paper itu penuh minyak urapan.
Berliter-liter disiramkan dari ujung jalan sampai pojok rumah! Kontan saja tuan rumah marah besar, dimana-mana licin karena ulah pelayan pelepasan yang gila minyak urapan. Ada lagi yang urusan polisi gara-gra meja abu disiram minyak urapan! Engkongnya marah, sebab itu meja abunya, sementara yang mau diurapi cucunya! Ini pelecehan terhadap kepercayaan, “demikian geram sang engkong”. Mau tidak mau pendeta “tukang minyak” ini ditangkap polisi gara-gara meminyaki yang tidak boleh diminyaki! Apakah tidak lucu kalau pendeta masuk penjara gara-gara minyak urapan, yang ada sih pendeta kaya gara-gara minyak urapan.
Kalau memang semakin banyak minyak semakin punya kuasa maka panggil saja pemadam kebakaran atau mobil Elpiji dan pompa bensin diisi minyak sebanyak-banyaknya dan disiramkan kesetiap sudut sehingga dapat dipastikan semua setan dan iblis akan kabur sekaligus orangnya. Kalau cara ini dianggap tidak sanggup mengusir setan atau roh jahat maka maka sang pasien disuruh minum air dalam gelas yang sudah diberi minyak baby oil yang dianggapnya sebagai minyak urapan persis praktek dukun yang komat-kamit dengan jompa-jampinya menyuruh orang yang datang minum air putih yang sudah diberi mantra!
Praktek ini persis film-film kungfu yang menggunakan darah anjing atau darah babi dan tulisan-tulisan tertentu yang dipakai untuk mengusir setan! Yang membedakan satu memakai media darah anjing atau darah babi dan tulisan-tulisan china sementara anak Tuhan memakai media minyak yang dijadikan minyak urapan. Sementara dukun memakai media kemenyan, kembang 7 warna dan air putih. Dapat dipastikan ini bukan alkitabiah tetapi pekerjaan orang-orang tolol yang tidak tahu Firman Tuhan! Bukan tidak boleh menggunakan minyak urapan, sebab Alkitab juga memerintahkan untuk mengurapi dengan minyak urapan tetapi ingat itu bukan segalanya dan semuanya.
Masalahnya siapa yang diurapi? Alkitab dengan jelas mengatakan kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan (Yakub 5:14). Nah dari ayat ini siapa yang diurapi? Orangnya yang di doakan,  itu jawabnya! Bukan tembok, jalan raya dan gang sempit! Bila yang kemasukan setan orangnya maka orangnya perlu diurapi, setanpun tertawa cekikikan melihat tingkah polah anak Tuhan yang memang kuper (kurang persekutuan dengan firman). Lain lagi kalau seseorang meresmikan gedung, rumah atau tempat usaha, nah kalau ini mengurapi rumah terserah saja! Ada pendeta yang mengurapi rumah dengan menyiramkan minyak keatas wuwungan sebab pikirnya setan masuk dari atas “demikian pikirnya!  Sebenarnya setan bisa masuk darimana saja jangankan dari wuwungan dari  tembok yang tebalpun ia masuk tanpa permisi!
Sekali lagi kalau boleh jujur, kapan sih Yesus menggunakan minyak? Tidak pernah sekalipun! Cara mengoleskan minyak memang tidak dilarang oleh Alkitab, para murid melakukannya (tapi tidak banyak diceritakan),   Markus 6:13 menyatakan  mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Media minyak (entah zaitun, baby oil, minyak angin, minyak sayur, asal jangan nyong-nyong and jlantah saja) ini memang cukup ngetrend bagaikan zimat yang membawa kesembuhan, orang dibawa beriman kepada minyak dan bukan kepada Yesus Kristus. Mengapa tipe orang-orang seperti itu takut mendoakan orang hanya dengan nama Yesus tanpa minyak urapan? Pamornya takut berkurang!
Ingat Yesus sendiri mengatakan, berdoalah dalam namaKu  (Yoh 16:24) tanpa embel-embel minyak atau yang lainnya. Kita perlu ingat tidak ada satupun yang sebanding dengan kuasa Yesus, melebih-lebihkan sesuatu melebihi nama Yesus merupakan berhala dan penyembahan kepada setan! Iblis bisa menunggangi media apapun dalam dunia ini dengan tujuan mengarahkan perhatian manusia bukan kepada pribadi Yesus tetapi kepada berbagai media yang ditungganginya! Jangan salah iblis bisa melakukan kesembuhan dan mujizat! Jemaat harus cepat sadar dan mengerti bahwa para nabi palsu dan antikris itu membawa mujizat dan menawarkannya  secara spektakuler!
Itulah seklumit kisah nyata yang dilakukan para pelayan yang tidak profesional dalam menangani para jemaat yang terikat! Bagaimana mereka melepaskan orang kalau dirinya sendiri tidak dilepaskan terlebih dahulu. Penulis menyaksikan sendiri pelayan pelepasan mengumpulkan preman untuk mengeroyok jemaat dan hamba Tuhan yang tidak disukainya, belum lagi dengan emosinya ia membawa pisau yang ditaruh kaos kakinya, katanya untuk berjaga-jaga diri, pelayanannya hanya haus jabatan, dengan mudah memfitnah hamba Tuhan lainnya demi kepopulerannya! Ada beberapa diantaranya yang gagal dalam usaha bisnisnya, bangkrut dan ditipu orang sehingga melarat dan tidak punya pekerjaan lain, daripada nganggur ya melayanilah….. katanya memelas.
Kalau memang mereka punya kuasa untuk mengusir roh bangkrut dan miskin, kenapa ia sendiri bangkrut? Jauh lebih baik mengirimkan roh kelimpahan dalam nama Yesus dari pada berjerih lelah mengusir roh bangkrut dan melarat!  Orang yang terbiasa dengan kata roh bangkrut memang karena ia sudah trauma dengan bangkrut! Karena apa yang keluar dari mulut itu berasal dari hati! Jika hati manusia dipenuhi oleh pekerjaan iblis maka yang keluar dari ucapannya semua pekerjaan iblis!
Memang kenyataan dalam percaturan pelayanan pelepasan di seputar gereja-gereja aliran kharismatik akhir-akhir ini menunjukkan tendensi yang semakin heboh! Hal ini karena berbagai macam bentuk manifestasi pelayan-pelayan Tuhan karbitan yang sengaja di ekspose oleh para gembala sidang karena berbagai macam faktor seperti belatar belakang penguasa, banyak duit, punya jabatan tinggi dipemerinatahan dll. Ibarat salon, para gembala sidang sedang mendadani orang-orang jelek yang ingin dipertontonkan dalam etalase pelayanan, supaya mereka nampak cantik.
Dasar karakter yang jelek akan tetap jelek kalau tidak mau berubah sebab didandani dengan jabatan apapun, basiclah yang menentukan segalanya, ada suatu masa kelak  “bau” kotor yang melekat didalam dirinya akan tercium keluar! Seharusnya yang benar seorang harus dicuci dulu baru diseterika, wajarnya begitu donk! Namun kenyataannya sekarang orang tidak dicuci dulu, dibersihkan dan dikuduskan dalam pertobatan dan kemudian baru diseterika, dibentuk, diolah dan didandani dengan berbagai macam assesoris (Pdp,Pdp,Pdt) baru dipamerkan dalam etalase pelayanan!
Para pelayan pelepasan yang sungguh-sungguh murni sangat langka ditemukan, mereka ini adalah orang-orang yang memiliki kerendahan hati yang dapat diandalkan dan bekal pengetahuan Alkitab yang cukup, setan mengenalnya seperti setan mengenal Yesus dan Paulus! Namun kenyataan yang ada sekarang mayoritas para pelayan pelepasan yang ada bersikap sombong menganggap diri pakar. Model orang seperti ini  bangga kalau sudah mampu mengusir setan, merasa diri punya karunia, sistim pelepasannya lebih baik dari sistim lainnya, doanya lebih mujarab dibanding orang lain, kalau orang lain sudah berdoa rasanya nggak puas dan semua orang harus mendengar doanya! Mereka ini tidak puas sebelum melihat orang yang dilayani muntah-muntah dan klojotan terlebih dahulu! Kalau tidak demikian dianggap setannya belum keluar, sampai keujung duniapun akan terus dikejar!
Mayoritas gereja dikalangan aliran  Pentakosta yang menekankan pelepasan, memiliki format bahwa pelepasan sama dengan lahir baru dan pertobatan. Jika mau dibaptis harus mengikuti dulu pelepasan kalau tidak maka tidak boleh dibaptis, seorang tidak cukup percaya dan dibaptis (Mark 16:16) tetapi ditambah satu ayat yakni muntah-muntah, alrian khusus mengatakan harus muntah dan kentut, gemetaran dan menjerit-jerit!
Bahkan terkadang dalam pelayanan ini mempermalukan seseorang, jika orang itu terikat dengan sex maka ketika manifes yang terjadi adalah gerakan-gerakan sensual yang menjijikkan. Kalau sudah demikian apakah tidak mempermalukan orang lain? Tidak masalah sih dosa seseorang dibongkar, dipertontonkan, istilah Alkitab ditelanjangi. Namun jika merenung adakah bijaksana, jika dosa dipertontonkan dimata banyak orang? Kalau sudah demikian maka sang pelayan pelepasan bangga bahwa setan yang ada didalam diri yang dilayaninya menunjukkan diri. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Luk. 10:20)

Penyebab dan Akibat

Para pelayan pelepasan biasanya mencari penyebab atau sumber dari penyakit atau berbagai macam masalah yang mengikatnya. Menelusurinya bagaikan anjing pelacak mencari bom ditempat tersembunyi. Dari turunan ke 4 sampai sekarang apa saja yang telah terjadi, dicari-cari dan dibongkar ditemukan munkin ada kutuk turunan! Mungkin ada ucapan yang mengingat dan terikat! Simpul benang kusut kutuk itu harus diurai dari ujungnya, memang konseling sebeum pelepasan membutuhkan waktu yang lama. Hal ini sebenarnya tidak salah tetapi seseorang harus ingat bahwa terkadang trauma yang ditimbulkan, dari akibat konseling tersebut mendatangkan rasa sakit, dan rasa sakit inilah yang membuat jemaat kambuh kembali penyakitnya. Berbagai macam kelemahan dibongkar, bangkir seperti pihak kepolisian membongkar peti kemas.
Para murid-murid Yesus juga pernah ingin membongkar penyembab dari kebutaan dalam Yohanes 9  Murid-muridNya bertanya kepadaNya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”  (ay.2). para murid ingin mendetiksi faktor penyebabnya, dia sendiri atau orang tua mungkin nenek moyangnya? Tetapi apa yang Yesus katakan? Ia tidak berbicara sedikitpun penyebabnya tetapi Ia berbicara tentang akibat dari kebutaan yakni   Yohanes 9:3 Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kapan Yesus mendetiksi penyebab sesuatu, Ia tidak pernah dipusingkan mengapa ini terjadi dan faktor penyebab tetapi Tuhan Yesus lebih berkonsentrasi faktor akibat. Beberapa kali Yesus berjumpa dengan orang sakit Ia sendiri tidak pernah memulai berbicang-bincang dengan iblis, iblis yang terdahulu mencari muka! Ingin berbincang-bincang seperti masyarakat kalau ketemu artis ingin cari perhatian! Pada dasarnya iblis show off  (pamer) kuasa tidak dimintapun ia bisa memamerkan dirinya, apalagi kalau diminta!

Minimnya kebenaran

Pada umumnya para pelayan pelepasan adalah lulusan som atau kursus kilat  Alkitab dan kemudian mereka mengaku sudah mengerti seluruh Alkitab. Perlu dipahami jika Alkitab seratus persen bisa dipahami maka dapat dipastikan penulisnya (Roh Kudus) bukan Tuhan. Orang harus sadar bahwa semakin banyak belajar Alkitab maka dipastikan seseorang semakin banyak tidak mengerti sebab betapa dalamnya kebenaran Allah. Bila seseorang mengerti satu ayat dan ayat itu seakan-akan merupakan firman Tuhan dari kejadian sampai wahyu maka hal tersebut sangat naif.
Ambil contoh saja Ayat dalam  Matius 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Ketika Yesus mengatakan kebenaran tersebut apakah yang sedang Ia tekankan  Kerajaan Allah dan kebenarannya atau semua akan ditambahkan kepadamu? Kerajaan Allah dan kebenaranNya adalah sikap hidup bagaimana seseorang mencari Tuhan, mendengar Firman Tuhan dan didewasakan dengan Firman Tuhan! Diajar Firman  Tuhan dengan benar tetapi sebaliknya para pelayan pelepasan hanya menekankan “semua akan ditambahkan kepadamu” walaupun itu tidak diberitakan atau tidak tersurat tetapi yang ditambahkan menjadi yang tersirat! Tambahan itu berujud kesembuhan, mujizat dan mengusir setan. Kalimat “ditambahkan” tersebut tidak boleh lebih besar dari kerajaan Allah dan kebenarannya!
Memang praktek pelayanan Yesus adalah memberitakan Firman Allah, dan menyembuhkan, mujizat dan mengusir setan! Namun  Yesus sendiri sering kali terhalang dengan praktek kesembuhan dan mujizat yang dicari-cari oleh orang yang datang mencariNya. Bahkan Tuhan sering kali menegor motivasi yang salah, sebab orang-orang Yahudi datang bukan mencari kebenaran tetapi “tambahan” nya seperti berkat, mujizat roti, kesembuhan dan mengusir setan (Yoh 6:27; Mark 8:30). Para pelayan Firman Tuhan tidak boleh memotong atau menambahi ayat-ayat Firman Tuhan. Salah satu contoh kebenaran dalam Kel. 20:3-4 larangan membuat patung dan menyembahnya, jika hanya membuat patung sebagai karya seni itu bukanlah dosa namun para pelayan pelepasan langsung memvonis dosa untuk setiap patung. Bagaimana dengan akademi seni jurusan pahatan apakah semua beraliran iblis? Pelayan pelepasan lebih baik disebut “tukang tengking” sebab belum tahu persoalanya sudah main tengking saja! Pengetahuan dan pendalaman akan Alkitab sangat memiliki dampak yang penting dalam menganalisa sesuatu dalam pelayanan. Seseorang harus back to the bible!

Tagged with:

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. den said, on September 13, 2011 at 2:44 pm

    biarin saja ,klo emang tdak benar dr buah2nya pasti keliatan ,dr pd men jelek2 pely orang…klo anda lebih baik pasti pely anda makin naik,bnyk orang di lepaskan,dibebaskan,bahkan di berkati…klo tidak..maka anda yg harus mengkoreksi pely anda….thx…just info harga 1 botol minyak zaitun itu lumayan mahal loh..bwt menciprati sebuah rmh kira2 butuh berapa liter y???mungkin 1 jt x y……. Maksud saya…korban pak……itu inti minyak pak ,martir seperti figur yesus yg adalah martir


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: