Be an Example! Be a witness in everywhere

Kontoversi Mengenai NLP Dalam Pandangan Kristen

Posted in Hot News by Be example on Maret 6, 2008


Ada apa dengan pelatihan NLP? Mengapa banyak orang mempertanyakan ‘Apakah NLP Itu?’ berikut artikel mengenai NLP. Bila kita membuka Ensiklopedia Wikipedia, kita dapat segera mengetahui apa itu NLP dari dua paragraf pertama artikel itu.

Dari sumber Wikipedia ini kita bisa mengetahui bahwa NLP adalah:

(1) sebuah tehnik & kepercayaan untuk mengembangkan potensi diri;

(2) NLP dipengaruhi oleh New Age dan kepercayaan pengembangan potensi diri;

(3) NLP beranggapan bahwa pikiran, badan dan bahasa saling berinteraksi untuk mengatur persepsi dan perilaku;

(4) Karena itu persepsi dan perilaku dapat diubah dengan menggunakan teknik-teknik yang melibatkan  pikiran, badan dan bahasa;

(5) Bahasa dan perilaku seseorang sudah sangat terstruktur dan dapat diberi model kearah yang lebih produktif;

(6) per’model’an ini menggunakan bagian kita yang paling sukses untuk memperbaiki bagian yang kurang berhasil; dan

(7) Model orang lain dapat menghasilkan efek kepercayaan dan perubahan perilaku untuk memperbaiki fungsinya.

Bagaimanakah seharusnya sikap umat Kristen menghadapi NLP?

(1) Menurut sumber NLP yang dikutip Wikipedia kita mengetahui bahwa NLP adalah tehnik yang sekaligus kepercayaan yang ditujukan untuk mengembangkan potensi diri. Lalu, yang menjadi pertanyaan berlandaskan kepercayaan apakah potensi diri itu akan dikembangkan? Ternyata jawabannya ada padahal ini, (2) dimana NLP disebutkan dipengaruhi keyakinan New Age dan pengembangan potensi diri.

New Age atau gerakan zaman baru adalah faham mistik yang menekankan sifat ilahi manusia, bahwa ada keberadaan tunggal alam semesta berupa kekuatan (macro cosmos) dan bahwa manusia adalah bagian dari kekuatan semesta itu (micro cosmos), jadi kalau macro cosmos disebut Tuhan maka manusia adalah tuhan kecil. Pengembangan potensi diri beranggapan bahwa karena manusia bersifat ilahi maka ia mampu mengembangkan potensi dirinya itu dengan kekuatannya sendiri itu. Disini peran Tuhan diabaikan karena ‘manusia adalah tuhan bagi dirinya sendiri.’

(3) NLP terlalu optimis bahwa baik pikiran, badan dan bahasa yang kita ucapkan itu mengatur persepsi dan perilaku dan (4) manusia bisa mengubah persepsi dan perilakunya dengan tehnik-tehnik yang menggunakan pikiran, badan dan bahasa. Disini ada optimisme bahwa ‘manusia adalah tuhan bagi dirinya sendiri’ dan jelas mengabaikan peran Tuhan, dan kuasa dosa yang sudah menguasai persepsi dan perilaku manusia sehingga manusia membutuhkan juruselamat untuk memperbaiki dirinya melalui ‘kelahiran baru.’

Keyakinan NLP menyebutkan bahwa (5) bahasa dan perilaku manusia sudah terstruktur dan dapat diberi model kearah yang lebih positif terutama menuju hidup yang sukses (6) dengan cara tehnik yang dikerjakan oleh manusia itu sendiri (7).

Sama dengan gerakan pengambangan potensi diri lainnya (a.l. Anthony Robbins yang juga mempraktekkan NLP dan menyebut potensi diri itu sebagai ‘the giant within.’), dianggap bahwa manusia itu ‘tuhan bagi dirinya sendiri’ dan ‘memiliki hakekat yang baik.’ Berdasarkan konsep keyakinan demikian manusia dianggap mampu menuju sukses dengan kekuatannya sendiri.

Contoh jelas bahwa ukuran baik-buruk dan dosa tidak jelas dalam NLP adalah pertentangan yang terus menerus terjadi di kalangan para pendirinya. NLP didirikan pada tahun 1973 oleh Richard Bandler dan John Grinder, Pada tahun 1980-an segera setelah penerbitan buku ‘Neuro-linguistic Programming Volume 1,’ keduanya berpisah dan berebut mengklaim hak hukum atas kepemilikan NLP. NLP kemudian dikembangkan oleh berbagai pihak dengan nama berbeda-beda, Bandler sendiri kemudian mengembangkannya dengan tehnik hipnosis, Anthony Robbins di tahun 1970-an mempraktekkan NLP dengan nama Neuro Associative Conditioning, dan banyak lain mengembangkan dengan nama sendiri-sendiri, sehingga tidak lagi ada sistem tunggal untuk NLP sekalipun semua memiliki dasar keyakinan yang sama mengenai potensi kebaikan dalam diri manusia dan bahwa manusia sendiri bisa mengubah dirinya menjadi lebih baik.

Setelah bertengkar cukup lama, Bandler kembali menuntut Grinder dan mengklaim sebagai pemilik tunggal NLP dan hanya ia yang berhak menggunakan istilah itu. Baru pada tahun 2001 setelah pertengkaran berlarut-larut selama dua dasawarsa mengenai kepemilikan sistem NLP, akhirnya Bandler dan Grinder berdamai dan menerima bahwa NLP ditemukan oleh keduanya bersama-sama.

Konsep optimisme manusia jelas bertentangan dengan iman Kristen yan menyebutkan bahwa diri manusia itu sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (bukan allah kecil yang punya kekuatan sempurna seperti yang besar). Menurut NLP manusia melalui pemetaan dirinya sendiri dan mengembangkan potensi melalui pikiran, badan dan bahasa bisa mengubah diri dari yang tidak produktif ke yang produktif dan dari yang tidak sukses menuju sukses.

Konsep manusia menurut Alkitab jelas menyebutkan bahwa manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah dan karena itu ia membutuhkan juruselamat untuk menyelamatkan dan mengubah dirinya menjadi baru (kelahiran baru) melalui pertobatan dan ketaatan dimana Roh Kudus berperan mengubah hati manusia menuju kebaikan sesuai ukuran Tuhan sendiri.

Berdasarkan kenyataan-kenyataan di atas, mereka yang beriman kristen dan takut akan Tuhan rasanya bisa bersikap bahwa manusia telah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan dari Allah dan karena itu janganlah mereka mengandalkan kekuatan dalam dirinya sendiri (Yer.17:5) melainkan hendaklah mereka mengandalkan Tuhan.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.” (Yeremia 17:7).

Sumber: Yabina.org

Tagged with:

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kristin Y.V. said, on September 19, 2008 at 1:39 pm

    jadi kalau begitu, sebenarnya nlp dan sejenisnya itu bisa dikatakan sudah melenceng dr jalan kebenaran donk ya?

  2. Be example said, on September 24, 2008 at 10:55 pm

    @ Kristen
    Dari penjelasan di atas sudah dapat kita ketahui :
    (2) NLP dipengaruhi oleh New Age dan kepercayaan pengembangan potensi diri;
    Jadi… New age movement yg sudah menyerbu dan merasuki (menyusup) semua lini kehidupan harus kita waspadai, termasuk seminar-seminar motivasi pengembangan diri yang melenceng dari kebenaran.
    Mengenai NAM (update) akan saya posting beberapa hari ini. GBU

  3. Happy Sola Gracia said, on Desember 4, 2008 at 2:25 pm

    Terimakasih atas uraian nya, sangat bermanfaat dan membuka wawasan saya mengenai pandangan berbagai pihak mengenai NLP.
    Menurut pendapat saya kita memang harus bijak memilah dan memilih sehingga pikiran dan perilaku kita sejalan dengan Firman Tuhan. Dari kacamata saya, NLP adalah suatu metode pengembangan diri yang banyak mengandalkan kekuatan pikiran, imajinasi dan kemampuan berbahasa. Akan menjadi salah besar dan tidak sesuai dengan ajaran kitab suci bila NLP diterapkan tanpa dasar pemahaman akan Kasih Kristus dengan baik…menjadikan manusia menjadi illah untuk dirinya sendiri.
    Tetapi bila dalam prakteknya NLP dijalankan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus yang telah anugerahkan pikiran dan imajinasi kepada manusia, tentunya manusia wajib mengembangkan talenta tersebut demi kemuliaan Tuhan… bukan memendamnya dalam tanah atau mengembangkan talenta demi kemuliaan dirinya sendiri…
    Kita perlu belajar kesalahan-kesalahan fatal yang dilakukan gereja di masa lalu … dimana ada hukuman mati bagi manusia yang mengatakan bumi itu bulat, matahari sebagai pusat tata surya dsb… jadi dengan hikmat Tuhan kita perlu bijak menimbang dan memilah sehingga tidak mengambil alih peran Tuhan Allah sebagai hakim yang maha adil.
    Terimakasih …silakan jika anda berkenan hub. saya di JAPRI untuk diskusi2 lain yang menarik mengenai Kekristenan dan Keseharian …

  4. ricky said, on Desember 20, 2009 at 9:47 pm

    Saya heran ama website ini, terkadang fanatisme itu menjadikan orang setengah gila kale yah, yg dibahas sebuah ilmu pengembangan diri, setara dengan ilmu fisika, matematika, bahasa dan lain lain dengan tujuan untuk membuat diri menjadi lebih berkembang dan berguna, dibilang dosa pula, dihubung hubungkan sama kepercayaan yang ga penting… Halah, kira2 kalo fanatik buta bos! Gbu

  5. dbugs said, on September 7, 2010 at 5:31 pm

    wah saya malah bertanya2 dgn bro bro ricky ini…sebenernya mo comment atau malah kuatir “bo’ong”nya NLP ketauan…ayoo dong bro…kasih argumenmu secara dewasa…bukannya cuman nge-comment “cetek” gini😀

  6. the Viewer said, on September 13, 2010 at 12:00 pm

    SALAM SEJAHTERA !
    Trima kasih buat Be an Example yg memaparkan tentang NLP di mesia ini. Sebagai ortu saya sangat concern pada anak-anak muda terutama anak saya yang memasuki usia muda. memang tidak dapat dipungkiri bahwa akhir jaman akan sangat banyak ajaran-ajaran dan paham-paham baru yang asal usulnya belum kurang jelas kebenarannya, dan sering lahir dari pemikiran-pemikiran “Orang Pintar” dan merasa bahwa pemahamannya 100% betul… Komen saya soal NLP ini, karena dikatakan UKURAN BAIK BURUK NLP TIDAK JELAS , maka sebijaknyalah kita pertimbangkan kembali. Karena Sang Penyelamat berkata : Matius 12
    12:30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku……..” Kalu ga jelas di posisi mana posisi NLP ya jelas di tolak saja. Kalu dikatakan ada manfaat dari NLP itu jelas ada , tapi manfaat itu bukan segala-galanya apalagi kalau akhirnya pmanfaat yang timbul tidak berada dipihak NYA melainkan ada pada diri (EGO) sendiri … semoga komen ini bermanfaat. JBU all

  7. ricky said, on September 24, 2010 at 3:08 pm

    gene dbug , namanya ilmu ya ilmu, sama dengan ilmu matematika atau fisika, saya tidak suka matematika, tapi saya tidak pernah menganggap matematika melanggar agama, nah kalo orang fanatik itu semua diubungkan sama agama, ini yg buat saya keki. Tersrah kalo seandainya kalian bilang nlp tidak berhasil dalam kehidupan kalian, tidak suka nlp, nlp itu susah atau apapun yg jelek tentang nlp, namun jangan bawa2 agama ke situ, bawa2 Tuhan pula, Ini yg saya tdk setuju sama fanatisme. Tau ga yang ditulis ini sama aja dengan bilang jauhilah pisau karena pisau bisa membunuh bertentangan dengan perintah Allah, sama aja seperti itu. pisau itu kalo digunakan buat kejahatan ya dosa, lagian yang dimasalahkan adalah memakai kekuatan diri sendiri. Haduh, Tuhan juga mau kita berkembang dan menjadi kuat dengan segala kebaikan yang ada. Mengandalkan Tuhan bukan berarti tidak belajar apapun, dan semuadianggap bertentangan. Besok pagi ga usa kerja aja, andalkan saja Tuhan, tanpa usaha tanpa melatih diri menjadi lebih baik.

  8. andri said, on Desember 9, 2010 at 12:08 pm

    Sejauh yang saya pahami, upaya untuk mengembangkan potensi diri tidaklah keliru dan tidak harus selalu disamakan dengan upaya untuk mengandalkan diri dan bahkan mengabaikan Tuhan. Sebagai contoh, bagaimana pandangan kita terhadap seorang dokter ahli yang mengembangkan diri di bidangnya sehingga menjadi seorang ahli, secara kebetulan dokter itu non-Kristen, lalu apakah jika kemudian kita atau ada alah satu family kita bermasalah dengan salah satu organ yang ternyata dokter tersebut ahli di bidangnya. Apakah kita lalu memutuskan tidak pergi mengkonsultasikan diri ke dokter ahli tersebut karena dia terpengaruh new age, dia ridak mengandalkan Tuhan, etc, lalu akhirnya kita lebih memilih ke seorang dokter kristen yang sangat mengandalkan Tuhan namun tidak mau mengembangkan keahlian di bidang ilmunya? Maaf, saya tidak bermaksud meragukan Tuhan dalam hal ini. Saya percaya mujizat, namun apakah demikian kita lantas mengabaikan semua perkembangan tekhnologi dan ilmu pengetahuan? maaf jika tulisan saya tidak berkenan. Gbu

  9. jimmi said, on Desember 10, 2010 at 11:27 am

    saudara2 sekalian beginilah penjelasannya : Jangan kita bingung akan hal itu, di hati kita ada Roh Kudus yang menuntun kita, Apapun yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah Bapa yang di sorga (“INGAT ITU”). apa yang ada pada kita baik itu tubuh kita,hati ,jiwa dan pikiran kita adalah karena kasih karunia Allah yang Allah berikan kepada kita, dan itu semua barasal dari Dia dan itu semua kepunyaanNya (“INGAT ITU”). segala kemampuan yang ada pada diri kita sendiri (PRIBADI KITA/Personal) adalah karena pemberian Allah, dan ada tertulis “Jangan ada yang memegahkan diri, karena tidak ada diantara kamu yang mendapatkan tanpa diberi”. contoh sederhana : kita diberi Tangan oleh Allah, lalu kita memiliki kemampuan mempergunakannya untuk apa saja, kita diberikan kebebasan untuk memilih (Free will) apakah dipergunakan untuk hal yang baik? atau yang buruk?, semua pilihan ada upahnya, yang baik upahnya adalah seumpama pohon tumbuhlah buahnya (MANIS LAGI), yang buruk tidak berbuah pohonnya dan terancam untuk ditebang.
    Nah….jadi demikian juga kekuatan pikiran kita, kekuatan pikiran memiliki potensi yang besar untuk diri kita mengenai perihal keinginan2 kita di dunia ini, dan kekuatan itu sudah diberikan Allah juga untuk kita, tinggal kita memilih apakah mempergunakannya untuk hal yang baik atau buruk (free will), dan ingat “Mengandalkan Tuhan” bisa diartikan yaitu kita selalu meminta dan berharap padaNya (meminta untuk hal2 yang diluar kemampuan kita karena manusia Pasti memiliki keterbatasan kita harus sadar akan hal itu). Dan “Mengandalkan Tuhan” dapat juga diartikan kita menggunakan apa yang sudah Allah berikan kepada kita sehingga kita melakukan sesuatu apa saja yang sebatas kita mampu melalukannya dan selalu bersyukur dan merendahkan diri dihadapanNya bahwa semua itu karena kasih karuniaNya yang Dia berikan kepada kita , seperti “Tangan tadi contohnya dan juga kekuatan pikiran” .”Ingat” bukan memakai kekuatan ilah lain seperti roh-roh jahat atau semacamnya, itu juga semua Ciptaan Allah Bapa, tetapi itu tidak diberikan untuk pribadi kita, kita tidak boleh mencari dan menggunakannya karena itu di luar kita. makanya ada tertulis “Jangan ada ilah lain” maksudnya kita hanya menyembah dan mengandalkan Allah saja dalam hidup kita dan pergunakanlah apa yang sudah diberikan pada kita atau didalam diri kita karena dengan menggunakan apa yang ada pada diri kita berarti juga mengandalkan Allah karena kita menggunakan apa yang sudah Dia beri untuk pribadi kita. Tinggal kita sekarang harus sadar diri dan selalu berhikmat janganlah Murtad, karena orang bodohlah yang mengatakan dirinya “saya bermegah didalam diri saya”, tetapi baiklah kita bila kita selalu bermegah di dalam Tuhan karena itu Ya dan Amin.
    Kesimpulannya: Simple saja ” Apa yang ada pada diri kita pribadi adalah karena Kasih karunia Allah yang Allah berikan pada kita, tinggal kita sadar diri, semua itu dari Allah bukan karena kuat dan hebat kita dan pergunakanlah karunia itu dengan baik, janganlah menggunakannya dengan jahat atau menjadi murtad tidak tahu diri atau seolah – olah pintar dan rasionalis padahal BODOH

  10. bajuhamilbajumenyusui said, on Agustus 4, 2011 at 8:56 am

    Salam Kenal …
    Semoga dengan ilmu NLP Yang berkembang dinegara kita bisa membuat kemajuan dan kemakmuran bagi negara kita tercinta. Amin

    Salam Sukses
    http://indonesianlp.com

  11. joen said, on Juni 12, 2012 at 12:26 pm

    Saya percaya bahwa Tuhan yg sy sembah adalh berkuasa atas hidup saya. Saya percaya bahwa penjagaan atas hidup kita sempurna.
    Ilmu apapun tdk ada yg salah, yg salah adlh jika mengandalkan NLP LEBIH drpd Tuhan kita dalam memperbaiki / mengembangkan hidup kita.
    Sama spt hipnotis, sy yakin kalo kita dihiptonis oleh org jahat sekalipun, Tuhan pasti akan menjaga + mampu menggagalkan nya.
    Demikian juga mengenai pengembangan diri .. Kalau memang itu ada unsur yg tdk sesuai, saya yakin Tuhan kita sanggup utk mematahkannya + DIA sanggup menjaga hidup kita .. Makanya yang penting adlh iman + totalitas penyerahkan kita. Kita bisa melakukan yg baik, sisanya DIA yg jaga.
    GBU all


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: