Be an Example! Be a witness in everywhere

Haruskah Harga Diri Dan Air Mata Ini Terbalas?

Posted in true story by Be example on April 3, 2008


Yosi dan Hera adalah sepasang suami istri yang hidup secara harmonis. Bagaimana tidak, seorang tentara, abdi negara seperti Yosi yang sering menerima penugasan berat di luar kota didampingi wanita cantik seperti Hera. Kesetiaan serta ketulusan Hera untuk mencintai dan mengasihi Yosi telah terbukti. Hingga tanpa disangka kejadian yang tak diharapkan itu pun terjadi.

Hera sedang membereskan lemari pakaian suaminya saat ia menemukan foto Yosi dengan seorang wanita cantik. Pose-pose mesra mereka membuat Hera shock dan sangat terkejut. Saat itu Yosi hanya mengakui wanita itu sebagai temannya, tidak ada apa-apa di antara mereka. Hera tentu saja sangat marah karena foto itu tidak menggambarkan hubungan pertemanan sama sekali. Hera tidak dapat menerima perselingkuhan yang telah dilakukan Yosi terhadapnya.

Awal perkenalan Yosi dengan wanita itu saat ia sedang tugas ke Aceh. Awalnya Yosi hanya dikenalkan oleh teman-temannya. Dengan maksud menghilangkan kejenuhan akibat beban tugas yang menjauhkannya dari keluarga, saudara dan teman-temannya, kehadiran seseorang yang memperhatikan dirinya membuat Yosi terbuai. Wanita itu sendiri sebenarnya masih sangat belia karena ia masih berstatus murid SMA.

Dari Aceh, teman-teman Yosi menelepon Hera dan mengatakan kalau Yosi pacaran lagi dan telah merebut tunangan orang. Mereka meminta Hera untuk datang ke Aceh. Sesampainya di sana, Hera berusaha mencari tahu sebanyak mungkin informasi mengenai wanita selingkuhan Yosi. Ketika Hera akhirnya mengetahui kebenaran akan perselingkuhan Yosi, perasaan Hera sangat terluka. Karena memang sejak awal, banyak hal yang sudah Hera korbankan agar dapat menikah dengan Yosi. Hera selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Yosi. Namun apa yang didapatkannya saat ini hanyalah kenyataan bahwa suaminya telah berselingkuh.

Hera mendapati kenyataan bahwa selama ini, kalau Hera mengirimkan makanan, apakah itu coklat ataupun makanan lain yang Hera tahu menjadi kegemaran Yosi, ternyata hanya diberikan Yosi untuk selingkuhannya. Tidak hanya sampai di situ, Yosi juga dengan setia menjemput pacarnya ke sekolah dan memenuhi semua kebutuhan wanita itu. Hera tidak menyangka Yosi bisa setega itu terhadap dirinya.

Setelah kejadian di Aceh, sikap Hera kepada Yosi berubah total. Kemarahan yang belum pernah dilihat Yosi sebelumnya dalam kehidupan pernikahan mereka, ditunjukkan Hera kepada Yosi. Hera bahkan sempat mengancam Yosi, kalau sampai Yosi memilih wanita itu, Hera akan membuat pangkat Yosi sebagai letnan tidak akan naik lagi, dan keluarga Yosi akan merasakan kesusahan yang amat sangat dan menciptakan neraka buat Yosi. Hera bertekad membuat Yosi membayar setiap air matanya, membayar harga dirinya yang terinjak dan setiap malu yang harus Hera tanggung.

Perselingkuhan Yosi membuat Hera merasa tidak ada gunanya lagi bagi dia untuk tetap melakukan yang terbaik bagi Yosi. Tidak ada gunanya lagi memperhatikan Yosi kalau pada akhirnya Yosi tetap meminta perhatian dari perempuan lain.

Tiga tahun kehidupan Yosi dan Hera bagaikan neraka. Pertengkaran selalu terjadi. Apapun yang Yosi lakukan selalu salah di mata Hera. Baik dalam pekerjaan maupun hubungan relasi yang dijalaninya, Yosi selalu dicurigai Hera. Yosi pun sadar bahwa kejadian perselingkuhan yang telah dilakukannya benar-benar telah menyakiti Hera. Yosi menyesal dan merasa bersalah terhadap Hera. Yosi pun merasa capek dan ia berniat mencari Tuhan agar dapat memulai kehidupan baru bersama keluarganya kembali. Yosi bertekad untuk merubah hidupnya.

Yosi bertemu dengan temannya yang mengajak dirinya untuk ikut camp pria sejati. Saat itulah Yosi bertemu dengan Tuhan secara pribadi dan Tuhan membuka pikirannya bahwa ketika seorang pria memiliki perasaan terhadap wanita lain, dia sudah berdosa. Dosa adalah dosa dan dosa bukanlah sekedar masalah. Jadi apapun niat seorang pria, jika pria itu sudah berniat berhubungan dengan wanita lain selain istrinya sendiri, pria itu sudah berdosa di hadapan Tuhan.

Sepulangnya dari camp, Yosi mengakui segala hal yang pernah dilakukannya di masa lalu. Bagaimana dia berselingkuh dan mempunyai hati kepada wanita lain dan menyebabkan Hera kecewa. Karena selama ini Yosi tidak pernah mengakui kalau dia sebenarnya memang mempunyai perasaan terhadap wanita selingkuhannya itu. Hera menyadari ternyata dirinya tidak siap dengan pengakuan Yosi. Cakaran, pukulan dan tendangan pun segera diarahkan Hera kepada Yosi. Hera benar-benar merasa menjadi wanita yang terhina, terabaikan dan tidak berarti sama sekali sebagai seorang istri. Hera mempertanyakan apa arti dirinya bagi Yosi, apa arti semua pengorbanan yang telah ia berikan bagi Yosi?

Sampai akhirnya Hera mengikuti pemuridan wanita bijak. Begitu banyak hal yang Tuhan bukakan, bagaimana dirinya terlalu banyak mengintimidasi Yosi dan bagaimana ia tidak dapat mengampuni Yosi. Hera pun belajar melalui proses, tidak berubah secara instant. Melalui proses dan waktu itulah Hera dapat memberikan ruang bagi Yosi untuk dapat menjadi seorang suami yang dapat melakukan kesalahan terhadap istrinya sendiri tanpa diintimidasi.

Salah satu tindakan nyata yang Hera lakukan setelah mengikuti pemuridan Wanita Bijak adalah permintaan maaf yang Hera sampaikan kepada suaminya. Pelan-pelan, Hera kembali membuka hatinya bagi Yosi dan membuat Yosi lebih leluasa dalam pengertian Hera mulai memposisikan Yosi kembali sebagai suami. Hal yang paling luar biasa yang dirasakan Yosi dari Hera adalah pengampunan yang Hera berikan baginya. Hera pun sekarang lebih banyak berdoa untuk Yosi, karena yang terpenting baginya saat ini hanyalah agar suaminya takut akan Tuhan. Hera sadar tidak mungkin baginya untuk dapat mengawasi Yosi 24 jam penuh, tapi ia dapat berserah penuh kepada Tuhan. Kalau suaminya takut akan Tuhan, Hera yakin yang menjaga suaminya bukan dirinya lagi tapi Tuhan yang akan mengingatkan suaminya.

Yosi dan Hera saat ini dapat menyaksikan bagaimana Tuhan membawa mereka agar benar-benar merasakan kehidupan yang diberkati Tuhan. (Kisah ini sudah ditayangkan 25 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian :

Hera Runtukahu

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ellysagita said, on Mei 5, 2008 at 3:07 pm

    Memang tidak gampang untuk dapat mengampuni orang yang telah menyakiti kita.tetapi pada saat kita mengampuni seseorang kita akan lebih dewasa dalam iman dan semakin berserah kepada Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: