Be an Example! Be a witness in everywhere

Menjalin hubungan intim dengan Tuhan

Posted in renungan, Teaching by Be example on Juni 23, 2008

Untuk menjalin hubungan intim dengan Tuhan selain kita harus merasa berhutang budi dengan Tuhan, mengenal standard Tuhan dengan iman, berani menyesuaikan diri dengan standard Allah dan mentaati semua perintahNya, maka ada beberapa kenyataan yang harus kita ketahui.

Baca Lukas 19:1-10

1. Tuhan senantiasa merindukan hubungan cinta-kasih dengan kita

Ketika Tuhan Yesus melihat Zakheus, begitu besar keinginan Zakheus untuk melihat Yesus, sehingga ia memanjat pohon, maka Yesus memberikan response dan Ia menumpang dirumah Zakeus.

Yoh.14:21, Yesus berkata, barang siapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi BapaKu dan akupun akan mengasihi dan menyatakan diriKu.

Ulangan 30:19-20, Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini, kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.

Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal ditanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada …………………………..

Mat.22:37, Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan segenap akal budimu.

Karena begitu besar kasih Allah sehingga Ia selalu berusaha dan berinisiatif untuk menarik kita mendekat kepadaNya.

Kidung Agung 4:1,2,3,7,8,9,10, menunjukkan bagaimana Tuhan merindukan hubungan kasih dengan kita.

Hubungan kasih dengan Allah sangat personal dan nyata.

§ Hagar, setelah diperalat oleh Sarah, lalu diperlakukan kasar dan diusir, ketika ia kehabisan tenaga, tidak ada pengharapan, tidak tahu harus kemana, Tuhan datang kepadanya, menolong dan memberi pengharapan kepadanya, Hagar menamai Allah El Roi, ia melihat Allah yang melihatnya (Kej.16:1-13).

Daud menyadari hidup didunia ini singkat, (ia berkata di Maz.39:5, ‘Ya Tuhan beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, bagi Mu hidupku bagaikan sesuatu yang hampa,. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan. Maz.119:19, aku ini orang asing didunia), maka meresponi kasih Allah menjadi prioritasnya utama.

Untuk bisa meresponi kasih Allah, kita harus menyadari bahwa kita diciptakan untuk kekekalan, bukan untuk sementara yang didunia ini. Seperti banyak dari kita masih berwarga Negara Indonesia, tetapi menjadi permanent resident di Australia, demikian halnya kita, warga Negara sorga, tetapi resident didunia.

Kehidupan kita terlalu sering dibentuk dan ditentukan oleh masa lalu kita (kegagalan, latar belakang keluarga, kelemahan, rasa malu, keberhasilan, kesombongan dsb). Kalau kita sadar bahwa kita diciptakan untuk kekekalan, maka kehidupan kita sekarang bukan ditentukan oleh masa lalu, tetapi oleh masa depan kita.

Hubungan kasih dengan Allah sangat penting untuk membentuk kehidupan kita yang sekarang ini.

§ Gadis Sulam yang memiliki pengharapan bahwa sang gembala akan datang, sehingga dia menjadi sabar dan penuh pengharapan dan sukacita dalam penderitaan.

Orang yang tidak memiliki hubungan cinta dengan Tuhan mudah kelihatan dari hubungannya dengan sesama.

2. Tuhan selalu aktif bekerja di sekitar kita

Ketika Tuhan Yesus melihat Zakeus diatas pohon, Ia tahu bahwa tidak ada manusia yang mau mencari Tuhan kecuali Tuhan mengerjakan sesuatu dalam hatinya, maka Ia memanggil Zakeus dan menumpang dirumahnya.

Yoh.5:17, Yesus berkata, BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga. Ayat 19, Sebab anak tidak mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya, sebab yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Tuhan tidak menciptkan dunia dan meninggalkannya, Ia aktif bekerja sepanjang sejarah dan sampai sekarang.

Bagaimana kita bisa mengenali pekerjaan Tuhan disekitar kita?

· kita harus menjalin hubungan intim dengan Tuhan, karena Tuhan membuka mata rohani kita untuk melihatnya, dan Tuhan berinisiatif memberikan tugas atau pelayanan. Bagi Allah hubungan cinta yang intim dengan Dia sangat penting, karena itu apabila kita menginginkan tugas atau pelayanan dari Tuhan, maka focus kepada hubungan intim sampai kita menerima tugas itu.

· Kita harus bergabung atau mengambil bagian dalam pelayanan. Dalam pelayanan, kita akan mengalami kuasa Tuhan dalam menyelesaikan pekerjaanNya. Dengan demikian kita mengalami hubungan intim dengan Tuhan. Banyak orang Kristen rindu mempunyai pengalaman dengan Tuhan, tetapi tidak bisa mengenali aktifitas atau pekerjaan Tuhan di sekitarnya,

2 Faktor penting untuk mengenali pekerjaan Tuhan yaitu: 1) menjalin hubungan intim dengan Tuhan dan 2) Tuhan yang mengambil inisiatif untuk membuka mata rohani kita.

Orang Farisi merasa tidak suka ketika Yesus dielu-elukan di Yerusalem, Yesus berkata, wahai betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu.Tetapi sekarang hal ini tersembunyi bagi matamu. (Luk.19:42)

Banyak orang Kristen tidak bisa mengalami pengalaman dengan Tuhan karena:

§ Terlalu berfocus dengan karunia Roh.

Karunia Roh adalah manifestasi Roh Kudus dalam diri seseorang dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Kalau kita menerima dan melakukan pekerjaan Tuhan dengan taat, maka dengan sendirinya karunia Roh menjadi nyata dalam diri kita. Tetapi orang yang mementingkan karunia Roh, seringkali melewati kesempatan melayani Tuhan, dengan alasan, ‘itu tidak mungkin dari Tuhan, karena bukan karuniaku’. Orang yang demikian membatasi manifestasi Roh yang lebih besar, karena pengalaman masa lalu dijadikan patokan untuk pelayanan dimasa mendatang.

Karunia Roh bisa membuat kita melihat diri kita sesuai pikiran kita sendiri tidak sesuai pandangan Allah, karena kita selalu memilih-milih pelayanan sesuai karunia kita.

o Tuhan memberi tugas kepada Musa, Musa merasa tidak sesuai.

o Tuhan memanggil Daud dari gembala menjadi raja

o Yusuf, menjadi budak dan diperlengkapi oleh Roh Allah.

Kita harus memperhatikan tugas yang Tuhan berikan melalui pelayanan, jangan selalu berfokus kepada karunia, kamampuan, skill atau keinginan sendiri.

3. Tuhan mengundang kita untuk melakukan pekerjaanNya

Tuhan yang selalu berinisiatif mengundang kita untuk melakukan pekerjaanNya.

Yesus berinisiatif untuk tinggal dirumah Zakheus, Zakheus menerima dengan senang hati, sehingga seluruh rumah Zakeus bertobat, bahkan Zakheus berubah hidupnya.

Penting untuk kita ketahui bahwa selalu dimulai dengan inisiatif Tuhan, bukan kemauan kita untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

Fil.2;13, Karena Allahlah yang mengerjakan didalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.

Yoh.6:44, tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu kalau tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.

  • Ketika Tuhan akan melenyapkan Israel dengan banjir, Ia menemui Nuh.
  • Saat Sodom dan Gomora akan dihancurkan, Tuhan menemui Abraham.
  • Saat Saulus akan dipersiapkan untuk menginjili oang bukan Yahudi, Tuhan menemuinya dalam perjalanan ke Damascus.
  • Tuhan memakai Martin Luther untuk mengadakan reformasi di Eropa.
  • Tuhan berbicara kepada John dan Charles Wesley dan George Whitefield, ketika Ia mempersiapkan revival untuk England.

Untuk kita bisa mengikuti undangan Tuhan dalam pekerjaanNya,

a) Kita harus menunggu waktu Tuhan

Ada orang terburu-buru tidak sabar menunggu waktu Tuhan, akhirnya hancur sendiri.

Sebelum Petrus menyangkal Yesus, Ia sudah tahu dan memperingatkan Petrus, demikin juga dengan kita jangan terburu-buru. Belajar sabar menunggu, biar Allah membentuk karaker kita dahulu.

Untuk bisa menunggu waktu Tuhan kita harus hidup berfokus kepada Tuhan, tidak kepada kepentingan atau pikiran sendiri.

Contoh:

Raja Asa (2 Taw.16:1-3), ketika akan diserang Baesa, raja Israel, mengirimkan emas dan perak kepada Benhadad raja Aram untuk minta pertolongan.

Akibatnya Tuhan marah melalui Hanani, Asa ditegor dan akibatnya negaranya mengalami peperangan. Sebelumnya Asa sangat taat kepada Tuhan, semua persembahan baal disingkirkan, banyak orang Israel bergabung dengannya, Tuhan memberikan ketentraman, selama 35 tahun tidak ada peperangan.

b) Mengetahui dimana Tuhan bekerja

Kalau kita membangun hubungan cinta dengan Tuhan kita bisa mengetahuinya dengan cepat. Allah berbicara selain melalui Alkitab, melalui keadaan, gereja dan doa yang disampaikan.

Kalau kita melihat sesuatu dan merasa hanya Tuhan yang sanggup melakukannya, maka berarti itu adalah undangan Tuhan untuk kita bergabung dalam pekerjaanNya.

Contoh:

  • Keadaan dunia sekarang ini, atau Australia khususnya, melihat ini berarti Tuhan sedang mengundang kita untuk ikut mengambil bagian, yang paling mudah bisa kita kerjakan ialah berdoa.

c) Mempunyai hati seorang hamba

Sebagai seorang hamba, seperti tanah liat ditangan tukang periuk, (Yer.18:6,…seperti tanah liat ditangan tukang periuk, demikianlah kamu ditanganKu….), maka kita harus siap dibentuk dan senantiasa siap dipakai oleh tukang periuk

Perbedaan boss kita didunia dan Tuhan sebagai tuan, ialah sebagai pekerja kita bisa melakukan apa yang kita inginkan selama tidak ada tugas dari boss, tetapi sebagai hamba dari Tuhan kita harus siap senantiasa, hidup dalam ketaatan, melakukan tugas yang Tuhan berikan dengan setia dan Tuhan yang menyelesaikan tugas itu.

  • Elia waktu mengalahkan nabi baal, ia hanya taat dan menunggu perintah Allah, di 1 Raj.18:36, ia mengatakan, Ya Tuhan…biarlah diketahui orang bahwa Engkaulah Allah ditengah Israel, aku ini hambamu dan bahwa atas firmanMulah aku melakukan segala perkara ini.

Elia manusia biasa yang memiliki hati seorang hamba.

  • D.L. Moody, seorang penjual sepatu yang tidak berpendidikan, suatu pagi ketika ia berdoa bersama teman-temannya, ada seorang yang mengatakan bahwa sudah waktunya dunia melihat apa yang Tuhan bisa kerjakan melalui manusia yang berpaut kepada Tuhan. Moody sangat terharu dengan perkataan ini, lalu ia mendengarkan kotbah Charles Spurgeon, akhirnya ia menjadi pengkotbah terkenal di England dan Amerika.

4. Tuhan masih terus berbicara menyatakan kehendakNya

Tuhan berbicara melalui Alkitab, Gereja, keadaan, doa.

Konklusi:

Karena kasih Allah, Ia sangat merindukan hubungan intim dengan kita. Kalau kita menjalin hubungan intim dengan Tuhan, kita terbuka mata rohaninya, maka kita bisa mengenali pekerjaanNya dan mengambil bagian dalam pekerjaanNya, sehingga kita mengalami pengalaman pribadi denganNya.

http://www.ipc-online.net

ipc adalah indonesian praise centre yg bertempat di melbourne australia. Kunjungi websitenya untuk mengenal lebih dekat ttg ipc ini. GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: