Be an Example! Be a witness in everywhere

James Tabor dan Pencarian Dinasti Yesus

Posted in Hot issues by Be example on Maret 1, 2008
Sorotan James D. Tabor, ahli biblika dan literatur Kristen abad pertama membuat interpretasi yang mengejutkan tentang kehidupan Yesus dan asal-usul Kekristenan. Ia menggabungkan data-data arkeologis terbaru, tafsir tekstual atas Alkitab dan berbagai sumber sejarah kuno lainnya.

Makam keluarga Yesus telah ditemukan,¨ cetus Tabor usai menyaksikan konferensi pers yang digelar Hershel Shanks, editor jurnal Biblical Archaelogy Review di Washington DC, Amerika Serikat, 21 Oktober 2002. Shanks menggandeng Discovery Channel untuk menyiarkan acara itu. Esok harinya jumpa pers tersebut menjadi berita utama di seluruh dunia.

Pada kesempatan itu Shanks menyatakan Osuarium Yakobus yang lenyap usai digali dari makam Talpiot di sisi selatan Kota Tua Israel, pada tahun 1980 telah ditemukan kembali di Yerusalem. Ternyata seorang insinyur yang beralih berprofesi sebagai pedagang barang antik, Oded Golan, membelinya dari seseorang. Osuarium adalah kotak dari batu gamping yang biasa digunakan oleh kaum Yahudi di sekitar Yerusalem untuk menyimpan tulang-belulang orang mati pada rentang waktu antara 30 SM dan 70 M. Masa hidup Yesus Kristus (5 SM—30 M) termasuk dalam rentang waktu ini.

Yang menjadi pokok sorotan, dan belakangan menuai kontroversi adalah inskripsi yang tertoreh di sana, dalam bahasa Aramaik, berbunyi: Yakobus, anak dari Yusuf, saudara dari Yesus. Ini artinya spekulasi para ahli yang menyangsikan bahwa Yesus bangkit secara jiwa dan badan, mendekati kebenaran. Salah satu dari para ahli tersebut adalah James Tabor, Ketua Departemen Studi Agama-agama di Universitas North Carolina, Charlotte, Amerika Serikat.

Otoritas Kepurbakalaan Israel (Israel Antiquties Authority—IAA) setelah berita yang menghebohkan itu membentuk sebuah tim yang beranggotakan 15 orang ahli, yang dipimpin Ketua Jurusan Arkeologi Universitas Tel Aviv, Prof. Yuvan Goren, untuk menguji keabsahan osuarium dan inskripsi Yakobus. Empat bulan kemudian hasilnya diumumkan: osoarium itu otentik dan sebagian inskripsi (“Yakobus anak dari Yusuf”) juga otentik. Namun frasa “saudara dari Yesus” ketahuan ditambahkan kemudian. Karena lapisan patina—selaput tipis yang terbentuk oleh proses alami dan membungkus artefak—terlihat lebih muda umurnya setelah diuji secara geokimiawi. Oded Golan langsung dicokok dengan tuduhan pemalsuan benda-benda bersejarah. Ia diadili dan kini masih mendekam di penjara di Tel Aviv.

SorotanOsuarium Yakobus ini mempunyai arti penting bagi Tabor. Temuannya di “Gua Yahya Pembaptis” di Lembah Hinom, Hakal—Dama, selatan kota Yerusalem Lama pada tahun 2000 semakin dikuatkan. Saat menggali bersama lima mahasiswanya, secara tidak sengaja mereka menemukan tulang-belulang dan potongan kain kafan. Dalam uji karbon di Laboratorium Akselerator Spektrometri Massa di Universitas Arizona untuk mendapatkan perkiraan usia kafan, diperoleh kesimpulan bahwa kain kafan Hakal—Dama berasal dari paruh pertama abad pertama Masehi, paralel dengan masa kehidupan Yesus.

Dari temuan Kain Kafan Hakal—Dama, fakta seputar Osuarium Yakobus dan sumber-sumber sejarah kuno lainnya, juga mitos, Tabor sampai pada kesimpulan tentang kehidupan Yesus dan asal-usul agama Kristen. Hal-hal inilah yang termuat dalam The Jesus Dynasty, buku terbaru Tabor yang dirilis tahun 2006. Dalam bahasa Indonesia buku ini diterbitkan oleh Gramedia awal tahun 2007 dengan judul Dinasti Yesus. Bulan Juli 2007 edisi revisinya diterbitkan.

GERAKAN MESIANIK—REvOLUSIONER

Menurut Tabor, Yesus ketika itu berada di tengah kemelut politik. Bangsa Israel sedang menanti gerakan mesianik-revolusioner yang dapat membebaskan mereka dari penjajahan Kekaisaran Romawi. Tampil Yohanes Pembaptis dari keturunan imam Harun. Belum mekar perjuangannya, Yohanes buru-buru dituduh subversif dan dihukum mati. Yesus, melanjutkan gerakan Yohanes tetapi dengan cara yang berbeda. Dia mulai mengkhotbahkan hal baru di Galilea dan menantang kekuasaan Romawi. Dia juga mengangkat Dewan Dua Belas yang masing-masing memerintah 12 suku bangsa Israel. Dalam dewan ini terdapat empat orang saudara sekandung Yesus, yaitu Yakobus, Yoses (biasa juga dipanggil Yose, Yusuf, Matius, atau Lewi), Yudas, dan Simon.

TIGA SUAMI MARIA

Hipotesis Tabor tentang saudara-saudara Yesus ini memang sangat kontroversial. Ia menyebut Maria memiliki tujuh anak dari tiga orang laki-laki. Mula-mula Yesus yang lahir dari hasil skandal Maria dengan seseorang bernama Tiberius Julius Abdes Pantera, seorang tentara Romawi. Jadi Yesus tidak berbapak Allah maupun Yusuf seperti diyakini orang Kristen selama ini. Enam saudara Yesus yang lain berasal dari hasil perkawinan levirat atau yibbum antara Maria dengan Klopas yang biasa dipanggil Alfeus.

Dalam tradisi Yahudi, apabila kakaknya meninggal tanpa anak, adik laki-laki harus mengantikan kakaknya sebagai suami dari janda kakaknya tersebut. Yusuf menurut Tabor tidak mem-punyai anak hingga akhir hayat, maka Klopas mesti menggantikan kakaknya. Dari hubungan itu lahir Yakobus, Yoses Yudas, Simon, Maria dan Salome. Berarti selama hidupnya Maria kawin dengan tiga orang lelaki.

PERJAMUAN TERAKHIR

Perjamuan terakhir yang diadakan beberapa jam sebelum Yesus ditangkap di taman Getsemani menurut Tabor tidak berasal dari Yesus. Peristiwa yang sekarang dikenal dengan nama Perjamuan Kudus/Ekaristi itu berasal dari informasi Paulus dalam Surat 1 Korintus. Tradisi ini diperoleh Paulus dari ritus Yunani-Romawi yang mengagungkan Osiris, dewa Mesir, kepada Isis permaisurinya. “Paulus tumbuh di luar Tanah Israel. Ia tidak pernah bertemu atau berbicara dengan Yesus,” tulis Tabor.

Tabor memperkuat argumennya dari peristiwa saat para murid berkumpul untuk mencari pengganti Yudas Iskariot setelah kematian Yesus seperti tercantum dalam Kisah Rasul 1: 21—22, “…yang senantiasa berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga…” dalam pemilihan tersebut Matius terpilih menggantikan Yudas.

Dalam hal ini Tabor membuat pembelaan teologis bahwa hak menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia sebenarnya lebih pantas disandang saudara-saudara Yesus—dalam sebuah rantai kepemimpinan yang disebutnya Dinasti Yesus—ketimbang peran sentral yang dimainkan Paulus selama itu.

Mengikuti jejak Tabor, Februari 2007 Simcha Jacobovici dan Charles Pellegrino menerbitkan buku The Jesus Family Tomb: The Discovery, the Investigation, and the Evidence That Could Change History. Buku ini adalah analisa mendalam tentang film dokumenter The Lost Tomb of Jesus di mana Tabor duduk sebagai penasihatnya.

KONSPIRASI “THE FOUR JAMESES”

Penemuan James Ossuary (osuarium Yakobus) menginspirasi James Tabor menulis buku Jesus Dynasty. Dari buku ini lahir film The Lost Tomb of Jesus yang disutradarai James Cameron dan Simcha Jacobovici. Tak pelak konspirasi “the four jameses” ini telah membuat resah dunia kekristenan. (Alex japalatu, dari berbagai sumber)

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: