Be an Example! Be a witness in everywhere

The Righteous Leader

Posted in Teaching by Be example on Juni 17, 2008

Di dunia ini terdapat bermacam – macam tipe orang. Ada suatu penelitian yang menyatakan bahwa di dunia ini ada tiga macam tipe orang yaitu yang pertama orang yang suam – suam kuku (segala sesuatunya dianggap biasa/melakukan segala sesuatu ‘iya – iyaan’ atau ‘ogah – ogahan’) menurut statistik ada sebanyak 87 %, yang kedua yaitu orang yang disebut destroyer (perusak kehidupan/cuek dengan apa yang dilakukan) sebanyak 10 % dan yang terakhir siapa itu yang benar – benar disebut “Pemimpin” (The leader) hanya sebanyak 3 %. Berbeda dengan pendapat dari Nicholas Murray, mantan Presiden Columbia University menyatakan bahwa di dunia ini ada terdapat tiga macam orang yaitu pertama, mereka yang tidak tahu apa yang sedang terjadi (pengikut), kedua, mereka yang melihat/mengamati apa yang sedang terjadi (pengamat) dan mereka yang membuat sesuatu terjadi (Pemimpin). Jadi tidaklah heran apabila sangat sedikit sekali orang – orang yang disebut sebagai pemimpin dan mau serta benar – benar dapat memimpin.

What is “The Leader”..?

John C. Maxwell mendefinisikan : Kepemimpinan adalah pengaruh. Tidak lebih dan tidak kurang. Ini adalah tentang mempengaruhi seseorang untuk alasan yang bermanfaat. Hal ini tidak bergantung pada jabatan atau posisi seseorang tetapi pada seseorang yang menangkap visi dari TUHAN, dan menggerakkan orang lain untuk bergabung dalam penggenapannya. Jadi pemimpin adalah orang yang mempengaruhi dan menggerakkan orang – orang di sekelilingnya untuk mewujudkan visi TUHAN.

How to be a Leader..?

Seorang pemimpin tidak tertawa atas kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, namun membantu untuk mengarahkan kepada yang benar, tidak menunjuk orang lain namun menunjuk dirinya sendiri, menghargai waktu yang ada, melakukan visi yang hanya dari TUHAN.

To be a Leader who lofty the GOD..

Menurut kitab Ibrani 11 : 23 – 29

Musa adalah pemimpin terbesar dalam kekristenan sebelum Kristus. Dia diakui sebagai pemimpin terbesar bagi orang israel sampai hari ini. Musa adalah pemimpin yang lahir dari ALLAH; dia lahir sebagai pemimpin karena umat TUHAN memerlukan tuntunan seorang pemimpin yang dari TUHAN.

Principle of the Crhistian’s Leader..

Pemimpin kristen sejati Harus didalam TUHAN ; artinya ia memimpin dalam/dengan IMAN dalam TUHAN. Banyak sebab/keadaan yang membuat orang diangkat menjadi pemimpin : misal karena kekayaan, kemampuannya, popularitasnya atau keturunannya, tetapi pemimpin kristen harus mempengaruhi karena Imannya kepada TUHAN. Why? Karena tujuan kepemimpinan kristiani adalah untuk Memuliakan TUHAN, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun organisasi (kej 1:28). Dan Ibrani 11:6 memberitahukan kepada kita bahwa: Tanpa Iman tidak mungkin orang berkenan kepada ALLAH…Iman itulah memampukan manusia untuk:

1. Punya Hidup yang Berintegritas (Ibr 11:24)

Kepemimpinan Kristen harus dimulai dengan iman kepada KRISTUS yang menghasilkan hidup yang baru! Itulah definisi kami untuk Integritas yang sejati! Integritas : Well Balance and Well Rounded artinya seperti bola yang benar – benar bulat dan benar – benar seimbang, apabila ia diletakkan di suatu tempat yang datar, ia tidak akan bergulir/goyang kemanapun namun ia senantiasa tetap tenang dan diam. Hal ini juga tidak lepas dari beberapa hal yang berhubungan dengan hal ini seperti Kejujuran, tanggung jawab dan konsistensi. Ini juga tidak kalah penting karena Menyangkut kepercayaan orang lain, Rasa aman pribadi, Pengikut yang Menetap, dan Kuasa dalam Pengajaran dan Ajakan

2. Menangkap Visi dari TUHAN (Ibr 11:27)

Effective leader : Spend time praying, Dreaming and Planning. Ineffective Leader : Spending too much time doing and not enough time praying, dreaming and planning. Kita sering mendengar, “Jangan duduk saja, kerjakan sesuatu!” memang kita tidak boleh malas. Tetapi seorang pemimpin Kristen yang benar harus juga ada waktu untuk menganggur, diam, duduk memikirkan visi dari TUHAN, Jangan terus – menerus sibuk bekerja. Seorang Pemimpin perlu menangkap Visi dari TUHAN! Dia perlu Keseimbangan antara bekerja dan bermimpi, sibuk dan tenang, energized and hibernating. A good Leader will have less on the “do list” and free up time to “just sit there” and not be always chasing his own tall Light in the Traffic of Life. Banyak pemimpin terlalu sibuk dengan tugas sehari – hari, urusan yang mendesak dan sangat sedikit bermimpi dan bersekutu dengan TUHAN. (Peter) Ducker berkata : “Action without thinking is the cause of every failure.”

Effective Leader : Light new fires. Ineffective Leader : Spending too much time fighting fires and not enough time lighting fires. Kemudian para pemimpin itu menyalakan api Kebangunan Allah dalam komunitasnya, bukan dan bukan menjadi “Pemadam Kebakaran” (fire lighter, not a reactive fire fighter).

3. Punya wawasan dan KETAATAN kepada Firman TUHAN dalam mengambil Keputusan (Ibr 11:26,28)

Effective Leader : Make biblically correct decisions. Ineffective Leader : Making too many decisions based on organizational politics and too few decisions based on biblical principles. Pemimpin yang benar di hadapan TUHAN harus mendasarkan pengambilan Keputusannya pada kebenaran Firman Tuhan. Bukan karena alasan kepentingan pribadi, kelompok atau keuntungan/kebenaran politik.

Dave Kraft: “We need Leaders who don’t hold their finger in the wind to see which way it is blowing but using that same finger to turn the pages of Holy Write to see which way the spirit of GOD wants to move”

4. Setia Kepada Panggilannya (Ibr 11:25)

Effective leader : Do ministry through others. Ineffective leader : Spending too much time doing it themselves and not enough time doing it through others. Panggilan kita adalah memperlengkapi umat TUHAN untuk membangun tubuh KRISTUS. Pemimpin yang benar membangun kebersamaan dengan orang – orang disekitarnya untuk melaksanakan panggilan pelayanan di tengah dunia, dan bukan memamerkan kehebatan pribadi. Do It Yourself, or get others to help you carry the load (Number 11:17). 11:17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.

Dave Kraft: “Your willingness and determination to work through others, more than anything else, may well define your effectiveness and success in ministry”

Kesediaan dan penentuanmu untuk bekerja melalui yg lain, lebih dari apapun, mungkin baik menggambarkan efektivitas dan suksesmu di dalam pelayanan rohani”

Effective Leader : Develop future Leaders. Ineffective leader: Spending too much time in counseling the hurting and not enough time in developing the LEADERS.

Menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam menasihati orang-orang yang terluka dan tidak cukup waktu di dalam mengembangkan KEPEMIMPINAN.

John Maxwell mengamati: “People with very strong mercy gifts don’t function well in visionary leadership. They don’t want to hurt anybody or make decisions that offend or cause conflict”

“- Orang-orang dengan kemurahan hati yang sangat kuat tidak berfungsi baik r di dalam kepemimpinan yang punya visi. Mereka tidak ingin menyakiti keputusan-keputusan siapapun atau membuat keputusan yang menyerang atau menyebabkan konflik”

Ineffective leader : Spending too much time teaching the many and not enough time training the few. Pemimpin yang benar harus memusatkan diri pada pelatihan pribadi (2 Tim 2:2) 2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Dave Kraft : “The war will not be won from behind the pulpit. Many leaders entirely too much time in public teaching in spite of the fact that statisthics show that 70 – 80% of most audiences are not listening and will not apply what they are getting”

“- Peperangan itu tidak akan dimenangkan di balik mimbar. Banyak pemimpin sama sekali terlalu banyak waktu di muka umum mengajar kendati fakta bahwa statisthics menunjukkan bahwa 70 -80% dari kebanyakan pendengar-pendengar tidak mendengarkan dan tidak akan menerapkan apa yang mereka dapatkan”

TANTANGAN dan PENUTUP

Kepemimpinan sejati (adalah bilamana tidak ada jabatan untuk diduduki, sumber untuk digali, latar belakang untuk disandari, upah untuk dikejar) biasanya muncul karena : kebutuhan dan semangat, karunia dan keberanian.. Kebutuhan bangsa, dan juga gereja akan seorang pemimpin yang sejati sangat nyata: apakah kalian melihatnya???

SEMANGAT/HATI YANG MEMBARA BAGI TUHAN selalu menjadi faktor yang paling menentukan! Maukah saudara mengambil komitmen untuk menjadi pemimpin yang memuliakn TUHAN, jikalau suatu saat TUHAN memanggil anda untuk menjadi seorang pemimpin…

Perubahan yang paling besar dalam sejarah tidak pernah dimulai dari sekelompok orang, tetapi hampir selalu dari satu orang”

..PA PMK FK UNIBRAW ,May 23,2007

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: