Be an Example! Be a witness in everywhere

Penderita Lupus Bosan Minum Obat

Posted in Health life, Hot News by Be example on Mei 5, 2008

Oleh: dr. Samsuridjal Djauzi
Kasus:

“Saya seorang penderita lupus yang sudah menggunakan obat sejak 3 tahun ini. Mula-mula saya harus minum obat steroid 12 tablet sehari dan sekarang hanya 2 tablet saja pagi hari.

Terus terang saya bosan minum obat dan ingin sekali berhenti minum obat. Saya pernah coba berhenti tiga minggu, tetapi penyakit saya kumat kembali. Timbul demam dan muka saya mulai lagi kemerahan serta sendi-sendi menjadi pegal. Sejak itu saya kapok berhenti minum obat yang diberikan dokter.

Saya karyawati sebuah perusahaan swasta, berumur 25 tahun, dan sudah punya calon pendamping. Dia telah mengetahui penyakit saya dan dapat menerima keadaan saya.

Sejak kecil, menurut Ibu, sebenarnya saya merupakan anak periang dan aktif di berbagai kegiatan. Saya ikut les menari, renang, dan kegiatan di luar sekolah lainnya. Namun, sejak minum obat steroid, penampilan saya berubah. Muka saya jadi bundar dan ada jerawat yang susah hilang. Menurut dokter, keadaan ini disebabkan efek samping steroid. Dokter juga menginformasikan efek samping steroid yang mungkin timbul, seperti peningkatan gula darah, tekanan darah tinggi, katarak pada mata, serta tulang dapat menjadi keropos. Saya harus menerima risiko tersebut karena saya merasa dengan minum obat penyakit lupus saya dapat terkendali.

Kelihatannya saya akan minum obat masih dalam waktu lama. Saya sudah mendapat penjelasan tentang pengaruh obat ini terhadap kehamilan dan lain-lain. Saya merasa gembira karena keinginan saya berumah tangga dan jadi ibu tidak terhalang meski saya menggunakan obat ini.

Saya mohon saran Dokter bagaimana caranya agar saya dapat patuh minum obat, tidak lupa, dan bosan. Perasaan bosan kadang-kadang datang, terutama jika saya lagi kesal. Apakah cukup banyak orang yang mempunyai nasib seperti saya, minum obat seumur hidup? “

(S di J)

Jawaban:

Saya dapat memahami keadaan Anda. Saya merasa gembira Anda dapat melaksanakan minum obat yang dibutuhkan sekitar tiga tahun. Ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Saya juga bersyukur Anda mendapat manfaat yang baik dalam terapi ini.

Kita pernah membahas masalah lupus pada ruang konsultasi ini. Pada dasarnya, penyakit ini termasuk penyakit autoimun, yaitu penyakit yang disebabkan respons imun tubuh yang melindungi kita dari infeksi, pada keadaan ini justru merusak organ tubuh sendiri.

Salah satu tanda respons imun tersebut adalah ditemukannya antibodi yang bereaksi terhadap organ tubuh, seperti ginjal, sendi, paru, jantung, atau sistem darah. Jika dibiarkan, kerusakan tersebut dapat berlanjut.

Sebagian penderita lupus menjadi gagal ginjal karena ginjal rusak akibat respons imun tubuh. Obat untuk menekan respons imun tubuh agar tak merusak organ tubuh sendiri di antaranya adalah obat golongan steroid. Dengan penekanan ini, diharapkan kerusakan organ tubuh dapat dicegah atau dibatasi. Jadi, peran steroid dan obat lain yang menekan respons imun tubuh penting pada penyakit lupus.

Penyakit lupus lebih sering dijumpai pada perempuan, terutama perempuan dalam usia subur. Gejala penyakit ini, seperti demam, sakit sendi, dan anemia, menyerupai penyakit lain sehingga adakalanya penyakit ini terdiagnosis setelah berlangsung cukup lama. Kepedulian terhadap penyakit lupus perlu ditingkatkan.

Sebenarnya, penyakit lupus dapat dibagi dalam lupus diskoid yang terutama mengenai kulit dan lupus eritematosus sistemik yang dapat mengenai berbagai organ, seperti ginjal, jantung, paru, dan sistem darah.

Jika masyarakat sudah mengenal penyakit ini, diharapkan lupus dapat ditemukan pada tahap dini sehingga belum terjadi kerusakan organ tubuh yang parah. Dengan demikian, kerusakan organ tubuh dapat dibatasi serta penderita dapat menikmati kualitas hidup yang baik.

Karena penderita lupus kebanyakan perempuan muda, maka mereka harus memilih antara pengendalian penyakit dan risiko efek samping obat. Untunglah kebanyakan penderita dapat menghadapi kenyataan ini dengan baik sehingga mereka bersedia menanggung risiko efek samping obat jika timbul asalkan penyakitnya terkendali. Sudah tentu pengawasan terhadap terapi ini harus dilakukan dengan teratur sehingga efek samping obat yang serius dapat dideteksi. Sekali lagi, kerja sama dokter-pasien amat diperlukan untuk mencapai keberhasilan yang diinginkan.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk menghindari lupa minum obat. Kemungkinan lupa lebih besar jika obat harus diminum 3 atau 4 kali sehari. Jika sekali sehari seperti Anda mungkin lebih mudah diingat.

Obat darah tinggi yang juga perlu dimakan setiap hari pada pembungkusnya ada yang mencantumkan nama-nama hari sehingga terlihat bila belum diminum, obat tersebut pada hari itu masih ada di kotak obat. Ada juga yang menggunakan kotak obat untuk seminggu yang berisi 7 tempat yang diisi obat. Dengan melihat obat yang masih terisi, mengingatkan bahwa obat tersebut belum digunakan.

Peringatan di kamar tidur atau di kamar makan yang berisi pesan untuk minum obat juga dapat dilakukan. Anggota keluarga, orangtua, atau saudara juga dapat mengingatkan apakah obat telah diminum. Anda juga dapat menggunakan jam atau telepon genggam untuk memberi tanda sudah waktunya minum obat. Jadi, banyak cara untuk menghindari lupa minum obat.

Penderita lupus di Indonesia semakin banyak, mungkin karena kepedulian terhadap penyakit ini mulai meningkat. Sebagian dari mereka memerlukan obat yang harus diminum terus-menerus. Bahkan ada juga yang memerlukan obat yang jauh lebih mahal daripada obat steroid.

Sekarang ada Yayasan Lupus yang menghimpun penderita untuk meningkatkan kebersamaan serta memperjuangkan keperluan anggota, seperti misalnya obat yang lebih terjangkau. Saya berharap Anda akan dapat menikmati masa depan dengan baik serta membina keluarga yang bahagia. ****

http://www2.kompas.com/ver1/Kesehatan/0607/02/093038.htm

Tagged with: , , , ,

12 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. FITRIYANI said, on Mei 14, 2008 at 5:14 pm

    KENAPA PENYAKIT LUPUS MENGUNAKAN OBAT ANTI INFLAMASI.KALAU OBAT UTAMA DARI LUPUS APA?
    DAN MEKANISME KERJANYA SEPETI APA

  2. Be example said, on Mei 14, 2008 at 11:47 pm

    Setau saya obat lupus yg digunakan skg ini adalah steroid. Steroid adalah obat penurun imun / imunodepresan. Spt kita ketahui bahwa SLE adalah pnykt hiperreaktivitas sistem imun, dmn antibodi menyerang antigen tubuh sendiri (self antigen), bersifat sistemik (multiorgan). Obatnya sdr yg spesifik blm ada. Dg steroid maka sistem imun yg hipereaktif akan terdepresi shg komplikasi bs ditekan. Namun efek samping dr steroid sdr sampai skg masi blm bs dikendalikan.

    Penderita SLE akan mengalami remisi dan eksaserbasi krn penyakit ini tdk bisa tuntas sembuh. Spt pada DM. Jika terpicu dg makan gula maka penderita DM akan mengalami sakit/illness. Demikian jg dg SLE.

  3. aziz said, on Mei 15, 2008 at 9:49 am

    bagi penderita lupus ngga ada salahnya mencoba pengobatan organik ( tanpa bahan kimia ),selain dapat mengeluarkan racun yg telah mengendap didalam tubuh juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit.sudah ada yg telah membuktikannya,untuk info lebih lengkap silahkan klik http://www.sehatkerenorganic.wordpress.com

  4. Yudhi H.Gejali said, on Mei 15, 2008 at 6:10 pm

    Lupus penyakit yang ga bisa disembuhkan secara medis….Tapi gejalanya dapat dikurangi…namun biasanya ga bisa dikurangi 100%.
    Prinsip terapinya: Mengurangi gejala, namun kalo menyembuhkan?? sepertinya tidak bisa!

    Kalo Lupusnya ringan, dan gejalanya tidak sampai mengancam jiwa, sepertinya ga perlu konsumsi Steroid, cukup dengan Obat analgesik non steroid (NSAID) aja, tapi harus hati-hati komplikasi erosi di lambungnya..
    Saya ga tau kasus S di J itu sudah separah apa? yang jelas, efek steroid sendiri ga bagus….

    Yang ditakutin sebenarnya pada kasus S di J tadi adalah, nanti kalo dia hail, kemungkinan besar akan menderita APS (Anto Phospholipid Syndrome) dimana APS tersebut sangat berhubungan dengan Lupus. APS tersebut akan mengakibatkan Keguguran Berulang (Abortus Habitualis)..

    Hope Not…God Bless Us

  5. Yudhi H.Gejali said, on Mei 15, 2008 at 6:11 pm

    Saya ralat, APS: Anti Phospholipid Syndrom..

  6. luky said, on Januari 27, 2009 at 2:14 pm

    kenapa yang mencoba pengobatan lain. seperti mencoba minum susu colustrum. kabarnya susu ini sangat bagus untuk kekebalan tubuh, memperbaiki sel yang rusak dan memiliki nutrisi yang sangat tinggi. coba saja siapa tau berhasil. lkmslw@yahoo.com

  7. luky said, on Februari 25, 2009 at 1:11 pm

    saya pernah mendengar penyakit ini bisa disembuhkan dengan meminum susu colustrum. sisitim kerja susu ini adalah memperbaiki sel tubuh yang rusak, serta meningkatkan sistim kekebalan tubuh. ini sudah terbukti pada banyak orang. lkmslw@yahoo.co.id 081385560506

  8. riauku said, on Maret 17, 2009 at 1:23 pm

    susu colustrum goodhealth bisa dicoba sebagai alternatifnya.
    http://riauku.worpress.com

  9. kukuh said, on Mei 29, 2009 at 8:42 pm

    Banyak kasus yang udah tertolong dengan Tahitian Noni Juice yang cara kerjanya jelas dan dapat kita pelajari sehingga kita bisa lebih yakin dengan khasiatnya bukan hanya sekedar testimoni. Ilmunya juga kita dapat dari yang lebih Ahli di Bidang nya yaitu DR. dr. Amarullah yang juga menjadi pembicara diberbagai forum seminar kedokteran di luar negeri

  10. kukuh said, on Mei 29, 2009 at 8:43 pm

    Banyak kasus yang udah tertolong dengan Tahitian Noni Juice yang cara kerjanya jelas dan dapat kita pelajari sehingga kita bisa lebih yakin dengan khasiatnya bukan hanya sekedar testimoni. Ilmunya juga kita dapat dari yang lebih Ahli di Bidang nya yaitu DR. dr. Amarullah yang juga menjadi pembicara diberbagai forum seminar kedokteran di luar negeri

    untuk penjelasan lebih lanjut silahkan hub saya di 0812 808 101 60

  11. dedi sanjaya said, on Juli 17, 2010 at 6:12 am

    Bagi penderita lupus saya ada solusi.. Sudah banyak pasien yg menderita lama dan berobat ke banyak tempat tp belum ada hasilnya.. Puji Tuhan setelah mengkonsumsi ‘Niwana SOD’ yaitu antioksidan tertinggi di Indonesia, penyakit lupus byk yg mengalami kemajuan sangat positif dan tanpa efek samping spt diabet, dll.. Jika berkenan info lebih lanjut bisa email ke leads_yohan@yahoo.com
    Senang bisa berbagi. Terima kasih

  12. ida nursanti said, on Mei 16, 2011 at 8:20 pm

    Apa penyebab penyakit lupus dan bagaimana cara mencegahnya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: