Be an Example! Be a witness in everywhere

Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham

Posted in kesaksian by Be example on Mei 4, 2008

Saturday, Sep. 18, 2004 Posted: 10:03:10PM PST

Disiplin dari diri sendiri, berani berkata dan bertindak tegas mungkin beberapa karakter yang terus dibangun Sidney. Kesukaannya membaca buku membuat bisa belajar lewat banyak hal termasuk kisah orang-orang yang mengagumkan “Saya pernah baca biografi Billy Graham, ia sangat menjaga hidupnya.” ujarnya penuh kekaguman

Salah satu contoh yang ia lakukan adalah ia tidak pergi bersama dalam satu mobil dengan sekretarisnya. Jauh sebelum menikah, Sidney telah membuat ‘pagar-pagar’ untuk menjaganya. Antara lain, bagaimana menghadapi fans terutama para gadis belia yang kadang tidak terkontrol, dan cenderung nekad. “Satu kali setelah konser di satu kota yang tidak mau saya sebut namanya, tengah malam pintu kamar hotel diketuk beberapa kali, saya tidak mau buka pintu, karena saya dengar suara wanita. Saya bukannya mau jaga jarak tapi itu benar-benar karena saya memang harus begitu. Saya tak peduli alasannya, mau didoakan kek, mau konseling kek, yang begini saya harus berani bilang, No, thank you. Untuk menjaga, saya pun tidak mau memberikan no hp pribadi, kalau mau hubungi saya, saya bilang saja, silakan hubungi saya di kantor.

Saya dengar begitu banyak hamba-hamba Tuhan jatuh oleh hal seperti ini. Saya percaya untuk hal yang satu ini, saya tidak boleh menganggapnya remeh” tegasnya. Meski, tambahnya, banyak pula ‘kejadian kecil’ yang tak terhindarkan. Misalnya, turun panggung ada yang melayangkan cubitan dan cakaran bahkan ada juga yang tiba-tiba naik ke atas panggung menciumnya.

Berjumpa Tuhan

Sedikit menengok ke belakang, Sidney bersama kedua saudaranya seolah terpaksa menelan pil pahit kehidupan saat mereka masih kanak. Orang tua mereka bercerai ketika Sidney kelas lima SD. Tiga kakak beradik inipun di boyong sang mama di Amerika menjalani kehidupan baru tanpa papa.

Membawa bekal uang pas-pasan membuat mereka hidup prihatin. Mereka tinggal di motel dengan ukuran kamar yang sangat kecil. Sidney satu-satunya laki-laki. Untuk itu, meski masih kecil, ia harus mengalah tidur di lantai. Hampir seluruh waktu milik mamanya dihabiskan untuk bekerja keras di pabrik. Jadilah, Sidney ikut membantu kebutuhan keluarga bekerja mengantar koran di kawasan tempat tinggal mereka Monterey Park tiap jam lima pagi sebelum berangkat sekolah. Pulang sekolah, Sidney kembali keliling mengantar koran atau mengambil tagihan yang sifatnya sukarela. Lalu Sidney mengecap pekerjaan baru yaitu menjaga toko buku komik. Ketika SMA, ia mendapat beasiswa dari Walt Disney dan bekerja di perusahaan percetakan, mengerjakan desain. “Saat waktu senggang saya melukis untuk orang. Ketika kuliah saya mulai bisa nabung dan bisa membeli sebuah mobil bekas. Tahun 1994 saya mulai hidup mapan… “ kenang pria kelahiran 27 Maret 1973.

Sidney mengaku pernah bandel saat menjelang masuk SMA, doyan pesta, minuman keras dan ngegelek, “Saya sering pulang pagi diantar polisi dalam keadaan mabuk,” tambahnya

Momen penting dalam hidup Sidney saat kelas tiga SMA. Ia datang ke gereja Indonesia di LA, seorang pembicara dari Pasadena di tengah khotbahnya berhenti dan menunjuk Sidney yang duduk di bangku paling belakang dan minta Sidney maju ke depan lalu berkata,”Tuhan sayang padamu. Ia ingin kau kembali.”

http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=ministries&id=31

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kristoni sitorus said, on November 30, 2009 at 3:48 pm

    shalom kk kpan lg konser rohani???tlong bls y

  2. Hendra chen said, on September 6, 2010 at 10:42 pm

    Ko sidney,
    g kagum ma ko2 yg bi3 mmbuat smua org mengagumi Thn,n ko2 jg bi3 mempermuliakan Thn lwt lagu2 ciptaan sndri.

  3. windamargaretta said, on Maret 20, 2011 at 9:40 pm

    shalom……………..
    i proud of you
    i pray JESUS ALWAYS with U
    N thx for all your praise n worship GOD.
    itS SO BLESS ME,
    thx GBU

  4. windamargaretta said, on Maret 20, 2011 at 9:47 pm

    K’SIDNEY
    ijinkan saya memanggil kk yg saya bga kan bisa mgthui walaupun tdk mengnl lgsg
    tp saya bersyukur bisa menikmati pujian penyembahan yg k’BERIKAN kpd TUHAN
    q berdoa pelayanan n keluarga kk diberkati AMIN
    GBU

  5. […] Sidney Mohede : Belajar dari Billy Graham […]

  6. faisal prayudi nugraha said, on Agustus 23, 2013 at 8:51 am

    sidney mohede memang benar2 menjadi inspiransi bwt kehidupan saya good job sidney,Gbu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: