Be an Example! Be a witness in everywhere

Kristen Tak Akan Terkubur di Talpiot

Posted in Hot issues by Be example on Maret 1, 2008


sorotan Kebangkitan Yesus adalah nafas bagi kekristenan. jika nafas itu dihentikan, kekristenan akan binasa. James D. Tabor dan Kelompok Yesus sejarah tahu persis soal ini.
Kekristenan identik dengan Tuhan Yesus. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Iman akan kebangkitan Yesus menjadi dasar kokoh hidup Kristen. Karena itu pihak yang ingin meruntuhkan peradaban Kristen harus menyerang ketuhanan Yesus. Kebangkitan Yesus menjadi puncak keselamatan bagi umat Kristen. Bila terbukti Yesus bukan Tuhan kekristenan akan rubuh!

Kekristenan identik dengan Tuhan Yesus. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Iman akan kebangkitan Yesus menjadi dasar kokoh hidup Kristen. Karena itu pihak yang ingin meruntuhkan peradaban Kristen harus menyerang ketuhaaan Yesus. Kebangkitan Yesus menjadi puncak keselamatan bagi umat Kristen. Bila terbukti Yesus bukan Tuhan kekristenan akan rubuh!

MAKAM TALPIOT

Penemuan Makam Talpiot, di selatan kota lama Yerusalem, yang disebut-sebut sebagai makam Yesus, isteri dan anaknya menjadi bukti materil yang disodorkan James Tabor, penentang kebangkitan Yesus dan teolog Yesus Sejarah. Meski belum ada penelitian secara lebih rinci terhadap osuarium-osuarium yang ditemukan di Talpiot karena terkendala ijin dari otoritas kepurbakalaan Israel, kesimpulan telah ditarik. Menurut Tabor, Yesus tidak bangkit. Kebangkitan tubuh Yesus adalah rekayasa pengikut-Nya. Kesimpulan ini sarat motif buruk karena dimulai dengan praduga yang tidak sepantasnya.

Andai benar Yesus tidak bangkit, apa yang terjadi? Menurut dosen Kajian Perjanjian Baru dari STT Jakarta, Ioanes Rakhmat, kekristenan tidak akan mati. Kekristenan masih terus berjalan, namun pemahaman akan kebangkitan Yesus harus dirumuskan ulang. Bahwa Yesus bangkit, ya, tetapi bangkit di dalam memori dan pengalaman hidup dihadiri dan dibimbing oleh RohNya. Yesus telah naik ke surga, ya; dalam arti: ia telah diangkat dalam roh untuk berada di sisi Allah di kawasan rohani surgawi. Menurut Ioanes, kebangkitan dan kenaikan tidak harus membuat jasad Yesus lenyap dari makamnya. Pandangan ini langsung memicu debat hangat di kalangan umat. Belakangan Ioanes membukukan pandangannya dengan judul Yesus, Maria Magdalena, Yudas dan Makam Keluarga (Sirao Credentia Center:2007)

Namun bagi Adji Sutama, penulis buku Andai Yesus Tidak Bangkit? kesimpulan di atas terlampau spekulatif dan sangat dini diambil. “Apa yang dilakukan terlalu dini, sebab makam Talpiot tidak terbukti sebagai makam Yesus. Penafsiran Ioanes terhadap teks Alkitab juga tidak dapat diterima, sebab belum mengikuti proses penafsiran yang benar,” jelas Adji.Bukan hanya Makam Talpiot. Dokumen-dokumen ekstra-kanonik seperti Injil Filipus dan Injil Maria Magdalena juga dipakai Tabor untuk merekayasa sosok Yesus. Tabor merujuk dokumen-dokumen ini karena menulis tentang Yesus yang menikah dengan Maria Magdalena. Mereka digambarkan memiliki keturunan dari hubungan itu.

Kebisuan Alkitab soal Yesus selibat atau tidak, dimanfaatkan Tabor untuk menguatkan pandangannya. Padahal tidak ada bukti atau kesaksian historis yang sangat kuat untuk membenarkan (peluang) Yesus menikah. Kebenaran (peluang) Yesus tidak menikah lebih besar untuk diterima. Tetapi beberapa peneliti suka memakai secara amat tidak kritis sumber-sumber sekunder semacam apokrifa. Sementara di sisi lain mereka menolak hampir seluruh sumber primer yang berasal dari abad pertama dan kesaksian orang-orang yang pernah dekat dengan Yesus. Dengan cara yang sama sekali tidak ilmiah itu mereka berusaha “membuktikan” apa yang sesungguhnya terlebih dahulu sudah menjadi pandangan mereka.

“TUBUH-KEBANGKITAN YESUS”

Istilah “tubuh-kebangkitan Yesus” juga menjadi pokok sengketa. Banyak tafsir atasnya. Namun umat Kristen sudah meyakini yang dimaksud “tubuh-kebangkitan Yesus” adalah tubuh Yesus yang bangkit secara jasmani dan rohani. Menurut Adji Sutama, tubuh-kebangkitan jasmani dapat ditangkap saat Yesus menyuruh Thomas untuk menaruh jarinya ke dalam bekas luka di tangan dan lambung Yesus. Sementara tubuh kebangkitan rohani tampak saat Yesus muncul atau menghilang tiba-tiba seperti yang dituliskan penginjil Lukas dan Yohanes (Luk.24:31,36; Yoh. 20: 19, 26).

Para teolog Yesus sejarah, kata Adji, cenderung menolak kebangkitan Yesus sebagai peristiwa historis yang terjadi pada diri Yesus. Kebangkitan Yesus hanya dianggap sebagai pengalaman religius saja. Sementara teolog mainstream percaya tubuh Yesus kebangkitan dipahami sebagai tubuh yang bangkit secara jasmani sekaligus rohani. Para teolog injili konservatif cenderung menekankan kebangkitan Yesus secara jasmani.

sorotan Karena itu, dengan berlandaskan pada 1 Korintus 15, Prof.Dr. Martin Harun, OFM, dosen Biblika dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta menegaskan bahwa, tubuh kebangkitan Yesus bukanlah tubuh jasmani, tetapi tubuh rohani atau mulia. “Jenazah jasmani seandainya tetap dalam kubur tidak menghalangi kebangkitan dengan tubuh yang mulia,” ujarnya. Terkait dengan “kubur kosong” yang menjadi alasan kaum Injili, Harun menambahkan, pesan istimewa itu bukanlah bukti kebangkitan. Kisah itu bermaksud menyatakan bahwa Yesus setelah wafat-Nya bukan cuma roh atau jiwa yang hidup kekal, tetapi Ia dibangkitkan dengan tubuh, yaitu tubuh yang mulia dan tidak dapat binasa.

Pdt. DR. Johnny Weol, rektor STT Pantekosta Jakarta mengingatkan bahwa pengandaian Yesus tidak bangkit atau kebangkitan Yesus sebagaimana diyakini Yesus Sejarah harus ditolak. Bagi Johnny Weol keyakinan tidak didasarkan pada sesuatu yang mengandai-andai. Keyakinan adalah sesuatu yang nyata, pasti dan tidak diragukan. “Artinya keyakinan Kristen harus didasarkan pada Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat,” katanya. Apa yang diungkap di luar sumber Alkitab, kata dia, tidak bisa diterima. Karena iman kristiani dibangun di atas keyakinan terhadap Alkitab yang adalah firman Tuhan.

sorotanIman bukan bersandar pada rasio manusia dan teologi. (Ibrani 11:3). Jadi iman itu adalah percaya kepada Alkitab termasuk kebangkitan-Nya. “Jadi kalau ada yang menemukan kubur serta tulang-tulang Tuhan Yesus, itu adalah upaya-upaya untuk menolak Kristus dan menghancurkan kekristenan,” tutur Pdt. DR. Lefrand Lapian, pengajar pada sejumlah STT.

DOCETISME

Pemahaman bercorak apologetis teologis, bukan historis ini mengagungkan Ketuhanan Yesus. Akibatnya sisi kemanusiaan Yesus terabaikan. Tidak jarang para peneliti kemanusiawian Yesus dituding sesat. Dalam hal ini pendekatan ilmiah yang dilakukan Yesus Sejarah bisa dipinjam dalam merekonstruksi sosok Yesus yang manusiawi. Tapi tidak keseluruhan. Karena keberadaan-Nya sebagai manusia justru menjadi kunci karya penyelamatan manusia. Bahwa manusia bisa diselamatkan dengan menjadi manusia. Tetapi pendekatan ini jangan sampai kebablasan. Sebab pendekatannya harus bersamaan dengan pendekatan keilahian Yesus. Manusia Yesus yang hidupnya dapat diteliti oleh ilmu sejarah, serentak juga diimani dan diakui sebagai Putra Allah yang menghadirkan Allah ke tengah manusia. Melepaskan salah satu dari kedua sisi inilah yang disebut anti-Kristus. Menurut Romo Martin, penelusuran terhadap Alkitab membuktikan bahwa ketimbang surat-surat Rasul Paulus, keempat Injil lebih menampilkan sisi manusiawi Yesus. Keberadaan keduanya di dalam PB saling melengkapi, tidak bertentangan.

Pemahaman akan kemanusiaan Yesus juga memberikan kesempatan melihat dan menyelami bahwa di dalam diri Yesus, Allah sungguh-sungguh solider dengan manusia. Kesetiakawanan Allah menjadi tampak dalam seluruh masa pelayanan Yesus sebagai manusia. Tidak berhenti ketika diancam dengan kematian sebagai manusia. Justru kesetiaan dan ketaatan Yesus di Golgota menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah yang menyerahkan nyawanya untuk manusia (Markus 15:39). Ketakutan bahwa perhatian dan penelitian terhadap kemanusiaan dan kerapuhan Yesus akan mengaburkan keTuhanan-Nya tidak beralasan. Sebaliknya, perhatian itu justru merupakan proses menemukan Sang Anak dalam arti yang sesungguhnya.Karena itu penelitian ilmiah seperti yang disyaratkan Romo Martin dan Adji dapat diterima dengan pikiran terbuka dan ditempatkan sebagaimana seharusnya. “Jadi, penelitian tentang kemanusiaan Yesus tidak perlu dicap sebagai upaya anti-Kristus,” jelas Adji.

REKAYASA MANIPULATIF

Upaya inilah yang diabaikan James Tabor, Simcha Jacobovichi dan peneliti Yesus Sejarah lainnya. Kesimpulan sudah terbayang dibenak sebelum apa yang diasumsikan terbukti nyata. Akibatnya kesan keterpaksaan sarat dalam berbagai alasan yang dikemukakan. Manipulasi sarat rekayasa itu menjadikan bukti yang disodorkan disharmonis satu sama lain.

Rekayasa manipulatif yang terlalu vulgar untuk dilakukan akademisi atau ilmuwan sejati akhirnya dipertontonkan. Terutama oleh James Tabor yang merevisi Dinasti Yesus untuk mendukung Simcha Jacobovici (2007). Namun tetaplah harus dipegang bahwa motif beberapa teolog Yesus Sejarah disebabkan paradigma atau cara berpikirnya yang mengacu pada “apa yang ajaib tidak mungkin historis”.Selain itu iman menjadi sesuatu hal yang membedakan. Manusia hidup, dididik, dan sibuk dalam suatu dunia yang sarat empiris dan materiil. Risikonya manusia tenggelam dalam suatu “kedangkalan” pandangan hidup. Bila manusia tidak dapat melampaui yang serba nyata ini dan dengan sikap yang lebih kontemplatif, menumbuhkan kepekaan untuk realitas mendalam, akan sulit percaya akan semua hal yang melampaui dunia manusia, termasuk kebangkitan Yesus.

IMAN PEREKONSTRUKSI

Yesus Sejarah memang dapat diartikan sebuah “model” atau upaya rekonstruksi Yesus berdasarkan pendekatan dan metodologi historis (ilmu sejarah). Sebagai model berpikir, “Yesus Sejarah” dapat dibedakan dari “Yesus Iman”. Namun di sisi lain, “Yesus Sejarah” juga menyingkapkan “iman” (keyakinan) orang yang merekonstruksinya, sebab tidak ada objek tanpa subjek. Yesus Sejarah sendiri lebih merupakan ekspresi pergumulan iman pribadi peneliti. Mereka mengalami kesulitan untuk mengimani Yesus Kristus menurut Perjanjian Baru. Dengan pemikirannya, pendekatan Yesus Sejarah akhirnya tidak dapat diterima. Karena itu perdebatannya harus bergerak di ranah ilmiah. Tidak pada tataran umum. Sehingga umat tidak diresahkan. “Jemaat yang tertarik, silakan mengikuti diskusi itu secara kritis melalui media teologi,” tutur Adji.

Sebab kontroversi perdebatan tidak banyak menyentuh kepentingan jemaat. Hanya segelintir saja yang mengikutinya, khususnya apabila menjadi sensasi. Lalu di situ pun akal sehat jemaat biasanya menang dari kejutan yang dibuat oleh pakar. Bila dicermati akan sampai pada kesimpulan begitu banyaknya sosok Yesus Sejarah yang berbeda-beda dan tak mungkin semuanya adalah Yesus Sejarah. “Disinilah peran iman dari individu sendiri. Tapi tidak lepas dari pimpinan-pimpinan rohani mereka. Para pemimpin umat harus mempunyai perhatian khusus untuk merawat jemaat yang digembalakan. Dan pemahaman Alkitab itu harus terus diberikan untuk melindungi dari ajaran-ajaran yang menyimpang,” jelas Weol.

Meskipun Alkitab memberikan ruang untuk mempertanyakan Yesus, Alkitab telah memberikan koridor untuk memahaminya. Kalau berada di luar koridor itu kesesatan yang akan ditemui. “Alur itu sendiri tentang iman Kristen karena bukan iman Kristen kalau tidak ada ruang yang bisa di perdebatkan,” ujar Lapian sambil mengutip. 1 Petrus 3:15. Itu juga yang menyebabkan sejumlah peneliti sosok Yesus alternatif kebingungan karena kebablasannya itu. Sehingga pendapat yang dikemukakan membingungkan. Meski telah berulang menunjuk makam Talpiot, bukan berarti akhir dari Kristen sudah wafat seperti yang dimaui.

Kekristenan masih akan bertahan lama hingga Tuhan datang. Karena hanya Ia yang bisa mengakhirinya. Bila demikian pembedahan akan apapun terhadap sosok Yesus berserta kebangkitan-Nya tidak perlu menguatirkan iman Kristen. (robby repi, Vidi)

Tagged with:

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. admirefans said, on Oktober 24, 2008 at 3:10 pm

    “Allah” Tuhan Yang Maha Esa adalah pencipta dan pemelihara seluruh alam semesta beserta isinya. saya rasa baik dari umat Islam maupun Kristen tidak akan ada yang menyanggah pernyataan tersebut.
    Lalu, sebagaimana diimani oleh kalian, bahwa Tuhan telah menjelma dalam diri Yesus, seorang manusia 100%, dimana ia adalah manusia dengan segala kelemahan dan ketidakmampuannya. maka berpikirlah! alam semesta,manusia,dan segala organisme dari yang kasat mata sampai tidak kasat mata adalah ciptaan Allah dan semuanya hidup dengan sebuah hukum yang telah ditetapkan dan dipelihara oleh Allah.

    Bumi berputar pada porosnya terus menerus, universe tunduk pada hukum yang sudah berketetapan, sehingga mereka tidak saling mendekati terlampau dekat dan bertabrakan satu sama lain, kelahiran manusia setiap saat adalah kuasa Allah, begitu juga dengan hewan, tumbuhan dan berbagai mikroorganisme beserta segala proses yang mendukung kelangsungan hidupnya(sistem pernapasan,sistem pencernaan,dll) adalah kuasa Allah. Kita semua tentu sepakat bahwa semuanya tidak terjadi dengan sendirinya tanpa ada aturan dan yang mengatur melainkan bahwa semuanya ada dalam kekuasaan dan pemeliharaan Allah. Nah, sekarang bagaimana dengan pernyataan bahwa

    “Tuhan menjelma kedalam diri Yesus yang adalah 100% manusia dengan segala sifat manusiawinya”?Umat Kristen tentu setuju bahwa Yesus dalam ujud manusianya 100% tidak dapat mengelak dari kodrati manusiawinya, dimana segala perilaku dan kelemahannya adalah sebagai akibat kemanusiawiannya itu!-yg dimana “Tuhan” dalam wujudnya sebagai Yesus tidak membawa serta kekuasaan keIlahiannya, terbukti dari ketidak tahuan Yesus mengenai kapan hari kiamat tiba,digodanya Yesus oleh iblis,lapar,haus,dan takutnya Yesus,ketidak tahuannya akan musim,dll dll….pendek kata Yesus sebagai manusa dalam masa hidupnya yang pendek,33 tahun saja, adalah 100% manusia dan tidak berkuasa melakukan apapun yang bersifat keilahian termasuk mencipta dan memelihara alam semesta beserta isinya.

    Jadi yesus sebagai manusia TIDAK BISA dalam waktu bersamaan merangkap sekaligus sebagai Tuhan yang mempunyai kekuasaan menciptakan dan memelihara segala isi alam semesta! kini fikirkanlah! bagaimana mungkin Yesus sebagai 100% manusia yang sudah jelas tidak memiliki kuasa untuk menciptakan dan memelihara alam semesta beserta isinya sehubungan dengan kemanusiawian nya sebagai manusia Yesus, dilain pihak diyakini juga sebagai 100% Tuhan????

    Verifikasi hal2 berikut ini!!!!
    1. Dalam 33 tahun masa hidup Yesus, apakah kelahiran manusia menjadi terhenti???Apakah tidak ada hewan yang dilahirkan baik melalui proses reproduksi maupun pembelahan diri???Apakah tanaman berhenti tumbuh dan layu???
    Karena Yesus sebagai manusia yang memiliki berbagai kelemahan manusiawi, tidak mungkin bisa menciptakan manusia dan juga mematikan manusia-yang merupakan kuasa Allah. Bagaimana mau menciptakan manusia,hewan, dan tumbuhan serta mematikannya, bukankah Yesus membedakan musim saja tidak bisa? bukankah Yesus bisa lapar dan haus?tentu saja penciptaan manusia dan segala prosesnya merupakan tugas yang terlalu amat berat dan TIDAK MUNGKIN dapat dkerjakan Yesus!tapi sekali lagi:

    Apakah dalam 33 tahun masa hidup Yesus, bayi-bayi berhenti lahir dan orang-orang tidak bisa mati?TENTU TIDAK! bayi-bayi tetap dilahirkan kedunia,hewan2 lahir dan mati, tanaman tumbuh dan layu, manusia-manusia tetap mati. semua proses itu sama sekali tidak berhenti selama masa hidup Yesus yang 33 tahun itu.
    Lalu siapa yang melakukan dan memelihara proses itu semua?tentu tidak terjadi begitu saja tanpa ada yang mengatur bukan?dan karena Yesus dengan segala kelemahan manusiawinya tidak mungkin melakukan itu semua, lalu SIAPA? tentu saja Allah SWT yang tetap berkuasa dan memelihara setiap proses tersebut.
    Bukan Yesus! karena itu Yesus Bukan Tuhan. Yesus memang adalah 100% manusia tapi tidak bisa diyakini sebagai juga 100% Tuhan! kenapa? karena ia tidak bisa menciptakan dan mematikan makhluk hidup serta memelihara segala prosesnya, yang melakukan itu semua hanyalah Allah SWT. perhatikanlah Kitab Suci Al-Qur’an
    Firman Allah: “Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.” (QS.AN-Nahl,16:17)
    Perhatikanlah! sungguh sesat mereka yang mengatakan bahwa Yesus 100% manusia namun juga 100% Allah.
    Premis Minor : Yesus tidak menciptakan maupun memelihara makhluk, alam semesta beserta segala isinya
    Premis Mayor : Allah Maha Pencipta dan Maha Pemelihara makhluk, alam semesta beserta segala isinya.
    Konklusi/Kesimpulan : Maka Yesus tidak sama dengan Tuhan dan bukan Tuhan, karena itu Yesus yang 100% manusia itu, tidak bisa disebut juga dengan 100% Tuhan, karena memang bukan Tuhan.

    Firman Allah: “Katakanlah: “Siapakah yang ditanganNya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu? (QS.Al-Mu’minuun 89-90) kemudian….

    2. Dalam masa 33 tahun hidup Yesus didunia, apakah bumi berhenti berputar?apakah langit runtuh?apakah Matahari padam?apakah orbit setiap planet menjadi kacau sehingga satu sama lain saling bertubrukan?apakah Bumi terus diliputi siang tanpa malam dan juga sebaliknya?…..
    TIDAK! bumi tetap berputar pada porosnya,langit tetap teguh,Matahari tetap memancarkan sinarnya yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan, planet-planet beserta satelitnya tetap dalam orbitnya yang terjaga, siang tetap berganti malam,dan seterusnya….
    #Apakah Yesus yang 100%manusia yang dapat melakukan dan memelihara itu semua?apakah Yesus yang lapar,haus,ketakutan,tak tahu musim, dan dicobai setan yang dapat melakukan itu semua?SEKALI-KALI TIDAK!lalu siapa yang tetap memelihara semuanya dalam 33 tahun hidup Yesus kalau memang bukan Yesus?(pertanyaan ini untuk yang berasumsi dan menyatakan bahwa Yesus yang hidup selama 33 tahun adalah 100% manusia dan 100% Tuhan)
    #Apakah semuanya terjadi begitu saja dengan sendirinya?tentu tidak!Allah lah yang selalu menguasai dan memelihara semuanya itu. bukan Yesus! kalau Yesus yang manusia 100% harus menanggung semuanya,tentu sesaat setelah manusia Yesus lahir,segalanya akan kacau balau!karena Yesus yang 100% manusia dengan segala kelemahan manusiawinya tidak akan mungkin mampu menjalankan semua keseimbangan proses tersebut sekaligus bersamaan dengan kodrat pribadinya sebagai manusia.

    Perhatikanlah:
    Firman Allah: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Karena itu lihatlah berulang-ulang adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk:3)

    Firman Allah: “Dan Dia telah menundukkan pula bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malam dan siang” (QS.Ibrahim:33)

    Subhanallah, Maha Suci Allah,maha benar Allah dengan segala FirmanNya. Allah lah yang menjaga keseimbangan alam semesta,menundukkan matahari dan bulan yang terus menerus beredar dalam orbitnya. Allah lah yang menguasai dan memelihara segala proses tersebut.dan BUKAN YESUS!karena itu Yesus yang 100% manusia tidak bisa disebut juga sebagai Tuhan 100%,

    Premis Mayor : Allah menguasai dan memelihara segala proses yang terjadi dalam alam semesta.
    Premis Minor : Yesus yang 100% manusia,TIDAK menguasai dan TIDAK memelihara segala proses yang terjadi dalam alam semesta.
    Konklusi/Kesimpulan : Yesus tidak sama dengan Tuhan,karena Tuhan berkuasa dan memelihara sedangkan Yesus tidak.

    Yesusbukanlah Tuhan karena hanya Tuhan yang berkuasa dan memelihara alam semesta, sedangkan Yesus idak.karena itu Yesus yang 100% manusia tidak bisa disebut sebagai juga 100% Tuhan.

    Sementara umat Kristen meyakini lain, saya kutipkan lagi penyangkalan org Kristen..
    *(Kristen):Tiga penyebutan yang berbeda itu hanya menunjukkan fungsionil Allah yang berbeda Allah itu disebut Bapa, dalam Kuasa fungsionilnya mencipta. Allah itu juga disebut Anak, dalam Kuasa fungsionil- nya berfirman. Allah itu juga, bukan Allah yang lain lagi, disebut Rohulkudus, adalah Kuasa fungsionilnya memberi Taufik dan Hidayat, serta pertolongan yang dalam bahasa Ibrani disebut Parakletos.

    Pemisahan atau divisi fungsionil sebagaimana yang diyakini mereka sungguh merupakan suatu penafsiran yang mengada-ngada dan menyesatkan,sekali lagi,Yesus-sebagaimana diyakini mereka- yang hanya memiliki kuasa fungsionil berfirman tentu tak mungkin dan tak akan mampu pada saat bersamaan juga memiliki kuasa fungsionil mencipta,lalu pada saat Yesus hidup?Siapa yang tetap konsisten menjalankan kuasa fungsionil mencipta-sesuai istilah mereka-tersebut? apakah ada yang lain lagi? kalau begitu, maka apa artinya satu dalam tiga , tiga dalam satu-nya Tritunggal? bukankah sudah jelas bahwa Yesus tidak berkuasa seperti Tuhan?berarti jelas….Tuhan adalah satu hal dan Yesus adalah hal lain lagi, oleh karena itu,Yesus yang 100%manusia tidak bisa diaggap sebagai 100%Tuhan juga, maka pecahlah penyatuan Bapa dan Putera sebagai bagian dari tiga oknum tersebut!

    Kemudian, mengenai salah satu oknum tritunggal lainnya,yakni roh kudus,sesuai kepercayaan Kristen adalah oknum tak terpisahkan dari Tuhan bapa dan Tuhan putera,sehingga sekali lagi bapa,putera dan roh kudus itu selalu bersama dan tak terpisahkan, namun benarkah demikian? apakah Yesus kurang terselubungi roh kudus sehingga masih harus dibaptis lagi oleh Yohannes sang pembaptis?lalu dengan apa Yohannes membaptis orang banyak sebelum Yesus lahir?bukankah dengan Roh Kudus???maka berarti roh kudus tersebut telah ada sebelum Yesus lahir!bagaimana dengan tritunggal?mengapa roh kudus sudah hadir sebelum Yesus?kalau kita memakai kerangka berpikir umat Kristen mereka akan menjawab,bahwa Yesus sebagai Tuhan itu sendiri telah ada sebelum Yesus dilahirkan dalam wujud manusia,tapi bila kita terapkan logika ini,dengan apa Yesus dibaptis?bukankah roh kudus sebagai salah satu oknum tritunggal juga melekat dengan pribadi Yesus-yang menurut versi Kristen adalah 100% manusia juga 100% Tuhan.(namun argumen tersebut telah kita patahkan sebelumnya!)

    Lihatlah Perjanjian Baru Yohanes 16:7 “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku Pergi. sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu.”

    Bila ditanyakan pada umat Kristen,”SIAPAKAH SANG PENGHIBUR ITU?”dengan serentak mereka akan menjawab “ROH KUDUS!” bukankah roh kudus sebagai salah satu oknum tritunggal melekat juga pada diri Yesus?tapi bila kita menganggap sang penghibur adalah “roh kudus”dimana ia baru akan datang bila Yesus pergi,…berarti pada saat Yesus sedang mengatakan itu,sang penghibur(roh kudus menurut Kristen)sedang tidak ada!karena ia belum datang!karena sang penghibur(”roh kudus”)itu baru akan datang jika Yesus pergi!ini berarti:Yesus adalah satu hal, dan sang penghibur(Roh Kudus )adalah hal yang lain lagi! karena itu tidak bisa dikatakan bahwa roh kudus melekat pada diri Yesus yang menurut versi Kristen adalah 100%manusia dan 100% Tuhan

    Premis Mayor : sesuatu yang baru akan datang bila sesuatu lainnya telah pergi, tidaklah sama dan tidak melekat satu sama lain.
    Premis Minor : Roh Kudus baru akan datang bila Yesus telah Pergi
    Konklusi/Kesimpulan : Roh Kudus tidaklah sama dan tidak melekat dengan diri Yesus.

    Dengan demikian pecahlah sudah keseluruhan doktrin tritunggal:tiga dalam satu dan satu dalam tiga, karena terbukti bahwa tidak ada keterkaitan yang bisa dibuktikan dalam ketiga oknum yang diyakini umat Kristen sebagai tritunggal tersebut, selain hanya persangkaan belaka!

  2. Be example said, on Oktober 24, 2008 at 6:11 pm

    Blog ini bukan untuk debat agama. Penganut agama lain silahkan membaca tanpa harus menyerang! Ingat, kehadiran kami biar bisa menjadi berkat, bukan permusuhan. Injil itu BERITA DAMAI SEJAHTERA. Terserah anda percaya atau tidak.

    Yesaya : 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
    9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

    (Komen2 yang tidak bersesuaian terpaksa dihapus oleh admin)

  3. rikardo said, on April 19, 2011 at 10:27 am

    Upaya melenyapkan Yesus sudah ada sejak awal hidup-Nya, kemungkin pada masa kini upaya tersebut pasti akan tetap ada. Umat Kristen tidak boleh terjebak dalam rasionalitas yang ingin menguburkan kebangkitan Yesus.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: