Be an Example! Be a witness in everywhere

Ketamakan

Posted in Teaching by Be example on Mei 12, 2008

Pada saat saya mendengarkan siaran salah satu Radio Kristen, saya amat tertarik dengan iklan jadwal ibadah yang dipasang oleh banyak gereja. Ada beberapa hal yang saya tangkap dalam mempromosikan gereja lewat media radio ini. Yang pertama, usaha untuk menarik banyak orang masuk ke dalam gereja. Kedua, usaha untuk menunjukkan kepada orang banyak bahwa Tuhan itu baik, penuh kasih, pasti membuat mukjizat, dan pasti menjawab doa-doa mereka. Tidak ketinggalan juga janji-janji bahwa jemaat yang hadir akan memperoleh apa yang menjadi keinginan dan kerinduan mereka.

Saya kira hal ini sangat berbahaya sebab focus orang yang datang hanya tertuju pada satu sisi dari hakikat Tuhan saja, yaitu kasih-Nya. Mereka tidak akan mengetahui sisi lain dari hakikat Tuhan yang menunjukan kehendak-Nya yang menginginkan setiap orang dapat berubah menjadi pribadi-pribadi seperti yang Dia kehendaki.

Tanpa disadari promosi-promosi seperti itu membuat banyak orang lupa akan tanggungjawab mereka dihadapan Tuhan, karena mereka akan lebih memaksa Tuhan untuk bertanggungjawab dengan mengabulkan apa yang mereka inginkan daripada merubah dirinya sendiri menjadi pribadi yang berkenan kepadanya. Jika kita mengerti betapa sulitnya merubah diri kita menjadi pribadi yang berkenan dihadapan-Nya, maka hal ini akan menggiring kita pada sikap hidup yang berkenan kepada-Nya. Salah satu sikap itu adalah ketidak tamakan kita akan segala sesuatu.

Dalam Injil Lukas 12:15 tuhan Yesus berkata bahwa: “…Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” Ketamakan di sini memiliki arti niat usaha seseorang untuk memiliki atau menikmati porsi yang bukan bagiannya. Untuk itulah mengapa Tuhan Yesus dalam Injil Matius 6:11 berkata: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Inilah gaya hidup yang harus menjadi cirri khas kita sebagai anak-anak Allah.

Kata “secukupnya” di atas ini sebenarnya nyaris tidak bisa dilakukan oleh manusia karena setiap kita pasti memiliki ketamakan yang intensitasnya berbeda. Itulah sebabnya mengapa ukuran cukup pada diri seseorang sangatlah relative. Namun walaupun demikian jika kita selalu berjalan bersama Tuhan, dan jika kita sadar bahwa hidup kita adalah pengabdian kepada Kristus yang sudah menebus kita dengan harga yang mahal, maka kita akan memiliki sensitifitas.

Dapatkan artikel2 rohani menarik lainnya di :

http://www.rehobot.net/

Tagged with: ,

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Yudhi Gejali said, on Mei 13, 2008 at 12:22 pm

    Satu lagi kekurangannya..
    Menurut saya…Gereja berlomba menarik jemaat dari media-media Kristen,
    yang notabene,”media kristen” gitu loh…
    So kemungkinan besar, pasti sudah pasti mempunyai gereja lokal masing-masing toh….
    So what’s the point???
    Share Gospel…Share Jesus Christ to them,who still live in darkness…
    I think we have to think about..How to share the Gospel..in the secular media???
    Any idea??

  2. Be example said, on Mei 13, 2008 at 1:57 pm

    @ Yudhi Gejali
    Harus diakui bhw mujizat, gedung yg mewah dan ibadah yg menarik itu merupakan daya tarik. Spt yg saya baca di buku karangan mukendi. Saya pindah gereja jg gara2 mendengar radio rohani milik salah satu gereja. Apakah ini bisa disebut dg mengambil ikan di tempat org lain? menurut saya tdk. Krn hati saya lbh srek di gereja ini. Meskipun harus diakui ada plus minusnya. Itu pasti. Dmn2 jg gt. Tapi kebutuhan rohani saya tercukupi di gereja ini. Ada kelas2 pengajaran dlsb. Mungkin bs disebut panggilan.
    Byk org kristen yg bergereja maupun yg tdk bergereja menetap alias GKJJ (Gereja Kristen Jalan2) belum mengalami kelahiran baru. Dan yg berjemaatpun blm tentu digembalakan dg baik, shg kebutuhan rohaninya tdk tercukupi. Dengan hadirnya radio kristen bisa menjadi terobosan bagi mereka untuk belajar lbh mengenal Tuhan.

    Setelah mereka masuk dan dibentuk (dimuridkan) maka mereka siap menjadi saksi Kristus dg pengertian yg benar.

    Gereja dg jemaat besar sdh pasti tanggung jawabnya besar. Kalo mereka berlomba-lomba untuk mengambil domba dari gereja lain itu berarti mereka dpt tanggung jawab lg yg lbh besar. Pdt Erastus Sabdono pnh mengatakan bhw Gereja adalah Sekolah Teologi. Gereja adalah tempat org2 yg sakit yg membutuhkan kesembuhan dari Sang Tabib Agung. Jd, pertumbuhan gereja bukan hanya diukur dari kuantitas (jumlah jemaat) tapi lbh ke kualitas. Jemaat sedikit tp kalau berkualitas itu jauh lbh bagus daripada jemaat besar tp tak berkualitas rohaninya. Spt yg terjadi di City Harvest Church di Singapore. Setiap jemaat dilengkapi dg pengetahuan teologi yg benar shg mereka bisa bersaksi ke orang lain. Bukankah ini yg dinamakan pelipatgandaan ? Murid memuridkan murid. Wow. Jika ini yg terjadi di indonesia, 1 jemaat bawa 1 org yg blm percaya, dalam 10 tahun ke depan apa yg terjadi dg negeri kita ini?!.

    Salah satu gereja dmn kami melayani di blitar sedang dalam proses untuk membangun menara doa dan radio rohani. Sebetulnya sudah ada radio rohani di blitar. Cm jangkauannya tdk begitu luas. Dan mungkin terlalu condong ke aliran2 tertentu. Itu bisa dimaklumi. Nah, tujuan kami mendirikan radio ini adalah sbg radio kota. Dg isi siaran sekuler dan rohani. Yg melibatkan gereja2 lain. Shg antar gereja bs bekerjasama. Sementara ini antar organisasi gereja masi jarang kerjasama, jarang komunikasi. masing2 sibuk mengurusi jemaatnya. Padahal misi penyampaian kabar baik bs lbh efektif kalau kita bergandeng tangan satu dg yg lainnya. Tanpa ada curiga dlsb. Bersama2 berdoa untuk memenangkan jiwa2.

    Konsep penginjilan yg trend saat ini adalah melalui relationship / hubungan. 2 Gereja besar di malang saling menyatukan visi bersama yg disebut A-G.
    A : Art and entertainment
    B : Bussiness and Economy
    C : Church and religion
    D : Distributory and Multimedia
    E : Education and culture
    F : Family and Home
    G : Goverment and law

    Anak2 Tuhan harus excelent menduduki bidangnya masing2. Yg berada di bidang seni, mereka hrs jd teladan dst. Itulah konsep penginjilan hubungan. Spt kisah daniel yg tetap excelent di tengah2 org yg tdk percaya.

    Melalui bidang multimedia, kami ecm ministry (edelweis creative media) membagikan VCD gratis untuk mendorong pertumbuhan jemaat. Jg pelayanan radio ke depannya. Yang akan menjangkau pelosok2 desa tanpa terhambat dinding2. Sehingga semua telinga mendengar kabar sukacita bahwa Manusia sudah diperdamaikan dg Allah. Dan barangsiapa percaya kepada Tuhan Yesus akan memperoleh hidup yg kekal. Amen.

    I think we have to think about..How to share the Gospel..in the secular media??? Any idea?? hmm, rasanya udah deh dok. Spt lagunya delon “Dia mengerti”. Byk direquest di radio swasta tempat tmn saya bekerja. Film2 rohani pun jg udah diproduksi. Bentar lagi muncul film “Dia buka jalan” produksi malang dan surabaya. Yg mungkin jg akan diputar di Salah satu TV swasta. Dan jg melalui blog kita bs share untuk mereka ( http://solagrace.wordpress.com ). Dan yg lebih penting lagi adalah DOA. Spy Tuhan buka pintu hati mereka.

    Schedule kami dlm bbrp bulan ke depan : produksi film dan album rohani serta sekuler yg pny pesan positif. Jg seminar2 di gereja dan hamba2 Tuhan, bekerja sama dg Tim El shadai dr malang.

  3. Yudhi H.Gejali said, on Mei 16, 2008 at 9:33 am

    Yah, mungkin itu ketakutan pribadiku..
    Semoga…yang murni yang keluar yah…
    Aku berharap semakin banyak Gereja dibuka…semakin banyak orang Kristen yang dimuridkan…
    Karena Orang “Kristen” cukup banyak, namun “Murid Kristus” masih sedikit…

    Yes, I pray…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: