Be an Example! Be a witness in everywhere

Bagaimanakah Wajah Ke-Kristenan 2025?

Posted in Hot News by Be example on Mei 6, 2008

Sunday, Mar. 30, 2008 Posted: 3:26:22AM PST

MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS GOOD FRIDAY
Peziarah dari Nigeria terlihat di Gereja yang dipercayai sebagai tempat penyaliban dan penguburan Yesus, pada prosesi Jumat Agung, di Kota Tua Yerusalem, 21 Maret 2008 (Foto: AP Images / Ed Ou)

Ke-Kristenan sejak lama distereotipkan sebagai agama Barat, dan kulit putih, namun seorang teolog terkemuka menyatakan Kamis lalu bahwa citra itu akan berubah tidak lama lagi.

“Wajah Ke-Kristenan nantinya adalah perempuan kulit hitam,” kata Dr. Kwok Pui Lan kepada audiens di Lexington Theological Seminary di Kentucky, Amerika Serikat, menurut harian Lexington Herald-Leader. Kwok, seorang profesor di Episcopal Divinity School di Cambridge merupakan salah satu perintis teologi feminis di Asia dan salah satu perintis teologi pasca kolonial.

Kwok menjelaskan bahwa pada tahun lalu, Eropa masih memiliki populasi Kristiani terbanyak di dunia – 532 juta. Diikuti Amerika Latin dengan 525 juta dan Afrika 417 juta.

Namun pada tahun 2025, Afrika diperkirakan memiliki 634,6 juta umat Kristiani, diikuti Amerika Latin 634,1 juta, sedang Eropa menurun menjadi 531 juta.

Amerika Serikat memiliki 223 juta umat Kristiani pada pertengahan tahun 2007 dan diperkirakan bertumbuh menjadi 252 juta sampai 1025.

“Tantangannya,” kata William F. Cole, profesor Teologi Kristen dan Spiritualitas di Episcopal Divinity School, “adalah membayangkan kembali Ke-Kristenan pada abad 21.”

Pada 1900, lebih dari 80 persen umat Kristiani berasal dari Eropa dan Amerika Utara, namun pada 2025 jumlah ini menurun dibawah 45 persen, menurut Dr. Todd Johnson, direktur Center for the Study of Global Christianity di Gordon-Conwell Theological Seminary, dalam laporannya pada 2006 lalu yang berjudul “USA evangelicals/Evangelicals in a Global Context”.

Johnson mencatat bahwa jumlah itu berkorelasi dengan data baru yang mengungkapkan perpindahan di Ke-Kristenan ke selatan dari Inggris dan Amerika Serikat.

Sebagai penjelasan ledakan Ke-Kristenan di Afrika, Rev. Dr. Samuel Kobia – sekretaris jenderal Dewan Gereja se-Dunia pertama yang berasal dari Afrika – mengatakan akhir tahun lalu bahwa Ke-Kristenan tidak dilihat sebagai pekerjaan “paruh waktu” di Afrika sebagai perbandingan dengan Amerika Serikat, namun “menyerap ke seluruh aspek kehidupan.”

“Ke-Kristenan di Afrika, terutama di Afrika sub-Sahara, tidak dipandang hanya sebagai agama, namun sebagai kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan nasional, perdamaian dan rekonsiliasi, pengembangan,” kata Kobia di Katedral Nasional Washington pada Desember lalu. “Sehingga gereja menjadi pusat kegiatan.”

Selain mendiskusikan perpindahan Ke-Kristenan ke selatan, Kwok juga mengeksplorasi dunia pasca kolonial setelah Perang Dunia II, dimana banyak koloni telah merdeka.

Dalam materinya yang berjudul “Globalisasi dan Tantangannya bagi Ke-Kristenan,” Kwok berpendapat bahwa globalisasi menyediakan kesempatan untuk mengembangkan agama, dan agama dapat menawarkan masyarakat suatu sistem nilai bersama seperti hak asasi manusia. Namun globalisasi juga memberikan hambatan bagi agama, termasuk suatu gerakan balasan yang menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kepercayaan dan identitas mereka.

Kwok adalah pembicara tamu di kuliah istimewa The William Daniel Cobb II Lectures si Lexington Theological Seminary. Kuliah istimewa tersebut dimulai pada tahun 1990 untuk mengenang Cobb yang pernah menjabat sebagai presiden seminari yang ke-12, dan mengundang pembicara teologi yang terkemuka setiap tahunnya.

Ethan Cole

http://www.christianpost.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: