Be an Example! Be a witness in everywhere

Healty Life

Tali Pusar, Sumber Penyembuh Yang Mujarab

Konon, dunia kedokteran masih jua belum bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh kelainan gen (keturunan), seperti leukemia? Ternyata tidak. Bila mencermati kepustakaan yang ada, bahkan sejak 1988 kalangan ahli telah berhasil menemukan metode pengobatan yang dinilai sangat efektif, yakni dengan memanfaatkan sel induk (sel inti) yang banyak terdapat pada darah di tali pusar (tali pusat).

Harus diakui, dalam perkembangannya sampai saat ini, metode pengobatan tersebut kurang populer. Soalnya, agar pengobatan bisa berhasil secara maksimal, seyogyanya menggunakan sel induk yang berasal dari tali pusar si penderita. Ternyata itu juga bukan perkara mudah. Nyaris tiada seorang pun di jagat ini yang memiliki kebiasaan menyimpan tali pusarnya-apalagi dalam keadaan masih segar. Maklum, lazimnya, para orang tua akan “membuang” tali pusar anaknya, beberapa saat setelah sang jabang bayi dilahirkan.

Pasrah? Jangan dulu. Ada tawaran menarik yang dilayangkan sejumlah “bank” sebagai solusi. Tentunya, bukan bank kebanyakan untuk menabung fulus, melainkan Cord Blood Bank (Bank Darah Tali Pusar) yang secara teknis mampu menyimpan sel induk secara aman. Nah, terutama bagi ibu-ibu yang melahirkan anaknya di era milenium, bisa memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh CordLife, yakni Cord Blood Bank yang ada di Singapura. Sejak dioperasikan pada 2001, hingga sekarang bank ini telah menyimpan sekitar 1.000 sampel.

Untuk setiap peminat, tentu ada biayanya. Di tahun pertama, mereka harus merogoh kocek sebesar Sin$ 2.000 (sekitar Rp 12,6 juta). Setelah itu, akan dikenakan biaya sewa setiap tahun sebesar Sin$ 250 (sekitar Rp 1,2 juta). Jasa yang ditawarkan CordLife berdasarkan kontrak yang berlaku selama 21 tahun. Setelah itu, bisa diperpanjang lagi.

Tak terkecuali bagi kalangan peminat yang ada di negeri ini. Sejak Juli lalu, bekerja sama dengan Kalbe Farma, CordLife membuka layanan serupa di kawasan Pulomas, Jakarta. Usaha kemitraan ini berkibar dengan bendera PT CordLife Indonesia. “Kehadiran kami di sini untuk makin mempermudah pelayanan bagi masyarakat Indonesia,” kata Wirya Tantra, General Manager PT CordLife Indonesia.
Menariknya, dibandingkan dengan yang di Singapura, tarif jasa yang di Jakarta relatif lebih murah. Biaya untuk tahun pertama “hanya” Rp 9,5 juta, dan untuk biaya tahunan dipatok Rp 1,5 juta. Bank yang dibangun dengan dana investasi, konon, mencapai lebih dari Rp 162 miliar ini dirancang bisa menampung sebanyak 30 ribu kantong darah tali pusat. “Sampai saat ini sudah ada 100 sampel yang disimpan di sini,” ujar Wirya.

Melihat antusiasme kalangan peminat yang tergolong tinggi, tampaknya berusaha di sektor ini cukup menjanjikan. Ditambah lagi potensi pasarnya yang sangat besar. Lihat saja angka kelahiran, dari rata-rata 1.000 penduduk di negeri ini, hampir dipastikan sekitar 22 di antaranya adalah bayi-bayi yang baru lahir. Sementara di Singapura, dengan rasio yang sama, angka kelahirannya hanya sekitar 16 per mil.
Lebih dari itu, tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, trennya pun dirasakan makin tinggi. Banyak hal memang yang memicunya. Selain tingkat pendidikan dan daya beli, meningkatnya kesadaran masyarakat itu, boleh jadi pula, dipicu oleh kekhawatiran mewabahnya berbagai penyakit baru. Untuk soal yang terakhir ini, lihat saja catatan yang ada di CordLife International sampai tahun ini. Paling tidak, sudah ditemukan sekitar 80 jenis penyakit baru, yang ironisnya, sebagian besar belum ada obat penawarnya. Nah, dengan metode pengobatan yang memanfaatkan sel induk ini, diharapkan bisa meredam kekhawatiran itu.

Bisa Dimanfaatkan Oleh Saudara Sekandung

Selain diperoleh dari darah di tali pusar, sel induk juga bisa didapat dari sumsum tulang belakang. Cara yang terakhir ini memiliki resiko tinggi. Lagi pula, proses pengambilannya cenderung menyakiti si penderita. Sementara, proses pengambilan sel induk dari tali pusat, jauh lebih aman. Lazimnya dilakukan setelah bayi lahir. Tim dokter-tentunya dengan peralatan khusus- akan segera mengambil darah (sekitar 22 cc) yang ada di tali pusat, kemudian disimpan dalam kantong yang steril. Di dalam darah itu, bisa didapat sekitar 800 juta sel induk.

Proses berikutnya adalah memeriksa kondisi darah tersebut di laboratorium. Bila sudah tercemar oleh bibit penyakit (seperti hepatitis atau AIDS), niscaya darah ini tidak bisa disimpan. Sebaliknya, bila kondisinya teruji steril, dengan teknologi tertentu, tim ahli akan memisahkan sel darah dan plasma darah, sehingga yang tersisa tinggal cairan yang mengandung sel inti.

Seluruh proses tersebut berlangsung selama 48 jam, hingga cairan sel induk disimpan di ruang pengawetan yang bersuhu minus 196 derajat celsius. Selama di tempat penyimpanan, pemantauan secara periodik akan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi sel induk.

Memanfaatkan jasa Cord Blood Bank, bisa dibilang, hampir serupa dengan program asuransi kesehatan. Artinya, sewaktu-waktu bila dibutuhkan, khasiatnya bisa segera dimanfaatkan. Berdasarkan pengalaman selama ini, metode pengobatan yang memanfaatkan sel induk mampu menyembuhkan sekitar 88 jenis penyakit, seperti kanker, kerusakan pada sumsum tulang belakang, kelainan pada darah, dan penyakit yang berhubungan dengan kelainan metabolisme tubuh. Berikutnya, metode ini tengah diuji keampuhannya untuk melawan penyakit stroke, liver, diabetes, jantung dan cedera pada tulang belakang.

Hebatnya lagi, metode pengobatan ini tidak hanya manjur untuk mengobati penyakit yang diderita oleh pemiliknya, juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit yang diidap oleh saudara kandung dan kedua orang tua. Tingkat efektivitasnya pun lumayan tinggi. Bila digunakan oleh saudara kandung, misalnya, rasionya bisa mencapai 75%. Sementara rasio bagi kedua orang tua mencapai 50%. Tentunya, tingkat efektivitas itu bisa dicapai bila sel induk yang ditransplantasikan memiliki kecocokan golongan darah dan struktur gen.

Sejatinya, metode pengobatan ini dilakukan dengan cara mentransplantasikan sel induk ke organ yang rusak. Sesuai sifatnya, sel induk akan berkembang membentuk sel baru. Seyogianya, transplantasi itu disesuaikan dengan berat badan si penderita, idealnya setiap kilogram berat badan dibutuhkan sekitar 15 juta-20 juta sel induk. Contohnya, penderita yang berbobot 30 kilogram, sepatutnya ditransplantasikan sel induk sebanyak 450 juta sel.

Persoalannya sekarang, jika kerap digunakan, niscaya akan mengurangi, bahkan menghabiskan deposit sel induk yang ada di Cord Blood Bank. Toh, yang tersimpan di sana volumenya sangat terbatas. Kendati begitu, kita tak perlu cemas. Dengan teknologi kedokteran mutakhir, ternyata populasi sel induk yang ada di bank bisa ditingkatkan lebih banyak lagi. Aman kan…

 

 Semakin Ramping Semakin Sehat

Kita punya banyak alasan untuk setiap pilihan buruk yang kita buat setiap hari : “Saya punya orang tua yang buruk”, “Tidak ada orang yang mengatakan kebenaran pada saya”, “Seperti itulah saya.” Fakta yang menyedihkan yang kita pikirkan adalah bahwa semua alasan itu menjadi pembenaran tindakan kita. Namun ketika datang waktunya untuk kita memilih menu makan kita, kita menemukan bahwa itu lebih tentang memiliki kebiasaan buruk ketimbang satu warisan lingkungan yang menstimulasi perilaku buruk itu.

Benar, kita dapat mewarisi kebiasaan makan yang buruk dari orang tua kita atau pola makan buruk yang telah lama kita jalani, namun kita punya banyak pilihan hari ini untuk makan secara sehat. Jika kita ingin mengubah kemana kita pergi, itu dimulai dengan pilihan yng kita buat hari ini. Saya tahu ada kalimat yang bertentangan tentang saran-saran di setiap tempat yang Anda temui, dan mengetahui apa yang harus dilakukan dapat menjadi begitu komplikasi. Disini saya menawarkan tips sederhana untuk menolong Anda membuat pilihan kesehatan yang positif.

Mulai Makan Di Meja Makan

Kecenderungan kita hari ini adalah makan keluar kantor, di atas balai-balai, atau diluar bekal yang kita bawa. Sebagai hasilnya adalah kita makan lebih banyak. Mengapa? Karena kita makan apa saja yang kita anggap enak, makan dengan jumlah lebih banyak dan kadang-kadang kita makan langsung dari mangkuk atau wadah makanannya – tanpa larangan atau batasan jumlah porsi, makan bebas – All You Can Eat.

Jika Anda mengambil waktu untuk duduk di meja, Anda akan lebih sadar tentang porsi yang Anda makan. Anda dapat berbincang-bincang dengan keluarga, tidak berlomba untuk menyelesaikan acara makan. Datangi event yang ada di daerah Anda, dan jika Anda suka, Anda akan punya kesempatan untuk menyetel musik latar untuk membuat waktu makan menjadi lebih relaks.

Tukarkan Piring Makan Siang Dengan Piring Makan Malam

Ini yang saya sering lakukan. Ketika Anda memakai piring yang lebih kecil, mata Anda akan melihat lebih banyak makanan – ini benar! Jika mata kita lebih besar dari perut kita, mengapa kita tidak menipunya? Selama ini saya menaruh dalam pikiran bahwa saya harus memakan segala sesuatu di atas piring saya karena seseorang di suatu tempat sedang mengalami kelaparan. Ini menuntun saya untuk memakan makanan sepiring penuh dan sebagai hasilnya saya memakan kalori yang lebih dari saya butuhkan. Jadi hari ini saya memakai piring yang lebih kecil dan merasa piring itu penuh, tapi tidak benar-benar penuh.

Menurunkan Tempo

Apakah Anda menemukan diri Anda makan untuk mendapatkan sesuatu masuk ke perut Anda? Sepertinya Anda makan cepat karena kegiatan makan telah menjadi satu fungsi dan bukan satu pengalaman. Saya telah mendengar pernyatan : “Linda, hidup saya terlalu menyakitkan bagi saya untuk mengalami makanan saya”. Saya jamin, kita memang menjalani kehidupan tempo tinggi, namun makan dengan tempo tinggi akan menghantar kita ke kuburan lebih cepat.

Ketika kita memilih untuk mengambil 15-20 menit untuk sarapan, kita menemukan diri kita puas dengan memakan sedikit makanan. Men-set garpu turun antara gigitan makanan sementara Anda mengecap makanan akan membuat pikiran Anda menangkap kondisi lambung Anda dan sensasi penuh akan dirasakan lebih cepat. Mengambil waktu untuk benar-benar mengunyah makanan Anda ketimbang menciumnya akan menolong proses makan menjadi lebih baik.

Saya adalah orang paling buruk dalam hal makan untuk fungsi ketimbang menikmati pengalaman makan. Namun saya telah menemukan beberapa tahun lalu, jika saya benar-benar berpikir tentang apa yang saya makan (bukan dalam cara yang obsesif) dan tenang seperti saya melakukannya, proses pencernaan bisa diperbaiki. Tidak ada yang menyebabkan perut kembung seperti halnya menelan makan dengan cepat.

Saya menduga ini artinya kita perlu untuk membuat waktu, bukan hanya sekedar mengambil waktu untuk makan. Bahkan jika Anda adalah satu dari banyak orang yang memilih untuk makan sedikit tapi sebanyak enam kali sehari, lakukan dengan tenang dan nikmatilah.

Ukuran Porsi Segenggam Tangan

Jika Anda men-set segala sesuatu di tempatnya namun memilih untuk memakan gundukan besar makanan, Anda kehilangan manfaat dari semuanya. Ukuran porsi adalah kuncinya, dan cara paling gampang untuk mengetahui dimana kamu memulai dan mengakhirinya adalah dengan melihat telapak tanganmu sendiri. Bukalah telapak tangan Anda – minus jari-jari, itulah porsi makan Anda. Apakah kita bicara tentang makan daging, sayuran, atau roti, konsep ini akan menjaga kita dari ukuran porsi yang berlebihan.

Sekali lagi, buat hal ini menjadi sesuatu yang menyenangkan! Ketika anak-anak Anda tengah mengisi piring mereka (semakin muda anak Anda – semakin baik untuk Anda mencobanya – tentu saja, pakai perasaan disini), ingatkan mereka untuk melihat telapak tangan mereka dan melihat betapa dekatnya apa yang mereka ambil dengan porsi tersebut. Pegang dalam pikiran bahwa kala anak-anak Anda berkembang, Anda tidak ingin untuk membatasi diet mereka seperti halnya orang dewasa yang melakukannya.

Anda dapat memakai ‘Metoda Segengam Tangan’ dengan anggota keluarga dan mendorong mereka untuk menaruh berbagai warna dalam piring mereka – dari sayuran, salad, pasta, kentang manis dan tentu saja keju ditambah macaroni, meski hanya ada sedikit tempat untuk menaruh semuanya itu. Carilah keseimbangan.

Keluar Dari Penglihatan, Keluar Dari Pikiran

Langkah terakhir adalah memindahkan makanan yang menggoda yang menyebabkan Anda merasa tergoda. Sebagai orang dewasa, Anda mengendalikan apa yang tersedia di rumah untuk keluarga Anda makan. Secara perlahan cobalah menggantikan pilihan makanan yang kurang baik bagi kesehatan dengan makanan yang baik untuk kesehatan. Tetap jaga kesegaran buah dan sayuran dalam lemari pendingin. Gantikan roti putih dengan sesuatu yang mengandung padi-padian. Batasi penggunaan garam, gula, kopi, dan alkohol yang Anda miliki.

Doronglah kehidupan yang sehat bersama anggota keluarga yang termuda dengan membiarkan mereka menolong Anda membersihkan dapur. Lihatlah segala sesuatu yang Anda makan secara berkala dan cek daftarnya. Jika kandungan pertama adalah gula – segera singkirkan! Ini mungkin mengagetkan “sistem makan keluarga”, jadi lakukan dengan perlahan. Mulai dengan satu atau dua item. Bersihkan dan kemudian gantikan dengan sesuatu yang sehat. Biarkan anak-anak memilih barang-barang yang menyehatkan. Jika itu menjadi bagian dari proses, mereka akan lebih mudah untuk menyambut perubahan tersebut.

Langkah kecil untuk hidup yang lebih sehat dapat Anda genapi jika Anda tetap menjaga mata pada sumber kekuatan. Saya terus-menerus menarik lengan Tuhan saya, Yesus Kristus untuk memberikan arahan dan kebijaksanaan; Dia adalah tamu besar yang harus selalu Anda undang ikut dalam perjamuan makan Anda. Selamat makan.

 

 

Mau Hidup Seratus Tahun?

Berapa lama seseorang hidup, tidak ada yang tahu kecuali Tuhan tentunya. Kitab Mazmur mencatat bahwa hidup manusia hanya 70 sampai 80 tahun, lebih dari itu hanya penuh dengan kesukaran dan penderitaan. Tetapi ada beberapa wanita yang tercatat hidup sampai diatas seratus tahun. Mereka mungkin wanita biasa tetapi jelas memiliki kualitas hidup yang tidak biasa. Mari contek resep dari wanita-wanita perkasa yang pernah berada di alam tiga abad ini.

Resep pertama, dengarkan musik dan menarilah!

Resep ini keluar dari mulut wanita yang meninggal 31 Oktober 2003 lalu. Sebelum kepergiannya, dia tercatat sebagai wanita tertua dalam Guinness Book of Record. Dia adalah seorang Jepang bernama Kamato Hongo, genap berusia 116 tahun pada September 2003. Ia terkenal dengan kebiasaannya tidur selama dua hari penuh dan kemudian terjaga selama dua hari penuh juga. Dengan 7 anak, 27 cucu, 57 cicit dan 11 anak cicit, wanita ini sempat menjadi simbol negara Jepang yang memegang rekor harapan hidup tertinggi di dunia.

Resep kedua, berbahagialah terus!

Yang satu ini datang dari almarhumah Marie Bremont, wanita Eropa yang meninggal di usia 115 tahun. Marie pernah menikah dua kali tetapi tidak memiliki keturunan. Dia juga pernah selamat dari sebuah kecelakaan mobil pada usia yang ke 103 tahun. Marie meninggal dalam tidurnya dan dikenang sebagai wanita pecinta coklat oleh para perawat rumah jompo di sebelah barat Perancis yang merawatnya.

Resep ketiga, jangan lupa memuji kebesaran Tuhan, banyak makan buah-buahan dan hindari rokok serta alkohol!

Resep panjang ini berasal dari almarhumah Adelina Domingues, yang meninggal pada usia 114 tahun di San Diego, didalam sebuah rumah jompo yang selama 7 tahun dihuninya. Ia dikenang sebagai seorang Kristen yang baik dengan iman yang luar biasa pada Tuhan.

Resep keempat, nikmatilah hidup!

Jeanne Calment, wanita Perancis yang memberikan resep ini telah meninggal dunia pada usia 120 tahun. Sampai usianya yang ke-100, Jeanne masih senang mengendarai sepeda. Wanita yang pernah bertemu pelukis Vincent Van Gogh di toko milik ayahnya ini pernah berkata ‘I am a normal woman and I am very lucky’.

Resep kelima, jangan pelihara kekuatiran!

Zabani Khachukayeva, pemilik resep ini, diumumkan negara Chechnya sebagai wanita yang sebenarnya tertua di dunia sekarang. Berumur 124 tahun, wanita Rusia ini hidup lebih lama melampaui anak tertuanya yang meninggal 2 tahun lalu. Dengan 6 anak, 24 cucu, 38 cicit, dan 7 anak cicit, Zabani yang berdoa lima kali sehari masih energetik dan terlihat sangat sehat.

Resep keenam, tetap tegar!

Meninggal pada usia 129 tahun, pemilik resep terakhir ini bernama Maria do Carmo Jeronimo. Ia bekerja sebagai budak hampir seluruh hidupnya sebagai konsekuensi dari warna kulitnya yang hitam. Wanita yang pertama kali melihat laut pada usianya yang ke 127 tahun ini memang seorang yang tidak pernah menyerah menghadapi masalah apapun dalam hidupnya hingga hembusan nafas terakhir akibat stroke di sebuah rumah sakit di Brasil.

Sebagai wanita, mungkin banyak diantara Anda yang memilih untuk hidup lebih singkat dari wanita-wanita di atas karena banyak alasan. Tetapi tidak ada salahnya jika resep-resep di atas diterapkan dalam hidup Anda, sebagai rahasia penting untuk hidup lebih lama.

 

Do It Yourself!!

Do it yourself adalah istilah bahasa Inggris yang secara harfiah berarti “lakukan sendiri”. Istilah ini sangat populer di negara-negara maju, karena tingginya ongkos kerja.

Kebanyakan orang di Inggris sekarang ini lebih suka atau terpaksa melakukan hampir segala hal sendiri, tanpa minta tolong orang lain. Dari pasang jendela rumah, buat rak buku, bongkar-pasang mesin mobil dan yang paling belakangan ‘mengobati diri sendiri’.

Do it yourself dalam pelayanan kesehatan meningkat pesat di Inggris, dengan melonjaknya penjualan piranti-piranti pemeriksa kesehatan yang bisa dikantongi orang untuk dibawa pergi kemana saja. Saya lihat di Indonesia pun semakin banyak toko menawarkan alat-alat itu.

Gejala baru ini memaksa para dokter untuk mengubah sikap dalam menghadapi pasien-pasien yang datang dengan pengetahuan yang cukup lengkap mengenai problem kesehatannya.

Sementara itu pemerintah Inggris pun sudah mulai bergerak untuk mengubah cara pertolongan bagi pasien-pasien yang cukup cerdas berkat alat-alat pemeriksa itu.

Sebuah laporan oleh kelompok analis pasar Mintel menyebutkan bahwa masyarakat Inggris kini menghabiskan dana sejumlah 55 juta pond atau sekitar 75 milyar rupiah per tahun untuk membeli alat-alat pemeriksa dan pendiagnosis diri.

Angka itu diperkirakan akan naik sampai 60 juta pondsterling pada tahun 2007, ketika semakin banyak orang yang membeli piranti-piranti seperti alat pemeriksa tekanan darah, pengetes kehamilan, perlengkapan ovulasi, pemantau lemak tubuh, pemeriksa kadar kolesterol dalam darah, pemantau kekuatan nafas untuk meneliti kesehatan paru-paru dan alat-alat yang digunakan oleh para penderita diabetes untuk mengukur glukosa darah dan kandungan gula dalam air kencing.

Boom pembelian perlengkapan pemeriksaan kesehatan ini diujung-tombaki oleh golongan muda. Riset konsumen menunjukkan, bahwa mereka yang berusia antara 25 dan 34 tahun hanya akan pergi ke dokter kalau mereka baru benar-benar sakit.

Tidak seperti orang-orang yang sudah tua, mereka ini masih memerlukan jaminan diterima oleh sang dokter. Para manula toh sudah menjadi langganan dokter, kata riset ini.

“Dewasa ini banyak orang semakin ‘sadar-sehat’ dan sering melakukan pencegahan sebelum penyakit menyerangnya. Menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati sakit,” kata Jenny Catlin, seorang analis pada Mintel.

Kaum muda itu juga menyadari, bahwa menemukan gejala secara dini bisa sangat memperbesar kemungkinan untuk tetap sehat. Di samping itu, waktu penantian untuk bisa diterima oleh seorang dokter sering berarti bahwa ‘bertemu dengan dokter itu tidak selalu mudah’, yang ujung-ujungnya mendorong orang untuk cenderung ‘bertindak sendiri’ itu tadi, Do it Yourself.

Yang paling ‘biasa’ dari alat-alat itu tetaplah termometer, alat pengukur suhu badan, yang dimiliki oleh 4 dari setiap 10 orang di Inggris. Tetapi yang paling mendominasi pangsa pasar adalah alat pengetes kehamilan.

Tahun 2002 penjualan pengetes kehamilan mencapai 35 juta pond, naik 64 persen dibanding penjualan tahun 1998.

Pemeriksa tekanan darah juga naik dalam penjualan, 9 juta pond pada tahun lalu. Piranti ini kebanyakan dipakai oleh mereka yang sudah lebih tua, yang sudah dinyatakan mengalami ‘hooge bloedruk’ alias tekanan darah tinggi.

Tetapi beberapa kalangan yang lebih muda, yang tergila-gila dengan penjagaan kesehatan, juga kerap menyimpannya. Ini agar mereka bisa meningkatkan ‘fitness’ mereka.

Pengetes ovulasi, yang mengukur konsentrasi hormon dalam urin untuk menentukan kapan seorang perempuan subur, terjual dengan nilai 5,3 juta pond per tahun.

Banyak wanita yang sulit hamil, atau profesional muda yang ingin mengatur kehamilan agar selaras dengan pekerjaan mereka membeli alat ini.

5 jutad pond per tahun dibelanjakan untuk membeli monitor glukosa darah. Inilah alat yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang terkena penyakit gula.

Dan alat-alat pengetes lainnya terjual dalam kuantitas yang lebih kecil, seperti alat pengukur nafas, peak flow meter, yang juga diperoleh melalui resep untuk warga Inggris yang diatur dalam program Dinas Pelayanan Kesehatan Umum atau NHS.

Mintel menyimpulkan: 1 dari setiap 7 orang dewasa memiliki 3 atau lebih produk diagnostik-diri di rumah. Yang paling banyak adalah pasien diabetes, mereka yang membutuhkan termometer dan yang memerlukan pemeriksa darah. Tetapi di kalangan kelompok 25-34 tahun, 1 dari setiap 4 orang menyimpan 3 atau lebih alat pemeriksa itu.

Perhimpunan Dokter Inggris sementara itu menyatakan, bahwa orang yang datang ke dokter dengan pengetahuan cukup tentang kondisi kesehatan mereka menyita waktu sang dokter lebih cepat daripada yang tidak tahu.

Departemen Kesehatan Inggris, dalam hal ini, mendukung sekali gagasan kelompok Expert Patient Initiative, yang ingin membantu para penderita penyakit kronis, seperti asthma, diabetes dan arthritis, yang jumlahnya 17,5 juta orang.

Tujuannya adalah melibatkan para pasien untuk lebih mengobati diri. Badan tersebut memberikan kursus-kursus untuk mereka itu di berbagai pelosok negeri.

Rosie Winterton, menteri kesehatan masyarakat, mengatakan, gagasan tersebut adalah BUKAN untuk menghemat dana, tetapi – seperti dikatakannya – bukti-bukti menunjukkan bahwa pasien dengan pelatihan tertentu untuk mengendalikan penyakit mereka, lebih sehat daripada orang-orang yang hanya menggantungkan diri pada dokter.

Riset oleh Julie Barlow dari Coventry University mendapatkan, bahwa manfaat yang ada antara lain: efek samping yang lebih ringan, rasa sakit yang lebih ringan serta kepuasan yang lebih besar.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: