Be an Example! Be a witness in everywhere

Menjaring pemimpin rohani dengan cara daging

Posted in Uncategorized by Be example on April 25, 2008

Beberapa waktu lalu disalah satu gereja di Denpasar Bali mengadakan pergantian pemimpin atau gembala sidang yang sudah mengakhiri jabatan sebagai Gembala sidang. setelah mempersiapkan panitia atau badan permatur untuk memilih seorang gembala sidang. Gembala sidang yang akan mengahiri jabatannya telah menyatakan diri di depan jemaat untuk tidak lagi mencalonkan diri sebagai gembala sidang. Entah berawal darimana ketika diumumkan oleh badan formatur para calon gembala di gereja itu, tiba-tiba muncul nama gembala siding yang lama sebagai calon atau kandidat ini didasarkan bahwa setelah diadakan poling ternyata gembala yang lama masih banyak “pendukungnya” itu dinyatakan secara tertulis lengkap dengan nana dan tanda tangan para pendukung, ketika ditelusuri ternyata sebagian tanda tangan ada yang dipalsukan. Melihat gejala ini para elit gereja/para majelis berselisih pendapat, pro dan kontra tentang calon-calon, para elit gereja/majelis yang terpecah menganggap diri lebih benar, dan mempengaruhi anggota jemaat untuk mendukung pendapat mereka. Para elit gereja saling tuding, tidak lagi mengambarkan anggota tubuh kristus, bahkan tidak ada beda dengan cara dunia sehingga harus mendatangkan keamanan sungguh memalukan bagi tubuh kristus yang lain bahkan mempermalukan Kristus, gereja tidak dapat lagi memberikan kesejukan bagi pengunjungnya tetapi justru membuat tambah setres.
Sebagai seorang gembala sidang, penulis dan rekan-rekan hamba Tuhan yang lain merasa prihatin mendengar situasi gereja Tuhan yang mengunakan cara-cara dunia untuk menjaring para pemimpinnya, dan adanya cara-cara yang sebenarnya tidak patut. Para elit gereja tidak ada bedanya dengan elit dunia yang mengunakan cara dunia demi mencapai keinginan kelompok, kepuasan kelompok dan golongan. Apa yang elit gereja kejar? Popeleritas? Maaf gereja bukan tempatnya mencari hal itu, apalagi kalau itu dengan cara yang tidak layak. Kedudukan? Maaf gereja bukan tempatnya. Gereja adalah tempat orang-orang yang memiliki hati seorang hamba, pemimpin yang berhati hamba.
Kasus pemilihan gembala di Denpasar bali ini hanyalah merupakan salah satu fenomena gunung es yang mungkin terjadi didaearh lainnya hanya caranya yang berbeda.
Melihat keadaan seperti ini bagaimana mungkin seorang pemimpin rohani yang dipilih dan terpilih dengan cara yang tidak patut, hasil dari adu kekuatan dapat memimpin sesuai dengan kehendak Tuhan, memimpin jemaat ntuk rendah hati, bertumbuh dalam iman dan semakin serupa dengan Kristus. Bagi penulis siapaun yang akan naik dari hasil pemilihan dengan cara ini adalah pemimpin yang melayani keinginan elit gereja, menyenangkan telinga mereka.
Bagi penulis kenapa hal ini terjadi, secara khusus dialami oleh gereja-gereja tua kebanyakan, ini disebabkan oleh beberapa factor:

1. Kurangnya pengertian jemaat dan pemimpin jemaat tentang gereja, pemimpin gereja.
2. Kurang Berdoa dengan sungguh-sunggu khususnya jemaat dan para pemimpin, kalaupun di doakan mungkin permintaan itu salah dan punya tujuan yang salah dan akhirnya menimbulkan kekacauan ( Yakobus 4:1-3)
3. Tidak ada kerendahan hati diantara anggota Tubuh Kristus, menganggap diri dan kelompoknya lebih baik dari yang lain.( kelompok apolos dan Paulus )
4. Tidak adanya kedewasaan rohani baik jemaat maupun pemimpin.
5. Boleh penulis katakan bahwa sekurang-kurangnya empat hal di atas memberikan indikasi bahwa: gereja ini tidak sehat, artinya sedang sakit. Kalau sakit itu artinya tidak bertumbuh. Bagi penulis Gereja yang sehat dan bertumbuh adalah seperti yang dikatakan Paulus dalam kiasannya tentang gereja.
a. 1 Korintus 12:27 Gereja adalah Tubuh Ktristus yg terdiri dari banyak anggota dan setiap anggotanya harus berfungsi setiap anggota sudah menjalankan fungsinya masing-masing. gereja bukan sekedar organisasi tetapi merupakan organisme yg hidup. Gereja boleh saja memiliki:
· Gedung yg mewah dengan fasilitas yg lengkap.
· Gerea boleh saja memiliki dana dan umat yg besar, tetapi apalah artinya bila disana tidak ada kehidupan.
b. ( Fil 2:1-8) Apakah Jemaat kita menjalankan Fungsinya sebagai keluarga dalam gereja atau tidak? Artinya: “apakah Fungsi jemaat dalam gereja sebagai keluarga dimana:
· Setiap anggota memperhatikan orang lain
· Dimana setiap anggotanya mempedulikan orang lain dan bukan saling menjatuhkan dan mempersalahkan dsb.
gereja yg sehat apabila anggota-anggotanya saling memperhatikan dan mempedulikan dengan kata lain menjalankan fungsinya sebagai keluarga.
c. ( Efesus 2:21 ) Dalam ayat ini digambarkan bahwa setiap orang percaya adalah bait Allah yg kudus, tempat kediaman Allah dimana orang dapat melihat Injil di sana.
apakah setiap jemaat menjalankan funsinya sebagai Bait Allah yg kudus, tempat kediaman Allah dimana orang lain dapat melihat injil melalui kesaksian mereka.
Dalam ayat ini digambarkan bahwa setiap orang percaya adalah bait Allah yg kudus, tempat kediaman Allah dimana orang dapat melihat Injil di sana.
Kalalu kita bertanya apakah gereja kita sehat atau tidak, pertanyaan yg harus kita jwab adalah “ apakah setiap jemaat menjalankan funsinya sebagai Bait Allah yg kudus, tempat kediaman Allah dimana orang lain dapat melihat injil melalui kesaksian mereka.

Tagged with: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: