Be an Example! Be a witness in everywhere

Pelayanan Vs Kuliah

Posted in Hot News by Be example on Mei 12, 2008

Artikel ini telah dimuat di http://asksophia.wordpress.com pada October 20, 2006 in Curhat

Saya seorang aktivis pemuda di gereja saya. Saya menyukai pelayanan, tapi akhir-akhir ini tugas kuliah saya banyak dan mulai keteteran. Saya pernah mendengar bahwa kita harus memberikan segalanya buat Tuhan, berarti kita mesti mendahulukan pelayanan daripada kuliah. Tapi gimana? Rasanya gak mungkin saya mengabaikan tugas-tugas kuliah saya. Tolong donk, seharusnya saya gimana sih?

NN

Jawab Sophia:

Dear aktivis pemuda,

Senang sekali kalau ada orang-orang yang begitu mencintai Tuhan sehingga mau memberikan segalanya untuk kemuliaan Dia. Namun rupanya Anda terbentur realita bahwa nilai-nilai Anda akan hancur kalau Anda terus melakukan pelayanan dengan intensitas yang tinggi seperti sekarang.

Aktivis pemuda ykk, dalam Firman Tuhan memang diajarkan mengenai pelayanan sebagai hak dan kewajiban kita setelah menjadi Anak-Nya, namun seringkali ada kesalahan pemahaman mengenai pelayanan ini. Pelayanan untuk Tuhan sesungguhnya adalah keseluruhan hidup kita, bukan terbatas hanya pelayanan di gereja kita saja. Dalam Roma 12:1, Paulus menasehatkan supaya kita mempersembahkan tubuh kita, itulah ibadah yang sejati. Tidaklah mungkin Anda dapat menjadi terang sekalipun pelayanan Anda berhasil di mana-mana, namun IPK Anda termasuk nasakom (nasib satu koma J), Anda tidak memuliakan Allah malah membuat Dia malu.

Lebih lanjut, Paulus berkata pada I Timotius 3:5 bahwa “Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?” Jadi tanggung jawab Anda di keluarga dan di kuliah juga mesti dikerjakan dengan baik sebelum Anda melakukan pelayanan.

Sdr aktivis, pelayanan memang penting, sibuk kuliah tidak melepaskan kita dari tanggung jawab melayani, namun kita dapat bijaksana memilih pelayanan yang sesuai dengan karunia dan waktu yang kita miliki. Walaupun tidak ikut serta dalam organisasi gereja, kita juga masih bisa melayani sesama, teman yang kesepian misalnya, orang tua yang butuh didengarkan dll. Intinya istilah pelayanan tidaklah dibatasi oleh tembok organisasi dan gereja. Hidup kita keseluruhannya adalah melayani dan semua orang adalah ladang pelayanannya. (DSB)

http://asksophia.wordpress.com

Tanggapan :

hmm, menurut gw nih antara pelayanan di gereja dan kuliah / pekerjaan hrs balance. Mana mungkin kita mengatakan saat di gereja “Allah kita dahsyat!!! saudara”, sementara kuliah kita berantakan. Tp Tuhan baik. Aku percaya bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Untuk kuliah di kedokteran yg kata org sulit, tapi akhirnya aku sanggup melaluinya. Itulah kebaikan Tuhan. Dan aku hanya mau bermegah di dalam Dia saja, krn apa yg telah diperbuatNya bagiku. Dan sebagai tanda kasihku untukNya, maka aku melayani, baik di gereja maupun di luar. Seluruh hidup kita adalah pelayanan. Pelayanan tak sebatas menjadi aktivis gereja. Tersenyum dan berkata2 support untuk org lain itu termasuk pelayanan. (Valent – Be an example)

Tagged with: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: