Be an Example! Be a witness in everywhere

Apa Peran Kaum Muda dalam Globalisasi?

Posted in Hot News by Be example on Mei 6, 2008

Friday, Apr. 25, 2008 Posted: 7:59:27AM PST

Diskusi GAMKI mengenai globalisasi, Sabtu (19/4) di Jakarta. (Foto: Kristiani Pos)

Dalam arus globalisasi saat ini yang kehadirannya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara sadar maupun tidak telah membawa berbagai dampak dan fenomena yang terjadi di Indonesia, dipertanyakan peranan kawula muda Kristiani untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan GAMKI dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-46 GAMKI bertempat di Gedung KNPI, Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (19/4) lalu.

Diskusi yang bertemakan “Reposisi Gerakan kaum Muda Kristiani untuk Menjawab Tantangan Dinamika Kebangsaan dalam Arus Besar Globalisasi” itu menampilkan beberapa pembicara antara lain Victor Silaen (Dosen Fisipol UI, pengamat sospol), Karen (Wakil Ketua GAMKI), M Fadjroel Rachman (ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan), Natalis Situmorang (Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik) dan Henri Sibarani (perwakilan pengusaha muda) sebagai moderator.

Menurut Natalis, sejak abad ke 90-an dapat dikatakan sebagai permulaan masuknya kita dalam era globalisasi yang ditandai dnegan pesatnya teknologi informasi dan telekomunikasi yang menyebabkan terjadinya arus deras informasi dan gagasan dari berbagai penjuru dunia, serta semakin mudahnya komunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia.

Menurutnya, Indonesia dapat dikatakan telah dan tengah menjadi bulan-bulanan kaum kapitalis sejak dekade 80-an. “Memang ada kemajuan di sana-sini, seperti meningkatnya industrialisasi dan penggunaan teknologi modern. Tetapi di sisi lain kemiskinan pun semakin bertambah. Betapa ironisnya negeri yang sesungguhnya kaya dengan sumber daya alamnya mengalami hal seperti ini,” kata Natalis.

Namun di tengah situasi ini, menurutnya kaum muda Kristiani lebih banyak berdiskusi dengan mereka sendiri atau di lingkungan gereja. Meski kecil, menurutnya kaum muda Kristiani harus menjadi bagian dan melengkapi negara.

Merubah paradigma berpikir adalah keharusan untuk dapat berubah dan diperlukan pengorbanan, tambahnya. “Kenapa dulu nusantara begitu kuat dan kenapa sekarang kita begitu lemah. Kita harus menyadari untuk segera berubah, berkorban untuk bangsa. Harus memberikan kontribusi nyata pada negara dan pemerintah juga harus memberikan kontribusi,” katanya.

“Kontribusi orang muda dalam bidang ekonomi, jika anda pengusaha lakukanlah dengan cara yang benar,” katanya.

Diskusi tersebut merupakan rangkaian acara Dies Natalis GAMKI yang puncaknya diselenggarakan 26 April 2008

Maria F.

Tagged with: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: