Be an Example! Be a witness in everywhere

The Messiah, Yesus Tidak Pernah Disalibkan

Posted in Hot News by Be example on Maret 26, 2008
Sebuah film Yesus yang dituturkan dari cara pandang Islam baru saja diluncurkan di Iran. Hal ini menyebabkan berbagai reaksi dari komunitas Kristen, karena di film tersebut Yesus tidak mati disalibkan tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot.

Judul film ini “The Messiah” – ditulis, di produksi dan disutradarai oleh seorang pembuat film dari Iran bernama Nader Talebzadeh. Film ini di buat di Iran dan Yesus pun dimainkan oleh seorang aktor Iran. Film ini dibuat berdasarkan apa yang Alquran tuliskan tentang Yesus dan berdasarkan Injil Barnabas – sebuah kitab yang tidak termasuk dalam kanonisasi Alkitab. (Untuk tahu ttg injil barnabas, silahkan ketika kata kunci “injil barnabas” di search blog ini)

Film ini menyajikan dua penutupan film – dari sudut muslim dan Kristen tentang Yesus dan salib-Nya. Film ini memenangkan penghargaan dari Roma, Rome‘s Religion Today Film Festifal sebagai nominasi dialog antar umat beragama.

Dr. Emir Caner, seorang dekan dari Southwestern Baptist Theological Seminary merekomendasikan untuk orang Kristen menonton film ini, dan menanyakan beberapa hal berikut ini:

  • Kapan Yesus digantikan, menurut yang tertulis di Alquran?
  • Kenapa ibu dan para murid Yesus tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?
  • Apa tujuan ‘Allah’ membutakan semua kerumununan termasuk murid-murid Yesus dan Maria ibu Yesus, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yesus lah yang sedang disalibkan?
  • Caner, yang juga seorang professor bidang sejarah, mengatakan bahwa dia percaya pada akhirnya dengan cara kita menonton sambil bertanya berdasarkan sudut pandang itu, kita bisa menerima film ini.

“Mungkin Orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan  cerita yang mungkin terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan pada saat ini.” Demikian Caner menuliskan pernyataannya.

Hampir secara keseluruhan “The Messiah,” penampilan Yesus dalam film ini mirip dengan versi Yesus yang dibuat oleh dunia barat. Rambut pirang dan melakukan mukjizat. Hanya yang berbeda adalah bagaimana Yudas tiba-tiba secara ajaib berubah menyerupai Yesus dan menggantikan Yesus disalibkan.

“Dia (Yesus-red) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalibkan menggantikan Dia,”Talebzadeh menyatakan kepada CNN.

Film fenomenal yang melibatkan hampir lebih dari 1000 orang ini merupakan sebuah film terbesar yang pernah dibuat di Iran. Film ini telah dirilis di Iran saat ini, dan segera akan dapat disaksikan di Internet melalui CNN.

 

fifi : 2008-03-26 11:50:40
Kalo setelah nonton itu (atau membaca hal-hal yang kontroversial) seseorang jadi mempertanyakan kebenaran yang sesungguhnya, justru bagus… coz itu justru jadi kesempatan buat dia jadi menggali dan mencari kebenaran. Yesus kan bilang, “berbahagialah mereka yang haus dan lapar akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”. Aku pernah punya temen yang dari awalnya kristen trus jadi atheis ‘n skeptis untuk beberapa lama… tapi setelah itu dia jadi lebih percaya lagi ama Yesus dan kebenaranNya coz dia ga bisa menyangkali kebenaran FirmanNya… Kayak yang udah Yesus bilang, jangan kita jadi suam-suam kuku, kalo panas, panas sekalian. Kalo dingin, dingin sekalian… Daripada percaya cuman karena keluarga atau orang-orang dekat kita juga percaya hal yang sama, bukannya lebih mantep lagi kalo kita percaya karena kita sendiri yang mengalami kebenaran itu?

vjay : 2008-03-26 11:34:25
Dear Faithaholic, saya rasa jika Anda mencerna dengan baik artikel di atas, hal itu bukan untuk membuat orang percaya tersandung. Ini adalah sarana pembelajaran bagi kita orang nasrani. Coba mempelajari sudut pandang saudara kita para muslim, bukanlah sesuatu yang salah bukan. Klo kita tidak membuka informasi ini, dan menemukan info ini bahkan dari pihak seberang sana, bukankah lebih berbahaya. Kita malah akan terkaget2, jika tiba2 film ini muncul di Indonesia tanpa tahu apa isinya. Nah dari sini, kita umat nasrani belajar menjadi Smart, dan tidak picik. Saya harap hal ini bisa membuka pemikiran kita semua.
Lestari99 : 2008-03-26 11:33:00
Aq justru bersyukur jawaban.com menayangkan artikel ini….jadi qt lebih bisa mempersiapkan diri menghadapi gejolak apapun yang ada di luar.Memperkuat iman kepada Yesus sebagai satu2nya Tuhan. Dan aq percaya melalui semua hal ini, akan lahir iman2 yg kuat dan teruji bukan sekedar iman tanpa dasar yg jelas. Bless u all guys…
Tammy : 2008-03-26 11:27:30
@Faithaholic, Wah kalo gw malah gak setuju tuhhhh… Tinggal di dunia tuh, ada hitam ada putih… Ada terang ada gelap… Buat gw sbg anak Terang (halah), gak masalah untuk mengenal kegelapan itu seperti apa… Gak masalah untuk mengenal seperti apa di luar kekristenan itu… Kalo takut ke-ombang-ambing… Ya gak usah konsumsi produk kegelapan… Tho, kedewasaan iman kita juga kok yang menentukan respon kita dengan hal seperti ini… BTW, ttg film ini… Gw sih lebih percaya Alkitab yg merupakan bukti sejarah dari masa2 kehidupan Yesus Kristus… daripada apa yang dikatakan dan dianggap sebagai ‘bukti sejarah’ 600 tahun lebih (!) setelah masa Yesus Kristus… alias Al’Quran…. hehehe…. PEACE

Shando : 2008-03-26 09:45:30
Saatnya menentukan kekuatan Iman kita…apakah akan goyah terhadap godaan dan pencobaan yang datang bertubi2 untuk kita kembali mempertanyakan akan kebenaran YESUS KRISTUS, ataukah kita akan tetap yakin dan percaya kepada YESUS KRISTUS yang mati di kayu salib demi penebusan dosa2 kita, bangkit dan duduk disisi kanan ALLAH BAPA DI SURGA??? semua kembali kepada masing2 Iman anda semua… TUHAN Memberkati Kita Semua dan semoga kita semua dapat memiliki Iman yang Kuat dan Besar,sebesar biji sesawi,agar gunungpun dapat kita pindahkan…Amin

Tagged with: ,

7 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. bukansiapa2 said, on April 1, 2008 at 3:23 am

    Ada dua dasar orang percaya kepada Tuhan.

    1. Iman. “barangsiapa mempunyai iman sebesar biji sawi saja… dapat mindahin gunung, yg tidak mungkin menurut akal manusia”. “berbahagialah mereka yg tidak melihat, tidak melihat bukti, tidak menuntut pembuktian, namun tetap percaya”.

    2. Belajar. “umatKU binasa krn tidak mengenal Allah”. “carilah… maka kamu akan mendapat. termasuk mencari TUHAN, belajarlah tentang DIA”.

    Rasul Paulus menempuh kedua-duanya. Setelah beriman kepada Yesus setelah Paulus dibutakan dan mendengar suaraNYA, Paulus belajar tentang Yesus, membandingkan dgn isi Taurat dst, memastikan benar2 memahami DIA dan memiliki hubungan pribadi dgn NYA, sebelum mulai bersaksi dan mengajar tentang DIA.

    Beriman saja dan meminta orang lain percaya kepada Alkitab kita “cukup berdasarkan iman saja”, tidak akan diterima. Orang lain minta bukti.

    Tapi dilain pihak, berusaha membuktikan Alkitab secara terlalu logis akan mendidik oranglain utk mengabaikan sisi iman. Mungkin dia jadi percaya krn penjelasan kita, tapi dia akan terbentur banyak pertanyaan2 kritis dan krn iman nya tidak dididik dari awal, dia akan mudah goyah lagi.

    Jadi perlu seimbang diantara iman dan logika. Antara iman dan pembuktian kepada oranglain. Yesus bilang, “yang satu harus dilakukan, yg lain jangan dilupakan” (Matius 23: 23).

    Menjawab orang2 yg akan mempertanyakan Alkitab setelah menonton film itu (ato DaVinciCode, ato CorpusChristie, dll), pembuktiannya justru bukan dari Alkitab. Krn kalo kita bilang Alkitab benar, mereka akan bilang Qur’an benar. Sama-sama buku suci bagi masing2 pihak. Kalo kita menuding Qur’an salah, mereka balik menuding Bible salah. Impas kan?

    “Kamulah surat yg dapat dibaca, readable, terbuka di hadapan banyak orang utk dibaca”. “Dari buah nya lah kamu akan mengetahui…”. Kita lah bukti yg mereka tidak bisa tolak.

    Sementara fokus kita tertuju utk menyembah Yesus dan tidak mengutak-atik agama lain, fokus mereka tertuju utk menjatuhkan Yesus. Ini sama seperti perbandingan Honda-Yamaha. Dengan iklan2 Yamaha yg selalu menyindir Honda, Yamaha sudah mengakui kekalahannya, dengan selalu membandingkan dirinya dgn Honda. Sementara Honda santai2 saja tidak menyindir siapapun, dia tidak merasa perlu utk membandingkan dirinya dgn siapapun. (jangan salah, aku tidak pakai motor, aku cuma mengamati iklan aja). Begitu juga dgn iklan XL yg menyindir IM3, berarti XL membandingkan2 dirinya dgn IM3. Sama juga dgn Yesus. Anak2 Tuhan tidak merasa perlu utk membanding2kan Alkitab dgn semua yg lain. Sementara sodara-sepupu kita dgn gusar selalu menyerang Alkitab dan Yesus. Yang seperti ini tidak utk dihadapi dgn berdebat. Tapi dgn kasih yg tulus, (bukan usaha kristenisasi lho, plis deh, tidak bisakah kalian mengasihi orang lain agama tanpa mengungkit2 agama???). KASIH! ITULAH BUKTI YG MEMBEDAKAN KITA. Mo orang dunia mbuat film apapun utk menyerang dan mengguncang iman kristen, semakin mereka melakukannya, semakin kita terlihat berbeda dari mereka. Semakin kita terlihat cool, tenang, penuh kasih, santai2 saja Tuhan nya diolok2 (krn pembalasan memang bukan hak kita, bagian kita adalah tetap mengasihi, pembalasan adalah bagian Tuhan).

    Terakhir, maap terlalu panjang, ada satu nasehat bijak mengatakan: “orang tidak bisa mencegah kamu menerima keselamatan, itu sudah terlanjur terjadi, tapi orang masih ada waktu utk mencegah kamu mencapai kesempurnaan, masih ada waktu utk membuat kamu marah, membuat kamu membalas, membuat kamu murka, dan dengan demikian merusak kesaksianmu”.

    Suatu saat, artikel ini akan dibaca seorang Islam sejati yg benar2 mencari kebenaran. Saya tidak bisa mengatakan Alkitab lebih baik dari AlQur’an di depan anda krn itu pasti menyinggung anda, tapi silakan melihat buahnya saja. Anda yg menilai sendiri tanpa dipengaruhi siapapun. Penilaian yg adil bukan?

    Catat yg saya tuliskan, penilaian yg adil.

  2. Be example said, on April 1, 2008 at 8:53 pm

    Suatu saat, artikel ini akan dibaca seorang Islam sejati yg benar2 mencari kebenaran. Saya tidak bisa mengatakan Alkitab lebih baik dari AlQur’an di depan anda krn itu pasti menyinggung anda, tapi silakan melihat buahnya saja. Anda yg menilai sendiri tanpa dipengaruhi siapapun. Penilaian yg adil bukan?

    @ bukansiapa2

    thx atas komentarnya.
    Daripada kita pusing membanding2kan agama kita dengan agama yg lain mending kita fokus untuk lebih mencari Tuhan dan kebenaranNya. Dengan demikian kita akan berbuah dan buah itu memuliakan Tuhan sebab dunia melihat ada terang di dalam hati kita. Tentunya ini tidak bisa instant. Kekristenan tidak bisa terjadi dalam sekejap mata. Tapi melalui proses yang panjang.

    Saya sendiri sering berdiskusi dengan umat beragama lain melalui chatting. Tujuan saya selain untuk memberi kesaksian juga untuk mengetahui pola pikir mereka dalam melihat agama mereka dan dalam memandang kekristenan. Dan justru melalui diskusi semacam itu saya lebih diperkaya dan didorong untuk lebih menggali kebenaran Alkitab.

    Yoh 12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

    Setiap kita punya kerinduan untuk menjangkau jiwa2. Dengan meninggikan Dia, maka jiwa-jiwa akan datang. Mari memuliakan Tuhan dalam hidup kita dengan buah2 yg kita hasilkan.

  3. SISWONO said, on Mei 30, 2008 at 11:58 pm

    “Berbahagilah orang yang tidak melihat tapi percaya”.Ketika kita percaya Kristus tidak usah toleh kanan kiri.Maka kta akan di selamatkan

  4. antonius said, on September 23, 2008 at 1:54 pm

    Terlalu banyak gosip yang ada untuk menjatuhkan iman kita terhadap yesus.
    Dalam suasana seperti ini, kita semakin ditantang…Sejauh manakah iman yang anda peroleh selama ini. Dan sejauh manakah anada menyebarkan injil Tuhan kita.
    Tetaplah bertahan pada imanmu, jangan goyah. Karena itu semua tipu muslihat untuk mencobai kita umat nasrani.
    Belive, Tuhan akan memperhatikan langkah iman kita.
    Tuhan Yesus beserta kita

  5. cool thing said, on Januari 27, 2011 at 9:30 am

    Saya Suka kedewasaan iman saudara2 yang berkomentar.. sebab tetangga sebelah berbeda.. percuma saja punya iman, kalo tidak pernah mengamalkan, apalagi menyakiti saudara kita yang ‘berbeda’, semua boleh berpendapat, tentu saja dengan tidak menyakiti, emosi bukan jalan untuk berekspresi, toh itu hanya pendapat orang2 yang ‘berbeda’

  6. slamet said, on Januari 27, 2011 at 9:32 am

    entah nasrani entah muslim, itu ulah oknum bukan ulah umat

  7. mahmudin said, on Agustus 19, 2011 at 4:46 pm

    mudahan masuk surga semuanya.aamiin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: