Be an Example! Be a witness in everywhere

Merawat Penderita AIDS Di Rumah

Posted in Health life by Be example on Maret 9, 2009
– Jawaban.com – Anda dapat merawat penderita AIDS di rumah tanpa tertular penyakit ini, baik diri anda maupun anggota keluarga yang lain, dan tanpa menyebabkan infeksi lain pada penderita. Bagaimana? Dengan memastikan bahwa tidak seorangpun melakukan kontak dengan darah penderita, semen, atau sekresi vaginal. Meskipun virus yang menyebabkan AIDS dapat dideteksi melalui liur, urin, feses, mukosa, pernafasan, atau sekresi tubuh lainnya, tidak seorangpun tertular AIDS dengan menyentuh cairan tubuh ini.

Tindakan pencegahan di bawah ini memerlukan waktu dan perencanaan, namun akan menjadi kebiasaan pada akhirnya. Ingatlah bahwa tindakan pencegahan tidak perlu terlalu berlebihan sehingga penderita merasa terisolasi. Untuk mencegah penularan AIDS di rumah, ikuti petunjuk berikut ini:

Mencuci tangan

Gunakan sabun dan air untuk mencuci tangan, lengan, dan bagian permukaan tubuh lain yang menyentuh penderita sesudah dan sebelum kontak terjadi, dan sebelum menyiapkan makanan atau makan.

Jangan menyentuh tubuh anda sendiri atau mulut anda saat anda memberikan perawatan. Ingatkan penderita untuk mencuci tangannya sesering mungkin terutama sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi.

Sarung tangan, gaun, dan masker

Pakaian pelindung tidak diperlukan untuk perawatan umum selama kontak biasa, misalnya saat memandikan atau memberi makan. Namun demikian, anda harus menggunakannya untuk hal berikut ini.

Gunakan sarung tangan bila menyentuh sekresi atau eksresi tubuh (contohnya, selama perawatan mulut, luka, atau hidung) atau saat merawat penderita wanita yang sedang menstruasi atau baru melahirkan.

Juga, gunakan sarung tangan bila mengurus tampon, kain atau pakaian kotor; saat penderita AIDS muntah atau inkontinen; atau saat merawat penderita dengan luka rektal atau genital (radang atau lecet). Ingat selalu untuk mencuci tangan anda setelah melepas sarung tangan.

Gunakan gaun bila anda terpercik cairan tubuh. Gunakan masker bila penderita memiliki Mycobacterium tuberculosis dan sedang batuk. Gunakan masker dan pelindung mata untuk menghindari percikan muntah atau liur ke mata, hidung, dan mulut anda.

Alat makan

Cuci piring yang digunakan penderita dengan air panas bersabun dan keringkan setelah dicuci. Anda tidak perlu memisahkan piring ini dari piring-piring yang lain.

Fasilitas dapur dan kamar mandi

Penderita AIDS tidak memerlukan kamar mandi dan dapur yang terpisah. Ia dapat menggunakan kamar mandi yang sama dengan anggota keluarga lainnya tanpa pencegahan khusus, kecuali bila penderita mengalami inkontinen atau diare atau luka herpes.

Bila hal terakhir ini ada, kamar mandi di disinfektan dengan solusi pembilas dan air 1:10 setiap kali pakai. Tunggu hingga 10 menit lalu bilas dengan air bersih.

Pembersihan

Bila darah, urin atau cairan tubuh lainnya tumpah, bersihkanlah segera dengan air sabun panas. Lalu disinfektan permukaan yang dicuci dengan solusi pembilas 1:10 dan bersihkan dengan air bersih setelah 10 menit.

Celupkan spons atau lap yang digunakan untuk membersihkan cairan tubuh ke dalam pembilas bersolusi 1:10 selama 5 menit. Jangan bilas di bak cuci piring tempat makanan disiapkan dan jangan gunakan untuk membersihkan tempat makanan disiapkan.

Kosongkan air bekas lap ke dalam toilet. Bersihkan dapur dan kamar mandi. Cuci permukaannya secara rutin dengan sabun, air, dan bubuk pembersih. Bersihkan lemari es dengan teratur dan pel lantai paling sedikit satu minggu sekali.

Disinfektan kamar mandi dan lantai pancuran air dengan pembilas serta air bersolusi 1:10. Tuangkan sejumlah kecil pembilas ke dalam toilet. Cuci tumpahan bila ada dan jangan gunakan spons yang sama untuk membersihkan kamar mandi dan dapur.

Cucian

Gunakan sarung tangan saat mengurus pakaian kotor. Selalu cuci handuk dan lap badan setelah digunakan. Masukkan pakaian kotor ke dalam plastik bersegel sampai anda mencucinya. Masukkan pakaian kotor ke dalam air dingin dan tambahkan deterjen enzimatik; lalu cuci dalam air panas, deterjen, dan 1 cangkir pembilas. Keringkan secara panas. Cuci semua pakaian penderita secara terpisah.

Barang-barang yang dapat dibuang

Letakkan sarung tangan, tampon, bantalan linen-saver, tisu, dan barang lain dalam plastik bersegel sebelum dibuang. Pengambilan sampah setiap hari sudah cukup, tetapi ikuti peraturan pengambilan sampah di komunitas anda.

Jarum injeksi

Buang jarum injeksi yang telah digunakan ke dalam plastik tahan tusuk atau kaleng metal dan disegel. Jangan mematahkan jarum. Ikuti regulasi pengambilan sampah di komunitas anda.

Barang-barang pribadi

Jangan berbagi barang seperti sikat gigi, pencukur, atau barang lainnya yang bisa mengandung darah yang terkontaminasi.

Termometer kaca dapat dibagi penggunaannya setelah dicuci bersih. Cuci dalam sabun dan air dingin, lalu masukkan 70-90% etil alkohol selama 30 menit, lalu bilas dengan air mengalir.

www.jawaban.com

Nb : Menurut kak Lukas, seorang aktivis di yayasan HIV-AIDS yang saat ini bekerja di Papua, jika CD-4 penderita di atas 200 (dengan pengobatan rutin tentunya), maka kemungkinan untuk terjadinya penularan melalui darah dlsb sangatlah kecil krn potensi virus untuk menular kecil sekali dalam keadaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: