Be an Example! Be a witness in everywhere

Pelukis Yang Bingung

Posted in Recharge your soul, renungan by Be example on Maret 9, 2009

Suatu hari seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisan terbaiknya dan rencananya akan dipamerkan pada saat pernikahan Putri Diana. Ketika menyelesaikan lukisannya ia sangat senang dan terus memandangi lukisannya yang berukuran 2×8 m. Sambil memandangi, ia berjalan mundur dan ketika berjalan mundur ia tidak melihat ke belakang. Ia terus berjalan mundur dan di belakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia bisa mengakhiri hidupnya.

Seseorang melihat pemandangan tersebut dan bermaksud untuk berteriak memperingatkan pelukis tersebut, tapi tidak jadi karena dia khawatir si pelukis tersebut malah bisa jatuh ketika kaget mendengar teriakannya. Kemudian orang yang melihat pelukis tersebut mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan tersebut lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak. Tentu saja pelukis tersebut sangat marah dan berjalan maju hendak memukul orang tersebut. Tetapi beberapa orang yang ada disitu menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.

Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari indah yang kita idamkan. Tetapi rencana itu tidak bisa terlaksana karena Tuhan punya maksud lain yang lebih baik. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap TUHAN atau juga terhadap orang lain. Tapi perlu kita ketahui TUHAN selalu menyediakan yang terbaik.

Guys, mungkin saat ini kamu tengah mengalami bagaimana rasanya ditolak oleh seseorang yang menjadi cew or cow idaman kita. Sakit memang. Tapi kita tidak boleh menyerah. Percayalah semua kan indah pada waktunya. Masa depan kita ada di tangan Tuhan Yesus. GBU all.

Iklan

Iri Hati

Posted in Recharge your soul by Be example on Februari 12, 2008

 
Ulangan 10:17
Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap.

Kalau kita baca Matius 20, kebanyakan dari kita pasti bisa merasakan kekesalan hamba yang masuk kerja dari pagi. Pasti kita protes dengan ketidakadilan yang terjadi di situ. Seandainya kita berada di posisi mereka, sudah pasti kita akan demonstrasi menuntut upah lebih yang sudah seharusnya menjadi hak kita.

Kisah di Matius 20 itu sebetulnya bukan berfokus pada upah hamba, tapi pada kasih karunia tuan yang tidak membeda-bedakan hambanya. Nyatanya kebanyakan dari kita susah untuk memahami kasih karunia si tuan itu. Mengapa bisa demikian? Karena kita berfokus pada diri sendiri. Seringkali kita menganggap bahwa diri layak untuk mendapatkan lebih. Dan hal ini diperburuk dengan kecenderungan suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain sehingga membuka celah bagi iblis untuk menabur benih iri hati. Apabila sudah demikian, akan cukup sulit bagi kita untuk mengucap syukur dan memahami betapa besar kasih karunia Tuhan yang sudah kita alami. Dulunya kita adalah manusia berdosa yang pantasnya tinggal di neraka, tapi sekarang kita telah menerima hidup kekal tanpa harus mengeluarkan biaya apapun.

Satu tips terbaik ketika iri hati menyerang atau ketika kita merasa diperlakukan dengan tidak adil, ingatlah selalu kasih karunia Allah begitu besar bagi hidup kita.

Orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, orang bebal dimatikan oleh iri hati.

Tagged with: