Be an Example! Be a witness in everywhere

Pandangan Mereka Tentang New Age Movement

Posted in Hot News by Be example on April 27, 2008

Franky Sihombing (38)
Penyanyi Rohani—Jakarta.

Inti pengajaran NAM berpusat pada kemampuan diri sendiri. Bagaimana menggali potensi dalam diri kita agar maksimal. Kalau diselidiki lebih dalam, pusatnya adalah diri sendiri. Sedangkan dalam Firman disebutkan terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan sendiri. Ini saja sudah tidak sejalan.
NAM tidak mengambil garis agama, perkembangannya tidak terlalu nampak. Beberapa produk yang ada di pasar, misalnya buku Secret teryata sangat NAM banget. Atau, beberapa buku Chicken Soup terakhir juga tidak Kristen, tapi sudah sangat NAM. Kalau nggak hati-hati orang akan bilang wah ini Kristen padahal NAM. Untuk membedakannya rajin membaca Alkitab. (Rum)

Yohanes Suhendro (35)
Karyawan—Jakarta.

NAM itu pernah saya dengar, tapi tidak tahu apa itu NAM. Kalau orientasi NAM pada perubahan diri dengan mengadalkan kekuatan jiwa, saya kira hal itu salah. Perkembangan NAM memang sangat pesat. Di situlah kita harus bersikap bijak kalaupun ada sisi positif dari kegerakan ini.
Memang produk-produk NAM merupakan suatu gerakan; orang dapat melakukan apa saja yang menjadi kehendaknya dengan kekuatannya. Mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan suatu kesalahan. Karena ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka kehendaki kekecewaanlah yang akan menyadarkan mereka. Menurut saya, ajaran atau kegerakan yang tidak berorientasi pada fiman Tuhan pasti tidak akan bertahan lama. (Gro)

Ledy Simarmata (25)
Presenter Sergap RCTI—Jakarta.

Sejak kuliah saya pernah dengar NAM. Opini saya, NAM hasil pemikiran. Semua orang bisa saja punya pemikiran. Tapi, kurang setuju kalau ini dikaitkan dengan ketuhanan. NAM tidak menilai orang dari agama, menganggap semua orang sama saja. Mereka lebih berpikir realistis dan berpikir soal moralitas saja.
Bagi saya, NAM tidak memberikan jawaban yang memuaskan ke manakah saya setelah meninggal. Esensi hidup itu bukan sekarang, tapi ke mana setelah mati. Jaminan keselamatan itu tidak ada selain di dalam Kristus. Di negara liberal, NAM memang cukup pesat. Dan, bisa jadi NAM lahir dari ketidakpuasan atau kekecewaan terhadap perbedaan agama yang saling mengaku benar. Akhirnya, muncullah kebingungan dan hasilnya NAM. (Rum)

Diah Setiowati (36)
Karyawan—Yogyakarta.

Saya tidak tahu banyak tentang New Age Movement. Yang saya tahu, mengenai kekuatan pikiran yang saya pelajari dari buku-buku pengembangan diri. Buku-buku itu, secara umum bagus untuk mengubah sikap. Hanya saja, ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya. Diajarkan bahwa dengan kekuatan pikiran sendiri, seseorang dapat meraih apa saja yang dikehendakinya.
Lalu, bagaimana peran Allah? Bukankah keberhasilan itu karena campur tangan Allah, bukan karena kekuatan manusia? Dalam pengembangan diri, Allah tidak diberi tempat. Orang Kristen harus memfilter New Age Movement dalam terang firman Tuhan. Apabila seseorang punya persekutuan dengan Tuhan dan firman-Nya, pasti tidak terhanyut dalam tipu dayanya yang menyesatkan. (Zega)

Yehezkiel Candra (25)
Mahasiswa—Surakarta.

Ya, yang kutahu tentang New Age Movement adalah aliran yang muncul karena kekecewaan terhadap gereja. Gereja tidak mampu menjawab kebutuhan jiwani yang mendasar. Akibatnya, orang mencari “sesuatu” yang dianggap bisa mendamaikan hati, yakni spiritualitas baru. Penganut New Age Movement beranggapan bahwa keselamatan itu tidak penting. Yang penting manusia bisa mencapai ke sadaran tertinggi dengan usaha sendiri. Mereka juga memercayai astrologi sebagai wawasan ilmiah dan jawaban masa depan.
Jika orang lebih menuhankan agama, dan Tuhan menjadi urutan kesekian berakibat kehampaan rohani. Apabila hal itu terjadi, tidak menutup kemungkinan mencari kepuasan yang lain. New Age Movement ancaman bagi iman Kristen. (Zega)

Yohanis Richard Riwoe, S.T., M.A. (34) Politisi—Yogyakarta.

“Saya tahu New Age sewaktu seminar ´gereja´ setan,” kata Richard. Menurut pria kelahiran Kupang, 3 Juli 1973 ini, New Age sudah lama ada. Gerakan itu makin menonjol dengan munculnya berbagai aliran sesat. Hal itu makin terlihat di era globalisasi ini.
Tentang buku-buku motivasi yang kian marak, kandidat Gubernur NTT ini menilai hal itu bagus. “Tapi, kalau berlebihan dan menjadikan pribadi seperti superman, itu keluar dari kebenaran. Bahwa kemampuan, keberhasilan, dan keunggulan ada batasnya. Menggunakan buku seperti itu bagus kalau untuk tujuan bahwa dia berharga di mata Tuhan. Dan, perlu diketahui bahwa semua itu hanya oleh anugerah Tuhan. Sayangnya, buku-buku itu tidak mengaitkan dengan ayat-ayat Alkitab,” jelas dosen STT. Getsemani Yogyakarta ini. (Gie)

www.bahana-magazine.com

Tagged with: ,

7 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ricky said, on Juli 29, 2009 at 8:06 am

    duh, pada ngaco deh menilai new age, sampai dibilang gereja setan segala… new age percaya sama Tuhan banget! sementara gereja setan yah percaya setan. dan new age itu memaksimalkan kekuatan diri, lalu menyadari dari mana kita sanggup untuk memiliki kekuatan seperti positive thinking, NLP, motivasi diri dan orang lain itu, yah sumbernya dari Tuhan lah… emang kalo fanatik pada susah!!!! hihihihihi

  2. purbakuncara said, on Juli 29, 2009 at 12:11 pm

    @ Ricky .. bukan begitu maksudnya bro… ajaran di NAM sdr sdh tdk sesuai dengan ajaran Alkitab.. itulah knp NAM dianggap sesat..
    Saat ini pun byk juga gereja yg mulai hanyut dalam gerakan NAM.. Ajaran NAM masuk melalui ajaran spt visualisasi, seminar2 motivasi dll..

  3. ricky said, on Agustus 20, 2009 at 2:41 pm

    justru itu maksdunya bro!!! gene2 semua dianggap sesat! apakah orang islam yang tdk ke gereja dan percaya yesus itu sesat? apakah orang budha sesat? New age yah anggap aja spiritualitas yang percaya sama Tuhan kaya agama2 lain.. apakah lia eden yang dilarang itu juga sesat? SEMUA yang percaya dengan Tuhan tidak ada yang sesat! yang ada adalah orang orang yang fanatik, yang mengaanggap apa yang dipercayainya mutlak dan paling benar.. bahkan keluar kata2 kafir.. Tidak ada yang mutlak! semua itu hanya wadah dan cocok2 an. kalo tidak sesuai alkitab, tapi percaya sama Tuhan, so? kalo tidak sesuai al quran, apakah sesat?, kalo tidak sesuai ajaran budha juga sesat? semuanya benar, tidak ada yang salah.. yang salah adalah menganggap satu yang paling benar dan yang lain salah…

  4. darwin said, on September 14, 2009 at 7:10 pm

    bener banget maap az yuch. gw kadang heran banget ama yang fanatik2 gitu, asli ckck..
    kalo ga sejalan ma pikirannya truz dianggap sesat, kenapa berpikiran sempit kaya gitu ?
    apakah kalo bukan kristen lalu dianggap sesat.

    malah kalo mo jujur, banyak anggota gereja, pemuka agama juga banyak yang berbuat jahat, hanya mengatasnamakan tuhan dll. semua tergantung dari sudut mana memandangnya.

    yang jahat justru adalah setan yang berkedok 1 kebenaran, lalu dengan gampang menganggap yang lain sebagai sesat.

    itulah yang mengakibatkan terjadinya perang agama, dll.

    itu sungguh menyedihkan.

    bahkan sejak jakam dulu mengapa menjajah bangsa, lalu menyebarkan agama, memaksa agama, dll. agama buddha dianggap berhala. itu sama saja menganggap agama lain adalah sesat.

    apakah yang tidak punya agama lalu sesat ? tidak.
    memangnya kita tahu mereka berbuat jahat ?

    itulah yang ingin saya sampaikan, dan maap saja teroris beragama islam, apakah menurut anda sekalian itu sesat juga ?

  5. ricky said, on September 22, 2009 at 1:59 pm

    betul bro darwin, tetapi pertanyaan anda tentang teroris saya rasa jawabannya salah, karena itu juga adalah akar kefanatikan. bukan ajaran agamnya sendiri juga. Itu hasil pikiran orang orang fanatik. Makanya saya tidak setuju dengan kefanatikan. Walaupun tidak sampai membunuh oirang, fanatik akan menganggap orang lain kecil. dan selalu menggunakan kata hati2, karena mereka menganggap mereka paling benar, dan yang lain tidak. makanya kesombongan merajalela di jiwa orang fanatik. Mereka lupa Tuhan menciptakan manusia untuk mengalami Dia dengan wadah yang berbeda beda. Orang fantik percaya doktrin, bukan Tuhan.

  6. Tulus said, on Februari 21, 2010 at 10:45 pm

    Kristen bukan agama, tapi iman kristen…tidak ada agama atau kepercayaan yang mampu menyelamatkan, semua agama sama, intinya hanya manusia berusaha masuk surga, tapi gak ada seorangpun yang sanggup, hanya Tuhan Yesus yang mampu menyelamatkan..

  7. hite said, on Maret 26, 2010 at 10:28 am

    wah, agak telat yah posting nya,,,,,,, soalnya baru nemuin artikel ini

    maaf yah bukannya mau menggurui, hanya memberi suatu pandangan saja menurut pemikiran saya sendiri

    Gini ya agan” kalo menurut saya sih agama itu sesuatu yang tidak dapat diukur dan bukan ilmu pasti, saya juga tidak suka dengan adanya orang – orang yang fanatik, yang menyebut orang lain sesat, tanpa adanya suatu indikator yang jelas dan bisa di pakai secara global.

    Kalo tentang new age itu gerakan yang muncul dari eropa tepatnya kalo gak salah di amerika pertama kali (ralat kalo salah). kalo dari agama katolik itu tidak setujunya adalah ada filsosofi new age yang sangat bertentangan dengan alkitab yaitu “hanya pikiran ku yang dapat mempengaruhi aku”dan mereka percaya bahwa hanya dia sendiri yang bisa merubah jalan hidup mereka, sedangkan di alkitab ada ayat yang menyatakan yoh 15:3 barang siapa yang tinggal di dalam Aku dan Aku dalam dia maka dia menghasilkan buah yang banyak. nah tinggal kita renungkan aja

    sebenarnya agama hal yang rumit dan tidak bisa di perdebatkan oleh manusia yang masih hidup, jadi percuma aja kalo kita mendebatkan hal – hal yang diluar kemampuan kita kalo mau di debatin juga tunggu pas mati aja tar juga kelihatan kebenarannya wkwkwkwkkwkw. peace hanya canda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: