Be an Example! Be a witness in everywhere

Penyembahan yang menyentuh hati Allah

Posted in renungan, Teaching by Be example on Juni 23, 2008


BENTUK PENYEMBAHAN YANG PALING TINGGI (KEINTIMAN)

Kita sering mendefinisikan bahwa penyembahan merupakan suatu gaya hidup yang saleh tetapi penyembahan seharusnya mempunyai makna yang lebih dalam daripada itu, ketika kita masuk kedalam penyembahan itu maka kita dapat merasakan kemurnian dan suatu rasa yang tak akan pernah puas akan hadirat Tuhan melalui keintiman. Dan biarlah melalui artikel ini dapat menimbulkan rasa ”lapar dan haus” kita akan hubungan yang begitu intim dengan Kristus. Karena tidak ada yang lebih memuaskan kita dari pada kekuatan, cinta kasih dan hubungan erat dengan Yesus Kristus.

Apakah yang dimaksud dengan keintiman?
Kata ”intim” dapat digambarkan sebagai suatu bentuk hubungan yang pribadi dan begitu dalam. Dapat juga dilukiskan sebagai hubungan erat, yang begitu dekat satu dengan lainnya, tidak asing lagi dan telah saling mengenal. Keintiman adalah hal yang paling indah yang ada diatas bumi ini.
Berhubungan intim dengan Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah merupakan keseluruhan alasan atas keberadaan kita di muka bumi ini. Kita telah dirancangkan untuk tinggal dalam kesatuan dengan Pencipta kita. Kita tidak pernah dimaksudkan untuk terpisah atau dipisahkan, tetapi dosalah yang menyebabkan halangan antara manusia dan Tuhan; maka untuk itulah Yesus Kristus telah diutus, Ia datang untuk menghancurkan halangan itu dan memberi kita semua hal yang yang kita perlukan untuk dapat mempunyai hubungan erat yang tetap dengan Bapa kita, dan semua itu oleh karena Yesus Kristus telah melakukannya. Hari ini kita semua telah diperlengkapi untuk bersekutu denganNya di setiap saat dan setiap waktu kita dapat masuk kedalam keintiman dengan Tuhan kita!!

Manusia telah diciptakan dengan sifat ilahi untuk memberi dan menerima cinta, untuk mencintai dan dicintai, untuk mengungkapkan perhatian, kasih sayang, kerinduan, kebutuhan dan keinginan kita. Kita diciptakan menurut rupa dan gambar Allah – gambaran akan cinta. Binatang tidak akan pernah memahami keintiman yang benar; matahari, bulan dan bintang juga tidak akan pernah memahaminya. Bahkan para malaikat surga tidak akan pernah memahami bagaimana berhubungan intim dengan Allah. Keintiman dengan Tuhan semata-mata untuk kebaikan manusia. Alkitab memberitahukan bahwa para malaikat begitu rindu untuk memahami secara mendetail kasih karunia Allah atas hidup kita untuk berhubungan intim yang mana belum diungkapkan kepada mereka. Kita sebagai manusia mempunyai sifat keilahian yang begitu istemewa untuk bisa berhubungan intim dengan Raja kita.

Setiap manusia tanpa disadari didalam lubuk hatinya yang terdalam mempunyai suatu keinginan yang melebihi dari kelima panca indra yang mereka rasakan (penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa dan penciuman), akan sesuatu yang melebihi jangkauan pikiran mereka, sesuatu yang memuaskan dan memberikan mereka kekekalan dalam hidup ini – dan hidup sesudahnya. Kerinduan yang ada dalam hati saya dan anda hanya dapat dipenuhi oleh sesuatu yang begitu dalam dan pribadi, dari hati ke hati, yaitu hubungan dalam roh dengan satu-satunya Tuhan pencipta langit dan bumi. Ketika roh manusia telah berhubungan dengan Roh Allah maka ada suatu pemenuhan kekal akan semua kebutuhan rohani kita. Dan inilah keintiman yang sejati; yaitu penyembahan ditingkat yang paling tinggi!!

Bagaimana saya dapat berhubungan intim dengan Tuhan?
Keintiman adalah suatu pengejaran kekal. Keintiman dapat merupakan sesuatu yang sementara tetapi juga dapat bersifat kekal. Semakin intim kita, maka dituntut komitmen yang semakin tinggi pula. Keintiman sejati tidak ada akhirnya karena semakin lama, kita akan merasakan semakin kuat dan lebih lagi. ”Kita tidak pernah dapat memahami Tuhan. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga” (Mazmur 147:5). Tidak ada batas akhir terhadap Tuhan bahkan pasangan yang telah menikah sekalipun setelah sekian lama bersama, mereka akan semakin meluangkan waktu dan berusaha membangun keintiman dalam hubungan mereka. Mengapa? Sebab keintiman adalah suatu hubungan yang dalam yang tak ternilai dan dapat terbuktikan dari waktu ke waktu. Ada harga yang harus dibayar dengan mahal untuk keintiman baik dengan Tuhan maupun dengan sesama. Keintiman memerlukan waktu yang sangat banyak untuk membangunnya. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 28:10 “Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!” kita bertumbuh untuk mengerti bahwa setiap hari kita dapat semakin lebih dan lebih lagi dalam mencintai. Keintiman dimulai dari tingkat yang paling bawah lalu akan meningkat terus dan berlangsung terus sejauh mana sesuai dengan harga yang telah dibayar. Keintiman juga berarti kesabaran. Dan hal ini disebutkan sebanyak tiga kali dalam kitab Kidung Agung, “jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” namun seringkali orang-orang kristen mempunyai sikap terburu-buru terhadap Tuhan. Mereka berpikir bahwa mereka dapat memiliki keintiman yang dalam dan mengalami kesempurnaan akan kasih dan hadirat Tuhan sebelum mereka sendiri dewasa dalam iman mereka. Kita tidak bisa tergesa-gesa dalam keintiman. Ini merupakan suatu proses yang memerlukan waktu yang panjang. Setiap orang kristen dapat mempunyai hubungan intim dengan Kristus. Hal ini terjadi secara alami melalui Perjanjian Baru, ketika Roh Kudus tinggal atas orang-orang percaya yang telah lahir baru. Tetapi lain halnya untuk dapat memiliki keintiman yang dalam dengan Dia karena dituntut bayar harga yang mahal – dan apakah kita siap membayarnya? Dalam kitab Keluaran kita ketahui bahwa dari seluruh suku Israel hanya Musa seorang saja yang dipersiapkan untuk mengerahkan segenap kemampuannya untuk berhubungan intim dengan Tuhan. Dan ia telah melihat kemuliaan Tuhan, berbicara denganNya muka bertemu muka seperti seseorang yang sedang berbicara dengan temannya, dan tenggelam dalam hadirat Tuhan. Keintiman dengan Tuhan yang seperti itulah yang seharusnya dengan sabar kita kejar!. Banyak orang merasa sangatlah mudah untuk menerima cinta Tuhan, kasih karuniaNya dan untuk merasakan manfaat menjadi orang Kristen, tetapi apakah kita sudah sungguh-sungguh mempraktekkan 1 Yohanes 4:19 “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Sangatlah mudah untuk menerima anugrah, kemurahan dan cinta kasihNya dan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja dalam hidup kita seperti hal lainnya. Tetapi ujian terhadap keintiman yang sejati ialah bagaimana kita menunjukkan kasih kita dan bagaimana kita meresponi kasih yang orang lain tunjukkan. 1 Yohanes 3:18 mengajarkan bahwa kita seharusnya mengasihi bukan hanya dalam perkataan saja tetapi juga dalam perbuatan. Betapa seringnya dalam ibadah kita mengatakan atau mungkin berteriak “Tuhan aku mencintai Engkau” tetapi setelah itu kita memperlakukan Dia sama seperti orang lain dalam kehidupan kita. Kata “cinta” seharusnya ditujukan untuk seseorang yang terdekat, orang yang paling berharga dalam hidup kita; seseorang yang kita perlakukan dengan begitu istimewa, seseorang yang kita begitu berhasrat untuk menjadi intim dengannya … dan untuk itu Tuhan tentunya haruslah menjadi yang terutama tanpa pengecualian!. Kita bisa berhubungan intim dengan Tuhan karena Tuhan tidak pernah tidak mengindahkan orang lain. Ia tidak pernah pilih kasih, ataupun memperlakukan seseorang lebih baik atau lebih buruk dibandingkan dengan orang lain. Semua yang Ia inginkan hanyalah mencari seseorang yang mau berkomitmen untuk memiliki hubungan yang kekal denganNya. Seseorang yang mendekat kepadaNya sehingga Ia juga dapat mendekat, yang mencari wajahNya dan menunjukkan cintanya karena memang Ia layak menerima semua itu … seseorang yang seperti raja Daud yang mencari hati Tuhan. Seseorang yang berani berkata, ”Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Mazmur 27:4). Mulailah sekarang untuk membangun hubungan yang intim; bagaimana hubungan kita dengan Tuhan besok hanya bisa dibangun atas dasar hubungan kita denganNya pada hari ini. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kitab Kidung Agung mengenai keintiman:

1. Mengenal nama orang tersebut.

Tak seorangpun dapat menjadi intim dengan seseorang tanpa mengetahui namanya, karena nama mewakili karakter seseorang. Seperti perempuan dalam Kidung Agung yang berkata ”namamu seperti minyak urapan yang dicurahkan” mengandung pengertian akan pengenalannya terhadap Salomo, menekankan makna yang begitu dalam dan berkuasa terhadap namanya. Seberapa dalam kita mengenal Yesus? Apakah kita mengenal Yesus sebagai Elohim, Yehovah, Adonai, El Shaddai…? Keintiman adalah hasil dari keakuratan pengenalan seseorang, bukan hanya sekedar mengenal saja.

2. Hanyalah satu-satunya

Dalam Kidung Agung 2:1 gadis itu menyamakan dirinya dengan bunga mawar Sharon, adalah bunga yang sangat jarang yang mana hanya dapat ditemukan didalam hutan Libanon. Suatu bunga merah indah yang mempunyai duri yang begitu tebal disekelilingnya sehingga seolah-olah menolak untuk mengungkapkan jati dirinya pada semua orang namun hanya pada orang yang tepat saja. Keintiman dengan Tuhan hanya mungkin terjadi ketika kita tidak mempunyai “kekasih-kekasih” lain, karena hal itu dapat masuk dan merusak hubungan. Dalam suatu pernikahan jika pasangan itu mempunyai pasangan lain maka sangatlah mustahil untuk mereka memiliki keintiman. Tetapi mengapa masih banyak orang Kristen yang berpikir bahwa mereka dapat cinta Tuhan dan cinta akan dunia pada waktu yang bersamaan? Hal ini hanya akan merampas keintiman kita dengan Tuhan. Seharusnya hanya ada satu saja yang kita cintai dalam hidup kita.

3. Waspadalah terhadap ”rubah”.

Kita telah membahas tentang bagaimana keintiman harus dibangun setelah jangka waktu tertentu. Hal ini bukanlah terjadi dalam sekejap saja tetapi harus melalui proses. Sesuatu apapun yang akan bertumbuh tidak mungkin dari benih lalu dalam seketika menjadi besar. Harus melewati proses-prosesnya. Dalam Kidung Agung 2:15 kita tahu bahwa rubah-rubah itu datang untuk merusak kebun anggur yang sedang berbunga itu. Iblis membenci hubungan intim terutama hubungan intim dengan Tuhan. Ia tahu bahwa ini merupakan senjata yang kuat untuk melawan kerajaaannya, sehingga ia akan melakukan apapun juga yang mungkin dapat menghancurkan keintiman kita ketika hubungan itu masih rapuh dan mudah diruntuhkan. Rubah-rubah itu akan datang untuk mencoba dan melakukan apapun juga; dan akhirnya bukan hanya menghancurkan saja tetapi juga menghambatnya ketika akan berkembang lagi. Apakah rubah-rubah itu? Apapun yang mencuri hubungan kita dengan Tuhan adalah rubah – baik televisi, komputer, pacar, mall dan lain lain Kita harus berwaspada terhadap rubah atau mereka akan menyelinap dan menghancurkan keintiman kita tanpa kita menyadarinya!

4. Carilah hingga engkau menemukannya

Kidung Agung 3:1-4 merupakan gambaran pencarian yang begitu kuat tentang hasrat dan keinginan yang sangat besar. Di ayat pertama dikatakan bahwa ia mencarinya ditempat tidur. Sangatlah mustahil jika kita mencari dengan pasif saja tetapi mengharapkan menemukan Dia – kita harus melakukan sesuatu untuk harga yang harus dibayar. Ketika dia bangun dan berkeliling kota dia ditemui dengan peronda-peronda kota. Hal itu sepertinya merupakan suatu halangan baginya, karena dia disuruh untuk kembali tidur dan jangan ada dijalanan. Tetapi dia tetap mencari. Ketika dia telah menemukan seseorang yang dicintainya maka dia tidak akan melepaskannya. Dan dia tidak akan melepaskannya sampai dia membawanya ketempat yang intim – ruangan pembuahan, suatu tempat yang begitu pribadi. Intinya ialah janganlah memiliki kadar yang kurang dalam hubungan intim.

5. Harus dua arah

Keberhasilan perkawinan antara Salomo dan gadis Sulam tertulis dalam pasal 4:16 dan 5:1. Dari kedua ayat ini merupakan suatu gambaran indah akan cinta yang harus dua arah. Jika yang satu hanya memberi dan lainnya hanya menerima saja maka akan terjadi ketidakseimbangan dan keintiman yang sejati tidak akan pernah tercapai. Dalam ayat ini ada saat tertentu yang mana terjadi pertukaran tempat dengan pasangannya sehingga dapat membagikan cinta mereka dalam cara yang begitu intim. Cinta kita untuk Tuhan juga harus seperti itu. Jika kita hanya menjadi penerima tetapi tidak berperan aktif dalam membangun hubungan yang kuat maka kita tidak akan masuk kedalam keintiman yang Tuhan inginkan.

6. Jadilah kreatif

Sebagian dari kita mungkin telah mengaplikasikan prinsip ini dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Hidup adalah sesuatu yang rapuh. Kadang-kadang ada saat yang menyenangkan, kadang ada tantangan, kadang terasa mudah, namun kadang sulit, tetapi faktor umum yang sering membantu ialah kekreatifan. Karena tanpa disadari kita sering terlalu monoton dalam hidup ini sehingga kita mengalami stagnasi dan terus merosot kebawah. Bahkan gadis Sulam itu mengetahui bahwa hubungannya perlu ada pertumbuhan dan perubahan. Dia bekata; ”Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!” (Kidung Agung 7:13). Dia memeliharanya tetap segar dengan cara membuat sesuatu yang baru, dan mengesampingkan hal-hal yang telah usang. Mungkin kita bisa memakai beberapa lilin selagi kita berdoa atau membuat suatu ”kejutan” untuk Tuhan dengan menuliskan nyanyian cinta yang keluar dari dalam hati kita. Apapun caranya yang terpenting ialah hal itu dapat membuat kita tetap fresh dan lebih lebih lagi!.

7. Jaga hatimu

Kunci yang terakhir ialah ada didalam Kidung Agung 8:6-7. Kita tidak bisa melihat wajah Tuhan secara phisik ketika kita menyembah Dia, tetapi kita mempunyai saat-saat dimana kita meras sungguh-sungguh begitu dekat. Itulah kekuatan keintiman!. Dari ayat ini kita dapat mengetahui kuncinya adalah untuk dapat menjaga hati kita. Kita harus menjaga hati kita untuk mempunyai satu hubungan saja, dengan seseorang dan untuk selama-lamanya. Keintiman tidak dapat hancur oleh jarak, juga tidak berkurang oleh air, tetapi tentu saja akan hancur ketika hati kita tidak lagi tertarik akan kekuatan dari hubungan itu. Jagalah hatimu! Hasrat keintiman!

Sekali lagi ditekankan, bahwa tidaklah mudah menjalin keintiman yang begitu dalam dengan seseorang. Diperlukan bayar harga yang mahal, dengan suatu pengorbanan yang tinggi; dan hasilnya tentu sesuai dengan harga yang telah dibayar. Pilihan untuk melakukan apapun juga untuk mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan adalah menyembah. Maksudnya ialah menyediakan waktu untuk menikmati berendam dalam hadirat Allah; dengan arti lain mungkin kita harus lebih menyediakan waktu lebih lagi untuk bersekutu dengan Kristus melalui FirmanNya; mungkin juga kita harus berkomitmen ketingkat yang lebih tinggi lagi yaitu untuk setia tertanam dalam rumah Tuhan; atau kita perlu bangun lebih pagi untuk berdoa sebelum memulai pekerjaan kita; atau harus mematikan televisi pada malam hari, atau juga berhenti menyaksikan program kesayangan kita dan mencari wajahNya dengan suatu hasrat yang lebih besar lagi. Apapun yang kita alami, saya mendorong bahkan menantang anda – untuk melakukan apapun juga yang harus dilakukan untuk mendapatkan keintiman dengan Seseorang yang tidak pernah putus-asa menanti untuk mempunyai hubungan intim dengan kita, dan pada akhirnya seperti yang rasul Paulus katakan: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13:13)
Tuhan memberkati!.

Penulis : Nicholas Hung

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Andrie Dananjaya said, on Juli 25, 2010 at 10:10 am

    Mungkin harus seperti Henokh yach….. saat ini mungkin saat yg harus berdiam diri, memikul salibNya. I wish I can…. and i must.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: