Be an Example! Be a witness in everywhere

Apa Yang Ada Padamu? Emas Perak Atau Yesus Kristus

Posted in renungan by Be example on Oktober 24, 2008

August 21, 2005
Kisah Para Rasul 3:1-11

Suatu hari waktu kami bersama rombongan berjalan keluar dari shopping center, terlihat seorang anak kecil minta-minta. Sambil mengeluarkan tangannya untuk dikasihani. Anak saya sedang memegang ice creamnya. Waktu ia melihat anak itu, ia jatuh belas kasihannya dan diberikan ice cream yang ia nikmati itu kepada si anak kecil itu. Apa yang ada padanya dia berikan. Apa yang ada padamu? Apakah kamu mau bersedia membagikan apa yang menjadi kepunyaanmu?

Di dalam Kis Ras pasal 3 digambarkan suatu pristiwa di mana seorang laki-laki lumpuh sejak lahirnya. Hidupnya adalah sangat bergantung pada belas kasihan orang lain. Dia harus diusung tiap-tiap harinya ke dekat gerbang pintu bait Allah yang bernama Gerbang Indah. Gerbang Indah namanya namun kontras dengan kehidupan seorang yang merana dan yang cacat hidupnya. Saudara, inilah gambaran dunia yang sering dinyatakan dengan gambaran dunia yang indah, maju, modern, dan canggih. Namun dibalik itu hidup di
dalam dunia ini terselimut bermacam-macam kesengsaraan, penyakit, kepahitan, keputusasaan yang tidak bisa dibayangkan. Bahkan banyak orang yang lumpuh bukan secara fisik namun batin. Tidak berdaya karena keadaan yang merongrongnya. Orang yang lumpuh ini mempunyai suatu kerinduan. Kerinduan ini adalah sukses dalam minta sedekah. Dia ingin mendapat uang. Dan untuk itulah setiap harinya ia harus keluar
dan minta-minta. Siapakah hidup di dunia ini tidak membutuhkan uang? Realitas kehidupan inilah yang membuat orang menjadi gila mencari uang. Apa yang ada pada orang lumpuh ini adalah uang, bukan Tuhan. Meskipun tubuhnya dekat dengan bangunan rumah Tuhan tetapi hatinya dipenuhi dengan keinginan uang.
Petrus dan Yohanes datang ke bait Allah untuk sembahyang. Banyak juga orang yang secara tradisi 3 kali datang ke bait Allah untuk sembahyang. Tetapi apakah mereka mengalami kuasa Allah dan memuliakan Allah. Tidak. Tatkala mereka melihat orang lumpuh itu bisa berjalan, mereka merasa sangat heran. Namun ,mereka tidak memuliakan Yesus Kristus. Apa yang ada pada mereka adalah tradisi agama tetapi tidak ada hubungan pribadi dengan Tuhan.


Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Apa yang ada pada Petrus dan Yohanes? Bukan emas dan perak namun Nama YESUS KRISTUS, yang menjadi keyakinan mereka pribadi.
Keyakinan yang mereka punyai inilah membawa mereka transform atau berubah total. Perubahan ini bukan secara lahiriah tetapi perubahan hakiki hidup. Dia berbicara terhadap orang banyak juga terhadap individu (seorang pengemis). Dia mempunyai perhatian, secara intentional dia berhenti di hadapan orang lumpuh itu.

Saudara, kita memiliki Kristus namun kita sering acuh tak acuh dalam kebutuhan orang lain. Petrus juga berani mengambil resiko. Seperti Paulus berkata: “Sebab aku mempunyai keyakinan yg kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya…” Roma 1:16. Yesus itu menjadi kebanggaanNya. Dia tidak merasa malu dalam memberitakan kabar kesukaan itu, Injil Damai Sejahtera.
Apa yang ada padamu? Emas, perak, kedudukan, titel, real estate, bahkan keagamaan, dll. Namun yang terindah dan lebih berharga dari segala-galanya adalah Nama diatas segala nama yaitu Yesus Kristus.

Apakah sungguh2 anda rasakan suatu kebanggaan kalau anda mau diakui sebagai anak-anakNya ?

Kita menjadi milik Kristus dan Kristus adalah milik kita. Beritakanlah kuasa Kristus dalam kesaksian anda baik melalui perhatian anda kepada sesama, melalui doa dan kesaksian. Kiranya kita mempunyai keinginan yang sungguh, keberanian dan kebanggaan dalam memberitakan Nama Yesus Kristus yang menjadi milik kita.

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Laskar Kristus said, on Desember 9, 2008 at 8:41 pm

    Terkadang, saat kita berdoa kita tidak bersungguh-sungguh dan tidak percaya akan doa tersebut dapat terjadi atau tidak. Dahulu, aku berdoa hanya sebatas kewajiban aku tidak menyadari bahwa doa adalah tempat kita berbicara dengan Dia. Aku selalu berkata Tuhan aku sudah berdoa tapi kenapa tidak pernah terjadi?
    Dan aku mengerti karena aku tidak mengasihi dan mengampuni kesalahan orang lain, maka Bapa di sorga tidak mengampuni kesalahanku dan setelah aku mengerti apa itu doa. Dia berkata pada kita anak anak-Nya bahwa mintalah dan doakan percayalah bahwa kita sudah menerimanya, maka hal itu akan diberikan pada kita anak anak-Nya dan apa telah kita doakan haruslah di dalam nama Anak-Nya, Sang Juruslamat, Yesus Kristus (mark11:24)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: