Be an Example! Be a witness in everywhere

Kuasa dari kasih

Posted in Teaching by Be example on Maret 22, 2008

smothered_sm.gifKuasa yg dimaksud disini adalah sesuatu yg bs diakibatkan. Kasih itu memiliki buah apa, kasih itu memiliki akibat apa. The Power of Love. Kalau org benar2 memiliki kasih, pasti kasih itu akan membuat akibat, pasti membawa pengaruh, memberi dampak di manapun kita berada. Alkitab mengatakan “kamu adalah terang dunia” itu artinya dimana saja kita berada kita membawa dampak. Sama seperti garam, kita adalah garam dunia. “AKU adalah garam. Tapi ketika aku naik ke sorga, kamulah garamnya”. Itulah kata Tuhan. Demikian kehadiran orang percaya, dimanapun dia berada dia memberi pengaruh. Itulah kuasa dari kasih.
Nah, masalahnya apa sebenarnya kasih itu. Byk org memahami pengertian kasih scr dangkal. Dan pengertian scr dangkal ini bisa tidak tepat : Pokoknya memberi sesuatu kpd org lain itu kasih, pokoknya ada sesuatu yg kita berikan buat org lain itu kasih. Lalu kasih yg sebenarnya itu apa ? kasih yg benar2 memberi akibat, pengaruh dan dampak itu spt apa ?
Spy pengertian kita ttg kasih tdk salah, kita baca dulu 1 kor 13:1-3

13:1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
Membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku tp bs dilakukan tanpa kasih. Apa sebenarnya kasih itu ? Pokoknya senyum, ramah, berkorban bagi org lain, baik hati ; apakah itu kasih ? itu semua bs dilakukan tanpa kasih.

Lalu kasih itu apa ?

13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Tidak menyimpan kesalahan orang lain –> ini yg gw blm pny (Upz)

ayat 1 – 3 itu semua menunjukkan tindakan2 yg lahiriah / tindakan yg kelihatan (memberi diri untuk dibakar dlsb). Sedangkan ukuran dari kasih itu bukan tindakan yg kelihatan tapi SIKAP HATI. Kalo kita lihat dari ayat 4-6, Sabar itu dmn ? di dalam. tidak cemburu itu dmn ? di dalam. Di dalam hati. Kalao ada org melihat org lain berhasil, dia tdk cemburu dia tersenyum. Dia cemburu, dia tersenyum. Bisa ga ? bisa. Org yg murah hati itu blm tentu memberi sesuatu.Dia bisa memberi sesuatu, tapi dibalik itu ada sesuatu yg dia harapkan : entah sanjungan, ingin dipuji, entah ucapan terima kasih, nth balasan.Tapi murah hati yg sesungguhnya dia memberi tanpa mengharapkan kembali. Dan tidak menuntut balasan, bahkan ucapan terima kasih.

Sering kita dengar lagu ini:
Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan,
KasihMu tulus tiada batasnya.

Ini semua sifat2 batiniah. Saling mengasihi, saling mengampuni –> tdk sekedar pelukan (boong2an) tapi dg tulus. Senyum kanan kiri, ah boong. Org kalo seneng sama org itu bs senyum. Tapi org yg benci sama org jg bs senyum. Senyum satu dg yg lain itu belum tentu tanda kasih low. “bau bgt sih ni ibu”. “nyesel gw peluk dia, minyak wanginya kelas kampungan. Sedang gw kelas 500rb”. “Ih, pelukan ma dia gw nyesel. Bau minyak telon”. Tapi msh  bssenyum. Itu boong. Sedang kasih tidak boleh pura-pura.Kasih itu sebenernya sikap batin kita. Tapi penjelasan ini msh abstrak, blm jelas. Tuhan mau dalam menunjukkan kasih ada dasarnya, ada landasannya, ada motivasi yg mendorong. Dan motivasi yg mendorong itulah yg memberi nilai apakah seseorang punya kasih. Jadi bukan krn kita salam, senyum, kasi uang itu berarti  kasih; apa yg mendorong kita melakukan hal itu. Untuk itu kita belajar dari Tuhan kita Yesus kristus

mat 22 : 37-40
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Ayat 39 itu kunci bagaimana membongkar pengertian kasih. Kasihilah sesamamu manusia spt kamu mengasihi diri sdr. Jadi org tidak bisa mengasihi org lain kalo dia blm bisa mengasihi diri sdr, sebab standar mengasihi org lain adalah mengasihi dr sdr. Bgmn kita bisa mengasihi org lain kalo kita blm bisa mengasihi diri sdr. Nah, skg yg kita persoalkan apa itu dan bgmn mengasihi diri sendiri.Ini bkn mengasihi dr sdr scr kodrat, sebab mengasihi diri scr kodrat itu tdk perlu diajarkan jg setiap org mengasihi dr sdr; bgmn membela dirinya sdr, bgmn mengutamakan kepentingannya sdr, mau menang sdr, bgmn mau puas). Itu mah ga diajar kita sdh ahli. Itu namanya mengasihi diri scr kodrat.Sedangkan MENGASIHI DIRI SDR DISINI hrs mengasihi diri sdr scr ilahi. Makanya dimulai dg Kasihilah TUhan Allahmu dg segenap hati, jiwa, akal budi itu sdrku. Tapi yg pertama tdk saya jelaskan mendalam. Saya akan menjelaskan bgmn mengasihi diri sdr scr benar, bkn scr kodrat. Kalau scr kodrat kita semua sdh cakap, ahli. Dan di dalam diri kita melekat mengasihi dr sdr scr kodrat. Ibu2 itu kalau bagiannya dipotong sedikit ga mau. Itu makanan kalau blm busuk blm dibagi ke org lain. Itu baju kalau resletingnya sdh rusak, kainnya sdh lapuk, blm dibagi ke org lain. “jangan dikasi org, itu untuk anak saya nanti”. Itu bukan ibu2 pembaca disini. wahh, pelit. Coba kalo ibu2 belanja, timbangannya maunya anget. Maunya ditambah2 melulu sampai berebut dg pedagang. Duuhhh….”udah bu jangan”. Ibu itu kejam. Kalau di film namanya Predator. Beli duku dicicipin depan belakang. itu bukan belanja tapi rampok. Tapi itu bkn ibu2 yg ada disini. Jadi mengasihi diri sdr scr kodrat itu jg pny kuasa : kuasa menghancurkan, kuasa merugikan, kuasa merusak, kuasa membunuh. Begitu adik iparnya datang, dia sembunyikan makanannya. begitu adik iparnya pulang baru dibuka. Dia lbh suka ngasi ke anjingnya dp ke adik iparnya. Dia lbh sayang anjingnya dp adik iparnya. Ini dampaknya membunuh. Itu baru yg namanya barang, blm perasaan. Sdr tuh pny perasaan itu tau ga spt berlian. Disentuh sedikit terganggu. Spt berlian tp yg bisa tergores. Bukan berlian asli tapi palsu. Berlian asli itu bs memecah kaca. Tapi kalo palsu yg pecah berliannya. Hati2 yg blm dibentuk itu spt itu. Itu mengasihi diri sdr scr kodrat. Wanita tuh kalo kesinggung bs lbh dahsyat dari pria. Dia tdk mudah melupakan. Ga gampang. Pria tuh begitu gedobak stlh itu salaman. Tapi wanita berkata “aku tdk pnh berubah. Dahulu sekarang sampai selama2nya. Aku takkan pernah mengampuni kamu”. Lalu kalo sdh ketemu org yg sdh menyakitin dia, wah langsung panas dia. Padahal itu peristiwa sdh berlangsung 20 tahun yg lalu. Kalo inget itu panas hatinya. Wanita kalo kepaitan dia bakalan sakit bgt. Dan kepahitan itu bs jadi kanker (akar pahit). Makanya jadi org itu yg stel geblek. Ada masalah lgsg selesai. Spy hati kita mjd berlian asli; hati yg anti gores. Yg mau mengampuni org yg bersalah pd kita.

Mengasihi diri sdr scr kodrat –> tdk mau mengampuni org yg bersalah. Kuasanya membinasakan / membunuh.
walshga.jpg
Mengasihi diri sendiri itu bkn scr kodrat tapi scr ILAHI. Yg gmn yg scr ilahi itu ? Mengasihi diri sdr spt cara Tuhan mengasihi dia. Harus belajar dulu bgmn Tuhan mengasihi dirinya, baru bs mengasihi org lain. Bgmn Tuhan mengasihi kita ? Dia rela mati di kayu salib untuk kita. Amin.
Ringkasan kotbah Pdt. Erastus Sabdono @ Solagracia FM 97,4 Malang (22/03/08)

Tagged with: ,

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. onlyhim.wordpress.com said, on Maret 24, 2008 at 11:30 am

    wah tulisan yang ini panjang amat..hehe tp tetep semangat ya nulisnya!!!GbU.

  2. Artina N. Ginto said, on April 7, 2012 at 8:42 pm

    Tuhan…bentuklah aku sesuka MU. Jadikan aku orang yang memiliki dan menerapkan KASIH di mana pun dan kapanpun, amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: