Be an Example! Be a witness in everywhere

Delete Vs Undo

Posted in renungan, Teaching by Be example on November 9, 2008

Mengampuni –> DELETE –> LUPA & BEBAS –> membuka lembaran baru (Tulisan yang baru)

Benci –> merusak kesehatan –> darah tinggi, kanker, pegel-pegel, gatel-gatel dlsb.

Sadari bahwa setiap kita SERBA TERBATAS.

Betapa senang ketika kita buat salah sama seseorang dan kita diampuni + diberi hadiah.. wow…. itulah jg yang dirasakan oleh org yg telah melakukan kesalahan sama kita dan telah kita ampuni (baca : delete). Jangan di-UNDO lagi (baca : diinget2 lagi). Ok ?

Bagaimana kalo orang yg telah kita ampuni dan lupakan kesalahannya ternyata melakukan kesalahan yang sama lagi ??? kan tadi udah didelete tuh… (ini mah teorinya, prakteknya susah2 gampang euy).. anggep itu KEsalahan baru…. beri kesempatan… dan lupakan lagi.. ntr lama2 jg akan terbiasa… andalkan Holy Spirit untuk membantu kita melakukan hal ini.

Belajar mengampuni (baca : delete) dan memberkati (blessing). Buka lembaran yang baru. Segala sesuatu terjadi supaya kita menjadi manusia yang kuat dan sempurna seperti JC.

JC tahu bahwa setiap ketidakadilan ada penghukuman. Dia memandang penghukuman di depan dengan mengatakan “Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Knp JC mengatakan itu ? krn orang Yahudi mengatakan “timpakan darah itu pada kami dan keturunan kami”. Dan terbukti bahwa penghukuman terhadap mereka telah terjadi. Sampai saat ini mereka jg menyadari hal itu “kami menanggung kesalahan thd penyaliban Kristus”.

Bagi orang percaya ada pembelaan Tuhan. Tapi kita jg harus tahu bahwa Tuhan itu Adil. Makanya setiap kita buat salah kitapun jg akan ditegor. Berkati orang yg bersalah pada kita. Dan doakan supaya aliran kasih Tuhan mengubahnya dan mengubah kita juga.

Kenapa kita tdk bisa mengampuni ? Itu karena kita selalu memandang dari EGO kita. EGOsentris.. kepentingan diri kita sendiri…”aku kan sakit…. dia tuh nyakitin aku… aku .. jelas aku marah lah….” … EGO = AKU… mari belajar yukkk menghilangkan keakuan kita dan menggantikannya dengan TEOsentris. Bahwa segala sesuatu Tuhan Yang Kendalikan.

Kita dipilih Tuhan untuk menjadi umat kesayanganNya. Kita dipilih untuk menjadi Calon Penghuni Sorga. Kekekalan tidak dimulai saat kita mati nanti, tapi KEKEKALAN dimulai saat KITA HIDUP SEKARANG INI. Tuhan memberkati.

Orang dengan spiritualitas tinggi biasanya emotional quotionnya juga tinggi. Dia lbh mudah mengampuni dan mengendalikan diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: