Be an Example! Be a witness in everywhere

Sikap Positif (1)

Posted in Teaching by Be example on Maret 1, 2008
 
– Jawaban.com –

Kita akan mengulas tentang sikap dalam dua tulisan berikut ini.

Kisah Sepuluh Versus Dua Pengintai

Sumber : Bilangan 13:1-14:10

Kala Israel mendekati Sungai Yordan, Musa mengirim 12 pengintai untuk menyelidiki tanah perjanjian. Setiap pengintai merupakan utusan setiap suku Israel yang akan memasuki Kanaan, mereka mengeksplorasi tanah dan kembali dengan laporan. Ke-12 pengintai memiliki pengalaman lapangan, namun keputusan dalam batin dari sepuluh pengintai terlihat berbeda dibanding dua lainnya. Yosua dan Kaleb membuat laporan minoritas, namun secara kebetulan apa yang mereka laporkan adalah benar adanya. Apakah laporan yang membedakan di antara dua kelompok pengintai ini?

Kesamaannya

  1. Ke-12 pengintai adalah pemimpin dari suku bangsanya (Bil 13:2)
  2. Ke-12 pengintai menerima janji yang sama (Bil 13:2)
  3. Ke-12 pengintai menerima kesempatan yang sama (Bil 13:2)

Perbedaan

Mayoritas Laporan :

  1. Sepuluh pengintai mengatakan “tidak” pergi.
  2. Ketidakmengertian misi mereka.
  3. Melihat Tuhan dalam konsep terang masalah mereka.

Minoritas Laporan :

  1. Dua pengintai mengatakan “pergi”.
  2. Mereka mengerti misi.
  3. Melihat masalah dalam konsep terang Tuhan mereka.

Setelah mereka kembali, kesepuluh pengintai menyajikan sikap yang membuat takut tentang keseluruhan tanah perjanjian. Tidak sulit melihat mengapa Anda tidak dapat menemukan Tuhan berada di balik laporan mereka, mereka tidak menyebut nama Tuhan sekalipun. Jiwa mereka tidak berada di tempat seharusnya, cara pandang mereka pesimis dan laporan negatif menyebar seperti lapisan kotoran diantara kamp orang Israel. Mereka mengatakan : “Memang benar wilayah itu adalah daerah yang dipenuhi susu dan madu, namun di sana ada raksasa”. “Tidak ada cara bagi kita untuk bisa memasuki dan memiliki tanah itu”.

Meskipun Yosua dan Kaleb mengambil perjalanan yang sama dan melihat serta menjadi saksi hal yang sama dengan sepuluh pengintai lainnya, mereka kembali dengan hal yang antusias, laporan positif. Mereka tidak pernah menyangsikan bahwa bangsa Israel dapat mengambil tanah itu. Mereka mendasarkan laporan mereka atas dasar apa yang Tuhan lakukan sepanjang dalam perjalanan di padang gurun. Mereka mengakui adanya halangan, namun tahu bahwa tidak ada yang bertahan di hadapan Tuhan. Mereka kembali dengan mengatakan : “Benar ada raksasa di tanah itu, namun mereka tidak pantas disejajarkan dengan Tuhan kita. Kita dapat membawa mereka dan juga ladang mereka, sementara itu Kanaan memanglah negara yang penuh susu dan madu.”

Perbedaan Utama Mereka : Sikap!

Perbedaan di antara dua kelompok ini adalah berasal dari dalam batin mereka. Laporan yang berbeda merefleksikan pertentangan sikap mereka memandang tanah perjanjian yang subur, rakyat Kanaan, pekerjaan yang bersangkutan, Tuhan dan diri mereka sendiri.

Pertimbangkan sikap mayoritas pengintai :

  1. Tidak mentaati Tuhan.
  2. Percaya bahwa tanah perjanjian itu tidak punya masa depan.
  3. Menunjukkan perasaan pengecut yang didasarkan ketakutan.
  4. Mengucapkan perkataan yang mengabaikan Tuhan dalam laporan mereka.
  5. Menderita perasaan rendah macam “belalang”.

Sebagai hasilnya? Sepuluh orang yang mengatakan hal pesimis ini menyebarkan kekuatiran di kalangan kamp Israel. Perilaku busuk mereka menginfeksi keseluruhan kalangan hingga pekerjaan untuk menularkan masalah rohani bahkan tidak bisa lagi dilakukan. Catatlah siapa yang dipersalahkan untuk tanggapan negatif yang muncul : “Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. (Ulangan 1:28) Disepanjang laporan yang negatif, komisi kuno ini menghilangkan hampir dua juta orang dari tanah warisannya di Kanaan. Melalui pengaruh beracunnya, orang Israel dibawa kembali ke padang gurun untuk mati, dan Tuhan menunda untuk menepati janji bagi umat pilihan-Nya selama 40 tahun yang penuh frustasi.

Hanya jika orang Israel mendengarkan pendapat pengintai minoritas! Pertimbangkan sikap mereka yang lebih baik dan lebih tegar :

  1. Mentaati Tuhan.
  2. Menyatakan dengan tegas bahwa mereka seharusnya memasuki dan memiliki tanah perjanjian
  3. Menunjukkan keberanian yang berakar pada iman.
  4. Merasakan jaminan ketenangan.
  5. Melihat diri mereka dalam hubungan dengan Tuhan.

Hasilnya? Kaleb dan Yosua tetap bertahan selama era yang baru, sementara sepuluh pengintai lainnya menjalani hukuman di padang belantara bersama sisa orang dewasa yang masuk dalam generasi orang tidak percaya.

Aksioma Sikap

Sikap membuat perbedaan secara total. Mengembangkan sikap positif adalah langkah kesadaran pertama untuk menjadi pemimpin yang efektif. Kepemimpinan yang penuh keberhasilan tidak dapat dibangun tanpa blok bangunan yang krusial ini. Cek aksioma sikap berikut ini yang disarankan oleh perkataan dan tindakan Yosua dan Kaleb.

  1. Sikap kita mencerminkan pendekatan kita terhadap kehidupan.
  2. Sikap kita mencerminkan hubungan kita dengan orang lain.
  3. Sikap kita seringkali yang membedakan antara sukses dan kegagalan.
  4. Sikap kita pada awal tugas akan berdampak pada hasil daripada apapun yang lain.
  5. Sikap kita dapat merubah masalah menjadi berkat.
  6. Sikap kita dapat memberi kita perspektif positif yang tidak biasa.
  7. Sikap kita tidak otomatis menjadi baik hanya ketika kita percaya pada Tuhan.

Sumber: Maxwell Leadership Bible

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: