Be an Example! Be a witness in everywhere

Seorang dokter berbicara untuk generasi ini

Posted in Hot News by Be example on Mei 17, 2008

Tahun 1985 adalah tahun yang amat berarti dalam kehidupan Andik Wijaya; Menyelesaikan pendidikan SMA dengan nilai terbaik di kotanya dan diterima di perguruan tinggi favorit melalui jalur PMDK (tanpa test) adalah impian hampir semua pelajar SMA. Impian tersebut adalah kenyataan hidup yang dialami Andik Wijaya pada pertengahan tahun 1985 tersebut; Namun dalam hati kecilnya Andik punya niat untuk menjauhkan diri dari lingkungan keluarga, serta teman-teman gereja untuk mencoba ‘hidup baru’ yang bebas sebagai seorang mahasiswa kedokteran di Universitas Brawijaya, Malang. Namun ‘proses pelarian’ ini justru mengubah seluruh arah hidupnya. Di kota Malang, ternyata Allah telah menunggu dan menyiapkan suatu rencana yang amat Indah bagi hidupnya. Dalam suatu acara KKR mahasiswa baru, Andik justru bertemu secara pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus, dan menyerahkan diri untuk dipakai sebagai alat ditangan Tuhan. Bukan hanya itu, mujizat kesembuhan yang dialaminya dari sakit Asthma Bronchial Chronic (Sesak nafas menahun), meneguhkannya bahwa Tuhan akan memakainya di ladang Tuhan. Kerinduannya yang menggelora untuk melayani Tuhan membawanya pada pergumulan yang amat berat; terus melanjutkan studi sebagai mahasiswa Kedokteran atau berhenti studi dan masuk sekolah theologia agar bisa melayani Tuhan secara penuh waktu. Dengan menyadari bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk belajar sebagai mahasiswa kedokteran, akhirnya Andik dengan susah payah mengambil keputusan untuk menyelesaikan studinya, dan berharap kelak profesinya sebagai dokter dapat menunjang pelayanan yang Tuhan percayakan kepadanya. Selama masa studi kedokteran yang panjang tersebut Andik terus melibatkan diri dalam pelayanan di lingkungan siswa, mahasiswa, serta gereja lokal. Hampir setiap hari selalu ada pelayanan yang dilakukannya, mulai dari konseling pribadi, memimpin pujian, maupun sebagai pemberita Firman Tuhan. Bersamaan dengan itu pula, Andik Wijaya terus melengkapi diri dalam pemahaman Theologia baik melalui belajar mandiri dari buku-buku maupun dari sekolah theologia untuk kaum awam. Dalam proses pelayanan yang panjang tersebut, Andik terus berdoa agar Tuhan menyatakan VISI yang jelas dan spesifik untuk pelayanan yang harus dilakukannya. VISI YANG MAKIN TAJAM: Selama 20 tahun terakhir, sejak tahun 1986; pasti bukan kebetulan jika pelayanan Andik mayoritas bertema seks dan pernikahan. Pada saat kuliah (mungkin karena Andik seorang mahasiswa Kedokteran), banyak persekutuan siswa, mahasiswa, dan gereja lokal di kota malang memintanya sebagai pembicara dalam persekutuan atau seminar dengan tema LSD (Love, Sex, and Dating); Hal ini berlangsung sampai Andik menyelesaikan kuliah di Fakultas Kedokteran. Selama masa bakti sebagai dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Kabupaten Tuban , Andik melibatkan diri dalam pelayanan di gereja lokal, di kota Bojonegoro (Gereka lokal terdekat dengan rumah dinasnya ). Di sini, Tuhan memberikan peluang pelayanan yang luar biasa. Setiap hari senin memimpin Persekutuan Doa Malam, Setiap hari rabu memimpin Ibadah Pembinaan Keluarga, Setiap jumat memimpin Persekutuan Pemuda, dan setiap 2 minggu memimpin Ibadah Raya. Merupakan pengalaman pelayanan rohani yang melimpah. Pengalaman, pendidikan dan pekerjaan di bidang kesehatan seksual mempertajam Visi hidup yang Andik jalani. Menjadi seorang seksolog adalah jawaban sebuah doa (kerinduan). Pada saat mahasiswa, Andik sering membaca di media bahwa setiap ada acara seminar tentang seks, selalu banyak peserta dan diberitakan secara luas. Andik berkata dalam hati, andai Tuhan memberi saya kesempatan seperti itu, saya akan gunakan kesempatan tersebut untuk memberitakan Kebenaran. Kerinduan tersebut menjadi kenyataan. Bukan kebetulan bila Andik mendapat tawaran dari University of Western Sydney untuk mengambil program Master of Reproductive Medicine. Dan setelah melewati semua proses seleksi akademik, Andik diterima sebagai mahasiswa post graduate dan dengan pertolongan Tuhan program tersebut diselesaikannya pada akhir tahun 2004. Sebagai Master of Reproductive Medicine, perlengkapan akademis Andik semakin memadai untuk mewujudkan VISI dan Panggilan Allah dalam hidupnya. Allah bukan hanya memanggilnya, tetapi sangat jelas Allah menyertai, memperlengkapi, mengutus dan mengurapinya dengan urapan yang selalu baru untuk melakukan pelayanan sebagai Penginjil dan Pengajar; Urapan Allah tersebut sangat nyata; dalam setiap KKR yang dipimpinnya banyak orang membuka hati dan mengalami kelahiran kembali; Setiap orang yang mendengar pengajarannya memberikan kesaksian bahwa apa yang selama ini sulit dipahami menjadi begitu sederhana untuk dimengerti sehingga mereka bertumbuh dalam kehidupan rohani, makin hidup kudus dan berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus. Haleluya! MENGAPA YADA INSTITUTE: Andik mengimani bahwa Tuhan memanggil, memperlengkapi, mengutus, dan mengurapinya untuk melayani dibidang yang sangat unik, ke-Intim-an (intimacy). Yang menjadi pergumulannya, dengan institusi apa Andik harus bergabung untuk mengoptimalkan pelayanannya. Dalam 20 tahun pergumulannya , Andik tidak menjumpai suatu institusi pelayanan yang sesuai dengan Visi dan Panggilan hidupnya. Dalam pergumulan tersebut Tuhan justru meletakkan beban dalam hatinya untuk mendirikan suatu lembaga pelayanan yang mewadai Visi dan panggilan hidupnya. Nama YADA muncul dalam benak Andik suatu pagi dibulan November tahun 2003. Nama YADA berasal dari bahasa ibrani yang dipakai sebanyak 1040 kali dalam Perjanjian Lama. Dua ayat penting yang menggunakan kata ini terdapat dalam Kejadian 4 : 1 dan Kejadian 18:19. Dari dua ayat ini jelas terlihat, kata YADA memiliki pengertian proses pengenalan yang mendalam antara suami-istri melalui hubungan seksual (keintiman horizontal) sekaligus proses pengenalan yang mendalam antara Allah dan Manusia (keintiman vertical); Pemahaman ini menjadi lebih jelas melalui surat Paulus kepada jemaat di Efesus 5: 31-32. Dari sinilah muncul nama YADA Institute, The School of Everlasting Intimacy. Melalui institusi ini Andik mengimani, Tuhan memanggil, memperlengkapi, mengutus dan mengurapinya untuk mengajarkan Everlasting Intimacy (keintiman abadi) melalui penyingkapan misteri seksual. Karena itu dua tema utama dalam setiap pelayanan YADA Institute adalah Menyingkap Misteri Seksual, Membangun Keintiman Abadi.

KKR dokter Andik Wijaya bersama dg anak2 muda sekota malang “Celebrete Jesus City” baru aja digelar di awal tahun 2008 ini.

http://www.yadainstitute.org

Tagged with: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: